Kerajaan Inggris sedang bersuka cita. Kate Middleton, istri Pangeran William melahirkan seorang Putra pada Senin (22/7/2013). William dan Kate tidak hanya bahagia dikaruniai bayi laki-laki, yang kelak menjadi pewaris tahta kerajaan Inggris. Tapi, bayi mereka juga menjadi bayi dengan bobot tubuh terberat dalam anggota kerajaan Inggris.
Bayi yang akan diberi gelar His Royal Highness (HRH) of Cambridge ini, lahir dengan berat badan 8lbs 60z atau sama dengan sekitar 3,8 kilogram. Beberapa hari setelahnya, Kensington Palace mengungkapkan nama lengkap bayi itu sebagai George Alexander Louis. Ia akan disapa dengan Pangeran George.
Tampilkan postingan dengan label sosbud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosbud. Tampilkan semua postingan
25 Jul 2013
4 Mar 2013
Smartphone Mengalihkan Dunia Kita
Smartphone (dulu ponsel) saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan banyak orang. Namun kenyataannya, pengaruh tersebut tidak selalu berdampak baik. Satu dekade yang lalu, saya membayangkan kemudahan informasi antara dua orang tidak lagi berbatas jarak. Kala itu, penggunaan ponsel mulai meluas, tak hanya yang berdompet tebal yang mampu memiliki ponsel, ponsel low end pun laris manis di pasaran. Semua memakai ponsel, walaupun sekedar telepon dan SMS.
Teknologi kemudian berkembang pesat, mulai banyak ponsel "cerdas" berseliweran di pasaran, dengan harga terjangkau. Kita dengan mudahnya mengakses informasi bersumber jaringan internet langsung dari ponsel kita. Namun belum cukup sampai disini, sekarang ini informasi datang pada kita saat dibutuhkan, bertubi-tubi tanpa perlu dicari.
Namun dengan adanya smartphone, yang berbentuk kotak, membuat perhatian orang malah tersedot ke dalam smartphone. Membungkuk menatap smartphone, tanpa peduli sekitar kita, "dunia nyata". Lihat saja sekeliling kita, di kantor, di restoran, bahkan di rumah, orang lebih sibuk menatap ponselnya, sekedar chat dengan teman-temannya di dunia maya. Tidak mempedulikan orang lain disekitarnya, yang mungkin mencintainya.
Coba Anda bayangkan, saat janjian sama teman yang jarang ketemu secara fisik. Ketemuan di sebuah cafe, saat semuanya berkumpul, hampir semua hanya menatap Blackberry, Android, atau Iphone-nya masing-masing. Mungkin ponsel Nokia saja yang nganggur saat itu, kecuali dipakai foto-foto. Hal ini terjadi hingga "pertemuan" selesai, kembali ke aktifitas masing-masing. Mungkin hanya sedikit percakapan basa-basi dalam pertemuan tersebut. Atau yang lebih menyedihkan, mungkin banyak keluarga, sepasang suami-istri yang tidak bertegur sapa di dalam ruang privat (kamar) sekalipun. Tak ada komunikasi antara mereka karena sibuk memelototo smartphoe masing-masing.
Sekarang coba Anda bayangkan, berapa lama Anda mengakses ponsel tiap hari. Apakah sebanding dengan kehidupan real Anda? Memang, Smartphone telah mengalihkan dunia kita.
sumber gambar :
http://sintamelani.blogdetik.com/files/2011/12/autis-blackberry-di-burger-king.jpg
http://saridewi1ea03.files.wordpress.com/2012/01/102979_pengguna-blackberry.jpg
25 Jan 2013
Kisah Sawerigading
Sawerigading adalah nama seorang putera raja Luwu dari Kerajaan Luwu Purba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dalam bahasa setempat Sawerigading berasal dari dua kata, yaitu sawe yang berarti menetas (lahir), dan ri gading yang berarti di atas bambu betung. Jadi nama Sawarigading berarti keturunan dari orang yang menetas (lahir) di atas bambu betung. Nama ini dikenal melalui cerita yang termuat dalam Sureq Galigo (Periksa Edisi H. Kern 1939), dimulai ketika para dewa dilangit bermufakat untuk mengisi dunia ini dengan mengirim Batara Guru anak patotoe di langit dan Nyilitomo anak guru ri Selleng di peretiwi (dunia bawah) untuk menjadi penguasa di bumi. Dari perkawinan keduanya lahirlah putra mereka yang bernama Batara Lattu’, yang kelak menggantikan ayahnya penguasa di Luwu. Dari perkawinan Batara Guru dengan beberapa pengiringnya dari langit serta pengiring We Nyilitomo dari peretiwi lahirlah beberapa putra mereka yang kelak menjadi penguasa di daerah-daerah Luwu sekaligus pembantu Batara Lattu’. Setelah Batara Lattu’ cukup dewasa, ia dikawinkan dengan We Datu Sengeng, anak La Urumpassi bersama We Padauleng ditompottikka. Sesudah itu Batara Guru bersama isteri kembali kelangit. Dari perkawinan keduanya lahirlah Sawerigading dan We Tenriabeng sebagai anak kembar emas yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan.
Mengenai masa hidup Sawerigading terdapat berbagai versi di kalangan ahli sejarah. Menurut versi Towani-Tolotang di Sidenreng, Sawerigading lahir pada tahun 564 M. Jika versi ini dihadapkan dengan beberapa versi lain, maka data ini tidak terlalu jauh perbedaanya. Tiga versi mengenai masa hidup Sawerigading, yaitu : Versi Sulawesi Tenggara, abad V; Versi Gorontalo, 900 dikurangi 50 = 850; Versi Kelantan - Terengganu, tahun 710. Sepertinya, versi Sulawesi Tenggara lebih dekat dengan versi yang dikemukakan oleh masyarakat Towani-Tolotang. Mereka menetapkan versi ini sebab menurut kepercayaan mereka Sawerigading sezaman dengan Nabi Muhammad, bahkan pernah bertemu.
Menurut cerita, ketika Bataraguru (kakek Sawerigading yang merupakan keturunan dewa) pertama kali diturunkan ke bumi, ia ditempatkan di atas bambu betung. Sawerigading mempunyai saudara kembar perempuan yang bernama We Tenriabeng. Namun, sejak kecil hingga dewasa mereka dibesarkan secara terpisah, sehingga mereka tidak saling mengenal. Suatu ketika, saat bertemu dengan adik kandungnya itu, Sawerigading jatuh cinta dan berniat untuk melamarnya. Berhasilkah Sawerigading menikahi We Tenriabeng, saudara kandungnya itu? Kisah selengkapnya dapat Anda ikuti dalam cerita Sawerigading berikut ini.
* * *
* * *
Alkisah, di daerah Luwu, Sulawesi Selatan, hiduplah seorang raja bernama La Togeq Langiq atau lebih dikenal dengan panggilan Batara Lattu’. Sang Raja mempunyai dua istri, yaitu satu dari golongan manusia biasa (penduduk dunia nyata) bernama We Opu Sengngeng, dan satu lagi berasal dari bangsa jin. Dari perkawinannya dengan We Opu Sengengeng lahir sepasang anak kembar emas, yakni seorang laki-laki bernama Sawerigading, dan seorang perempuan bernama We Tenriabeng. Berdasarkan ramalan Batara Guru (ayah Raja Luwu), Sawerigading dan We Tenriabeng kelak akan saling jatuh cinta dan menikah. Padahal menurut adat setempat, seseorang sangat pantang menikahi saudara kandung sendiri. Agar tidak melanggar adat tersebut, Raja Luwu pun membesarkan kedua anak kembarnya tersebut secara terpisah. Ia menyembunyikan anak perempuannya (We Tenriabeng) di atas loteng istana sejak masih bayi.
Waktu terus berjalan. Sawerigading tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan tampan, sedangkan We Tenriabeng tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita. Namun, sepasang anak kembar tersebut belum saling mengenal.
Pada suatu hari, Sawerigading bersama sejumlah pengawal istana diutus oleh ayahnya berlayar ke Negeri Taranati (Ternate) untuk mewakili Kerajaan Luwu dalam sebuah pertemuan para pangeran. Namun sebenarnya tujuan utama Sawerigading diutus pergi jauh ke Ternate karena saudara kembarnya We Tenriabeng akan dilantik menjadi bissu dalam sebuah upacara umum, yang tentu saja tidak boleh dihadirinya karena dikhawatirkan akan bertemu dengan We Tenriabeng.
Dalam perjalanan menuju ke Negeri Ternate, Sawerigading mendapat kabar dari seorang pengawalnya bahwa ia mempunyai saudara kembar yang cantik jelita. Sawerigading tersentak kaget mendengar kabar tersebut.
“Apa katamu? Aku mempunyai saudara kembar perempuan?” tanya Sawerigading dengan kaget.
“Benar, Pangeran! Saudaramu itu bernama Tenriabeng. Ia disembunyikan dan dipelihara di atas loteng istana sejak masih kecil,” ungkap pengawal itu.
Sekembalinya dari Ternate, Sawerigading langsung mencari saudara kembarnya yang disembunyikan di atas loteng istana. Tak pelak lagi, Sawergading langsung jatuh cinta saat melihat saudara kembarnya itu dan memutuskan untuk menikahinya. Raja Luwu Batara Lattu’ yang mengetahui rahasia keluarga istana tersebut terbongkar segera memanggil putranya itu untuk menghadap.
“Wahai, Putraku! Mengharap pendamping hidup untuk saling menentramkan hati bukanlah hal yang keliru. Tapi, perlu kamu ketahui bahwa menikahi saudara kandung sendiri merupakan pantangan terbesar dalam adat istiadat kita. Jika adat ini dilanggar, bencana akan menimpa negeri ini. Sebaiknya urungkanlah niatmu itu, Putraku!” bujuk Raja Luwu Batara Lattu’.
Namun, bujukan Ayahandanya tersebut tidak menyurutkan niat Sawerigading untuk menikahi adiknya. Namun, akhirnya Sawerigading mengalah setelah We Tenriabeng memberitahunya bahwa di Negeri Cina (bukan Cina di Tiongkok, tapi di daerah Tanete, Kabupetan Bone, Sulawesi Selatan) mereka mempunyai saudara sepupu yang sangat mirip dengannya.
“Bang! Pergilah ke Negeri Cina! Kita mempunyai saudara sepupu yang bernama We Cudai. Ayahanda pernah bercerita bahwa aku dan We Cudai bagai pinang dibelah dua,” bujuk We Cudai.
“Benar, Putraku! Wajah dan perawakan We Cudai sama benar dengan adikmu, We Tenriabeng,” sahut Raja Luwu Batara Lattu’.
Untuk membuktikan kebenaran kata-katanya, We Tenriabeng memberikan sehelai rambut, sebuah gelang dan cincinnya kepada Sawerigading. We Tenriabeng juga berjanji jika perkataannya tidak benar, ia berbersedia menikah dengan Sawerigading.
