10 Agu 2011

Ramang, Macan Bola dari Makassar

Ramang, Macan Bola dari Makassar

Ramang, penyerang tengah tim nasional PSSI pada era tahun 1950-an hingga 1970-an. Di Makassar, Siapa yang tidak mengenal Ramang? Bahkan "mitos"nya mengatakan bahwa setiap tendangannya sangat keras. Jangan menangkap tendangan bolanya kalau tidak ingin muntah darah, ataupun kalau kena tiang/ mistar gawang, dipastikan mistar tersebut akan bengkok atau patah. Mendengar kehebatan Ramang di lapangan sepak bola, tak heran jika di tahun 50-an, banyak bayi lelaki yang lahir kemudian diberi nama Ramang oleh orangtuanya. Kalau anak-anak Makassar bermain bola, anak-anak selalu bercita-cita menjadi Ramang.

Menurut saya, mungkin kurang pas jika Ramang diidentikkan dengan "macan", mestinya diidentikkan dengan "ayam jantan", atau "juku eja" (ikan merah), yang identik dengan Sultan Hasanuddin atau PSM Makassar. Ataukah Ramang tak perlu diidentikkan dengan apapun. Ya, Ramang adalah Ramang. Bahkan PSM Makassar, salah satu tim terbaik di Indonesia dengan bangga mengidentikkan dirinya sebagai "Pasukan Ramang".

Ramang (Lahir di Barru, 24 April 1928) adalah pemain sepak bola Indonesia dari PSM Makassar yang terkenal pada tahun 1950-an. Ia berposisi sebagai penyerang tengah. Dia pernah mengantarkan PSM ke tangga juara pada era Perserikatan serta pernah memperkuat tim nasional sepak bola Indonesia.

Ramang kecil sudah mulai menendang-nendang buah jeruk, gulungan kain dan bola anyaman rotan dalam permainan sepak raga sejak berusia 10 tahun. Ayahnya, Nyo'lo, ajudan Raja Gowa (Djondjong Karaenta Lemamparang), sudah lama dikenal sebagai jagoan paraga (sepakraga). Bakat Ramang memang menurun dari sang ayah. Mulanya ia memperkuat Bond Barru, kota kelahirannya, namun menjelang proklamasi 1945, ia membawa keluarganya pindah ke Ujungpandang dan meninggalkan usaha warung kopi yang ia bangun bersama istrinya.

Ramang mulai memperkuat PSM Makassar pada tahun 1947, waktu itu masih bernama Makassar Voetbal Bond (MVB). Melalui sebuah klub bernama Persis (Persatuan sepak bola Induk Sulawesi) ia ikut kompetisi PSM. Pada sebuah pertandingan, ia mencetak sebagian besar gol dan membuat klubnya menang 9-0. Sejak itulah ia dilamar bergabung dengan PSM.

Sambil berprofesinya sebagai pemain sepak bola, Ramang juga menjadi seorang kenek truk dan tukang becak. Namun, Ramang terpaksa meninggalkan profesinya sebagai penarik becak karena sibuk bermain bola (dalam sebuah wawancara di Majalah Tempo, 7 Oktober 1978). Hal itu membuat kondisi keluarganya yang tinggal menumpang di sebuah rumah temannya menjadi sangat memprihatinkan.

Setahun setelah kemenangan klubnya 9-0 dalam kompetisi PSM, Ramang sudah keliling Indonesia bermain bola. Ketika ia kembali ke Makassar, sambil bermain bola Ramang bekerja sebagai opas di Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Gajinya Tak pernah naik dari angka Rp 3.500. Untungnya hanya satu: ia masih tetap bisa main bola.

Pada tahun 1952 ia menggantikan Sunardi, kakak Suardi Arlan mengikuti latihan di Jakarta. Ini membuatnya menjadi penyerang tengah utama PSSI. Didampingi Suardi Arlan di kanan dan Nursalam di kiri. Permainannya sebagai penyerang tengah sangat mengagumkan. Maka setahun kemudian ia keliling di beberapa negeri asing. Namanya meroket menjadi pemain favorit penonton dan disegani pemain lawan.

Pada lawatannya tahun 1954 ke berbagai negeri Asia (Filipina, Hongkong, Muangthai, Malaysia) PSSI hampir menyapu seluruh kesebelasan yang dijumpai dengan gol menyolok. Dari 25 gol (dan PSSI hanya kemasukan 6 gol) 19 di antaranya lahir dari kaki Ramang.

