Tampilkan postingan dengan label nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nusantara. Tampilkan semua postingan

25 Jan 2013

Kisah Sawerigading

Sawerigading adalah nama seorang putera raja Luwu dari Kerajaan Luwu Purba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dalam bahasa setempat Sawerigading berasal dari dua kata, yaitu sawe yang berarti menetas (lahir), dan ri gading yang berarti di atas bambu betung. Jadi nama Sawarigading berarti keturunan dari orang yang menetas (lahir) di atas bambu betung. Nama ini dikenal melalui cerita yang termuat dalam Sureq Galigo (Periksa Edisi H. Kern 1939), dimulai ketika para dewa dilangit bermufakat untuk mengisi dunia ini dengan mengirim Batara Guru anak patotoe di langit dan Nyilitomo anak guru ri Selleng di peretiwi (dunia bawah) untuk menjadi penguasa di bumi. Dari perkawinan keduanya lahirlah putra mereka yang bernama Batara Lattu’, yang kelak menggantikan ayahnya penguasa di Luwu. Dari perkawinan Batara Guru dengan beberapa pengiringnya dari langit serta pengiring We Nyilitomo dari peretiwi lahirlah beberapa putra mereka yang kelak menjadi penguasa di daerah-daerah Luwu sekaligus pembantu Batara Lattu’. Setelah Batara Lattu’ cukup dewasa, ia dikawinkan dengan We Datu Sengeng, anak La Urumpassi bersama We Padauleng ditompottikka. Sesudah itu Batara Guru bersama isteri kembali kelangit. Dari perkawinan keduanya lahirlah Sawerigading dan We Tenriabeng sebagai anak kembar emas yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan. 

Mengenai masa hidup Sawerigading terdapat berbagai versi di kalangan ahli sejarah. Menurut versi Towani-Tolotang di Sidenreng, Sawerigading lahir pada tahun 564 M. Jika versi ini dihadapkan dengan beberapa versi lain, maka data ini tidak terlalu jauh perbedaanya. Tiga versi mengenai masa hidup Sawerigading, yaitu : Versi Sulawesi Tenggara, abad V; Versi Gorontalo, 900 dikurangi 50 = 850; Versi Kelantan - Terengganu, tahun 710. Sepertinya, versi Sulawesi Tenggara lebih dekat dengan versi yang dikemukakan oleh masyarakat Towani-Tolotang. Mereka menetapkan versi ini sebab menurut kepercayaan mereka Sawerigading sezaman dengan Nabi Muhammad, bahkan pernah bertemu.

Menurut cerita, ketika Bataraguru (kakek Sawerigading yang merupakan keturunan dewa) pertama kali diturunkan ke bumi, ia ditempatkan di atas bambu betung. Sawerigading mempunyai saudara kembar perempuan yang bernama We Tenriabeng. Namun, sejak kecil hingga dewasa mereka dibesarkan secara terpisah, sehingga mereka tidak saling mengenal. Suatu ketika, saat bertemu dengan adik kandungnya itu, Sawerigading jatuh cinta dan berniat untuk melamarnya. Berhasilkah Sawerigading menikahi We Tenriabeng, saudara kandungnya itu? Kisah selengkapnya dapat Anda ikuti dalam cerita Sawerigading berikut ini.

* * *

Alkisah, di daerah Luwu, Sulawesi Selatan, hiduplah seorang raja bernama La Togeq Langiq atau lebih dikenal dengan panggilan Batara Lattu’. Sang Raja mempunyai dua istri, yaitu satu dari golongan manusia biasa (penduduk dunia nyata) bernama We Opu Sengngeng, dan satu lagi berasal dari bangsa jin. Dari perkawinannya dengan We Opu Sengengeng lahir sepasang anak kembar emas, yakni seorang laki-laki bernama Sawerigading, dan seorang perempuan bernama We Tenriabeng. Berdasarkan ramalan Batara Guru (ayah Raja Luwu), Sawerigading dan We Tenriabeng kelak akan saling jatuh cinta dan menikah. Padahal menurut adat setempat, seseorang sangat pantang menikahi saudara kandung sendiri. Agar tidak melanggar adat tersebut, Raja Luwu pun membesarkan kedua anak kembarnya tersebut secara terpisah. Ia menyembunyikan anak perempuannya (We Tenriabeng) di atas loteng istana sejak masih bayi.

Waktu terus berjalan. Sawerigading tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan tampan, sedangkan We Tenriabeng tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita. Namun, sepasang anak kembar tersebut belum saling mengenal.

Pada suatu hari, Sawerigading bersama sejumlah pengawal istana diutus oleh ayahnya berlayar ke Negeri Taranati (Ternate) untuk mewakili Kerajaan Luwu dalam sebuah pertemuan para pangeran. Namun sebenarnya tujuan utama Sawerigading diutus pergi jauh ke Ternate karena saudara kembarnya We Tenriabeng akan dilantik menjadi bissu dalam sebuah upacara umum, yang tentu saja tidak boleh dihadirinya karena dikhawatirkan akan bertemu dengan We Tenriabeng.

Dalam perjalanan menuju ke Negeri Ternate, Sawerigading mendapat kabar dari seorang pengawalnya bahwa ia mempunyai saudara kembar yang cantik jelita. Sawerigading tersentak kaget mendengar kabar tersebut.

“Apa katamu? Aku mempunyai saudara kembar perempuan?” tanya Sawerigading dengan kaget.

“Benar, Pangeran! Saudaramu itu bernama Tenriabeng. Ia disembunyikan dan dipelihara di atas loteng istana sejak masih kecil,” ungkap pengawal itu.

Sekembalinya dari Ternate, Sawerigading langsung mencari saudara kembarnya yang disembunyikan di atas loteng istana. Tak pelak lagi, Sawergading langsung jatuh cinta saat melihat saudara kembarnya itu dan memutuskan untuk menikahinya. Raja Luwu Batara Lattu’ yang mengetahui rahasia keluarga istana tersebut terbongkar segera memanggil putranya itu untuk menghadap.

“Wahai, Putraku! Mengharap pendamping hidup untuk saling menentramkan hati bukanlah hal yang keliru. Tapi, perlu kamu ketahui bahwa menikahi saudara kandung sendiri merupakan pantangan terbesar dalam adat istiadat kita. Jika adat ini dilanggar, bencana akan menimpa negeri ini. Sebaiknya urungkanlah niatmu itu, Putraku!” bujuk Raja Luwu Batara Lattu’.

Namun, bujukan Ayahandanya tersebut tidak menyurutkan niat Sawerigading untuk menikahi adiknya. Namun, akhirnya Sawerigading mengalah setelah We Tenriabeng memberitahunya bahwa di Negeri Cina (bukan Cina di Tiongkok, tapi di daerah Tanete, Kabupetan Bone, Sulawesi Selatan) mereka mempunyai saudara sepupu yang sangat mirip dengannya.

“Bang! Pergilah ke Negeri Cina! Kita mempunyai saudara sepupu yang bernama We Cudai. Ayahanda pernah bercerita bahwa aku dan We Cudai bagai pinang dibelah dua,” bujuk We Cudai.

“Benar, Putraku! Wajah dan perawakan We Cudai sama benar dengan adikmu, We Tenriabeng,” sahut Raja Luwu Batara Lattu’.

Untuk membuktikan kebenaran kata-katanya, We Tenriabeng memberikan sehelai rambut, sebuah gelang dan cincinnya kepada Sawerigading. We Tenriabeng juga berjanji jika perkataannya tidak benar, ia berbersedia menikah dengan Sawerigading.

“Bang! Jika rambut ini tidak sama panjang dengan rambut We Cudai, gelang dan cincin ini tidak cocok dengan pergelangan dan jarinya, aku bersedia menikah dengan Abang,” kata We Tenriabeng.

Akhirnya, Sawerigading pun bersedia berangkat ke Negeri Cina, walaupun dihatinya ada rasa kecewa kepada orang tuanya karena tidak diizinkan menikahi adiknya. Untuk berlayar ke Negeri Cina, Sawerigading harus menggunakan kapal besar yang terbuat dari kayu welérénngé (kayu belande) yang mampu menahan hantaman badai dan ombak besar di tengah laut.