“Bang! Jika rambut ini tidak sama panjang dengan rambut We Cudai, gelang dan cincin ini tidak cocok dengan pergelangan dan jarinya, aku bersedia menikah dengan Abang,” kata We Tenriabeng.
Akhirnya, Sawerigading pun bersedia berangkat ke Negeri Cina, walaupun dihatinya ada rasa kecewa kepada orang tuanya karena tidak diizinkan menikahi adiknya. Untuk berlayar ke Negeri Cina, Sawerigading harus menggunakan kapal besar yang terbuat dari kayu welérénngé (kayu belande) yang mampu menahan hantaman badai dan ombak besar di tengah laut.
“Wahai, Putraku! Untuk memenuhi keinginanmu memperistri We Cudai, besok pergilah ke hulu Sungai Saqdan menebang pohon welérénngé raksasa untuk dibuat perahu!” perintah Raja Luwu Batara Lattu’.
Keesokan harinya, berangkatlah Sawerigading ke tempat yang dimaksud ayahnya itu. Ketika sampai di tempat itu, ia pun segera menebang pohon raksasa tersebut. Anehnya, walaupun batang dan pangkalnya telah terpisah, pohon raksasa itu tetap tidak mau roboh. Namun, hal itu tidak membuatnya putus asa. Keesokan harinya, Sawerigading kembali menebang pohon ajaib itu, tapi hasilnya tetap sama. Kejadian aneh ini terulang hingga tiga hari berturut-turut. Sawerigading pun mulai putus asa dan hatinya sangat galau memikirkan apa gerangan penyebabnya.
Mengetahui kegalauan hati abangnya, pada malam harinya We Tenriabeng secara diam-diam pergi ke hulu Sungai Saqdan. Sungguh ajaib! Hanya sekali tebasan, pohon raksasa itu pun roboh ke tanah. Dengan ilmu yang dimilikinya, We Tenriabeng segera mengubah pohon raksasa itu menjadi sebuah perahu layar yang siap untuk mengarungi samudera luas.
Keesokan harinya, Sawerigading kembali ke hulu Sungai Saqdan. Betapa terkejutnya ia ketika melihat pohon welérénngé raksasa yang tak kunjung bisa dirobohkannya kini telah berubah menjadi sebuah perahu layar.
“Hai, siapa yang melakukan semua ini?” gumam Sawerigading heran.
“Ah, tidak ada gunanya aku memikirkan siapa yang telah membantuku membuat perahu layar ini. Yang pasti aku harus segera pulang untuk menyiapkan perbekalan yang akan aku bawa berlayar ke Negeri Cina,” pungkasnya seraya bergegas pulang ke istana.
Setelah menyiapkan sejumlah pengawal dan perbekalan yang diperlukan, berangkatlah Sawerigading bersama rombongannya menuju Negeri Cina. Dalam perjalanan, mereka menemui berbagai tantangan dan rintangan seperti hantaman badai dan ombak serta serangan para perompak. Namun, berkat izin Tuhan Yang Mahakuasa, Sawerigading bersama pasukannya berhasil melalui semua rintangan tersebut dan selamat sampai di tujuan.
Setibanya di Negeri Cina, Sawerigading mendengar kabar bahwa We Cudai telah bertunangan dengan seorang pemuda bernama Settiyabonga. Namun, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk melihat langsung kecantikan wajah We Cudai. Untuk itu, ia pun memutuskan untuk menyamar menjadi pedagang orang oro (berkulit hitam). Untuk memenuhi penyamarannya, ia harus mengorbankan satu nyawa orang oro sebagai tumbal. Pada mulanya, orang oro yang akan dijadikan tumbal tersebut mengiba kepadanya.
“Ampun, Tuan! Jika kulit saya dijadikan pembungkus tubuh Tuan, tentu saya meninggal.”
Namun, setelah Sawerigading membujuknya dengan tutur kata yang halus, akhirnya orang oro itu pun bersedia memenuhi permintaannya. Setelah itu, Sawerigading segera menuju ke istana sebagai oro pedagang. Setibanya di istana, ia terkagum-kagum melihat kecantikan We Cudai.
“Benar kata Ayahanda, We Cudai dan We Tenriabeng bagai pinang dibelah dua. Perawakan mereka benar-benar serupa,” ucap Sawerigading.
Setelah membuktikan kecantikan We Cudai, Sawerigading segera mengirim utusan untuk melamarnya dan lamarannya pun diterima oleh keluarga istana Kerajaan Cina. Namun, sebelum pesta pernikahan dilangsungkan, We Cudai mengirim seorang pengawal istana untuk mengusut siapa sebenarnya calon suaminya itu.
Suatu hari, utusan itu mendekati perahu layar Sawerigading yang tengah bersandar di pelabuhan. Kebetulan, saat itu para pengawal Sawerigading yang berbulu lebat sedang mandi. Utusan itu ketakukan saat melihat tampang mereka yang dikiranya “orang-orang biadab” dan mengira bahwa wujud Sawerigading serupa dengan mereka. Ia pun segera kembali ke istana untuk menyampaikan kabar tersebut kepada We Cudai. Mendengar kabar tersebut, We Cudai pun berniat untuk membatalkan pernikahannya dan mengembalikan semua mahar Sawerigading.
Sawerigading yang mendengar kabar buruk tersebut segera menghapus penyamarannya sebagai orang oro dan mengenaikan pakaian kebesarannya, lalu segera menghadap Raja Cina. Sesampainya di istana, ia pun segera menceritakan asal-usul dan maksud kedatangannya ke Negeri Cina.
“Ampun, Baginda Raja! Perkenalkan nama Ananda Sawerigading Putra Raja Luwu Batara Lattu’ dari Sulawesi Selatan. Ananda datang menghadap membawa amanat Ayahanda, dengan harapan sudilah kiranya Baginda menerima Ananda sebagai menantu Baginda,” ungkap Sawerigading.
“Hai, Anak Muda! Kamu jangan mengaku-ngaku! Apa buktinya bahwa kamu adalah putra dari saudaraku itu?” tanya Raja Cina.
Sawerigading pun segera memperlihatkan sehelai rambut, sebuah gelang dan cincin pemberian We Tenriabeng kepada Raja Cina seraya menceritakan semua kejadian yang dialaminya hingga ia bisa sampai ke Negeri Cina. Mendengar harapan dan permohonan saudaranya melalui keponakannya itu, Raja Cina terdiam sejenak, lalu berkata:
“Baiklah! Sekarang aku percaya bahwa kamu adalah keponakanku. Ayahandamu dulu pernah mengirim kabar kepadaku bahwa ia mempunyai anak kembar emas. Anaknya yang perempuan wajah dan perawakaannya serupa dengan putriku.”
Untuk lebih meyakinkan dirinya, Raja Cina segera memanggil putrinya untuk menghadap. Tak berapa lama, We Cudai pun datang dan duduk di samping ayahandanya. Saat melihat pemuda tampan yang duduk di hadapan ayahandanya, We Cudai tampak gugup dan hatinya tiba-tiba berdetak kencang. Rupanya, ia jatuh hati kepada pemuda itu yang tak lain adalah Sawerigading.
“Ada apa gerangan Ayahanda memanggil Ananda?” tanya We Cundai tertunduk malu-malu.
“Wahai Putriku, ketahuilah! Sesungguhnya orang yang melamarmu beberapa hari yang lalu ternyata sepupumu sendiri. Namanya Sawerigading. Ayahanda bersaudara dengan ayahnya. Tapi, untuk menyakinkan kebenaran ini, cobalah kamu cocokkan panjang rambut ini dengan panjang rambutmu dan pakailah gelang dan cincin ini!” pinta Raja Cina seraya memberikan sehelai rambut, sebuah gelang dan cincin itu kepada putrinya.
Setelah We Cudai mengenakan gelang dan cincin tersebut, maka semakin yakinlah Raja Cina bahwa Sawerigading benar-benar keponakannya. Gelang dan cincin tersebut semuanya cocok dikenakan oleh We Cudai. Begitu pula rambutnya sama panjangnya dengan rambut We Tenriabeng.
“Bagaimana, Putriku! Apakah kamu bersedia menerima kembali lamaran Sawerigading untuk mempererat tali persaudaraan kita dengan keluarga Sawerigading di Sulawesi Selatan?” tanya Raja Cina.
“Baik, Ayahanda! Jika Ayahanda merestui, Ananda bersedia menikah dengan Sawerigading. Ananda mohon maaf karena sebelumnya mengira Sawerigading bukan dari keluarga baik-baik,” jawab We Cudai malu-malu.
Betapa bahagianya perasaan Raja Cina mendengar jawaban putrinya itu. Demikian pula yang dirasakan Sawerigading karena lamarannya diterima. Dengan perasaan bahagia, ia segera kembali ke kapalnya untuk menyampaikan berita gembira itu kepada para pengawalnya dan memerintahkan mereka untuk mengangkat semua barang bawaan yang ada di perahu ke istana untuk keperluan pesta. Tiga hari kemudian, pesta pernikahaan itu pun dilangsungkan dengan meriah. Segenap rakyat Negeri Cina turut berbahagia menyaksikan pesta pernikahan tersebut.
Setahun kemudian, Sawerigading dan We Cudai dikaruniai oleh seorang anak dan diberi nama La Galigo. Namun, bagi We Cudai, kebahagiaan tersebut terasa belum lengkap jika belum bertemu dengan mertuanya. Suatu hari, ia pun mengajak suaminya ke Sulawesi Selatan untuk mengunjungi mertuanya. Mulanya, Sawerigading menolak ajakan istrinya, karena ia sudah berjanji tidak ingin kembali ke kampung halamannya karena kecewa kepada kedua orang tuanya yang telah menolak keinginannya menikahi saudara kembarnya. Namun, karena istrinya terus mendesaknya, akhirnya ia pun menyetujuinya.
Keesokan harinya, berangkatlah sepasang suami istri itu bersama beberapa orang pengawal menuju Negeri Luwu. Akan tetapi, mereka tidak membawa serta putra mereka (La Galigo) karena masih bayi. Dalam perjalanan, Sawerigading bersama rombongannya kembali menemui banyak rintangan. Perahu yang mereka tumpangi hampir tenggelam di tengah laut karena dihantam badai dan gelombang besar. Berkat pertolongan Tuhan Yang Mahakuasa, mereka pun selamat sampai di Nengeri Luwu.