Berkat prestasi Ramang, Indonesia masuk dalam hitungan kekuatan bola di Asia. Satu demi satu kesebelasan Eropa mencoba kekuatan PSSI. Mulai dari Yugoslavia yang gawangnya dijaga Beara (salah satu kiper terbaik dunia waktu itu), klub Stade de Reims dengan si kaki emas Raymond Kopa, kesebelasan Rusia dengan kiper top dunia Lev Jashin, klub Locomotive dengan penembak maut Bubukin, sampai Grasshopers dengan Roger Vollentein. Teman setim Ramang di PSSI kala itu adalah: Maulwi Saelan, Rasjid, Chaeruddin, Ramlan, Sidhi, Tan Liong Houw, Aang Witarsa, Thio Him Tjiang, Danu, Phoa Sian Liong dan Djamiat.

Ramang dikenal sebagai penyerang haus gol. Ramang adalah penembak jitu, dari sasaran mana pun dan keadaan sesulit bagaimana pun, bahkan ia mampu menendang dari segala posisi sambil berlari kencang dan tembakan salto. Gol melalui tendangan salto yang indah dan mengejutkan seringkali dipertunjukkan oleh Ramang. Satu di antaranya saat PSSI mengalahkan RRC dengan 2-0 di Jakarta. Kedua gol itu lahir dari kaki Ramang, satu di antaranya tembakan salto. Itu pertandingan menjelang Kejuaraan Dunia di Swedia, 1958. Pertandingan kedua dilanjutkan di Peking, Indonesia kalah dengan 3-4, sedang yang ketiga di Rangoon (juga melawan RRC) dengan 0-0. Sayang sekali lawan selanjutnya ialah Israel (yang tak punya hubungan diplomatik dengan Indonesia) maka PSSI terpaksa tidak berangkat.

Jika Ramang ditanya mengenai pertandingan paling berkesan, di sejumlah media, ia menyebut ketika PSSI menahan Uni Soviet 0-0 di Olimpiade Melbourne 1956. "Ketika itu saya hampir mencetak gol. Tapi kaus saya ditarik dari belakang," kata Ramang.

Kejayaan Ramang terbilang singkat, tahun 1960, sesudah namanya sempat melangit ia dijatuhi skorsing. Ramang dituduh makan suap. Tahun 1962 ia dipanggil kembali, tapi pamornya sudah berkurang. Pada tahun 1968, dalam usia 40 tahun, Ramang bermain untuk terakhir kalinya membela kesebelasan PSM di Medan, yang berakhir dengan kekalahan. Setelah berhenti jadi pemain bola, ia mendapatkan panggilan Bupati Blitar untuk menjadi pelatih di sana.

Karier kepelatihan Ramang juga tercatat di PSM dan Persipal Palu. Sewaktu menjadi pelatih di Persipal, ia bahkan pernah dihadiahi satu hektar kebun cengkeh oleh masyarakat Donggala, Palu, karena prestasinya membawa Persipal menjadi satu tim yang disegani di Indonesia. Tetapi menjadi pelatih sepak bola ternyata tidak mudah bagi seorang tamatan Sekolah Rakyat seperti Ramang. Ia kemudian harus disingkirkan pelan-pelan hanya karena ia tidak memiliki sertifikat kepelatihan. Dalam melatih, Ramang hanya mengajarkan pengalamannya ditambah dengan teori yang pernah ia dapatkan dari mantan pelatih PSSI, Tony Pogacknic, yang sangat ia hormati.

Ramang pernah menyebut bahwa pemain sepak bola sepertinya tidak lebih berharga dari kuda pacuan. "Kuda pacuan dipelihara sebelum dan sesudah bertanding, menang atau kalah. Tapi pemain bola hanya dipelihara kalau ada panggilan. Sesudah itu tak ada apa-apa lagi," katanya dengan kecewa. Namun Ramang sudah berketetapan hati menutup kisah masa lampaunya itu. "Buat apa mengenang masa-masa seperti itu sementara orang lebih menghargai kuda pacuan?" katanya. Kekecewaan itu tampaknya begitu berat merundungnya, hingga ia seringkali sengaja sembunyi hanya untuk mengelak wawancara dengan seorang wartawan. Meski banyak dorongan dan tawaran buat menulis biografinya, ia selalu menggelengkan kepala. Dulu katanya, memang pernah ada seseorang yang menerbitkan riwayat hidupnya. Tapi ia sendiri sudah lupa judul buku dan nama penulisnya.

Suatu malam di tahun 1981, sehabis melatih anak-anak PSM, Ramang pulang dengan pakaian basah dan membuatnya sakit. Enam tahun ia menderita sakit di paru-parunya tanpa bisa berobat ke Rumah sakit karena kekurangan biaya. Pada tanggal 26 September 1987, di usia 59 tahun, mantan pemain sepak bola legendaris itu meninggal dunia di rumahnya yang sangat sederhana yang ia huni bersama anak, menantu dan cucunya yang semuanya berjumlah 19 orang. Ramang dimakamkan di TPU Panaikang.

