Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan

4 Mar 2013

Smartphone Mengalihkan Dunia Kita


Smartphone (dulu ponsel) saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan banyak orang. Namun kenyataannya, pengaruh tersebut tidak selalu berdampak baik. Satu dekade yang lalu, saya membayangkan kemudahan informasi antara dua orang tidak lagi berbatas jarak. Kala itu, penggunaan ponsel mulai meluas, tak hanya yang berdompet tebal yang mampu memiliki ponsel, ponsel low end pun laris manis di pasaran. Semua memakai ponsel, walaupun sekedar telepon dan SMS.

Teknologi kemudian berkembang pesat, mulai banyak ponsel "cerdas" berseliweran di pasaran, dengan harga terjangkau. Kita dengan mudahnya mengakses informasi bersumber jaringan internet langsung dari ponsel kita. Namun belum cukup sampai disini, sekarang ini informasi datang pada kita saat dibutuhkan, bertubi-tubi tanpa perlu dicari. 

Namun dengan adanya smartphone, yang berbentuk kotak, membuat perhatian orang malah tersedot ke dalam smartphone. Membungkuk menatap smartphone, tanpa peduli sekitar kita, "dunia nyata".  Lihat saja sekeliling kita, di kantor, di restoran, bahkan di rumah, orang lebih sibuk menatap ponselnya, sekedar chat dengan teman-temannya di dunia maya. Tidak mempedulikan orang lain disekitarnya, yang mungkin mencintainya.

Coba Anda bayangkan, saat janjian sama teman yang jarang ketemu secara fisik. Ketemuan di sebuah cafe, saat semuanya berkumpul, hampir semua hanya menatap Blackberry, Android, atau Iphone-nya masing-masing. Mungkin ponsel Nokia saja yang nganggur saat itu, kecuali dipakai foto-foto. Hal ini terjadi hingga "pertemuan" selesai, kembali ke aktifitas masing-masing. Mungkin hanya sedikit percakapan basa-basi dalam pertemuan tersebut. Atau yang lebih menyedihkan, mungkin banyak keluarga, sepasang suami-istri yang tidak bertegur sapa di dalam ruang privat (kamar) sekalipun. Tak ada komunikasi antara mereka karena sibuk memelototo smartphoe masing-masing.

Sekarang coba Anda bayangkan, berapa lama Anda mengakses ponsel tiap hari. Apakah sebanding dengan kehidupan real Anda? Memang, Smartphone telah mengalihkan dunia kita.

sumber gambar : 
http://sintamelani.blogdetik.com/files/2011/12/autis-blackberry-di-burger-king.jpg
http://saridewi1ea03.files.wordpress.com/2012/01/102979_pengguna-blackberry.jpg

2 Okt 2011

saya terima nikahnya

Saya terima nikahnya febriyani catursari binti bagyo purnomo dengan mas kawin seperangkat alat shalat, satu set perhiasan emas, dan uang sejumlah 179 real, tunai karena Allah SWT. Sah, sah, sah. Alhamdulillah, sudah dua minggu kami menjalani biduk rumah tangga. Kesimpulan sementara, menikah itu nikmat, jauh lebih nikmat dibanding pacaran. Maka yang masih pacaran, segeralah menikah, dan yang masih menjomblo, segeralah menikah, tak usah pacaran. Hehehe. Saat ini kami masih hidup nomaden, berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lainnya, kadang di rumah orangtua, mertua, keluarga, ataupun rumah sendiri. namun kebanyakan akhir-akhir ini nginap di rumah mertua. Beberapa hari lalu pun kami sempat honeymoon-an di bali. Sesuatu banget honeymoonan di bali dalam kondisi finansial yang sangat mengkhawatirkan seperti sekarang ini. Pada blog sederhana ini saya (tepatnya kami) mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan dari orangtua, keluarga, sahabat dan teman-teman sekalian sehingga seluruh prosesi pernikahan kami berjalan dengan baik dan lancar. Semoga kami dapat meraih keluarga sakinah mawaddah warahmah, bahagia dunia dan akhirat. Teruntuk yang mengirimkan ucapan selamat dengan gambar di atas, terima kasih, gambar dan mug nya cantik, unik. Sesuatu banget. Hehehehe.
Published with Blogger-droid v1.7.4

2 Sep 2011

Stres dan Jelang Pernikahan




Menjelang pernikahan, banyak hal yang mesti dipersiapkan. Mengurus segala sesuatu jelang pernikahan adalah momen yang sangat sibuk, apalagi bila dilakukan sendiri oleh calon pengantin. Tidak jarang, pada saat-saat itu calon pengantin merasa stres.

Namun terlalu stres dapat menyebabkan beberapa gejala negatif. Menurut situs StressFocus, tanda-tanda stres mencakup hilangnya nafsu makan, sesak napas, penurunan berat badan, sulit tidur, perubahan suasana hati, depresi, sakit kepala, lekas marah dan kurang konsentrasi.