Setelah bertahun-tahun lamanya Sawerigading bersama istrinya tinggal di Negeri Luwu terdengarlah kabar bahwa di Tanah Jawa berkembang ajaran agama Islam. Sawerigading pun segera memerintahkan pasukannya untuk memerangi ajaran tersebut. Namun apa yang terjadi setelah pasukannya tiba di Tanah Jawa? Rupanya, mereka bukannya memerangi penganut ajaran agama tersebut, tetapi justru berbalik memeluk agama Islam. Bahkan sebagian anggota pasukannya memutuskan untuk menetap di Tanah Jawa. Sementara anggota pasukan lainnya kembali ke Negeri Luwu untuk melaporkan kabar tersebut kepada Sawerigading dan sekaligus mengajaknya untuk memeluk agama Islam. Karena kesal atas penghianatan pasukannya itu dan tidak ingin masuk agama Islam, Sawerigading bersama istrinya memutuskan untuk kembali ke Negeri Cina dan berjanji tidak ingin menginjakkan kaki lagi di Negeri Luwu. Dalam perjalanan pulang ke Negeri Cina, kapal yang mereka tumpangi karam di tengah laut. Konon, pasangan suami istri tersebut menjadi penguasa buriq liu atau peretiwi (dunia bawah laut).
* * *
Demikian cerita Sawerigading dari daerah Luwu, Sulawesi Selatan. Cerita di atas termasuk kategori legenda yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah ganjaran yang diterima dari sifat tidak mudah putus asa. Sifat ini ditunjukkan oleh perilaku Sawerigading yang senantiasa tabah dalam menghadapi berbagai rintangan dan cobaan untuk mencapai keinginannya, yakni menikahi We Cudai yang berada di Negeri Cina. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:
apa tanda Melayu beradat,
bekerja dengan penuh semangat
kerja cermat membawa berkah
kerja hemat membawa manfaat
kerja keras memberi puas
kerja tabah memberi tuah
kerja taat membawa berkat
(Samsuni/sas/135/04-09)
sumber :
http://makassaronline.blogspot.com/2012/03/cerita-rakyat-sawerigading.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Sawerigading
2 Okt 2012
Mengenal Aliran Scientology
Belakangan ini Scientology makin akrab di telinga kita, meskipun sebagian besar orang mengetahui ajaran Scientology tersebut lebih karena sesuatu yang berhubungan dengan seleb penganutnya. Sebut saja aktor Hollywood Tom Cruise, adalah salah satu penganut fanatik Scientology. Bisa dikatakan bintang film ini menjadi penganut taat Scientology yang ikut andil mengenalkan Scientology di dunia.
Apakah Scientology itu? Scientology adalah sekumpulan ajaran dan teknik terkait yang dikembangkan oleh pengarang asal Amerika, L. Ron Hubbard selama 30 tahun, dimulai pada tahun 1952 sebagai suatu filosofi pertolongan diri sendiri. Scientology adalah salah satu gerakan yang bergerak bukan saja sebagai salah satu aliran agama namun juga menyatakan diri sebagai gerakan pengembangan diri. Sebagai agama disebut sebagai 'Church of Scientology' dan banyak didirikan di berbagai negara termasuk di Indonesia. Sekalipun disebut sebagai “Church” namun Scientology berbeda dengan “Gereja” konvensional, Scientology memusatkan diri pada 'diri sendiri' sebagai falsafah yang oleh pelopornya disebut sebagai "herald of a New Age" (gerakan zaman baru).
Gereja Scientology mempraktekkan praktek-praktek okultis seperti perjalanan astral, pengalaman OBE (out of the body experience), dan kepercayaan bahwa seseorang dapat menemukan pengalaman hidupnya dimasa inkarnasi sebelumnya.
Sekalipun menyebut gerakan ini sebagai 'Church', gerakan ini tidak ada hubungannya dengan kekristenan melainkan memiliki akar agama-agama mistik bahkan okultisme, bisa dikatakan Scietology berpatokan pada agama-agama mistik Timur yang mengajarkan bahwa PADA DASARNYA MANUSIA ADALAH BAIK, dan PENYEBAB SEGALA MASALAH YANG DIHADAPINYA TERLETAK PADA KEHIDUPAN DIMASA REINKARNASI SEBELUMNYA. Scientology dipastikan berbeda dari agama nasrani.
Scientology menyebutkan ras spiritual manusia yang tertinggi adalah Thetan. Sementara Operating Thetan (OT) adalah seseorang yang mengalami pencerahan dan menyerupai Allah (God-like). Scientology bertujuan melahirkan Thetan untuk memperoleh kebebasan total (total freedom).
Scientology disebut sebagai agama yang cukup mahal untuk dianut. Setiap aspek Scientology memiliki biaya yang berkaitan dengannya. Itu sebabnya, banyak penganutnya adalah orang kaya. Agama tersebut cukup ketat dan menghukum para penganutnya yang mencoba meninggalkan ajaran tersebut. Menurut Hubbard sendiri, agama ini sangat cocok untuk para selebriti yang menginginkan kebebasan pribadi. Bahkan bisa digunakan untuk mempengaruhi gaya hidup. Oleh karena itu, agama ini tak hanya sesuai untuk para selebriti namun juga untuk orang yang hendak menjadi selebriti. Scientology juga mengadakan kursus untuk mencapai cita-cita tersebut. Biayanya cukup mahal, $1000/jam. Setelah sukses, mereka diwajibkan untuk memberikan donasi pada organisasi dalam jumlah besar. Mereka juga mengadakan rekruitment selebriti dengan pemberian komisi 10%.
Banyak yang menyatakan jika Scientology adalah ajaran yang menyesatkan. Bahkan, beberapa menilai jika Scientology hanyalah sebuah perusahaan transnasional yang berkedok agama agar mendapatkan perlakuan khusus. Meskipun banyak yang menentang ajaran ini, namun tercatat banyak selebriti dunia yang menganutnya. Selain Tom Cruise, sebut saja John Travolta, Juliette Lewis, Kirstie Alley, Catherine Bell, Nancy Cartwright, Beck, Jason Lee, Edgar Winter, Katie Holmes, Anne Archer, Lisa Marie Presley, Julia Migenes, Demi Moore, Sharon Stones, Al Jarreau, Chick Corea, Nicole Kidman, Oliver Stone, Rock Hudson dan masih banyak lagi.
Dengan dukungan banyak selebriti papan atas dunia dan pendanaan yang luar biasa besar, tak mengherankan jika ajaran ini menghasilkan ratusan tokoh yang mempengaruhi opini dan gaya hidup. Upaya pelumpuhan agama ini terus berlangsung karena banyak agama samawi yang menentangnya.
Scientology menyebutkan ras spiritual manusia yang tertinggi adalah Thetan, dimana Operating Thetan (OT) adalah seseorang yang mengalami pencerahan dan menyerupai Allah (god-like). Scientology juga bisa menolong seseorang mengatasi masalah masa lalu dan sekarang agar roh "god-like Thetan" dalam dirinya dapat menyatakan diri. Gereja Scientology lebih memusatkan diri pada pengembangan diri sendiri dan penciptaan planet yang digambarkan sebagai bebas dari semua masalah lingkungan, perang, minuman keras dan kejahatan, asalkan orang-orang mau menarik manfaat dari ajaran Scientology. Dalam pandangannya hidup adalah sekedar game, sebuah permainan dimana setiap orang dapat menang. 'DIANETICS adalah salah buku penuntun paling terkenal yang dikembangkan Hubbard dan menjadi panduan beberapa penganutnya,
Gereja ini adalah bagian dari jaringan korporasi terkait yang mengklaim pemilikan dan wewenang tunggal untuk menyebarkan Dianetika dan Scientology. Scientology menyatakan bahwa tujuannya adalah "merehabilitasi" thetan (kira-kira setara dengan jiwa) untuk memperoleh kembali keadaannya semula berupa "kebebasan total." Para juru bicara gereja ini dan praktisinya memberikan kesaksian bahwa ajaran-ajaran Hubbard (yang disebut "Teknologi" atau "Tek" dalam terminologi Scientology) telah menyelamatkan mereka dari begitu banyak masalah dan memampukan mereka untuk lebih menyadari potensi tertinggi mereka dalam bisnis maupun kehidupan pribadi mereka. Namun, para pengamat luar - termasuk wartawan, anggota parlemen, lembaga-lembaga pemerintahan nasional dari sejumlah negara - telah mencapai kesimpulan tentang Scientology yang sangat bertentangan dengan penggambaran diri Gereja ini. Di antaranya termasuk tuduhan-tuduhan bahwa Gereja ini adalah sebuah usaha komersial tidak jujur, yang mengganggu para kritikusnya dan secara brutal mengeksploitir anggota-anggotanya. Meskipun beberapa pakar dan banyak pemerintahan dunia menerima Scientology sebagai sebuah agama yang bonafid,Scientology juga telah digambarkan sebagai pseudo agama, sebuah ajaran sesat atau sebuah perusahaan transnasional.
Lantas apa bedanya Scientology dengan Atheis?
Sumber: sidomi, wikipedia, tribun
29 Jun 2012
Nasi Goreng, Kuliner Paling Indonesia
Hampir semua manusia di muka bumi mengenal beras. Lebih dari separuh penduduk bumi mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok. Beras tersebut harus diolah dulu menjadi nasi untuk dapat dikonsumsi. Bagaimana dengan nasi yang disangrai atau digoreng atau lebih dikenal dengan nasi goreng (fried rice)? Sepertinya tak banyak penduduk bumi yang mengkonsumsinya secara massal selain di Indonesia.
Nasi goreng adalah sebuah makanan berupa nasi yang digoreng dan diaduk dalam minyak makan atau margarin. Untuk membuat nasi goreng diperlukan api, wajan dan sedetan. Bahan dasarnya adalah nasi, dan bumbu minimal adalah garam, bawang merah dan bawang putih. Ada berbagai macam resep nasi goreng tapi unsur utamanya adalah nasi, garam, dan minyak goreng tersebut. Selain itu banyak bahan makanan tambahan lain yang dapat dimasukkan dan dicampur dengan nasi goreng seperti sayuran, daging, sambal, saus, kerupuk, telur goreng, dan sebagainya.
Selain dapat dimakan dengan jenis makanan apa saja, nasi goreng dapat dimakan kapan saja. Awalnya banyak orang Indonesia memakannya untuk sarapan, biasanya menggunakan nasi sisa makan malam sebelumnya. Nasi yang digunakan untuk membuat nasi goreng sudah ditanak terlebih dahulu dan dibiarkan mendingin (bahkan hampir basi), sehingga menjadi alasan memakai nasi yang ditanak sehari sebelumnya. Daripada basi dan dibuang, mending diolah ulang jadi nasi goreng.
Meski sebagian besar warga Indonesia membuat nasi goreng untuk sarapan, makanan ini juga merupakan pilihan populer untuk makan siang hingga larut malam yang dijajakan oleh pedagang jalanan, warung, dan juga penjaja gerobak keliling yang sering menyusuri kawasan permukiman di Indonesia. Di kompleks perumahan dan jalan protokol dengan mudahnya kita menjumpai warung nasi goreng. Boleh di cek, hamper semua warung tepi jalan di Indonesia menampilkan nasi goreng sebagai menu favoritnya. Walaupun sampai saat ini saya belum pernah jumpai “warung nasi goreng begadang” seperti halnya ”coto begadang” di Makassar yang buka 24 jam, tapi saya yakin pasti ada warung makan yang buka 24 jam yang menjadikan nasi goreng sebagai menu favoritnya. Penjaja gerobak keliling dan warung nasi goreng yang menjamur ini menandakan nasi goreng sudah menjadi makanan utama favorit masyarakat Indonesia, bukan hanya untuk sarapan.