Untuk mengenang jasanya, sebuah patung di lapangan Karebosi pernah dibuat untuknya. Namun sekarang patung itu sudah lenyap karena renovasi lapangan Karebosi. Ironis memang mengetahui kisah hidup mantan bintang sepak bola Makassar, Indonesia yang disegani dunia, Ramang.

  
 Patung Ramang di Karebosi (dulu)

Untuk mengenangnya, buku "Ramang Macan Bola" diterbitkan. Selasa, 9 Agustus 2011 di Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng meluncurkan buku "Ramang Macan Bola". Buku ini ditulis oleh M. Dahlan Abubakar. Dalam buku setebal 631 halaman ini penulis banyak mengungkapkan kisah dan perjalanan panjang Ramang. Penulis mendapatkan semua informasi tentang Ramang yang berasal dari narasumber yang pernah bermain bersama, pernah dilatih, pernah menonton, hingga pernah mendengar cerita tentang sosok Ramang. Semua cerita mereka tertuang dalam buku ini. buku ini bisa didapatkan di Toko Buku Lembaga Penerbitan Unhas (Lephas) Kampus Tamalanrea, seharga Rp 125 ribu.

sumber :
wikipedia
bola.kompas.com
makassar.tribunnews.com

6 Agu 2011

Pembangunan Masjid Terapung 99 Al Makazzary, Makassar

 Masjid Terapung 99 Al Makazzary, Makassar---


Satu lagi masjid moderen akan hadir di Kota Makassar. Adalah Masjid 99 Al-Makazzary yang berdiri di atas laut Pantai Losari, diklaim sebagai masjid terapung pertama di Indonesia dengan memadukan konsep religius dan wisata. Masjid 99 Al-Makazzary tentunya akan memperkaya khasanah land mark dan wisata religius Kota Makassar.

Masjid 99 Al-Makazzary rencananya akan dibangun tiga lantai, lantai satu dan lantai dua sebagai sarana ibadah atau tempat shalat, lantai tiga di bawah kubahnya, bisa ditempati warga bereakreasi khususnya melihat sunset Pantai Losari serta tempat memantau dan melihat hilal (pantauan awal Ramadhan atau waktu-waktu Islam lainnya). Masjid ini,berdiri di atas air laut seluas 1.608 meter dengan menggunakan 164 tiang.


Total dana yang akan digunakan dalam pembangunan Masjid ini mencapai 7 miliar rupiah. 3 miliar rupiah diantaranya khusus dialokasikan untuk pembangunan pelataran, termasuk tiang masjid. Dana pembangunan awal berasal dari bantuan masyarakat, termasuk mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK).

Inisiator dari pembangunan Masjid 99 Al-Makazzary adalah Ilham Arief Sirajuddin (Walikota Makassar saat ini). Arsitek Masjid 99 Al-Makazzary adalah Danny Pomanto (Arsitek Masjid Raya Makassar, Pantai Losari, dll). Peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 8 Mei 2009.


Hingga sekarang, pembangunan Masjid 99 Al-Makazzary belum juga rampung, padahal rencananya akan dapat digunakan pada Ramadhan tahun 1432 H ini. Hal ini berkaitan dengan pendanaan yang kurang karena biaya pembangunan masjid murni tidak menggunakan dana pemerintah. Kekurangan dana ini diharapkan dapat ditutupi oleh partisipasi masyarakat. Untuk pengumpulan dana partisipasi masyarakat, panitia menyiapkan nomor rekening 0050.01.082116.50.1 di BRI cabang Ahmad Yani atas nama Panitia Pembangunan Masjid 99 Al Mukazzary (maaf, hubungi langsung panitia pembangunan Masjid, takut salah.. hehehe). Semoga pembangunan Masjid Terapung 99 Al Makazzary segera rampung sehingga kita dapat menggunakannya sebagaimana mestinya.

artikel dari berbagai sumber, gambar dicomot dari lintasterkini.com dan fandyadam.blogspot.com

2 Agu 2011

Tradisi Ramadhan di Makassar

Tradisi Ramadhan di Makassar---


Ada kebiasaan atau bahkan tradisi saat bulan Ramadhan datang, ada sesuatu yang unik yang lain dari hari biasanya yang kadang menjadikan Ramadhan terasa special. Mungkin tradisi itu mulai hilang ataukah mungkin semakin menguat. Berikut adalah beberapa tradisi atau kebiasaan warga Makassar saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Maaf kalau ada yang salah kaprah ataupun kurang dalam berbahasa. Selamat ber-Ramadhan.



Tradisi ngabuburit dan buka puasa

Tempat menghabiskan waktu menjelang buka puasa (ngabuburit) yang terbaik asyik tentu saja di rumah atau di masjid sambil tadarus Al-Quran atau menonton ceramah agama. Namun bagi anda yang mempunyai hobi jokka (jalan-jalan), tempat favorit ngabuburit di Makassar adalah pantai Losari dan Mall Panakkukang. Mengapa? Tentu saja karena di kedua tempat ini sangat padat dan ramai orang yang menanti buka puasa.