“Wahai, Putraku! Untuk memenuhi keinginanmu memperistri We Cudai, besok pergilah ke hulu Sungai Saqdan menebang pohon welérénngé raksasa untuk dibuat perahu!” perintah Raja Luwu Batara Lattu’.

Keesokan harinya, berangkatlah Sawerigading ke tempat yang dimaksud ayahnya itu. Ketika sampai di tempat itu, ia pun segera menebang pohon raksasa tersebut. Anehnya, walaupun batang dan pangkalnya telah terpisah, pohon raksasa itu tetap tidak mau roboh. Namun, hal itu tidak membuatnya putus asa. Keesokan harinya, Sawerigading kembali menebang pohon ajaib itu, tapi hasilnya tetap sama. Kejadian aneh ini terulang hingga tiga hari berturut-turut. Sawerigading pun mulai putus asa dan hatinya sangat galau memikirkan apa gerangan penyebabnya.

Mengetahui kegalauan hati abangnya, pada malam harinya We Tenriabeng secara diam-diam pergi ke hulu Sungai Saqdan. Sungguh ajaib! Hanya sekali tebasan, pohon raksasa itu pun roboh ke tanah. Dengan ilmu yang dimilikinya, We Tenriabeng segera mengubah pohon raksasa itu menjadi sebuah perahu layar yang siap untuk mengarungi samudera luas.

Keesokan harinya, Sawerigading kembali ke hulu Sungai Saqdan. Betapa terkejutnya ia ketika melihat pohon welérénngé raksasa yang tak kunjung bisa dirobohkannya kini telah berubah menjadi sebuah perahu layar.

“Hai, siapa yang melakukan semua ini?” gumam Sawerigading heran.

“Ah, tidak ada gunanya aku memikirkan siapa yang telah membantuku membuat perahu layar ini. Yang pasti aku harus segera pulang untuk menyiapkan perbekalan yang akan aku bawa berlayar ke Negeri Cina,” pungkasnya seraya bergegas pulang ke istana.

Setelah menyiapkan sejumlah pengawal dan perbekalan yang diperlukan, berangkatlah Sawerigading bersama rombongannya menuju Negeri Cina. Dalam perjalanan, mereka menemui berbagai tantangan dan rintangan seperti hantaman badai dan ombak serta serangan para perompak. Namun, berkat izin Tuhan Yang Mahakuasa, Sawerigading bersama pasukannya berhasil melalui semua rintangan tersebut dan selamat sampai di tujuan.

Setibanya di Negeri Cina, Sawerigading mendengar kabar bahwa We Cudai telah bertunangan dengan seorang pemuda bernama Settiyabonga. Namun, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk melihat langsung kecantikan wajah We Cudai. Untuk itu, ia pun memutuskan untuk menyamar menjadi pedagang orang oro (berkulit hitam). Untuk memenuhi penyamarannya, ia harus mengorbankan satu nyawa orang oro sebagai tumbal. Pada mulanya, orang oro yang akan dijadikan tumbal tersebut mengiba kepadanya.

“Ampun, Tuan! Jika kulit saya dijadikan pembungkus tubuh Tuan, tentu saya meninggal.”

Namun, setelah Sawerigading membujuknya dengan tutur kata yang halus, akhirnya orang oro itu pun bersedia memenuhi permintaannya. Setelah itu, Sawerigading segera menuju ke istana sebagai oro pedagang. Setibanya di istana, ia terkagum-kagum melihat kecantikan We Cudai.

“Benar kata Ayahanda, We Cudai dan We Tenriabeng bagai pinang dibelah dua. Perawakan mereka benar-benar serupa,” ucap Sawerigading.

Setelah membuktikan kecantikan We Cudai, Sawerigading segera mengirim utusan untuk melamarnya dan lamarannya pun diterima oleh keluarga istana Kerajaan Cina. Namun, sebelum pesta pernikahan dilangsungkan, We Cudai mengirim seorang pengawal istana untuk mengusut siapa sebenarnya calon suaminya itu.

Suatu hari, utusan itu mendekati perahu layar Sawerigading yang tengah bersandar di pelabuhan. Kebetulan, saat itu para pengawal Sawerigading yang berbulu lebat sedang mandi. Utusan itu ketakukan saat melihat tampang mereka yang dikiranya “orang-orang biadab” dan mengira bahwa wujud Sawerigading serupa dengan mereka. Ia pun segera kembali ke istana untuk menyampaikan kabar tersebut kepada We Cudai. Mendengar kabar tersebut, We Cudai pun berniat untuk membatalkan pernikahannya dan mengembalikan semua mahar Sawerigading.

Sawerigading yang mendengar kabar buruk tersebut segera menghapus penyamarannya sebagai orang oro dan mengenaikan pakaian kebesarannya, lalu segera menghadap Raja Cina. Sesampainya di istana, ia pun segera menceritakan asal-usul dan maksud kedatangannya ke Negeri Cina.

“Ampun, Baginda Raja! Perkenalkan nama Ananda Sawerigading Putra Raja Luwu Batara Lattu’ dari Sulawesi Selatan. Ananda datang menghadap membawa amanat Ayahanda, dengan harapan sudilah kiranya Baginda menerima Ananda sebagai menantu Baginda,” ungkap Sawerigading.

“Hai, Anak Muda! Kamu jangan mengaku-ngaku! Apa buktinya bahwa kamu adalah putra dari saudaraku itu?” tanya Raja Cina.

Sawerigading pun segera memperlihatkan sehelai rambut, sebuah gelang dan cincin pemberian We Tenriabeng kepada Raja Cina seraya menceritakan semua kejadian yang dialaminya hingga ia bisa sampai ke Negeri Cina. Mendengar harapan dan permohonan saudaranya melalui keponakannya itu, Raja Cina terdiam sejenak, lalu berkata:

“Baiklah! Sekarang aku percaya bahwa kamu adalah keponakanku. Ayahandamu dulu pernah mengirim kabar kepadaku bahwa ia mempunyai anak kembar emas. Anaknya yang perempuan wajah dan perawakaannya serupa dengan putriku.”

Untuk lebih meyakinkan dirinya, Raja Cina segera memanggil putrinya untuk menghadap. Tak berapa lama, We Cudai pun datang dan duduk di samping ayahandanya. Saat melihat pemuda tampan yang duduk di hadapan ayahandanya, We Cudai tampak gugup dan hatinya tiba-tiba berdetak kencang. Rupanya, ia jatuh hati kepada pemuda itu yang tak lain adalah Sawerigading.

“Ada apa gerangan Ayahanda memanggil Ananda?” tanya We Cundai tertunduk malu-malu.

“Wahai Putriku, ketahuilah! Sesungguhnya orang yang melamarmu beberapa hari yang lalu ternyata sepupumu sendiri. Namanya Sawerigading. Ayahanda bersaudara dengan ayahnya. Tapi, untuk menyakinkan kebenaran ini, cobalah kamu cocokkan panjang rambut ini dengan panjang rambutmu dan pakailah gelang dan cincin ini!” pinta Raja Cina seraya memberikan sehelai rambut, sebuah gelang dan cincin itu kepada putrinya.

Setelah We Cudai mengenakan gelang dan cincin tersebut, maka semakin yakinlah Raja Cina bahwa Sawerigading benar-benar keponakannya. Gelang dan cincin tersebut semuanya cocok dikenakan oleh We Cudai. Begitu pula rambutnya sama panjangnya dengan rambut We Tenriabeng.

“Bagaimana, Putriku! Apakah kamu bersedia menerima kembali lamaran Sawerigading untuk mempererat tali persaudaraan kita dengan keluarga Sawerigading di Sulawesi Selatan?” tanya Raja Cina.

“Baik, Ayahanda! Jika Ayahanda merestui, Ananda bersedia menikah dengan Sawerigading. Ananda mohon maaf karena sebelumnya mengira Sawerigading bukan dari keluarga baik-baik,” jawab We Cudai malu-malu.