Makanan Rakyat Indonesia
Indonesia adalah negara yang paling kaya kulinernya. Dari ribuan suku di Nusantara, tentunya ada satu sampai beberapa jenis makanan khas dari suku tersebut. Contohlah coto khas Makassar , atau sate khas Madura. Walaupun khas daerah tertentu, namun ada saja kuliner tersebut didapati di daerah lain. Contohlah coto Makassar dengan sulitnya dapat ditemukan di tepian jalan kota Surabaya . Begitu pula sate Madura dengan mudahnya ditemukan di emperan toko kota Makassar tiap malamnya, walaupun bukan di daerah asalnya. Begitulah, kuliner tersebut adalah kuliner daerah yang sudah mulai me-Nasional walaupun tidak semua daerah sudah terkontaminasi. Contohlah lagi kota-kota kecil di Papua atau Kalimantan, sudahkah mereka mengenal coto Makassar ? Saya yakin belum semua tahu. Anda yang membaca tulisan ini pun belum tentu tahu atau malah pernah mencicipi yang namanya coto Makassar .
Lalu, kuliner apa yang seluruh daerah di Indonesia tahu? Saya yakin jawabannya adalah NASI GORENG. Terlepas dari beragam variannya, nasi goreng adalah kuliner yang khas Indonesia . Hampir seluruh penduduk Indonesia mungkin pernah merasakan nasi goreng, bahkan malah hobi makan nasi goreng. Boleh ditanya orang dari Sabang sampai Merauke, saya yakin semua kenal dengan nasi goreng, bahkan sudah ada nasi goreng khas daerah tertentu. Nasi goreng Jakarta contohnya, nasi goreng khas ibukota Jakarta , walaupun saya masih sulit membedakan ke khasan nasi goreng Jakarta dengan nasi goreng pada umumnya. Makanya saya berani menyebut nasi goreng adalah kuliner Nusantara yang paling Indonesia . Hampir semua daerah mungkin ada nasi goreng khas daerahnya. Nasi goreng Jakarta , Nasi goreng Medan , Nasi goreng Bali , dan nasi goreng Bugis sebagai contohnya. Mungkin saya tidak pernah mendengar nama Nasi Goreng Papua, tapi saya yakin orang Papua tahu dan pernah makan nasi goreng.
Banyaknya variasi jenis Nasi Goreng yang dapat ditemukan di Indonesia merupakan ekspresi kreativitas masyarakat Indonesia dalam meracik kreasi jenis kuliner dengan aneka citarasa, baik dari pengaruh bahan dasar lokal maupun pengaruh citarasa masakan internasional. Saya sendiripun memiliki nasi goreng khas buatan saya, saya sebut nasi goreng ala kadarnya. Yang membuktikan nasi goreng adalah kuliner paling Indonesia .
Pada tahun 2011, sebuah polling Internet yang diadakan oleh CNN International dan diikuti oleh 35.000 orang menempatkan Nasi Goreng pada peringkat dua dalam daftar “50 Makanan Terlezat di Dunia” setelah rendang. Masih ingat jugakah anda dengan pujian Presiden Amerika Serikat Barrack Obama akan kesukaannya terhadap nasi goreng, emping, dan bakso?
Walaupun dari catatan sejarah, nasi goreng berasal dari Tionghoa, tahukah anda kalau sekarang nasi goreng telah didaulat menjadi masakan nasional Indonesia ? Masakan nasional adalah resep masakan, makanan atau minuman yang melambangkan negara, bangsa, atau kawasan tertentu. Biasanya merupakan masakan yang populer dan sering dibuat di negara tersebut. Selain nasi goreng, gado-gado, sate, dan soto adalah masakan nasional Indonesia .
Nasi adalah sebuah bagian penting dari masakan tradisional Tionghoa, menurut catatan sejarah sudah mulai ada sejak 4000 SM. Nasi goreng kemudian tersebar ke Asia Tenggara dibawa oleh perantau-perantau Tionghoa yang menetap di sana dan menciptakan nasi goreng khas lokal yang didasarkan atas perbedaan bumbu-bumbu dan cara menggoreng. Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan.
Makanan Semua Kalangan
Masakan nasional Indonesia ini tidak mengenal batasan kelas sosial. Nasi goreng dapat dinikmati secara sederhana di warung tepi jalan, gerobak penjaja keliling, hingga restoran, hotel dan meja prasmanan dalam pesta. Nenek saya di kampung sering membuat Nasi goreng kampung. Bahan utamanya adalah Nasi sisa makan malam, minyak goreng sisa, bawang merah, dan garam. Sangat sederhana bukan?
Nasi goreng adalah salah satu makanan populer di restoran-restoran Indonesia atau Asia. Makanan ini sering disajikan untuk sarapan di hotel-hotel Indonesia . Di restoran, makanan ini disajikan sebagai hidangan utama yang dilengkapi telur, ayam goreng, sate, sayuran, makanan laut seperti udang goreng atau ikan, dan kerupuk. Di warung, jika ditambah telur ceplok namanya nasi goreng istimewa. Mereka menjual nasi goreng biasa dengan sedikit potongan ayam goreng, telur dadar, sayuran, dan mentimun.
Beberapa restoran menyediakan nasi goreng istimewa versi mereka sendiri, seperti Nasi Goreng Kambing Pete, Nasi Goreng Teri Medan, Nasi Goreng Aceh, Nasi Goreng Udang, dll.
Nasi Goreng Instan
Bumbu nasi goreng adalah pasta bumbu nasi goreng instan yang dituangkan setelah menggoreng nasi putih. Saat ini, saking populernya nasi goreng, telah banyak dijumpai bumbu nasi goreng instan dalam kemasan. Sejumlah merek bumbu nasi goreng dijual di supermarket dan warung tradisional. Saat ini bahkan telah ada paket nasi goreng beku yang dihangatkan menggunakan microwave untuk dibawa pulang yang dijual di supermarket kelas dunia..
Tidak salah bukan kalau saya sebut nasi goreng adalah kuliner paling Indonesia.
15 Feb 2012
Maulid, Telur, Ember, dan Hari Senin
Hari ini digelar peringatan perayaan maulid Rasulullah Muhammad SAW di kantor. Walaupun tidak tepat di 12 Rabiul Awal (5 Februari 2012), perayaan ini tetap dilangsungkan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan maulid tahun 2012 ini cukup meriah. Di tempat saya, orang beramai-ramai menghias telur (rebus) dengan hiasan warna-warni. Beberapa (kelompok) orang membawa "upeti" berupa ember yang berisi ketan (songkolo) dan lauk pauk (ikan, ayam, dan telur hias). Setelah ceramah "Hikmah Maulid" oleh penceramah "terkenal", peserta maulid yang terdiri dari orang-orang sekantor dan puskesmas se-Kabupaten berebutan telur dan kue-kue tersebut. Orang-orang berebut telur, sementara bos-bos diberi jatah "ember". Kalau orang-orang bertukar kado saat valentine (kemarin), bos-bos bertukar ember satu sama lain. Maklum, tiap bidang dan puskesmas diberi "tugas" membawa upeti masing-masing satu buah-ember, jadilah ember-ember tersebut cukup untuk masing-masing bidang dan Puskesmas. Sungguh meriah.
Tradisi seperti ini tentu saja tidak pernah didapati waktu jaman Rasulullah dulu. Tidak ada acara makan-makan, apalagi menghias makanan (telur) tersebut. Makanya, sebagian kelompok Muslim menyatakan bahwa perayaan maulid itu haram. Walaupun demikian, walaupun tidak menganjurkan maulid, saya juga tidak menganggapnya haram. "Upeti" ini bukan sesajian, bukan pula persembahan untuk pemujaan setan, kata boss saya. Tokh, ini hanya bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kemudian, saya mendapati komentar mengenai Maulid nabi yang saya posting tahun lalu. Isi komentarnya sangat menarik dan lumayan panjang lebar. Berikut ini saya kutip ulang komentar tersebut.
Memperingati hari kelahiran Nabi tiap hari senin
Abû Qatâdah al-Anshârî meriwayatkan bahwa Nabi saw. pernah ditanya mengenai puasa di hari Senin. Beliau kemudian menjawab, "Hari itu adalah hari saya dilahirkan dan hari saya menerima wahyu". Pernyataan Rasulullah ini berarti hari ulang tahun boleh diperingati? Tentu saja bukan dengan cara dirayakan atau dipestakan. Nabi tidak mencontohkan begitu. Yang Nabi lakukan hanyalah mengenang sejarah: hari kelahiran dan hari penerimaan wahyu, dengan cara berpuasa.
Mengenang hari kelahiran adalah sebuah pertanyaan tentang eksistensi, untuk apa saya ada? Apa yang sudah saya lakukan sampai hari ini? Apa yang akan saya lakukan pada hari-hari ke depan? Nabi sendiri mengkaitkan antara kenangan terhadap hari kelahiran dan kenangan saat menerima wahyu. Sebuah upaya untuk mengingatkan diri pada misi kehidupan yang diemban, bahwa ia dilahirkan bukan sebagai manusia biasa, tetapi sebagai manusia yang menerima wahyu yang harus disampaikan kepada seluruh manusia. Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (QS. Al-Anbiyaa’ [21] ayat 107). Dari kata arsalnaaka ‘Kami mengutus kamu’ kita memahami bahwa Nabi mengemban sebuah Risalah yang harus disampaikan kepada seluruh manusia agar kehidupan semesta alam ini menjadi kehidupan yang dirahmati Allah. Sebuah misi yang teramat berat, karena itu Nabi berasa perlu memperingatinya setiap hari senin, bukan bulan atau tahun.
Lalu, mengapa kita, yang mengaku cinta kepada Nabi, hanya memperingati hari kelahirannya setiap tahun saja. Kenapa tidak setiap hari senin seperti yang Nabi lakukan? Jadi, ada baiknya kita memperingati maulid Nabi Muhammad saw setiap hari senin secara berkelanjutan. Hari itu kita kenang tidak sebatas hari kelahiran Nabi Muhammad saw aja, tetapi juga hari penerimaan wahyu. Rangkaian kegiatannya bisa diisi dengan: puasa sunnah, buka puasa bersama sambil melantunkan shalawat, mengkaji wahyu ilahi, dan mempelajari sejarah kehidupan Nabi.