Di Pantai Losari, anda bisa menikmati suasana sore sambil memancing ataupun sekedar duduk-duduk menunggu sunset, di Mall Panakkukang anda bisa keliling dan berbelanja sepuasnya. Kuliner apapun dengan mudah anda dapatkan di tempat ini, mulai dari makanan takjil buka puasa (pisang ijo, es teler, gorengan, dll) sampai makanan berat (konro, coto, sop saudara, ikan bakar, sari laut, mie kering titi, dll). Selain makanan yang melimpah, fasilitas masjid / mushalla juga tersedia di tempat ini walaupun shalat disunu mesti antri saking banyaknya orang.

Tempat buka puasa favorit lainnya adalah Masjid Al Markaz Al Islami (Masjid Jendral M. Yusuf) dan Masjid Raya Makassar. Insya Allah panitia buka puasa menyediakan makanan berat berupa nasi kotak gratis bagi jamaah dan musafir.


Masjid Raya Makassar

Tradisi Tarawih

Tempat shalat tarawih (tarwih, teraweh) favorit di Makassar adalah Masjid Al Markaz Al Islami (sekarang Masjid Jendral M. Yusuf) dan Masjid Raya Makassar. Selain karena bangunan Masjid yang megah, banyak pedagang pakaian dan aksesoris muslim yang menjajakan dagangannya saat dan sesudah shalat tarawih yang membuat suasana masjid dan sekitarnya sangat ramai. Selain jamaah masyarakat Makassar, banyak pula jamaah tarawih dari daerah Kabupaten sekitar Makassar seperti Gowa, Maros, Takalar, dan Pangkep.

 
Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar

Hal lain yang membuat orang tertarik shalat tarawih disini adalah penceramah yang diundang memberi ceramah terawih adalah penceramah kondang (terkenal) di Makassar dan Sulawesi Selatan, sehingga jamaah tidak bosan dan senantiasa bersemangat mengikuti ceramah dan shalat tarawih.

Tradisi sahur

Seperti di daerah lain di Nusantara, tradisi sahur di bulan Ramadhan hampir sama. Ada dua cara membangunkan orang untuk memasak dan makan sahur, yaitu lewat pengeras suara yang ada di masjid (bahkan ada yang menggunakan sirene) dan membangunkan secara langsung dengan berkeliling kampung. Yang bertugas membangunkan sahur adalah pengurus masjid dan remaja masjid setempat. Karena jarak antara satu masjid dengan masjid lainnya tidak begitu jauh (paling jauh sekitar 1 km) di Makassar, menyebabkan suasana sahur sangat ribut ramai dan gaduh. Terdengar suara bersahut-sahutan antar masjid serta bunyi kaleng dan botol yang dipukul oleh orang yang berkeliling membangunkan sahur sambil berteriak-teriak.

Nah, saat makan sahur unik lagi, dulu sering kami (khususnya saya, warga makassar) makan sahur sambil mendengarkan radio. Saat itu, lagu dangdut sahur yang sering diputar sangat familiar di telinga kami, saya lupa tidak tahu judul dan penyanyinya, namun masih ingat liriknya

Sahur sahur sahut dulu, mumpung masih ada waktu...
Bangun bangun bangun dulu, mumpung masih ada waktu...

Dan saat imsak tiba, suara ayam kukuruyuk sangat khas terdengar membuat saya gentar menyentuh makanan lagi.

Namun saat ini tradisi kebiasaan itu mulai hilang dalam beberapa tahun ini. Mendengar radio saat sahur berganti menonton televisi dengan beragam acara, mulai ceramah, dialog interaktif, humor, hingga pertandingan sepakbola.

Tradisi Subuh

Shalat subuh berjamaah di Masjid biasanya disertai ceramah setelah shalat subuh. Penceramah berasal dari jamaah yang ingin memberikan ceramah kultum. Paling sering yang memberikan kultum adalah santri pesantren yang sedang berlibur di kampung halamannya. Dulu, kadang saya merasa minder dan iri sendiri melihat anak santri seumuran saya berani berceramah dihadapan banyak jamaah.

 

Selepas shalat subuh, jalan di Makassar saat Ramadhan ramai oleh jamaah yang jalan-jalan subuh hingga pagi. Tua muda bercampur baur. Akan familiar kita lihat jalan dipenuhi remaja putri bermukena dan remaja putra berkopiah dan sarung. Kondisi ini lebih ramai lagi saat liburan sekolah, apalagi bila disuguhi balapan liar dan petasan. Jalan pagi mulai selepas shalat subuh hingga lewat pukul 7 pagi. Dulu, saya bisa jalan pagi sejauh 2 km pulang pergi, tidak berasa haus dan capek karena ramai.