Betapa bahagianya perasaan Raja Cina mendengar jawaban putrinya itu. Demikian pula yang dirasakan Sawerigading karena lamarannya diterima. Dengan perasaan bahagia, ia segera kembali ke kapalnya untuk menyampaikan berita gembira itu kepada para pengawalnya dan memerintahkan mereka untuk mengangkat semua barang bawaan yang ada di perahu ke istana untuk keperluan pesta.  Tiga hari kemudian, pesta pernikahaan itu pun dilangsungkan dengan meriah. Segenap rakyat Negeri Cina turut berbahagia menyaksikan pesta pernikahan tersebut.

Setahun kemudian, Sawerigading dan We Cudai dikaruniai oleh seorang anak dan diberi nama La Galigo. Namun, bagi We Cudai, kebahagiaan tersebut terasa belum lengkap jika belum bertemu dengan mertuanya. Suatu hari, ia pun mengajak suaminya ke Sulawesi Selatan untuk mengunjungi mertuanya. Mulanya, Sawerigading menolak ajakan istrinya, karena ia sudah berjanji tidak ingin kembali ke kampung halamannya karena kecewa kepada kedua orang tuanya yang telah menolak keinginannya menikahi saudara kembarnya. Namun, karena istrinya terus mendesaknya, akhirnya ia pun menyetujuinya.

Keesokan harinya, berangkatlah sepasang suami istri itu bersama beberapa orang pengawal menuju Negeri Luwu. Akan tetapi, mereka tidak membawa serta putra mereka (La Galigo) karena masih bayi. Dalam perjalanan, Sawerigading bersama rombongannya kembali menemui banyak rintangan. Perahu yang mereka tumpangi hampir tenggelam di tengah laut karena dihantam badai dan gelombang besar. Berkat pertolongan Tuhan Yang Mahakuasa, mereka pun selamat sampai di Nengeri Luwu.

Setelah bertahun-tahun lamanya Sawerigading bersama istrinya tinggal di Negeri Luwu terdengarlah kabar bahwa di Tanah Jawa berkembang ajaran agama Islam. Sawerigading pun segera memerintahkan pasukannya untuk memerangi ajaran tersebut. Namun apa yang terjadi setelah pasukannya tiba di Tanah Jawa? Rupanya, mereka bukannya memerangi penganut ajaran agama tersebut, tetapi justru berbalik memeluk agama Islam. Bahkan sebagian anggota pasukannya memutuskan untuk menetap di Tanah Jawa. Sementara anggota pasukan lainnya kembali ke Negeri Luwu untuk melaporkan kabar tersebut kepada Sawerigading dan sekaligus mengajaknya untuk memeluk agama Islam. Karena kesal atas penghianatan pasukannya itu dan tidak ingin masuk agama Islam, Sawerigading bersama istrinya memutuskan untuk kembali ke Negeri Cina dan berjanji tidak ingin menginjakkan kaki lagi di Negeri Luwu. Dalam perjalanan pulang ke Negeri Cina, kapal yang mereka tumpangi karam di tengah laut. Konon, pasangan suami istri tersebut menjadi penguasa buriq liu atau peretiwi (dunia bawah laut).

* * *

Demikian cerita Sawerigading dari daerah Luwu, Sulawesi Selatan. Cerita di atas termasuk kategori legenda yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah ganjaran yang diterima dari sifat tidak mudah putus asa. Sifat ini ditunjukkan oleh perilaku Sawerigading yang senantiasa tabah dalam menghadapi berbagai rintangan dan cobaan untuk mencapai keinginannya, yakni menikahi We Cudai yang berada di Negeri Cina. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:

apa tanda Melayu beradat,
bekerja dengan penuh semangat

kerja cermat membawa berkah
kerja hemat membawa manfaat
kerja keras memberi puas
kerja tabah memberi tuah
kerja taat membawa berkat

(Samsuni/sas/135/04-09)

sumber : 
http://makassaronline.blogspot.com/2012/03/cerita-rakyat-sawerigading.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Sawerigading

13 Des 2012

Tips dan Trik Panduan Wisata Bali



Indonesia, sungguh elok negeri ini, keindahannya tiada tara. Indonesia adalah surga wisata. Wisata darat dan lautnya sungguh komplit, namun ada suatu tempat yang merepresentasikan wisata Indonesia, tak lain adalah pulau Bali. Turis mancanegara bahkan lebih kenal Bali daripada Indonesia. Makanya saya beranggapan bahwa tak lengkap rasanya jika tak pernah berwisata ke Bali, apalagi untuk seorang yang berkebangsaan Indonesia. Menurut saya, Bali adalah tempat bulan madu yang sempurna bagi anda pasangan baru menikah.

Namun tentu banyak dari kita --warga Negara Indonesia-- yang belum pernah berwisata di Bali. Selain budget yang terbatas, mungkin banyak diantara kita yang tak sempat kesana karena kesibukan masing-masing.  Saya pun baru dua kali ke Bali, yang pertama saat mengisi waktu cuti bulan madu tahun lalu dan yang kedua adalah beberapa minggu yang lalu mengisi waktu liburan. Awalnya, bagi wisatawan pemula pertanyaan mendasar tentang wisata Bali adalah "Berapa minimal budget ke Bali?", selanjutnya "Dimana tempat wisata Bali yang menarik?", "Kapan waktu yang tepat ke Bali?", "Berapa lama berwisata ke Bali sampai puas?", dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Saya pun awalnya bertanya-tanya demikian. Beruntung, saya sempat "menjejak" Bali. Pertama kali ke Bali tahun lalu, kami kurang mencari referensi, jadilah kami tak banyak berkeliling Bali waktu itu. Barulah tahun ini saat sudah sedikit "berpengalaman" berwisata Bali, kami (lumayan) puas berkeliling Bali walaupun tentu saja tak semua tempat sempat kami singgahi karena keterbatasan waktu. Untuk itu, berikut ini saya tuliskan tips dan trik panduan berwisata di Bali, khususnya bagi pemula dan berbudget pas-pasan. 


Naik apa ke Bali? 

Seperti juga Roma, banyak jalan menuju Bali. Paling mudah tentu saja naik pesawat. Tiket-tiket promo dengan harga di bawah Rp 400.000 sekali jalan banyak ditawarkan maskapai penerbangan. Semua maskapai Indonesia pernah menawarkan tiket-tiket murah ini. Tiket promo ini berlaku biasanya jika dipesan jauh hari sebelumnya. Jadi pastikan anda memesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya, bahkan satu tahun sebelumnya untuk mendapatkan tiket murah. Sebagai gambaran, saya memperoleh tiket pesawat Garuda dari Makassar ke Bali seharga tak sampai 400 ribu rupiah, pemesanan bulan April untuk penerbangan bulan November. Oh ya, jangan lupa sekalian membeli tiket pesawat pulangnya.

Jalur ke Bali lainnya adalah melalui darat untuk kemudian diseberangkan dengan kapal feri. Anda bisa naik bus menuju Bali, terutama jika Anda tinggal di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Harganya variatif tergantung jaraknya. Dari Jakarta ke Bali biasanya sekitar Rp 300.000. 

Kapan waktu terbaik datang ke Bali? 

Pikirkan musim hujan atau musim kemarau, tergantung jenis wisata apa kesukaan anda. Sepanjang tahun merupakan waktu yang baik untuk berwisata ke Bali, karena Bali menawarkan beragam aktivitas dan tempat wisata. Saat musim hujan, Anda bisa mengunjungi museum dan pusat kesenian. Namun, jika anda senang wisata pantai/ bahari dan gunung, maka pilih di musim-musim kemarau atau bulan-bulan minim hujan sekitar antara April sampai September. 

Selain itu, pikirkan juga musim liburan. Anda perlu memperhatikan musim padat kunjungan atau high season maupun peak season. Di masa-masa ini, harga-harga akan naik, terutama untuk tiket pesawat, rental mobil, dan akomodasi. Kenaikan harga bisa mencapai 25 persen. Musim padat kunjungan adalah pada bulan Juni-Agustus dan November-Januari. Tak hanya harga yang naik, saat ini pun Bali akan ramai dipadati turis. Jadi bersiap untuk kondisi jalanan yang lebih macet dan obyek wisata yang lebih ramai. 

Menginap di mana di Bali? 