Dengan begitu, barangkali kita tidak perlu lagi larut dalam perdebatan merebut klaim sah atau tidak sahnya peringatan maulid Nabi Muhammad saw. Yang kita lakukan, sebagaimana Nabi sendiri lakukan, adalah mengenang hari kelahiran seorang Nabi terakhir pengemban risalah Islam. Kenangan yang dilakukan dalam kerangka evaluasi dan edukasi untuk memperbaiki hari ini dan menata hari esok. Sudah sejauh mana Risalah Islam tersebar sebagai rahmat dalam kehidupan seluruh manusia? Atau jangan-jangan, kita sendiri belum termasuk ke dalam kelompok manusia yang mendapatkan rahmat? Apakah ada persyaratan yang harus kita penuhi agar kita sukses menjadi manusia penuh rahmat , dan oleh karenanya kita mampu menebar rahmat dalam kehidupan sesama.
Apakah anda merayakan maulid? Apa yang menjadi ciri khas perayaan maulid Rasulullah Muhammad SAW di daerah anda?
10 Feb 2012
Daftar Gaji Pegawai Bank Indonesia 2012
Beberapa hari ini tersiar kabar bahwa gaji pegawai Bank Indonesia dinaikkan. Wow.. Gaji sudah tinggi masih dinaikkan. Saya iri? sudah pasti! Gaji saya sebagai PNS begitu-begitu saja. Walaupun gaji PNS tiap tahun naik, tidak berkontribusi besar terhadap peningkatan kekayaan saya. Walaupun gaji naik sekitar 10% per tahun, barang kebutuhan pokok juga ikut terdongkrak naik, bahkan sebelum kenaikan tersebut diterima PNS. Padahal, risiko pekerjaan saya sebagai seorang epidemiolog tergolong tinggi, vis a vis dengan berbagai penyakit menular, agar tidak mewabah. Bandingkan dengan pegawai Bank (Indonesia) yang entah bagaimana risikonya, mungkin kesalahan sedikit saja akan membuat Bank kolaps, bankrut, rakyat menjadi miskin. Iri iyya, dengki? tidaklah, saya hanya bisa protes dari dalam hati.
Membayangkan gaji pegawai Bank Indonesia? saya tak sanggup. Pegawai Bank Swasta atau BUMN saja mengalahkan gaji saya, apalagi pegawai BI yang merupakan Bank nya Bank. Teringat teman saya yang bekerja di Bank Pembangunan Daerah, sebagai karyawan tetap, masih bermimpi suatu saat bisa bekerja di Bank Indonesia.
Menurut berita, semua pegawai Bank Indonesia akhirnya mendapat kenaikan gaji sebesar 3 persen, karena kinerja karyawan BI yang berhasil menaikan perekonomian Indonesia (katanya, walaupun menurut saya perekonomian makro yang tampaknya meningkat, ekonomi mikro Indonesia jalan ditempat). Kenaikan gaji para karyawan BI disebut Cost Of Living Adjustment (COLA). Dalam COLA, kenaikan gaji karyawan BI bisa mencapai 10 persen, jika karyawan bekerja lebih maksimal akan ditambahkan. Jadi kenaikan gaji tersebut diberikan berdasarkan prestasi. Dasarnya 3 persen, tapi kalau kerjanya bagus bisa ditambah 7 persen.
Berikut data yang dihimpun untuk gaji karyawan BI pada tahun 2011 sebelum mendapat COLA dan setelah mendapat COLA pada tahun 2012 ini.
- Gubernur BI Rp 153,9 juta menjadi Rp 158,5 Juta (Naik 5 jutaan)
- Deputi Gubernur Senior Rp 109,7 juta menjadi Rp 164,6 juta
- Deputi Gubernur Rp 96,8 juta menjadi Rp 115,2 juta
- Direktur BI Rp 50,2 juta menjadi Rp 72,3 juta
- Deputi Direktur BI Rp 36,1 juta menjadi Rp 47,4 juta
- Kepala Bagian BI Rp 25,9 menjadi Rp 38,6 juta
- Deputi Kepala Bagian BI Rp 18,9 juta hingga 28,9 juta.
- Kepala Seksi BI Rp 12,8 juta menjadi Rp 22,9 juta
- Staf BI Rp 6,1 juta menjadi Rp 15,3 juta
- Pegawai Tata Usaha BI Rp 3,7 juta menjadi Rp 10,9 juta
- Pegawai dasar BI Rp 2,7 juta menjadi Rp 5,2 juta.
Mau gaji selangit? Jadilah pegawai Bank Indonesia
Gambar: Tampak depan gedung Bank Indonesia di Makassar.
Sumber: panoramio, tribunnews
9 Des 2011
Profil Desa Bone-Bone, Desa Sehat Tanpa Rokok
Profil Desa Bone-Bone
Desa Bone-Bone merupakan sebuah desa terpencil yang terletak di lereng Gunung Latimojong di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Kampung ini dihuni kurang lebih 801 jiwa yang menempati rumah-rumah panggung. Luas Desa sekitar 800 hektar. Kampung Bone-Bone termasuk ke dalam wilayah Desa Bone-Bone (Setelah dipecah dari Desa Pepandingan), Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Desa Bone-Bone berlokasi di kaki Gunung Latimojong, 1.500 meter dari permukaan laut. Kampung Bone-Bone terletak sekitar 300 kilometer sebelah utara Kota Makassar. Untuk mencapai kampung ini, dari Kota Makassar cukup melewati Ibukota Enrekang, kemudian menuju ke Kecamatan Baraka. Dari Kecamatan Baraka menuju ke Desa Bone-Bone, perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua dengan jarak tempuh sekitar 50 kilometer.
Kampung ini sangat terkenal sebagai desa tanpa rokok di Kabupaten Enrekang. Suasana antirokok begitu terasa saat memasuki desa tersebut. Tanda larangan merokok langsung terpampang pada baliho besar tepat di gerbang masuk Desa Bone-Bone, Sejumlah papan berisi larangan merokok dan imbauan untuk menjaga kesehatan juga menghiasi sudut-sudut desa. Acara kumpul-kumpul pada malam hari yang biasa dihadiri pemuda dan bapak-bapak tetap berlangsung meskipun tanpa kepulan asap rokok. Mereka hanya mengenakan kain sarung untuk menangkal hawa dingin sambil menyeruput kopi hangat yang disajikan bersama pisang goreng.
Desa bebas rokok, dilarang merokok di desa ini !!!
Pencanangan kawasan bebas asap rokok merupakan inisiatif Kepala Desa Bone-Bone Muhammad Idris (45) pada tahun 2000. Saat itu, ia prihatin dengan banyaknya anak-anak usia SD hingga remaja yang merokok. Pemahaman tentang bahaya merokok sangat minim mereka dapatkan mengingat kebiasaan tersebut dilakukan juga oleh orangtua pada umumnya.
Mantan loper koran yang lulusan IAIN Alauddin itu pun menuangkan program kawasan bebas asap rokok dalam peraturan dusun (Status Bone-Bone baru berubah menjadi desa pada tahun 2008). Meskipun secara tegas telah melarang penjualan rokok di dusunnya, ia masih mengizinkan warga merokok di dalam rumah. Hal ini untuk ”mengompromi” permintaan warga yang keberatan jika larangan merokok langsung diberlakukan di seluruh wilayah.
Setelah tahun 2003, warga tidak boleh lagi merokok di kawasan desa termasuk di rumah. Dalam kurun itu pula, setiap bulan, Idris bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang mengadakan penyuluhan tentang bahaya merokok bagi kesehatan.
Di sisi lain, toleransi juga berlaku bagi para pendatang saat awal mula penetapan kawasan tanpa rokok. Warga dari luar dusun diperbolehkan merokok selama tiga hari. Namun, mereka akan diminta pulang jika melanggar aturan tersebut. Saat ini pendatang sama sekali tak diperkenankan merokok jika berkunjung ke Desa Bone-Bone.
Secara bertahap, aturan larangan merokok juga disertai dengan sanksi. Warga yang ketahuan merokok di kawasan desa wajib terlibat dalam kegiatan untuk kepentingan umum, seperti pembenahan jalan rusak, pembangunan fasilitas umum, dan pembersihan jalan. Sanksi ini dinilai cocok untuk mendidik warga ketimbang denda berupa uang tunai.
Bahaya merokok kian mendapat perhatian dari warga ketika Hanaki harus menjalani katerisasi jantung pada tahun 2005 di Malaysia. Menurut analisis dokter, penyakit Hanaki yang saat itu berprofesi sebagai tenaga kerja wanita terjadi akibat menjadi perokok pasif selama bertahun-tahun.
Kejadian yang menimpa Hanaki ternyata mengubah pola hidup warga secara signifikan. Selama tiga tahun terakhir, Desa Bone-Bone benar-benar bebas dari asap rokok. Warga mulai dari anak-anak hingga dewasa tak segan menegur siapa pun yang merokok di kawasan desa.
Menurut Idris, upaya mengawasi perilaku warga desa sejauh ini relatif lancar. Kondisi geografis desa yang terletak di dataran tinggi membuat bau asap rokok dapat tercium hingga radius sekitar 200 meter. ”Saya juga tidak khawatir jika ada warga yang nekat merokok di dalam rumah karena anggota keluarga ikut mengontrol,” ungkapnya.
Aturan bebas asap rokok turut memperbaiki kondisi kesehatan warga. Rahmatia, pegawai kesehatan di Desa Bone-Bone, mengatakan, dalam setahun terakhir tidak ada lagi warga yang menderita batuk berdahak akibat kebiasaan merokok. Penyakit influenza yang masih terjadi saat ini pada umumnya dipicu anomali cuaca.
Aturan menanam pohon sebelum menikah
Idris bersama warga juga menyepakati sejumlah aturan lain yang dibuat demi kemajuan desa. Sejak tiga tahun lalu, warga yang ingin menikah wajib menanam minimal lima bibit pohon surian (Toona sureni) di lahan masing-masing. Hal ini bertujuan menjaga kelestarian kayu surian yang biasa digunakan warga setempat sebagai bahan bangunan rumah.
Pembatasan impor unggas mencegah flu burung
Dua tahun berselang, muncul aturan yang melarang warga memelihara atau mengonsumsi ayam broiler. Kebijakan itu dipicu wabah flu burung yang menyebabkan puluhan ayam di Bone-Bone mati. Sejak itulah warga mulai mengembangkan peternakan ayam kampung untuk memenuhi kebutuhan pangan saat bergotong royong membangun rumah ataupun acara syukuran.
Larangan penggunaan Bahan pengawet
Adapun aturan yang membatasi konsumsi makanan berbahan pengawet baru diterapkan mulai tahun 2011 ini. Toko kelontong milik koperasi desa tidak menjual penganan yang mengandung bahan kimia untuk penyedap rasa atau Mono sodium glutamat (MSG). Jajanan untuk anak-anak hanyalah cokelat, biskuit, dan kue buatan warga setempat, seperti wajik, donat, dan dange.