Nah, itulah beberapa tradisi atau kebiasaan Ramadhan di Makassar. Bagaimana dengan tradisi Ramadhan di kota / kampung anda ???

Gambar dicomot dari wikipedia, panoramio, pbase, dan okezone.  

31 Jul 2011

Marhaban Ya Ramadhan (1432 Hijriyah)


Selamat datang wahai bulan yang penuh berkah dan maghfirah,
Bulan dimana nafas menjadi tasbih,
Tidur laksana ibadah,
Amal diterima, dan
Do’a di ijabah.
“Ya Allah, jadikanlah puasaku, puasa orang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku, ibadah orang benar-benar mengerjakan ibadah. Dan jagalah aku dari tidurnya orang yang lalai. Ampunilah dosaku wahai Tuhan sekalian alam, Tuhan Maha Pengampun daripada segala dosa.”
Semangat Ramadhan wahai segenap blogger dan socializer yang menjalankannya, maafkan segala interaksi yang tidak berkenan, sengaja maupun tidak sengaja. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat Berkah, Hidayah, dan Ampunan dari-Nya.

Marhaban Ya Ramadhan 1432 Hijriyah.

Jadwal Pertandingan Indonesia di Putaran 3 Pra Piala Dunia


Setelah kalah dari Turkmenistan saat pra olimpiade London 2012, akhirnya Indonesia berhasil membalas dengan kemenangan tipis 4 - 3 (agregat 5 - 4) pada pertandingan pra piala dunia Brasil 2014. Kemenangan ini membawa Tim Nasional (senior) Indonesia melaju ke babak penyisihan grup (putaran 3) pra piala dunia. Karena sistem pembagian grup berdasarkan pot (posisi unggulan), dipastikan seluruh grup mempunyai kekuatan yang merata. Indonesia menempati posisi pot terakhir alias tim terlemah.


Adapun hasil undian pra piala dunia zona asia adalah :

Group A
China
Jordania
Irak
Singapura

Group B
Korea Selatan
Kuwait
Uni Emirat Arab
Lebanon

Group C
Japan
Uzbekistan
Syria
Korea Utara

Group D
Australia
Saudi Arabia
Oman
Thailand

Group E
Iran
Qatar
Bahrain
Indonesia

Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di Fase Penyisihan Grup Pra Piala Dunia Brasil 2014 adalah :

Putaran 3
  • 2 September 2011, jam 20:30: Iran vs Indonesia

  • 6 September 2011, jam 19:30: Indonesia vs Bahrain

  • 11 Oktober 2011, jam 19:30: Indonesia vs Qatar

  • 11 November 2011, jam 20:30: Qatar vs Indonesia

  • 15 November 2011, jam 19:30: Indonesia vs Iran

  • 29 Februari 2012, jam 20:30: Bahrain vs Indonesia

Putaran 4
  • 3 Juni 2012

  • 8 Juni 2012

  • 12 Juni 2012

  • 11 September 2012

  • 16 Oktober 2012

  • 14 November 2012

  • 26 Maret 2013

  • 4 Juni 2013

  • 11 Juni 2013

  • 18 Juni 2013

Putaran 5 (play-off AFC)
6 dan 10 September 2013

Putaran 6 (play-off Inter-continental)
15 Oktober dan 19 November 2013

Itulah Jadwal Pertandingan Pra Piala Dunia 2014 Timnas Indonesia yang akan bertanding untuk melaju ke Piala Dunia 2014. Jalan masih panjang, namun semoga saja Timnas Indonesia dapat masuk dan lolos ke Ajang Bergengsi Piala Dunia 2014. Bukan sesuatu yang mustahil kan....

26 Jul 2011

Ensiklopedia (Berbahasa) Bugis


Iseng-iseng saya membuka situs wikipedia. Banyak informasi yang berserakan disana, namanya juga ensiklopedi online. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah wikipedia berbahasa bugis. Saya klik, terbuka, dan benar halamannya berbahasa bugis.


Di paragraf awal saya menemukan kalimat "Mari jadikan tahun 2011 sebagai tahun untuk Wikipedia Basa Ugi berhasil dapat 30.000 artikel pada akhir tahun ini dan terima kasih karena memajukan wikipedia ini". Sayang, halaman awalnya belum berisi artikel apapun. Namun tetap saja saya terkagum-kagum dengan halaman awal ini. Bangga dan lucu berbaur, bangga karena bahasa bugis telah me-wikipedia, dan tertawa sendiri membaca tulisan bugis, teringat jaman nenek saya dulu.