Sedangkan pada hari pernikahan nanti, pasti calon pengantin membutuhkan kondisi fisik yang prima dan dapat menikmati momen bahagia tersebut. Banyak hal yang dapat memicu stres, seperti hal-hal berikut ini.


1. Vendor pesta pernikahan
Vendor pesta seperti pengelola gedung/hotel, tenda, katering, dekorator, desainer gaun pengantin, penata rias wajah dan sebagainya akan membuat tingkat stres calon pengantin bertambah. Berbagai penawaran dan tuntutan dari vendor pesta pernikahan akan membuat calon pengantin uring-uringan dan sakit kepala. Apalagi jika ada hal-hal yang terjadi diluar perkiraan dan rencana sebelumnya, seperti tidak ada gedung yang memadai (gedung sudah penuh) karena terlambat memesan, kehilangan barang vendor atau mesti tawar-menawar harga lagi, ataupun vendor terlambat datang. Solusinya adalah buatlah jadwal jauh hari sebelumnya. Untuk gedung yang terkenal minimal pesan 6 bulan sebelum acara. Aturlah jadwal untuk bertemu semua vendor tersebut, jangan sampai jadwalnya bersamaan. Misalnya, untuk katering, pilihlah waktu bertemu vendor dua bulan sebelum hari-H, sedangkan untuk desainer empat bulan sebelumnya. Dengan jadwal tepat, Anda tak akan merasa terlalu tertekan. Buatlah aturan bersama secara tertulis dari masing-masing vendor, semacam perjanjian untuk memastikan harga, jadwal, dan aturan main lainnya agar calon pengantin tidak kelabakan nantinya.


2. Keluarga dekat atau sahabat yang bercerai
Khusus calon pengantin perempuan, pasti akan banyak orang yang membagi kisah pernikahan mereka pada Anda sebelum hari-H. Termasuk mereka yang gagal menjalankan biduk rumah tangga. Kalau dibawa perasaan, anda akan stres sendiri memikirkannya. Solusinya, jadikan pengalaman mereka sebagai pelajaran. Percayalah bahwa Anda dan calon suami dapat menjalankan kehidupan rumah tangga dan tak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti pasangan-pasangan yang bercerai ataupun terlihat tidak bahagia. Jika ada yang terasa mengganjal bicarakan dengan pasangan untuk mencari solusinya.

3. Opini dari keluarga dan kerabat
Suatu hal yang pasti, bahwa dalam menyiapkan pesta pernikahan, calon pengantin membutuhkan banyak masukkan. Namun jangan sampai masukkan-masukkan itu justru membuat calon pengantin bingung lantas stres. Perkuat dulu tema yang ingin dipilih untuk pesta. Seperti ingin melakukan prosesi adat apa, dan sebagainya. Setelah itu, calon pengantin bisa memilih-milih masukkan dari kerabat dan keluarga dengan baik.


4. Orang tua
Entah mengapa banyak pengalaman dari para calon pengantin yang bersitegang dengan orangtuanya menjelang pesta pernikahan. Hubungan yang kurang baik dengan orangtua sebelum pernikahan membuat beban calon pengantin tambah berat. Namun yang perlu dimengerti, orangtua calon pengantin pun mengalami rasa stres yang sama dengan calon pengantin. Khusus untuk orangtua mempelai perempuan, mereka harus menerima kenyataan bahwa dalam hitungan waktu, putri kecilnya akan menikah dan tak lagi menjadi tanggung jawab mereka. Daripada bersitegang, lebih baik calon pengantin menghabiskan waktu dengan orang tua dengan saling berbicara dari hati ke hati.

5. Pasangan
Bisa jadi orang yang membuat calon pengantin stres justru pasangannya masing-masing, apalagi bagi pasangan yang sebelumnya menjalani proses pacaran. Ada-ada saja masalah yang dihadapi disebabkan oleh calon pasangan. Masing-masing calon pengantin harus menyadari bahwa stres pasti juga dialami pasangannya. Tambah dekat hari H, tambah banyak tekanan yang dirasakan. Tapi itu hanyalah perasaan masing-masing, jangan sampai tekanan-tekanan yang calon pengantin alami justru menjadi bumerang bagi hubungan. Jika perlu, batasi pertemuan antar calon pengantin, sehingga menjelang pernikahan, calon pengantin akan merasakan kerinduan yang teramat sangat terhadap pasangan masing-masing.

Bagaimana dengan anda ? Bagi yang ingin menikah tak perlu terlalu stres, bersabarlah, semua akan berlalu dengan sendirinya. Bagi yang sudah menikah, silahkan berbagi pengalaman anda disini.

referensi: wolipop
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...