Program makanan tambahan untuk gizi anak
Masing-masing keluarga juga sepakat menyumbangkan uang Rp 3.000 untuk pembuatan bubur kacang hijau setiap bulan. Konsumsi bubur kacang hijau secara teratur diharapkan membantu perkembangan sel otak anak-anak dan menjaga stamina warga yang telah berumur.
Jadi desa sehat percontohan
Upaya yang telah dilakukan warga Desa Bone-Bone mulai menginspirasi beberapa desa di Enrekang, seperti Kendenan dan Kadinge. Kedua desa itu sudah mengukuhkan diri sebagai kawasan tanpa rokok sejak beberapa bulan lalu. Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung, juga berencana memunculkan desa bebas asap rokok lain di Kecamatan Ala dan Anggeraja mulai tahun depan.
”Saya berharap desa lain mengikuti apa yang telah dilakukan warga Desa Bone-Bone,” ujar bupati yang berhenti merokok sejak tiga tahun lalu ini. Pencapaian warga Bone-Bone ini terpilih sebagai salah satu praktik cerdas yang ditampilkan yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) dalam Forum KTI V awal November lalu di Ambon, Maluku.
Apa yang telah dilakukan Idris dan kawan-kawan sebenarnya bukan hal baru. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Surabaya sudah lama mendambakan kawasan tanpa rokok di wilayah masing-masing. Namun, warga Desa Bone-Bone menunjukkan bahwa itu hanya dapat dicapai dengan kepemimpinan yang kuat dan komitmen bersama.
Profil Desa Bone-Bone, Desa Sehat Tanpa Rokok Pertama Di Dunia
source: arie_wuryanto.blog.undip.ac.id
9 Nov 2011
HUT Kota Makassar 404
Hari ini, 9 November 2011 Kota Makassar memperingati hari jadinya yang ke-404. Sebelumnya, hari jadi tersebut diperingati setiap tanggal 1 April, yang dikaitkan dengan berdirinya ”de Gemente Makassar”, yang berlaku pada tanggal 1 April 1906. Pembentukan de Gemente Makassar berdasarkan ordonansi dari Staasblad Nederlandch Indie bertanggal Buitenzorg, 12 Maret 1906. Dalam staasblad dinyatakan antara lain: ”De bevaling van het eerste lid va artikel 68 a van het Reglement op het beleid de Reegering van Nederlandsch Indie wordt toegepast op het gedeelte van het Gouvernment Celebes en Onder-hoerigheden, uitmakende de hoofd plats Makassar. Dit gebiedsdeel worth genoemd: de Gemente Makassar”.
Perubahan dan penetapan hari jadi tersebut didasarkan pada hasil Seminar Penelusuran Hari Lahirnya Makassar, kerja sama Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin dengan Pemda Kotamadya Tingkat II Ujung Pandang, tanggal 21 Agustus 1995. Ada lima orang penyaji makalah saat itu, yakni Prof. Mr. Dr. Andi Zainal Abidin, Prof.Dr. H.A. Mattulada, H.D.Mangemba, Mukhlis, dan H. Paturungi Parawansa, dengan masing-masing makalah bertajuk: ”How Far is Makassar From Ujung Pandang?”, ”Determinasi Waktu dan Tempat Kehadiran Makassar dalam Menyejarah”, ”Kota Makassar, Pulau Makassar, dan Hari lahir”, ”Somba Opu Jantung Makassar”, dan ”Menelusuri Sejarah Lahirnya Makassar”.
Seminar menghasilkan beberapa usul/saran tentang penetapan hari jadi dan pengembalian nama kota dari Kota Ujung Pandang ke-Kota Makassar. DPRD Kotamadya Ujung Pandang menerima baik kesimpulan seminar dan di kemudian hari menetapkan salah satu usul, yakni tanggal 9 November 1607 sebagai hari jadi berdasarkan Peraturan Daerah Kota Makassar No.1 Tahun 2000 tanggal 2 Maret 2000.
Sementara itu Pemerintah Pusat, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun 1999 tanggal 13 Oktober 1999, yang ditandatangani oleh Presiden RI B.J. Habibie, telah menetapkan perubahan nama Kota Ujung Pandang menjadi Kota Makassar.
Hari Jadi Kota Makassar
Peringatan hari jadi Kota Makassar setiap tanggal 1 April terkait dengan masa kolonial Pemerintah Hindia Belanda. Tidaklah mengherankan bila banyak orang, terutama para budayawan dan kaum intelektual, yang merasa tidak nyaman ketika memperingati hari jadi tersebut. Hal ini menyebabkan perlunya mengadakan reorientasi terhadap hari lahir Kota Makassar yang diperingati setiap tanggal 1 April. Alasannya antara lain: a) Bahwa tanggal 1 April adalah produk kolonial, yang setiap diperingati seakan-akan menyinggung rasa kesadaran kebangsaan kita; b) Beberapa kota bekas gemente di Jawa, misalnya Jakarta, Surabaya, dan Bandung, sudah lebih dahulu mengubah hari jadinya dengan berlatar belakang sejarah; c) Makassar mempunyai latar belakang sejarah kebangsaan misalnya ketika Makassar menjadi bandar terkenal di masa Kerajaan Gowa.
Pilihan terhadap tanggal 9 November 1607 di antara lima pilihan hasil seminar ditetapkan oleh DPRD Kotamadya Ujung Pandang saat itu. Latar belakangnya didasarkan pada peristiwa sejarah, saat agama Islam diterima oleh rakyat Kerajaan Gowa/Tallo di bawah Raja/Sultan Alauddin, I Mangerangi Daeng Manrabia, Tumenanga Riagamana.
Bolehlah dikatakan bahwa kembalinya nama Makassar sebagai kota dan penetapan hari jadi kota, telah mengembalikan rasa kebanggaan sejarah yang bersifat heroik di masa lalu, di masa sekarang, dan di masa yang akan datang.
Perlu juga diingat bahwa kemeriahan dan kemegahan hari jadi Kota Makassar yang diperingati saat ini adalah pengorban yang ikhlas dari tiga kabupaten tetangganya, yakni Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Pangkajekne- Kepulauan. Seperti diketahui ke-3 kabupaten tersebut pada tahun 1970 menyerahkan sebahagian wilayahnya kepada Kota Makassar sebagai Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan tanpa konpensasi yang berarti demi menapak jalan ke arah sebagai kotaraya/ kota metropolitan di masa depan.
Pesan dan Harapan
Sudah selayaknya jika masyarakat Kota Makassar saat ini menyambut dengan penuh antusias hari jadi kota yang dicintainya. Pesannya jelas: Selamat Berbahagia, Tetap Jaya dalam Tantangan, dan Semoga Allah swt selalu melindungi. Sementara harapannya juga cukup banyak; Benahi aturan dan pelaksanaannya; Tegakkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan; Tingkatkan kesejahteraan dan pelayanan masyarakat; Atasi kemacetan di jalan-jalan dan kemungkinan banjir; Cegah dan kikis korupsi, kolusi, dan nepotisme, yang saat ini menjadi ancaman besar bagi bangsa dan negara.
Semangat Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-404, panjang umur dan sehat selalu!
H. Paturungi Parawansa
Penulis adalah Mantan Rektor IKIP Makassar, Mantan Ketua DPRD Kabupaten Gowa, dan Mantan Anggota DPR-RI. Saat ini menjadi Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Syekh Yusuf Al Makassari.
sumber:
fajar
29 Okt 2011
sumpah serapah 28 oktober 2011
Sumpah serapah 28 Oktober 2011, Mengutuk korupsi para pejabat yang tak amanah, mengutuk presiden dan wapres yang tidak mensejahterakan rakyat' .. Sebelum diamankan, Iqbal Sabarudin, Ketua Pengurus Wilayah Himpunan Mahasiswa Persis Jawa Barat itu, membentangkan kertas berisi tuntutan kepada Wakil Presiden Boediono, Jumat (28/10/ 2011). Rupanya poster tersebut berisi tiga tuntutan yang diberi nama "Sumpah Serapah". "Sumpah tersebut diilhami dari kondisi bangsa yang kebetulan berbarengan dengan peringatan Sumpah Pemuda yang dihadiri Boediono," kata Ketua Departemen Kajian Ilmiah Pengurus Pusat Hima Persis Nana Wijana. Tiga tuntutan tersebut adalah pemerintah agar serius dalam pemberantasan korupsi, mengingatkan para pejabat yang tidak menjalankan amanah, serta meminta Presiden mundur apabila gagal menegakkan hukum dan menyejahterakan rakyatnya. Nana mengungkapkan, tuntutan tersebut sebenarnya pernah dibahas Iqbal bersama rekan-rekannya yang lain dari Persis. Awalnya mereka menganggap Iqbal tidak serius untuk membuat aksi yang menghebohkan tersebut, rupanya teman-temannya salah. Iqbal sendiri yang mempersiapkan kertas berikut tulisan di dalamnya. "Rencananya, Iqbal hanya akan mendatangi Wapres dan menyerahkan kertas berisi tuntutan tersebut. Barangkali dia melihat bahwa kondisinya tidak memungkinkan sehingga memutuskan untuk nekad berlari di depan Wapres sambil membentangkan tulisannya," tutur Nana. Terkait aksi tersebut, PP Hima Persis tetap menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab dan siap mengirim perwakilan untuk mendampingi Iqbal. Iqbal dibekuk petugas keamanan setelah berlari melintasi Boediono yang sedang menonton pertunjukan tari kolosal oleh para pemuda di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat. Dia bangkit dari tempat duduk undangan dan berlari setengah lapangan hingga dibekuk di sebelah selatan panggung. Dia sempat membentangkan kertas sewaktu melintas di depan Boediono dan kemudian menutupnya karena harus berlari menghindari kejaran petugas.
Published with Blogger-droid v1.7.4
30 Agu 2011
Idul Fitri di Indonesia dan Istilahnya
Makna Idul Fitri di Indonesia dan Sejarah Istilahnya
id = kembali
fitri = asal kejadian
Ada tiga pengertian tentang Idul Fitri. Pertama, Idul Fitri adalah kembali kepada kesucian. Artinya setelah selama bulan Ramadan umat Islam melatih diri menyucikan jasmani dan rohaninya, dan dengan harapan pula dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT, maka memasuki hari Lebaran mereka telah menjadi suci lahir dan batin. Kedua, Idul Fitri adalah kembali kepada fitrah, atau naluri religius. Hal ini sesuai dengan Alquran Surat Al-Baqarah ayat 183, bahwa tujuan puasa adalah agar orang yang melakukannya menjadi orang yang takwa atau meningkat kualitas religiusitasnya. Ketiga, Idul Fitri adalah kembali kepada keadaan di mana umat Islam diperbolehkan lagi makan dan minum siang hari seperti biasa. Di kalangan ahli bahasa Arab, pengertian ketiga itu dianggap yang paling tepat.