Wikipedia bahasa Bugis adalah versi bahasa Bugis ensiklopedia online Wikipedia. Wikipedia bahasa Bugis umumnya mengikuti peraturan-peraturan dasar Wikipedia bahasa Indonesia. Sebagian isi Wikipedia ini menggunakan aksara Lontara, sedangkan sebagian lainnya aksara Latin. [facebook]

Salut buat wikipedia yang sangat concern terhadap budaya lokal, harapan saya kedepannya agar target 30.000 artikel berbahasa bugis dapat terwujud akhir tahun ini, sehingga menambah khasanah pengetahuan kita terhadap budaya lokal, khususnya bahasa bugis. Harapan selanjutnya, menunggu wikipedia melaunching bahasa makassar sebagai salah satu pilihan bahasa selain bahasa bugis dan bahasa suku lain di Indonesia.

Teroris dan Koruptor

 

Andai saja pelaku korupsi disamakan dengan teroris, tentu saja koruptor-koruptor tersebut telah diseret oleh densus Detasemen 88 seperti terduga teroris di Ponpes Umar Bin Khattab NTB baru-baru ini. Sangat jelas terlihat di tv, terduga teroris tersebut dipakaikan baju orange lengkap dengan penutup kepala, tangan diikat di belakang, dan dijaga dengan sangat ketat oleh beberapa anggota polisi khusus berbadan tegap.

Aneh memang, akhir-akhir ini polisi dan pihak intelijen menunjukkan tajinya. Pelaku (terduga) teroris ditangkap dengan sangat cepat dan mudah (paling lama, 1 minggu sudah tertangkap), bahkan orang atau pihak yang tidak diduga-duga teroris dapat diendus dengan cepat oleh pihak kepolisian. Sementara itu, para koruptor dapat dengan mudahnya menghirup udara bebas, sudah ditangkap dan dijebloskan ke penjara sekalipun.

Padahal, menurut saya tingkat kejahatan koruptor sama, bahkan lebih tinggi daripada teroris. Bayangkan saja efek kejahatan yang dihasilkan oleh koruptor, memiskinkan sebuah wilayah Negara hingga beberapa generasi, miskin moral. Bandingkan dengan teroris yang mungkin efeknya sebentar saja, langsung kepada si Korban.

Yah begitulah, seandainya koruptor diseret-seret juga seperti pelaku ”terduga” teroris, masih tidak malukah kita berperilaku koruptor???

Itulah fakta, hanya di Indonesiaku, negeri antah-berantah.

92? Nakkeji!

92? Nakkeji!


Sembilan Dua? Maaf, ini bukan soal jumlah korban tragedi penembakan di Norwegia. Walaupun saya dan dunia berkabung, namun ini hanya soal Bahasa Makassar. Pernah lihat ungkapan atau istilah [92?] ini di Makassar? Saya pernah melihatnya di sebuah sticker yang tertempel di belakang sebuah mobil. Awalnya karena bingung, saya tanya teman apa maksudnya? Jawabnya, ternyata 92 sekedar istilah iseng.



Dalam bahasa Makassar, kata tanya yang menanyakan orang atau sesuatu bisa dalam kata :

Nai = Siapa
Antu / Intu = Itu

Nai Antu atau Nai Intu yang berarti siapa itu
Dalam keseharian, kedua kata ini langsung bersambung saja menjadi Naintu?
Agar lebih “keren”, kata ini kemudian dipelesetkan menjadi 92 atau ninetwo (bukan sembilan dua)

Nah, tuntas soal 92.

92? = Ninetwo? = Naintu? = Siapa itu?

Nakkeji, dalam bahasa Indonesia berarti Saya saja.

Nakke = Saya
Jie / Ji = Saja

Sehingga, arti sesungguhnya mengenai 92? Nakkeji! adalah Siapa itu? Saya saja / hanya saya.

ahhhh... Nda' penting!!!

 

17 Jul 2011

Berwisata di Pantai Losari Makassar

 Berkas:Anjungan Losari.jpg
 Berkas:Pedestrian dekat Losari.jpg

Pernahkah anda ke Pantai Losari, salah satu ikon wisata bahari Kota Makassar ? Pantai Losari terletak di sebelah barat kota Makassar, tepat di jantung Kota Makassar, Jalan Penghibur. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari terbit dan tenggelam serta dunia malam Makassar.


Letak Pantai Losari sangat strategis dan mudah diakses. Dari pelabuhan Sukarno Hatta Makassar, pantai ini dapat ditempuh sekitar 15 menit dengan mobil atau motor. Dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, dapat ditempuh sekitar 45 menit dengan menggunakan mobil atau motor. Tak usah khawatir soal harga tiket, kecuali tempat parkir, masuk di lokasi pantai bagi masyarakat umum tidak dipungut biaya (Gratis). Untuk mengakses seisi kota Makassar, di sekitar obyek wisata tersedia berbagai jenis kendaraan, seperti: angkot (pete-pete), taksi, dan becak yang siap mengantar para pengunjung berkeliling menikmati suasana Kota Makassar.