Sebelum Anda mencari tahu akomodasi di Bali, rencanakan dulu daerah mana di Bali yang ingin Anda kunjungi. Biasanya, untuk turis yang pertama kali ke Bali akan langsung menuju daerah selatan Bali --disekitar Kuta-Legian-Seminyak-- yang memang pusat keramaian wisata di Bali. Daerah selatan yang tenar adalah kawasan Kuta. Di Kuta banyak tempat penginapan. Sesuaikan dengan bujet yang Anda miliki. Jika Anda mencari penginapan murah di bawah Rp 300.000 per malam, Anda bisa mencarinya di kawasan sekitar Gang Poppies (1 dan 2), Jalan Three Brothers, Jalan Raya Tuban, Gang Puspa Ayu, sampai Jalan Bakung Sari. Masuk ke gang-gang kecil dari jalan utama seperti Jalan Raya Kuta dan Jalan Raya Tuban, maka Anda akan menemukan hotel-hotel kecil ala guesthouse yang murah. Beberapa malah seperti kos-kosan dengan harga bisa di bawah Rp 100.000. Bagi anda yang berkantong tebal, hotel-hotel berbintang bisa Anda temukan di kawasan Jalan Kartika Plaza, Jalan Legian, dan Jalan Raya Kuta. Vila-vila yang menawarkan privasi dapat Anda temukan di kawasan Seminyak seperti di Jalan Drupadi. Mencari hotel bisa sebaiknya berdasarkan rekomendasi kenalan yang pernah menginap di hotel tersebut sebelumnya. Atau, jika Anda nekat baru mencari hotel saat tiba di Bali, tanyakan saja pada supir taksi tempat menginap yang bisa ia rekomendasikan. 

Sebagai referensi, saya menginap di Tune Hotels Kuta tahun lalu dan Tune Hotels Legian tahun ini. Saya memilih Tune Hotels karena murah, bersih, dan tidak ribet. Kalau pesan jauh hari sebelumnya, anda bisa mendapatkan tarif kamar murah seharga 200 ribuan per malam. Silahkan reservasi di tunehotels.com

Tapi Jika Anda tidak terlalu senang dengan keramaian dan hingar bingar khas Kuta, Anda bisa pilih destinasi lain di Bali yang lebih tenang dan "sepi". Coba daerah Sanur, Jimbaran, dan Nusa Dua, ketiganya berdekatan dengan pantai. Namun hotel-hotel di Nusa Dua tergolong mahal karena berkonsep kawasan resort. Anda juga bisa memilih menginap di kawasan Ubud yang terkesan masih alami. Namun tak ada pantai di kawasan ini. Ubud berada di kabupaten Gianyar. Gianyar memiliki banyak obyek wisata yang menarik, seperti kebun binatang, taman safari, wisata budaya, gunung, sampai pantai. Pilihan lain adalah kawasan Lovina, Singaraja, Harga-harga di sini masih murah, baik hotel maupun makanan. Namun jaraknya jauh dari bandara, sekitar tiga jam. Di timur Bali, daya tarik paling dominan adalah kawasan Candidasa di Karangasem dengan pantainya yang masih relatif tak ramai. Banyak penginapan murah maupun resor mahal di kawasan ini. Pilihan lain adalah Nusa Lembongan. Sementara Bali Barat, Anda bisa mencoba menginap di kawasan Canggu yang terkenal sebagai tempat selancar atau di sekitar Tanah Lot. Jika Anda penyuka gunung dan udara sejuk, kawasan Jatiluwih atau di seputar Gunung Batukaru bisa menjadi pilihan. Kawasan ini pun relatif masih sepi. 

Naik apa di Bali? 

Naik taksi bisa menjadi pilihan untuk mengantar Anda dari bandara ke hotel atau sebaliknya. Taksi di Bali relatif aman, termasuk taksi-taksi lokal Bali. Pilih taksi dengan argometer. Anda bisa juga manfaatkan fasilitas mobil antar jemput yang ada di hotel.

Setelah sampai di Bali, anda tentunya membutuhkan alat transportasi untuk ke tempat wisata. Kecuali anda hanya ingin di sekitar pantai Kuta, anda bisa jalan kaki saja. Namun mustahil anda tidak ke tempat wisata lain di Bali, anda butuh kendaraan. Transportasi umum seperti angkutan umum atau biasa disebut di Bali dengan bemo relatif susah, bahkan saya tak pernah melihat bemo disana, hanya angkot saya lihat sekali saja. Jika Anda sudah terbiasa dengan Bali, naik bemo dan bus Trans Sarbagita memang bisa menjadi pilihan. Namun jika ini pengalaman pertama kali Anda ke Bali, sebaiknya sewa mobil atau motor. Mobil untuk jumlah banyak, dan motor untuk satu atau dua orang saja.

Pilihan mobil untuk disewa beragam, harga tergantung jenis mobil yang disewa. Paling murah di kisaran Rp 200.000 sudah termasuk supir, namun belum termasuk bensin.  Ada baiknya Anda menyewa mobil sekaligus jasa supir, selain menghemat waktu tidak tersesat di jalan, Anda bisa mendapatkan rekomendasi pilihan-pilihan tempat wisata dan rumah makan. Perlu diingat, sewa mobil dengan supir di Bali hanya untuk 10 jam. Jika pemakaian lebih dari 10 jam, maka penyewa dikenakan biaya tambahan per jam. Untuk mencari sewa mobil sangat mudah, Anda bisa lakukan reservasi melalui online. Cara lain adalah mencari sewa mobil di bandara ataupun sekitar tempat menginap. Setiap rental mobil biasanya mematok harga tidak jauh berbeda. Namun ada baiknya Anda melalukan sedikit survey untuk mendapatkan harga terbaik. Sebagai referensi, keluarga saya menyewa tourguide berupa rental mobil plus sopir dan bensin seharga 1.300.000 untuk tiga hari, anda sudah puas keliling Bali. Kontak saja Bali Jack Tour atau Bli Wayan Degeng di 0817563612.

Pilihan lain adalah menyewa sepeda motor, namun repot jika Anda tak tahu jalan. Bisa juga dengan naik ojek. Negosiasikan harganya untuk mengantar Anda berkeliling seharian. Pilihan ojek cocok jika Anda berwisata sendirian. Sebagai referensi, saya menyewa motor untuk keliling Bali. Tarif rental motor Rp 50.000 selama 24 jam. Pihak hotel bekerjasama dengan pemilik rental. Untuk Tone Hotels bekerjasama dengan Ceria Transport. Cukup bayar di depan dan titip KTP sebagai jaminan. Coba kontak Ceria Transport di nomor telepon 081337002780 atau Oddy Transport di 08123695477.

Tour/ Travel Guide di Bali 

Jika anda memiliki dan familiar melihat peta, anda tak perlu menyewa khusus tour guide. Jika naik motor, anda tinggal mengintip peta yang disediakan gratis di hotel dalam bentuk booklet atau leaflet. Dengan bermodal kejelian melihat peta, anda akan sampai di tempat tujuan. Peta tak pernah bohong bukan? Namun jalur jalan di Kuta kadang searah, semrawut. Bahkan ada yang namanya jalan simpang siur yang membingungkan. Jalur jalan yang searah kadang membingungkan turis yang tidak memakai tour guide, kalau kelewatan mesti berputar jauh. Saya kagum dengan turis asing yang dengan mudahnya keliling Kuta, bahkan keliling Bali dengan sepeda motor. Jika memungkinkan, anda juga membutuhkan bantuan peta digital, tentu saja dengan koneksi internet di ponsel. Sebagai referensi, saya berlangganan internet untuk membuka googlemaps. Jangan malas melihat petunjuk jalan yang terpampang di atas jalan.

Makan di mana di Bali? 

Mau yang mahal atau yang murah, mau yang lokal khas masakan Indonesia atau masakan asing, semua bisa Anda temukan di Bali. Namun, berhati-hatilah jika Anda mencari masakan halal. Paling aman, cari rumah makan seperti rumah makan Padang, warung bakso, dan sebagainya. Untuk restoran, Anda bisa menanyakan terlebih dahulu untuk menu-menu halal. Kawasan Jalan Raya Tuban dan Jalan Teuku Umar termasuk yang terkenal untuk wisata kuliner berupa makanan nusantara dan halal. Coba juga makanan khas Bali berupa nasi jinggo yang mirip seperti nasi kucing ala Yogyakarta. Isinya hanya nasi, kacang tempe, ayam suwir, dan sambal. Sudah pasti halal dan harganya pun murah, hanya sekitar Rp 2.000. Tetapi tak cukup satu jika memakan nasi jinggo. Sebagai referensi, kami makan Nasi goring Lumajang di Jalan Patih Jelantik. Harga 10 ribu rupiah sudah kenyang. Sempat makan juga di KFC Carrefour Sunset Road, Makanan padang, Ayam Taliwang Bedugul, dan Pop Mie Instan yang dibeli di Minimarket. 