Seorang budayawan terkenal Dr Umar Khayam (alm), menyatakan bahwa tradisi Lebaran merupakan terobosan akulturasi budaya Jawa dan Islam. Kearifan para ulama di Jawa mampu memadukan kedua budaya tersebut demi kerukunan dan kesejahteraan masyarakat. Akhirnya tradisi Lebaran itu meluas ke seluruh wilayah Indonesia, dan melibatkan penduduk dari berbagai pemeluk agama. Di negara-negara Islam di Timur Tengah dan Asia (selain Indonesia), sehabis umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri tidak ada tradisi berjabatan tangan secara massal untuk saling memaafkan. Yang ada hanyalah beberapa orang secara sporadis berjabatan tangan sebagai tanda keakraban. Namun inilah uniknya Idul Fitri di Indonesia, tradisi mudik dan saling memaafkan.
Selain makna Idul Fitri, ada hal lain yang menarik untuk disimak di kalangan umat Islam di Indonesia, yakni mengenai istilah-istilah Idul fitri yang sering kita temui pada masyarakat Indonesia. Mari kita telusuri satu persatu.
Taqabbalallaahu Minna Waminkum
باب مَا رُوِىَ فِى قَوْلِ النَّاسِ يَوْمَ الْعِيدِ بَعْضِهِمْ لِبَعْضٍ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ
أَخْبَرَنَا أَبُو الْحَسَنِ بْنُ عَبْدَانَ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سُفْيَانَ حَدَّثَنَا أَبُو عَلِىٍّ : أَحْمَدُ بْنُ الْفَرَجِ الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الشَّامِىُّ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ قَالَ : لَقِيتُ وَاثِلَةَ بْنَ الأَسْقَعِ فِى يَوْمِ عِيدٍ فَقُلْتُ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ فَقَالَ : نَعَمْ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ قَالَ وَاثِلَةُ : لَقِيتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ عِيدٍ فَقُلْتُ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ فَقَالَ :« نَعَمْ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ » .رواه البيهقي كتاب العيدين ج ٣ ص ٢١٩
..Dari Kholid bin ma’dan berkata: “Aku bertemu dengan Watsilah bin asqo’ di dalam hari raya maka aku berkata : “Taqobbalallohu minna waminka”, maka dia menjawab : Na’am taqobbalallohu minna waminka”. Watsilah berkata : “Aku bertemu dengan Rosulloh SAW pada hari raya maka aku berkata : “Taqobbalallohu minna waminka”, maka Nabi menjawab : “Na’am, Taqobbalallohu minna waminka”. ( HR. Baihaqi )
Berdasarkan hadist tersebut di atas, pada saat hari Raya para sahabat saling mengucapkan "Taqobbalallahu minna waminkum" yang artinya "semoga Allah menerima amalku dan amal kalian".
"Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan". Maksudnya, menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan.
Para sahabat juga biasa menambahkan :
shiyamana wa shiyamakum,
yang artinya semoga juga puasaku dan puasa kalian diterima.
Dalam perkembangannya lagi, ada yang menambahkan :
Taqabbal Yaa Kariim
yang artinya terimalah ya Allah, Yang Maha Perkasa yang tidak bisa dikalahkan, Yang Maha Memberi tanpa diminta.
Minal Aidin wal Faizin
Kata-kata “Minal Aidin wal Faizin” adalah penggalan sebuah doa dari doa yang lebih panjang yang diucapkan ketika kita selesai menunaikan ibadah puasa yakni : “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin” yang artinya “Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”. Namun Quraish Shihab menafsirkan faizin bukan kemenangan, namun lebih jauh lagi, "masuk surga". Minal 'Aidin wal-Faizin telah menjadi bagian tradisi yang biasa diucapkan antara sesama muslim Indonesia saat merayakan Idul Fitri, setelah menunaikan ibadah puasa pada bulan ramadan.
Ucapan ini secara harfiah diterjemahkan menjadi "dari (yang) kembali dan berhasil", secara umum diterjemahkan "Semoga kita semua tergolong mereka yang kembali (ke fitrah) dan berhasil (dalam latihan menahan diri). Setelah mengasah dan mengasuh jiwa (yaitu berpuasa) selama satu bulan, diharapkan setiap Muslim dapat kembali ke asal kejadiannya dn menemukan “jati dirinya”, yaitu kembali suci sebagai mana ketika ia baru dilahirkan serta kembali mengamalkan ajaran agama yang benar. Walaupun berbahasa Arab, ucapan ini tidak akan dimengerti maknanya oleh orang Arab, dan kalimat ini tidak ada dalam kosa kata kamus bahasa Arab, dan hanya dapat dijumpai makna kata per katanya saja. Tidak ada dasar-dasar yang jelas tentang ucapan ini, baik berupa hadist atau lainnya.
Sebenarnya ada potongan kalimat yang semestinya ditambahkan di depan kalimat ini, yaitu ja’alanallaahu (semoga Allah menjadikan kita). Jadi selengkapnya kalimat minal ‘aidin wal faizin bermakna (semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah).
Halal bi Halal
Jika diterjemahkan secara langsung, ”halal bi halal” berarti “kosong-kosong”. Sejarah asal mula halal bihalal ada beberapa versi. Menurut sebuah sumber yang dekat dengan Keraton Surakarta, bahwa tradisi halal bihalal mula-mula dirintis oleh KGPAA Mangkunegara I, yang terkenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa. Dalam rangka menghemat waktu, tenaga, pikiran, dan biaya, maka setelah shalat Idul Fitri diadakan pertemuan antara Raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana. Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri. Apa yang dilakukan oleh Pangeran Sambernyawa itu kemudian ditiru oleh organisasi-organisasi Islam, dengan istilah halal bihalal. Kemudian instansi-instansi pemerintah/swasta juga mengadakan halal bihalal, yang pesertanya meliputi warga masyarakat dari berbagai pemeluk agama. Sampai pada tahap ini halal bihalal telah berfungsi sebagai media pertemuan dari segenap warga masyarakat. Dan dengan adanya acara saling memaafkan, maka hubungan antarmasyarakat menjadi lebih akrab dan penuh kekeluargaan.
Mohon Maaf Lahir dan Batin
“forgive me from the bottom of my heart/soul for my wrongdoings”. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Kaum muslim Indonesia saling memaafkan setelah shalat Idul Fitri agar kembali ke fitrah, kembali suci, kembali bersih.
Wallaahu 'Alam bis shawab.
Akhirnya, saya mengucapkan
Selamat Idul Fitri 1432 Hijriyah.
Taqabbalallaahu Minna Waminkum
shiyamana wa shiyamakum,
Taqabbal Yaa Kariim
Minal ‘Aidin Wal Faizin.
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Referensi: [wikipedia, donnyah.blogsome.com, blog.al-habib.info, tanbihun.com, rudisony.wordpress.com]
Dialog Ramadlan bersama Cak Nur: Merenungi makna dan hikmah ibadah puasa, Lailatul Qadr, Nuzulul Qur'an, zakat dan Hari Raya Idul Fitri
26 Agu 2011
SBY dan Angka (Hoki) 9 (Sembilan)
Buat beberapa kalangan, angka 9 dianggap sebagai angka keberuntungan. Entah karena terinspirasi kepada tahun dan bulan kelahirannya ataukah angka 9 (sembilan)itu menurut fengshui adalah angka paling hoki, tak dapat dipungkiri kalau Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Republik Indonesia sangat identik dengan angka 9. Mari kita lihat contoh keidentikannya pada beberapa kasus berikut ini:
- SBY lahir pada tanggal 9 September 1949.
- Calon Presiden SBY mundur dari kabinet tanggal 9 Maret.
- Hari pertama setelah Pemilu, dikunjungi oleh PKB yang berlambang 9 bintang.
- SBY memenangi pemilu presiden pada tanggal 9 September 2004.
- SBY memenangi pemilu presiden pada tahun 2009.
- Ketika dilantik menjadi Presiden, SBY membuka kotak pesan dengan nomor 9949.
- Partai Demokrat (PD) lahir pada 9 September 2001.
- Pendiri PD periode awal sebanyak 99 orang penandatangan deklarasi.
- Tim Perumus PD ada 9 orang.
- Akte Notaris PD yang diterbitkan oleh Aswendi Kamuli, SH memiliki nomor ”9″
- Pengakuan PD dari Depkeh dan HAM pada tanggal 9 Oktober 2001.
- Tanda gambar peserta PD dalam Pemilu 2004 adalah Nomor “9″
- Diumumkan dalam Lembaran Negara Nomor “81″ juga diplesetkan sama dengan “9″
Dari sekian banyak daftar kebetulan di atas, apakah dengan serta-merta dapat dikatakan SBY menyenangi angka hoki, angka keberuntungan, nomor cantik yang berbau mistik dan ghaib-ghaib? Tidak juga kan. Namun entahlah, tak jelas benar apa tidak, tapi jika melihat beberapa hal tersebut, bisalah kita bahasakan bahwa SBY berorientasi dan terobsesi terhadap angka 9. Akh.. Takhyul...
gambar dicomot dari [pergerakankebangsaan.org]
Keterangan gambar: SBY menerima kaos sepakbola bernomor 9 dari Panitia KSN (Kongres Sepakbola Nasional) di Malang yang dibuka Presiden SBY pada tanggal 30-3-2010, atau kalau diutak-atik ketemu 3+0+3+2+0+1+0 = 9. ”Angka 9 adalah angka keberuntungan saya,” demikian dikatakan SBY di depan civitas akademika Universitas Harvard pertengahan tahun 2009 lalu. Peserta yang sebagian besar bule-bule itu tertawa kecil mendengarnya. Mungkin mereka tidak akan tertawa kalau tahu tanggal kelahiran SBY yang 9-9-1949 (ingat PO BOX 9949). Makanya, karena Panitia KSN paham betul perilaku Presiden SBY ini, kaos yang diberikan kepada SBY pun nomornya adalah 9)
25 Agu 2011
Lebaran dan Lebayran
Lebaran
Di Malaysia, Hari Raya Idul Fitri disebut juga sebagai Hari Raya Puasa. Dalam Bahasa Inggris disebut sebagai Eid Festival atau Eid Mubarak. Di Indonesia, Hari Raya Idul Fitri disebut juga Lebaran. Mengapa Lebaran?
[2]
Selain lebar berarti habis/hilang, di Jawa, Idul Fitri disebut juga sebagai “bada” (baca: bodo) yang berasal dari kata “bakda” yang artinya adalah “setelah” atau “sesudah”. Kata “bakda” merupakan bahasa halus (krama) dari kata “lebar”. Dalam bahasa ngoko, bakda Shubuh dituturkan dengan ‘lebar Shubuh’ atau kadang orang Jawa lebih senang mengatakan ‘bar Shubuh’. Orang Jawa menyebut Idul Fitri sebagai “bakda” karena Idul Fitri diperingati setelah puasa. Kata lebaran untuk menyebut Idul Fitri diambil dari kata lebar (Jawa: setelah/sesudah) bukan lebar (Inggris: wide).