Dalam hal akomodasi, konsumsi dan keamanan, di sepanjang Jl. Penghibur tersedia fasilitas penginapan mulai dari wisma hingga hotel berbintang, restoran, kafe, rumah sakit, kantor polisi, warung kopi, dan berbagai tempat hiburan lainnya. Tidak jauh dari bibir pantai, terdapat pusat perbelanjaan kerajinan emas dan souvenir khas Kota Makassar di Jalan Somba Opu.

Entah dari Bahasa apa, namun sepengetahuan saya nama Losari tidak mempunyai arti khusus. Sebelum dikenal sebagai Losari, dulu warga Makassar menyebutnya Pasar Ikan. Di masa itu banyak pedagang pribumi yang berjualan. Pagi hari dimanfaatkan sebagai pasar ikan, sedangkan di sore hari dimanfaatkan pedagang lainnya untuk berjualan kacang, pisang epe dan makanan ringan khas Makassar lainnya. Dahulu, pantai ini juga dikenal dengan pusat makanan laut di malam hari serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer).

Salah satu penganan khas Makassar paling terkenal yang dijajakan di warung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan saus gula merah). Sekarang, warung-warung tenda pisang epe telah berubah menjadi gerobak ataupun gerobak sepeda yang tidak menetap di satu tempat (mungkin sebagai bentuk kewaspadaan dini jika tiba-tiba digusur tramtib Pol.PP).

Adapun warung-warung tenda yang bertahan menjajakan makanan laut, pisang epe, dan penganan lainnya telah dipindahkan pada sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari. Kawasan ini dinamakan kawasan Pantai Laguna, semacam tempat wisata kuliner di ujung selatan pantai Losari.

Geografis Kota Makassar dengan gugusan pulau-pulaunya menghasilkan kehidupan penduduk yang kental akan nuansa bahari. Sisi kehidupan tradisional dan modern tergambar di sepanjang pesisir pantai kota. Uniknya suasana pantai Losari menyajikan representasi gambaran kehidupan tersebut. Kawasan pantai Losari merupakan bagian wilayah kota yang melekat fungsi-fungsi kompleks yakni sebagai heritage area, Central Bussiness District dan tempat wisata.

Infrastruktur utama pantai Losari adalah jalan besar bernama jalan Penghibur yang di sisinya dibangun pembendung air berupa turap beton memanjang. Diantara jalan raya dan batas air terdapat Promenade berlatar pulau dan laut selat Makassar dan dibawahnya merupakan outlet buangan kota. Dalam kilasan sejarah Pantai Losari terlihat bahwa konsep ini sudah bertahan selama 59 tahun. Sekarang Pemerintah Kota Makassar telah mempercantik pantai ini dengan membuat anjungan seluas 100 ribu meter persegi, sehingga tampak lebih indah, bersih, bebas polusi dan nyaman untuk dikunjungi.

Sejarah Pantai Losari

Diawali tahun 1945, bangunan tambahan pantai yang pertama dibuat. Desain lantai dasar beton sepanjang 910 meter digagas oleh Pemerintah Wali Kota Makassar, DM van Switten (1945-1946). Dimasa pemerintahan NICA tersebut, pemasangan lantai dilakukan untuk melindungi beberapa objek dan sarana strategis warga di Jalan Penghibur dari derasnya ombak selat Makassar.

Tahun 2000 dilakukan penimbunan laut dengan maksud sebagai jalan dan tempat komersil. Selanjutnya tahun 2001 populasi pedagang kaki lima yang makin banyak kemudian direlokasi ke daerah reklamasi. Mulai terlihat pertumbuhan bangunan lain disepanjang pantai yang merangsak kearah laut. Mulai tahun 2010, kawasan pantai losari telah diramaikan bangunan-bangunan bernuansa futuristik seperti perumahan resort elit, gedung konvensi, mal, studio stasiun TV ala disneyland dan Center Point of Indonesia.

Banyak yang datang ke pantai Losari untuk duduk duduk menikmati pantai yang bersih, jogging disepanjang pedestrian, atau makan di warung pantai Laguna. (diujung paling selatan pantai). Tua muda akan datang kemari menikmati matahari terbenam disini sambil membeli makanan dari pedagang. Jika suka jogging, tempat ini juga sangat ideal. Udara bersih dan angin bertiup tanpa henti, matahari yang merah keemasan menyapu wajah manusia yang duduk bibir pantai.