Bagaimana kalau menginjak banten? 

Suasana khas akan terasa begitu anda menjejakkan kaki di Bali. Paling banyak anda akan menemukan sesajen di pinggir jalan. Warga Bali menyebutnya "Banten". Banten berupa bunga dan persembahan lainnya dalam wadah janur (canang sari) biasa diletakkan di pintu masuk dan area-area yang sering dilalui orang setiap pagi. Seringkali muncul pertanyaan bagaimana kalau tidak sengaja terinjak. Sebenarnya tidak masalah jika memang Anda tak sengaja menginjaknya. Jika Anda menginjaknya di depan pemilik atau penjaga toko atau tempat sajen itu diletakkan, cukup berkata ”maaf”. Sebaiknya saat berjalan, hindari dengan melewatinya, jangan sampai Anda malah sengaja menginjaknya. Sama halnya dengan saat Anda berkunjung ke pura atau tempat-tempat yang dianggap suci oleh masyarakat setempat. Hargai dan ikuti istiadat setempat. Gunakan pakaian yang sopan. Jika Anda mengenakan celana pendek, pakailah sarung atau kain. Beberapa tempat juga mewajibkan Anda mengenakan kain sarung dan senteng. Jangan berjalan di depan orang yang sedang bersembahyang ataupun memotret dengan flash saat upacara berlangsung. Untuk perempuan, jangan masuk ke dalam Pura saat sedang datang bulan. Alhamdulillah saya tidak pernah menginjak Banten. 

Referensi Tempat Wisata Bali 

Setelah dua kali menginjakkan kaki di pulau Dewata, berikut ini adalah beberapa destinasi yang pernah kami singgahi berikut sedikit pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkannya. 

Pantai Kuta 
Ombak pantai kuta adalah tempat ideal bagi peselancar. Anda dilarang berenang disini kecuali nekad atau masih pagi. Anda bisa menikmati suasana pantai sambil sekedar melihat-lihat saja. Pantai Kuta menghadap ke Barat sehingga kawasan ini akan padat saat menjelang matahari terbenam (sunset). Anda bebas masuk ke lokasi pantai kapanpun, gratis, kecuali parkir kendaraan. Pantai Kuta termasuk pantai yang panjang karena bersambung dengan pantai Legian dan Pantai Seminyak. Saat pagi kadang anda mendapati turis mabuk mengelompok di tepi pantai, tidak mengganggu namun berisik. Menjelang siang banyak yang menawari kursus singkat berselancar atau membuat tatto.

Pantai Sanur 
Sejarah pantai Sanur dalam masa perjuangan kemerdekaan sangat menarik untuk dikenang. Konon, disinilah tempat pendaratan awal pasukan penjajah di Pulau Bali. Secara umum, pemandangan disini cukup indah, dengan karang pantai yang menawan. Pantai Sanur menghadap ke Timur sehingga banyak yang melewatkan Matahari terbit (sunrise) di tempat ini. Harga tiket masuk 5000 rupiah termasuk parkir kendaraan. 

Jimbaran 
Bagi penikmat makanan laut, Jimbaran adalah surganya. Suasana pantai Jimbaran yang luas dan putih bersih menghadap ke timur menjadi tempat yang romantis menikmati makan malam romantis. Tidak ada tiket masuk, namun anda bakal tidak enak bila tak membeli makan malam disana. Harga makanannya selangit (menurut kantong saya). Namun berbanding lurus dengan kepuasan yang diberikan. Tiap malam ada pertunjukan tari-tarian Bali yang ditampilkan masing-masing warung makan/ restoran.  Jangan masuk kesini jika bermodal pas-pasan.

Tanah Lot
Tanah Lot merupakan salah satu objek wisata terbaik di Bali, terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Kearah utara dari Kuta, anda bisa naik motor atau mobil kesini. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini. Pura Tanah Lot berdiri di pinggir laut anda boleh foto-foto disini. Namun anda harus berpakaian sopan. Mitosnya, konon jangan membawa pacar kesini. Wanita haid dilarang masuk ke pura. 

Pura Uluwatu
Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung. Butuh waktu satu jam dari Kuta untuk ke Pura Uluwatu. Tiket parkir Rp 2000 sedangkan tiket masuknya 15.000 per orang. Jika anda berpakaian minim, akan dipakaikan sarung di pintu masuk, jika sopan cukup dipakaikan selendang. Pintu masuk banyak ditemui monyet liar. Waspadai topi, kacamata, atau sendal anda jangan sampai diambil alih oleh monyet. Ada beberapa bagian di sekitar pura Uluwatu. Ada pura nya, tempat monyet-monyetnya, dan tempat pertunjukan tari Kecak nya. Paling indah saat menikmati sunsetnya. Wanita haid dilarang naik ke Pura.

Ubud 
Ada beberapa lokasi di Ubud selain pengrajin ukiran. Teras Ubud dan Monkey Forest bisa jadi tujuan wisata anda. Teras Ubud berada di tepi jalan. Anda dapat singgah dengan membayar parkir Rp 5000 per mobil untuk mengambil gambar foto terasering sawah Ubud yang indah. Setelah melewati teras Ubud, anda dapat ke Monkey Forest. Harga tiket masuk Rp 15.000 per orang. Sesuai namanya, disini anda bisa melihat-lihat taman dan kawasan hutan monyet. Jangan khawatir, monyetnya jinak dan lucu-lucu. Saya melihat monyet makan, cari kutu, menggendong bayinya, hingga bersenggama disini.

Kintamani 
Daerah Kintamani ada di sekitar Gunung Batur dan Danau Batur. Pemandangan disini sangat indah. Anda dapat membayar tiket masuk kawasan seharga Rp 5000 per orang. Banyak penjual asongan menjual pernak-pernik hingga baju disini. Terkesan maksa, jangan coba menawar jika anda tak mau beli.

Tanjung Benoa 
Tanjung Benoa terletak berdampingan dengan Nusa Dua, adalah pusat wisata bahari selain surfing karena air laut yang tenang. Anda gratis masuk kesini, banyak jasa pemandu watersport seperti parasailing, flying fish, ataupun diving. Namun harganya relatif mahal bagi kantong saya. Satu kali terbang parasailing selama lima menit ditebus Rp 100.000 per tiket, belum ditawar.

Pantai Dreamland 
Kepunyaan Tommy Soeharto. Kalau ke Pura Uluwatu melewati pintu masuk pantai Dreamland. banyak turis berjemur disini. Pasir dan ombaknya sungguh mempesona. Masuk gratis, parkir mobil Rp 5000

Pura Taman Ayun 
Salah satu pura tercantik di Bali. Jangan lupa singgah disini kalau ke arah Bedugul. Jarak sekitar setengah jam perjalanan dari Kuta dengan naik motor. Harga tiket Rp 10.000 per orang, anda sudah dapat foto-foto pura dan tamannya.

Bedugul 
Danau Bratan jadi tujuan wisata di daerah Bedugul. Ada tiga akses masuk ke danau dengan pengelola wisata yang berbeda. Namun paling sering dikunjungi wisatawan adalah Pura Ulun Danu Bratan yang terletak di tepi Danau. Harga tiket masuk Rp 30.000 per orang, tak pakai tiket Rp 10.000 per orang.