Tidak diketahui alasan lebih memilih kata ”lebaran”, bukan ”bakdan”. Mungkin untuk mempermudah pengucapannya. Penggunaan akhiran -an pada kata lebar adalah untuk membuatnya menjadi kata benda. Demikianlah asal-usul Idul Fitri disebut lebaran dari bahasa jawa. Bukan karena pada saat Idul Fitri semua orang punya hati yang lebar (luas) untuk saling memaafkan melainkan karena Idul Fitri dirayakan sesudah/setelah berpuasa.
[3]
Namun ”lebaran” bisa juga berasal dari Bahasa Betawi, "Lebar" yang artinya luas atau lega (seperti pikiran dari kebanyakan kita, termasuk saya). Ini menandakan suatu perasaan bebas/bersyukur/lebar/lapang setelah menjalani puasa selama bulan Ramadhan. Lebaran juga mengandung arti "kelegaan" dalam menyambut hari kemenangan (Idul Fitri), setelah lelah bertarung melawan hawa nafsu selama melaksanakan Shaum.
[4]
Lebayran
"Lebay" itu artinya berlebihan. Dipopulerkan sama presenter acara talkshow di Trans TV.
[5]
Lebay = Sesuatu yang berlebih = Lebih+Ay = Lebay.
[6]
Penggunaan akhiran “-an” pada kata lebay adalah untuk membuatnya menjadi kata benda. Tambahan “r” hanya merupakan variasi kata saja agar mudah diucapkan.
Pilih mana, lebaran atau lebayran ?
Maaf sebelumnya jika saya memplesetkan kata “lebaran” dengan “lebayran”, seperti para pendahulu kita yang mengistilahkan “Idul Fitri” dengan “lebaran”. Saya cuma mulai bosan dengan aktifitas kebanyakan orang Indonesia menjelang Idul Fitri yang sangat berlebih-lebihan.
Lihat saja masjid yang mulai kosong, orang-orang yang biasanya memakmurkan masjid lebih memilih pergi ke mall dan rela berdesak-desakan untuk membeli barang keinginannya (bukan kebutuhan, bedakan). Selain keimanan yang mulai luntur, hal ini terjadi karena pikiran sebagian besar dari kita yang memiliki uang berlebih (atau yang serba kekurangan malah) untuk merayakan Idul Fitri dengan barang yang serba baru. Mulai dari pakaian baru, handphone, kendaraan, hingga makanan dan minuman yang cenderung berlebihan mengarah ke mubazir. Tidak sah rasanya memperingati Idul Fitri (minimal) tanpa pakaian baru, berhutang sekalipun demi membeli baju, celana, rok, dan mukena baru. Padahal mungkin masih banyak stok pakaian kita di lemari yang masih bagus, yang untung kalau dalam setahun pernah kita pakai. Berbelanja pakaian baru hanyalah untuk memuaskan nafsu kita yang sangat konsumeristis. Mending jika konsumeristis, jika sudah riya, memamerkan pada orang lain, Naudzubillah. Inilah yang merusak mental dan social bangsa kita yang mayoritas muslim.
Tidak salah kita memperingati Idul Fitri dengan bersuka cita, kita memakai pakaian yang bagus-bagus untuk merayakan sekaligus menghargai hari raya kita. Namun sudah seharusnyalah kita merayakan dengan sewajarnya, tidak berlebih-lebihan. Kita dapat berlebayran jika tetangga-tetangga kita sudah tidak ada yang kesusahan, orang miskin disekitar kita sudah tidak ada yang kelaparan.
Semangat berlebaran, hindari berlebayran.
------------------------------------------------------------
Referensi :
Di Malaysia, Hari Raya Idul Fitri disebut juga sebagai Hari Raya Puasa. Dalam Bahasa Inggris disebut sebagai Eid Festival atau Eid Mubarak. Di Indonesia, Hari Raya Idul Fitri disebut juga Lebaran. Mengapa Lebaran?
Le.ba.ranLebaran berasal dari bahasa jawa 'Lebar' (huruf ‘e’ seperti menyebut kata “segar”, bukan “bebek”) yang berarti habis/hilang. Dengan akhiran -an berarti musim lebar. Secara spesifik digunakan untuk Idul Fitri yang berarti telah habis/hilang dosa (fitri) karena telah banyak beribadah dan saling maaf-memaaafkan.
[n] hari raya umat Islam yg jatuh pd tgl 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama sebulan; Idulfitri
[1]
[2]
Selain lebar berarti habis/hilang, di Jawa, Idul Fitri disebut juga sebagai “bada” (baca: bodo) yang berasal dari kata “bakda” yang artinya adalah “setelah” atau “sesudah”. Kata “bakda” merupakan bahasa halus (krama) dari kata “lebar”. Dalam bahasa ngoko, bakda Shubuh dituturkan dengan ‘lebar Shubuh’ atau kadang orang Jawa lebih senang mengatakan ‘bar Shubuh’. Orang Jawa menyebut Idul Fitri sebagai “bakda” karena Idul Fitri diperingati setelah puasa. Kata lebaran untuk menyebut Idul Fitri diambil dari kata lebar (Jawa: setelah/sesudah) bukan lebar (Inggris: wide).
Tidak diketahui alasan lebih memilih kata ”lebaran”, bukan ”bakdan”. Mungkin untuk mempermudah pengucapannya. Penggunaan akhiran -an pada kata lebar adalah untuk membuatnya menjadi kata benda. Demikianlah asal-usul Idul Fitri disebut lebaran dari bahasa jawa. Bukan karena pada saat Idul Fitri semua orang punya hati yang lebar (luas) untuk saling memaafkan melainkan karena Idul Fitri dirayakan sesudah/setelah berpuasa.
[3]
Namun ”lebaran” bisa juga berasal dari Bahasa Betawi, "Lebar" yang artinya luas atau lega (seperti pikiran dari kebanyakan kita, termasuk saya). Ini menandakan suatu perasaan bebas/bersyukur/lebar/lapang setelah menjalani puasa selama bulan Ramadhan. Lebaran juga mengandung arti "kelegaan" dalam menyambut hari kemenangan (Idul Fitri), setelah lelah bertarung melawan hawa nafsu selama melaksanakan Shaum.
[4]
Lebayran
"Lebay" itu artinya berlebihan. Dipopulerkan sama presenter acara talkshow di Trans TV.
[5]
Lebay = Sesuatu yang berlebih = Lebih+Ay = Lebay.
[6]
Penggunaan akhiran “-an” pada kata lebay adalah untuk membuatnya menjadi kata benda. Tambahan “r” hanya merupakan variasi kata saja agar mudah diucapkan.
Pilih mana, lebaran atau lebayran ?
Maaf sebelumnya jika saya memplesetkan kata “lebaran” dengan “lebayran”, seperti para pendahulu kita yang mengistilahkan “Idul Fitri” dengan “lebaran”. Saya cuma mulai bosan dengan aktifitas kebanyakan orang Indonesia menjelang Idul Fitri yang sangat berlebih-lebihan.
Lihat saja masjid yang mulai kosong, orang-orang yang biasanya memakmurkan masjid lebih memilih pergi ke mall dan rela berdesak-desakan untuk membeli barang keinginannya (bukan kebutuhan, bedakan). Selain keimanan yang mulai luntur, hal ini terjadi karena pikiran sebagian besar dari kita yang memiliki uang berlebih (atau yang serba kekurangan malah) untuk merayakan Idul Fitri dengan barang yang serba baru. Mulai dari pakaian baru, handphone, kendaraan, hingga makanan dan minuman yang cenderung berlebihan mengarah ke mubazir. Tidak sah rasanya memperingati Idul Fitri (minimal) tanpa pakaian baru, berhutang sekalipun demi membeli baju, celana, rok, dan mukena baru. Padahal mungkin masih banyak stok pakaian kita di lemari yang masih bagus, yang untung kalau dalam setahun pernah kita pakai. Berbelanja pakaian baru hanyalah untuk memuaskan nafsu kita yang sangat konsumeristis. Mending jika konsumeristis, jika sudah riya, memamerkan pada orang lain, Naudzubillah. Inilah yang merusak mental dan social bangsa kita yang mayoritas muslim.
Tidak salah kita memperingati Idul Fitri dengan bersuka cita, kita memakai pakaian yang bagus-bagus untuk merayakan sekaligus menghargai hari raya kita. Namun sudah seharusnyalah kita merayakan dengan sewajarnya, tidak berlebih-lebihan. Kita dapat berlebayran jika tetangga-tetangga kita sudah tidak ada yang kesusahan, orang miskin disekitar kita sudah tidak ada yang kelaparan.
Semangat berlebaran, hindari berlebayran.
------------------------------------------------------------
Referensi :
- [kamusbahasaindonesia.org/lebaran#ixzz1Vx01xRRS]
- [id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080103215035AAlbLot]
- [majalahummatie.wordpress.com/2009/09/12/asal-usul-lebaran/]
- [catatankakipinggir.blogspot.com/2010/07/asal-mula-kata-lebaran.html]
- [id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080824095927AAMatSB]
- [archive.kaskus.us/thread/5312136]
17 Agu 2011
Proklamasi Jilid 2011
Proklamasi
Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemberantasan korupsi d.l.l. diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Makassar, hari 17, bulan 8, tahun 11
Atas nama presiden Indonesia
Rakyat Indonesia.
16 Agu 2010
(Bukan) Puisi Untuk Indonesia ku
Wahai Indonesia ku,
genap sudah Enam Puluh Lima tahunmu...
Doaku senantiasa tulus untuk kejayaanmu,
bukan kejayaan orang-orang yang dengan senang hati menggerogotimu...
Keringatku senantiasa mengucur deras untuk kemajuanmu,
bukan kemajuan manusia serakah yang senantiasa memerasmu isimu...
Tak banyak yang kuberikan untukmu,
Hanya Doa tulus dan Keringat ikhlas itu...
Selamat Ulang Tahun Indonesia ku,
Semoga panjang umur dan sehat selalu...
genap sudah Enam Puluh Lima tahunmu...
Doaku senantiasa tulus untuk kejayaanmu,
bukan kejayaan orang-orang yang dengan senang hati menggerogotimu...
Keringatku senantiasa mengucur deras untuk kemajuanmu,
bukan kemajuan manusia serakah yang senantiasa memerasmu isimu...
Tak banyak yang kuberikan untukmu,
Hanya Doa tulus dan Keringat ikhlas itu...
Selamat Ulang Tahun Indonesia ku,
Semoga panjang umur dan sehat selalu...
21 Jul 2010
Asli, Ini Plagiat!!!

Menjejak bumi, menyisa asa. Dari mana mau kemana, parlente? Sisakan langkahmu, esok masih butuh tenaga ekstra, perjalanan masih panjang.
Plagiat habisssss dari Budi Rahardjo
Langganan:
Postingan (Atom)