Keunikan Pantai Losari

Pantai Losari memiliki keunikan dan keistimewaan yang sangat mempesona. Salah satu keunikannya adalah para pengunjung dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama. Keistimewaan obyek wisata ini adalah para pengunjung dapat menikmati indahnya deburan ombak yang memecah tanggul pantai dan kesejukan “anging mamiri” yang bertiup sepoi-sepoi, sambil menyaksikan detik-detik terbenamnya matahari secara utuh di balik cakrawala, yaitu mulai dari perubahan warna hingga pergeseran posisinya sampai benar-benar hilang dari pandangan. Keistimewaan lainnya adalah para pengunjung dapat mengakses internet secara gratis melalui hot spot di sepanjang Pantai Losari.

Posisi pantai Losari sangat strategis dan menjadi bagian yang menyatu dengan suasana kota Makasar yang membentang sejauh kurang lebih 4 km. Pantai ini langsung dapat diakses dengan jalan protokol utama. Diseberang jalan bermunculan hotel dengan berbagai kelas. Sebut saja beberapa nama hotel yang lokasinya amat dekat dengan bibir pantai antara lain : Hotel MGH (Makassar Golden Hotel), Hotel Losari Beach, Hotel Quality, Hotel Imperial Aryaduta, dan Hotel Aston. Untuk mid-budget traveller, ada Hotel Losari Beach dan Hotel Kenari.


Lihat Peta Lebih Besar


Sumber :
nustaffsite.gunadarma.ac.id
gowata.blogspot.com

Foto :
wikipedia

Obyek Wisata di Makassar, Gowa, dan Maros

 
Libur telah usai, namun kenangan liburan kali ini pasti sulit dilupakan apalagi yang berlibur di Makassar. Bagi yang belum pernah atau belum sempat berlibur di Makassar, jangan kecewa, masih ada kesempatan lainnya. Musim liburan tahun depan jangan lupa berkunjung dan berwisata di Makassar. Sebagai bahan promosi saya, Makassar menawarkan berjuta pesona yang tidak kalah dengan kota lain. Pesona kota Anging Mamiri telah diakui di mata dunia sebagai salah satu kota tujuan wisata populer. Pemandangan alam hingga tempat hiburan modern di Makassar, menjadi pilihan tepat untuk menghabiskan liburan.



Tempat-tempat Wisata di Makassar dan Daerah Sekitarnya

Sulawesi Selatan, khususnya Makassar kaya akan potensi wisata alam, budaya, dan sejarah. Bila Anda berkunjung ke Makassar, lokasi wisata di pusat kota tentu saja Pantai Losari dengan sunset-nya, Fort Rotterdam dan Makam Pangeran Diponegoro dengan wisata sejarahnya, dan seterusnya.

Kabupaten yang berbatasan dengan Makassar, yaitu kabupaten Maros, ada permandian alam Bantimurung. Di sini ada kupu-kupu yang banyak, Gua, dan air terjun. Selain Maros, kota yang berbatasan dengan Makassar adalah Kabupaten Gowa yang juga terkenal dengan wisata sejarah dan pemandangan alamnya. Berikut ini adalah beberapa daftar tempat wisata di Makassar, Maros, dan Gowa yang wajib dikunjungi.



Tempat wisata yang menarik Makassar :

- Benteng Ujung Pandang (Fort Rotterdam)
- Pantai Losari
- Pusat Rekreasi Pantai Akkarena
- Monumen Mandala
- Pelabuhan Paotere
- Kebun Anggrek Bundda Koleksi Kerang Laut
- Makam Raja-Raja Tallo
- Makam Pangeran Diponegoro
- Monumen Korban 40.000 Jiwa
- Museum Kota
- Masjid Raya Makassar
- Masjid Al - Markaz Al Islami Makassar
- Gereja Katedral Makassar
- China Town Makassar
- Pulau Samalona
- Pulau Barang Lompo
- Pulau Kayangan
- Barombong

Tempat wisata yang menarik Kabupaten Gowa :

- Kompleks Istana/Museum Balla Lompoa
- Makam Sultan Hasanuddin
- Makam Syech Yusuf
- Benteng Somba Opu
- Mesjid Tua Katangka
- Mesjid Agung Syech Yusuf
- Dam Bili-Bili
- Air Terjun Takapala
- Perkebunan Teh
- Hutan Wisata Malino
- Perkebunan Markisa
- Upacara Adat Accera Kalompoang

Tempat wisata yang menarik Kabupaten Maros :

- Air Terjun Bantimurung
- Goa Mimpi
- Hutan Pendidikan Bengo, Cenrana
- Wisata Sungai Kampung Rammang-Rammang
- Taman Purbakala Leang-leang
- Taman Purbakala Subang Bita
- Pulau Kapoposang
- Kebun Raya Pucak, Tompobulu
- Hutan Pinus Bonto Somba

Itulah beberapa tempat wisata di Makassar, Gowa, dan Maros yang sempat saya ingat yang wajib dikunjungi. Datanglah lihat dan buktikan, Makassar Great Expectation.

Sumber:
makassarterkini.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...