Oleh-oleh khas Bali 
Jangan lupa membawa oleh-oleh dari Bali untuk keluarga dan teman di rumah dan di kantor. Sepanjang jalan adalah tempat jajan oleh-oleh. Namun sebagai referensi tempat oleh-oleh murah ada di Pasar Sukawati. Namun jangan pelit-pelit menawar karena harga aslinya bisa separuh dari harga yang diberikan. Untuk pembelian oleh-oleh dalam jumlah banyak, disini tempatnya. Anda juga dapat membeli barang serupa di jalan Melasti di daerah Kuta namun dengan kualitas dan harga sedikit lebih tinggi. Tempat beli oleh-oleh lain adalah JOGER dan KRISNA, khusus bagi pemburu oleh-oleh berkualias ataupun sekedar dipakai sendiri.

Tergantung minat dan budget anda, anda dapat  berlama-lama di Bali. Tapi menurut saya, wisata di Bali kalau mau puas minimal tiga hari dan maksimal satu minggu. Cukuplah waktu tersebut untuk memanjakan mata. Hampir seluruh tempat wisata Bali dapat dijelajahi dalam waktu seminggu, dengan asumsi setiap tempat wisata paling lama satu jam anda berada disana.

Total Budget untuk dua orang selama 3 hari di Bali.
Transportasi tiket pesawat PP : 2 orang x Rp 400.000 x 2 kali = Rp 1.600.000
Transportasi Motor : 3 hari x Rp 50.000 = Rp 150.000
Bensin : Rp 100.000
Makan : 3 hari x 2 orang x Rp 50.000 = Rp 300.000
Transportasi Bandara Rp 150.000
Akomodasi : Rp 600.000
Total. Rp 2.900.000

Tertarik ke Bali (lagi)? Selamat berwisata di Bali.

24 Okt 2012

Menjejak Mamuju, Bumi Manakarra

Dahulu, mendengar kata "Mamuju", saya langsung membayangkan sebuah daerah transmigrasi yang jauh, terpencil, dan sunyi. Maklum saya belum pernah kesana, gambaran daerah Mamuju hanya melalui omongan orang yang pernah kesana ataupun diceritakan juga. Tapi itu dulu, saat arus informasi belum segencar era internet seperti sekarang. Sekarang dengan teknologi internet kita dapat menelusuri Mamuju tanpa menjejakkan kaki disana. Namun beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan menginjakkan kaki di tanah Mamuju, Bumi Manakarra, menjalankan sebuah misi yang tak pernah terbayangkan yang menurut saya mission imposibble. Sedikit akan saya ceritakan kisah perjalanan tersebut. 

Profil 
Kabupaten Mamuju terletak di sebelah barat Pulau Sulawesi. Berdasarkan UU RI No.26 Tahun 2004 tanggal 5 Oktober 2004 maka Kabupaten Mamuju bersama empat Kabupaten lainnya (Polewali Mandar, Majene, Mamasa dan Mamuju Utara) resmi menjadi sebuah Provinsi Sulawesi Barat dan ibukota Provinsi terletak di Kabupaten Mamuju setelah sebelumnya ke lima wilayah Kabupaten ini bergabung dengan Provinsi Sulawesi Selatan. 

Kabupaten Mamuju merupakan daerah yang terluas di Provinsi Sulawesi Barat. Secara geografis Kabupaten Mamuju terletak di posisi : 00 45' sampai 20 55' Lintang Selatan dan 45' sampai 1190 50' Bujur Timur. Kabupaten Mamuju berbatasan dengan Kabupaten Mamuju Utara disebelah Utara, Kabupaten Luwu Utara (Propinsi Sulawesi Selatan) disebelah Timur, Kab.Majene, Polewali Mandar dan Tator (Propinsi Sulawesi Selatan) disebelah Selatan, dan Selat Makassar (Propinsi Kalimantan Timur) disebelah Barat. 

Kabupaten Mamuju memiliki luas 801.406 Ha. Secara administrasi, Pemerintahan Kabupaten Mamuju terbagi atas 16 Kecamatan, 155 Desa / Kelurahan dan 2 UPT (Unit Pemukiman Transmigrasi). Dalam administrasi Pemerintahannya terdapat dua kecamatan di pegunungan, yaitu Kalumpang dan Bonehau, sedangkan Kecamatan Bala-Balakang mempunyai wilayah yang terletak di selat Makassar, dan 13 Kecamatan lain berada di wilayah pesisir pantai.

Sebagai ibukota Provinsi, Mamuju masih berstatus Kabupaten, belum sebagai sebuah Kota. Kota Mamuju sampai saat ini bukanlah sebagai daerah otonom yang memiliki Walikota ataupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota sendiri, melainkan masih menjadi bagian dari Kabupaten Mamuju. Namun jika merujuk pada Mamuju sebagai sebuah “kota”, maka Kota Mamuju yang saya maksud disini adalah “Pusat Kota Kabupaten Mamuju”, yaitu Kecamatan Mamuju. 

Kota Mamuju diapit pantai dan perbukitan. Kota ini berada di antara Palu (Sulawesi Tengah) dan Makassar (Sulawesi Selatan). Jarak Makassar-Mamuju adalah 446 km, dan Mamuju-Palu adalah 425 km. Oleh karenanya, Mamuju menjadi jembatan ekonomi atau pun budaya Kota Palu dan Makassar. Penduduk Kota Mamuju dominan etnik Mandar dengan beberapa sub-etnik kecil, seperti Bugis, Toraja, Makassar dan Jawa. Kota Mamuju dapat diakses lewat jalur darat, air, dan udara. Telah ada Bandar Udara di Kota ini, yaitu Bandar Udara Ahmad Kirang yang berada di desa Tampa Padang berjarak sekitar 35 km dari Pusat Kota Mamuju. Saat ini luas bandara tersebut berkisar 1.900 meter. Pesawat Boeing sudah bisa mendarat di Bandara ini. Sepengetahuan saya baru satu penerbangan yang melayani rute Makassar-Mamuju, yaitu pesawat Lion Air. Selebihnya dari Mamuju ke kota lain atau sebaliknya (selain Makassar) telah ada jadwal penerbangan walaupun masih sangat terbatas.

Sejarah 
Tanggal 14 Juli 1540 adalah hari jadi Mamuju. Peristiwa yang menjadi patokan penetapannya adalah terbentuknya Kerajaan Mamuju dari hasil perpaduan tiga buah kerajaan Kurri-Kurri, Langgamonar dan Managallang. Tahun 1950 didasarkan atas pemikiran dan fakta sejarah bahwa pada tahun tersebut, tercatat dalam sejarah Pelabuhan Kurri-Kurri sebagai pelabuhan Internasional yang telah menjadi persinggahan Portugis membawa barang komuditas pada rute Kerajaan Siang di Pangkaje'ne sebelum Gowa dan Manado Tua (Sulawesi Utara). Adapun tanggal, bulan dan tahunnya adalah hasil kesepakatan bersama masyarakat Mamuju. 

Lima tahun setelah kemerdekaan, pemerintah mengeluarkan UU Nomor 21 Tahun 1950, yang menjadi dasar hukum berdirinya Provinsi Administratif Sulawesi. Lima tahun kemudian ditetapkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tanggal 4 Juli 1959 tentang pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II di Sulawesi, Mamuju adalah salah satu daerah Tingkat II di Sulawesi, sehingga secara yuridis formal, Kabupaten Mamuju lahir sejak saat itu. Kemudian, pemerintah mengeluarkan UU Nomor 47 Tahun 1960 yang mengesahkan terbentuknya Sulawesi Selatan dan Tenggara. Lalu setelah itu, melalui UU Nomor 13 Tahun 1964 pemerintah memisahkan Sulawesi Tenggara dari Sulawesi Selatan.

Terakhir, pemerintah memecah Sulawesi Selatan menjadi dua, berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004. Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara dan Polewali Mandar yang tadinya merupakan kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan resmi menjadi kabupaten di provinsi Sulawesi Barat seiring dengan berdirinya provinsi tersebut pada tanggal 5 Oktober 2004 berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004.

Manakarra
Ada kata yang khas menggambarkan Mamuju, yaitu "Manakarra". Manakarra adalah nama dari Lambang daerah Kabupaten Mamuju. Menurut asal katanya, kata Manakarra berarti tanah yang keras. Namun secara umum dapat berarti Pusaka yang sakti atau petunjuk.  

Road to Mamuju
Untuk ke Mamuju dari Makassar dapat ditempuh selama 10 hingga 12 jam perjalanan darat atau satu jam perjalanan udara. Jarak Makassar-Mamuju berkisar 446 km dengan kondisi jalan bervariasi dari baik hingga buruk, lurus dan jalan berkelok, hingga turunan dan tanjakan. Maklum, Mamuju terletak persis antara daerah pegunungan dan pantai. 

Waktu tempuh perjalanan darat Makassar-Mamuju setara dengan waktu perjalanan udara dari Jakarta ke Tokyo atau dari Makassar ke Arab Saudi. Menurut teori saya, tidak ada bus yang melayani rute Makassar-Mamuju atau sebaliknya yang melakukan perjalanan siang, hal ini karena perjalanan sangat jauh, penumpang lebih baik tidur dalam bus sepanjang malam daripada mabuk darat saat perjalanan siang. Oleh karena perjalanan jauh ini, bus rute Makassar-Mamuju memberi fasilitas “tidur nyaman dalam bus” berupa pendingin ruangan (AC), kursi super empuk, bantal, dan selimut. Fasilitas ini bervariasi pada tiap bus dengan tarif antara 120 ribu sampai 145 ribu rupiah. Ada juga bus memberi fasilitas televisi, bahkan internet (wifi) gratis. Untuk kenyamanan, penumpang diberi fasilitas bus yang masih layak pakai bahkan bus baru dengan peredam kejut dari udara.  

Kalau anda ingin ke Mamuju dengan jalur darat, dapat mengendarai bus yang berangkat kesana tiap malam. Sepengamatan saya ada beberapa armada bus yang melayani rute Makassar-Mamuju PP antara lain bus Litha (terminal bus Litha di daerah Tello samping SPN Batua), bus Bintang Timur (terminal bus Bintang Timur di daerah Tello depan MTOS), bus Bintang Prima (terminal bus Bintang Prima di daerah jalan Perintis depan Perumahan Telkomas), serta bus lain seperti Manggala Trans dan Piposs yang saya tak ketahui terminal bus khususnya.

Transportasi dan Akomodasi 
Berangkat malam dari Makassar, akan tiba pagi di Mamuju. Sesampai di terminal (baru) Mamuju, anda akan disambut beberapa tukang ojek dan sebuah taksi kalau beruntung. Saya memberanikan naik ojek mencari warung makan dan penginapan, saya takut naik taksi, jangan sampai argonya "lari kuda". Tarif ojek mulai 5000 rupiah untuk jarak sangat dekat. Sebagai catatan, jangan membayangkan transportasi massal di kota Mamuju, tidak ada angkot (pete-pete) di kota ini, ojek dan becak adalah alat transportasi umum disini yang menandakan kota Mamuju belum maju.

Bagi anda yang barusan ke Mamuju dan membutuhkan fasilitas akomodasi untuk istirahat atau menginap, tersedia beragam fasilitas di kota ini mulai dari wisma, penginapan, atau hotel berbintang dengan tarif sesuai fasilitas yang ada. Tarif penginapan dan hotel bervariasi mulai 75 ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah. Menggantikan posisi Mamuju Beach Hotel yang legendaris, Hotel d’Maleo adalah hotel paling mewah di Mamuju, terletak di belakang kantor DPRD Mamuju di tepi pantai. Di depan kantor DPRD ada juga penginapan murah. Untuk kesini anda dapat naik ojek dari terminal baru dengan tarif 10 ribu rupiah.

Bagi anda yang mencari makanan, warung makan banyak tersebar di seantero kota dengan harga sesuai kantong. Saya sempat mencicipi masakan padang di jalan KS Tubun dan Sop Saudara plus ikan bakar di dekat Pasar. Sudah adakah fastfood di Mamuju? Entahlah, sebanding pertanyaan saya akan adanya sebuah pusat perbelanjaan (Mall).

Tempat Wisata
Tak ada tempat wisata yang sempat saya kunjungi di kota Mamuju. Saya hanya duduk-duduk sambil menyeruput kopi di tepi pantai Manakarra samping hotel Maleo dan shalat di Masjid Raya Mamuju.

Pantai Manakarra Mamuju


Masjid Raya Mamuju

Dua tempat ini saya rekomendasikan wajib anda kunjungi bila jalan-jalan ke Mamuju, karena gratis dan mudah dijangkau. Tempat wisata lain dapat anda cari sendiri di internet, sepertinya letaknya agak jauh dari pusat kota sehingga harus serius untuk pergi kesana. Saya sempatkan googling, wisata alam yang terdapat di Kabupaten Mamuju antara lain :
  • Pulau Karampuang terletak di Desa Karampuang Kecamatan Mamuju 
  • Permandian So'do terletak di Kelurahan Mamunyu Kecamatan Mamuju
  • Bone Tangnga terletak di Kecamatan Mamuju 
  • Air Terjun Tamasapi terletak di Kelurahan Mamunyu Kecamatan Mamuju
  • Anjoro Pitu terletak di Kecamatan Mamuju
  • Air Panas Padang Panga' terletak di Kecamatan Simboro Kepulauan
  • Gua Padang Panga' terletak di Kecamatan Simboro Kepulauan
  • Pantai Rangas terletak di Kecamatan Simboro Kepulauan
  • Gua Salletto terletak di Kecamatan Simboro Kepulauan 
  • Taman Wisata Bukit Jati Gentungan terletak di Kecamatan Kalukku
  • Pantai Lombang Lombang terletak di Kecamatan Kalukku
  • Gua Belang Belang terletak di Kecamatan Kalukku
  • Kayu Eboni Raksasa terletak di Kecamatan Kalukku
  • Pantai Samalon terletak di Kecamatan Kalukku
  • Pulau Bakengkeng terletak di Kecamatan Kalukku
  • Pasir Putih Tanjung Ngalo terletak di Kecamatan Tappalang Barat
  • Gua Dungkait terletak di Kecamatan Tappalang Barat
  • Air Terjun Lebani terletak di Kecamatan Tappalang Barat
  • Air Panas Pangsiangang terletak di Kecamatan Tappalang Barat
  • Tambang Emas Tradisional terletak di Kecamatan Papalang
  • Pantai Dato terletak di Kecamatan Sampaga
  • Air Terjun Biolo terletak di Kecamatan Tommo
  • Air Terjun Salu Ma'dinging terletak di Kecamatan Tommo
  • Perkebunan Kelapa Sawit terletak di Kecamatan Tommo
  • Air Terjun Taranusi terletak di Kecamatan Bonehau
  • Air Panas Maiso terletak di Kecamatan Bonehau
  • Gua Nenek Pulao terletak di Kecamatan Budong-Budong
  • Gua Tambulan terletak di Kecamatan Budong-Budong
  • Polo Pantai terletak di Kecamatan Pangale
  • Pantai Pangkang terletak di Kecamatan Pangale
  • Pantai Kombiling terletak di Kecamatan Pangale
  • Perkebunan Jeruk terletak di Kecamatan Pangale
  • Air Terjun Batu Parigi terletak di Kecamatan Tobadak
  • Pantai Kambunong terletak di Kecamatan Karossa
  • Pantai Kire terletak di Kecamatan Karossa
  • Tanjung Batu Oge terletak di Kecamatan Karossa 

Back to Makassar
Misi awal telah selesai, saatnya kembali ke Makassar. Anda dapat naik pesawat Lion Air dari Mamuju ke Makassar. Jadwalnya penerbangan hanya satu kali dalam sehari. Saya sendiri kembali ke Makassar dengan naik bus malam. Tiket bus dapat anda peroleh di terminal Mamuju. Ada banyak armada dari beberapa perusahaan bus disana. Seperti rute Makassar-Mamuju, rute Mamuju-Makassar dengan bus hanya ada pada malam hari. Namun anda dapat memesan tiket pagi atau siang hari sebelum berangkat agar anda tidak kehabisan tiket, apalagi di musim liburan dan hari raya. Selain membeli tiket di terminal, anda dapat memperoleh tiket juga di tengah kota pada perwakilan penjualan tiket bus dengan tarif yang sama.

 Terminal Baru Mamuju





sumber: mamujukab, wikipedia


8 Okt 2012

Lambang Garuda Berasal dari Samudera Pasai?



Garuda ditetapkan sebagai lambang Negara RI pada 11 Februari 1950 yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No 66 Tahun 1951. Lalu Sukarno memperkenalkan lambang itu kepada masyarakat pada 15 Februari 1950 di Hotel Des Indes Jakarta. Jadi selama lima tahun, Indonesia belum memiliki lambang negara.

Sultan Abdurrahman Hamid Alkadrie II (Sultan Hamid II) adalah pemenang sayembara lambang negara yang diadakan oleh Presiden Sukarno. Sedangkan usulan yang diajukan oleh M Yamin ditolak oleh panitia karena masih ada pengaruh Jepang melalui sinar matahari. 

Sebelumnya Garuda sudah menjadi lambang kerajaan atau stempel kerajaan di Jawa seperti kerajaan Erlangga. Lambang Garuda juga kepunyaan kerajaan Samudera Pasai di Aceh Utara. Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Sultan Malikussaleh (Meurah Silu) pada abad ke 13 atau pada 1267. Seorang petualang Ibnu Batuthah dalam bukunya Tuhfat al-Nazha menuturkan Samudera Pasai sudah menjadi pusat studi Islam di kawasan Asia Tenggara. Siapa yang merancang lambang kerajaan Samudera Pasai? “Lambang Kerajaan Samudera Pasai dirancang oleh Sultan Samudera Pasai, Sultan Zainal Abidin. Lambang burung itu bermakna syiar agama yang luas, berani dan bijaksana,” sebut R Indra S Attahashi kepada sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com, Sabtu (6/10). 


Indra menjelaskan, lambang berisi kalimat Tauhid dan Rukun Islam. Rinciannya, kepala burung itu bermakna Basmallah, sayap dan kakinya merupakan ucapan dua kalimat Syahadat. Terakhir, badan burung itu merupakan Rukun Islam. Pria kelahiran 1974 itu menjelaskan lambang itu disalin ulang oleh Teuku Raja Muluk Attahashi bin bin Teuku Cik Ismail Siddik Attahashi yang merupakan Sultan Muda Aceh yang diangkat pasca peristiwa Perang Cumbok pada 1945. Ketika itu, sambungnya, di Aceh Tamiang ada kerajaan sendiri bernama Kerajaan Sungai Iyu “Bisa saja disebut, lambang negara Indonesia ini meniru lambang Kerajaan Samudera Pasai yang duluan eksis sebelum kaum Nasionalis Marhainisme merancang NKRI. Padahal anggota Negara Islam Indonesia (NII) sudah melapor ke PBB untuk mendirikan NII tapi ditolak oleh sekutu,” ungkap generasi ketujuh dari Kerajaan Sungai Iyu. 

 Indra menjelaskan, lambang Kerajaan Samudera Pasai itu sudah ada dalam silsilah keluarganya lebih dari 100 tahun lalu. Dari kakek atau nenek, lambang itu diwariskan dari generasi ke generasi dikisahkan bahwa itu lambang Kerajaan Samudera Pasai. Disebutkan, asal-usul mereka berasal dari keturunan Turki yakni Al Ghazy Syarif Attahashi yang merupakan panglima memimpin utusan Dinasti Usmaniyah (Ottoman) yang membantu Aceh menghadapi serangan Portugis. Kemudian panglima ketujuh itu menikah dengan seorang putri Sultan Iskandar Muda. Perihal lambang Negara Indonesia mirip dengan lambang Kerajaan Samudera Pasai juga dituturkan oleh Ibrahim Qamarius, dosen Universitas Malikulsaleh Aceh Utara. Setelah digelar seminar International Conference and Seminar "Malikussaleh; Past, Present and Future" di Aceh Utara pada 11-12 Juli 2011, masyarakat mengirim lambang Kerajaan Samudera Pasai yang merupakan replika. Lambang itu dilukis oleh Teuku Raja Muluk Attahashi, keturunan dari panglima Turki Utsmani yang ke Aceh ketika Sultan Iskandar Muda menghadapi Portugis, pimpinan dari Panglima Tujuh Syarif Attahashi. 

 Ibrahim menjelaskan, walaupun lambang Indonesia mirip dengan Kerajaan Samudera Pasai belum bisa dipastikan Indonesia meniru dari Samudera Pasai. Menurutnya, perlu pengkajian lebih lanjut “Panitia melakukan pengkajian konprehensif mengenai lambang/gambar tersebut dan kemungkinan dibahas pada International Conference and Seminar Malikussaleh kedua pada 2013,” ungkap Ibrahim yang mantan ketua panitia konferensi itu. Terlepas dari klaim inspirasi Garuda dari Kerajaan Samudera Pasai dan sebagainya, seperti dipaparkan sejarawan Aswi Warman Adam justru ini merupakan kecintaan terhadap bangsa Indonesia.

1 Sep 2012

Hari Polwan Indonesia

Polwan, adalah satuan Polisi khusus yang berjenis kelamin wanita. Sejarah kelahiran Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia tak jauh berbeda dengan proses kelahiran Polisi Wanita dinegara lain. Penanganan dan penyidikan terhadap kasus kejahatan yang melibatkan kaum wanita baik korban maupun pelaku kejahatan.


Polwan di Indonesia lahir pada 1 September 1948, berawal dari kota Bukit Tinggi Sumatera Barat tak kala pemerintah Indonesia menghadapi Agresi II pengungsian besar-besaran antara lain dari semenanjung Malaya yang sebagian besar kaum wanita. Mereka tidak mau diperiksa apalagi digeledah secara fisik Polisi pria. 


Pemerintah Indonesia menunjuk SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukit Tinggi untuk membuka "Pendidikan Inspektur Polisi" bagi kaum wanita, setelah melalui seleksi terpilih 6 (enam) orang gadis remaja yang kesemuanya dari ranah minang antara lain: Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina, Dahniar, Djasmainar dan Rosnalia. Ke enam gadis remaja tersebut secara resmi tanggal 1 September 1948 mulai mengikuti Pendidikan Inspektur Polisi di SPN Bukit Tinggi, sejak itu dinyatakan lahirlah Polisi Wanita yang akrab dipanggil Polwan. Ke enam Polwan angkatan pertama tersebut juga tercatat sebagai wanita ABRI pertama di tanah air yang kini kesemuanya sudah pensiun dengan rata-rata berpangkat Kolonel Polisi (Kombes). 

Tugas Polwan di Indonesia terus berkembang tidak hanya menyangkut masalah kejahatan wanita, anak-anak dan remaja, narkotika dan masalah administrasi bahkan berkembang jauh hampir menyamai berbagai tugas Polisi prianya. Bahkan di penghujung tahu 1998, sudah lima orang Polwan dipromosikan menduduki jabatan komando (sebagai Kapolsek). Hingga tahun 1998 sudah 4 orang Polwan dinaikkan pangkatnya menjadi Perwira Tinggi berbintang satu. 

Kenakalan anak-anak dan remaja, kasus perkelahian antar pelajar yang terus meningkat dan kasus kejahatan wanita yang memprihatinkan. Dewasa ini adalah tantangan amat serius Korps Polisi Wanita untuk lebih berperan dan membuktikan eksistensinya di tubuh Polri. Hingga saat ini juga sudah ada Polwan yang memegang jabatan sebagai Kapolres. Selamat hari polwan Nasional, tetap semangat mengayomi masyarakat. 

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Polwan

29 Jun 2012

Nasi Goreng, Kuliner Paling Indonesia

Hampir semua manusia di muka bumi mengenal beras. Lebih dari separuh penduduk bumi mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok. Beras tersebut harus diolah dulu menjadi nasi untuk dapat dikonsumsi. Bagaimana dengan nasi yang disangrai atau digoreng atau lebih dikenal dengan nasi goreng (fried rice)? Sepertinya tak banyak penduduk bumi yang mengkonsumsinya secara massal selain di Indonesia.

Nasi goreng adalah sebuah makanan berupa nasi yang digoreng dan diaduk dalam minyak makan atau margarin. Untuk membuat nasi goreng diperlukan api, wajan dan sedetan. Bahan dasarnya adalah nasi, dan bumbu minimal adalah garam, bawang merah dan bawang putih. Ada berbagai macam resep nasi goreng tapi unsur utamanya adalah nasi, garam, dan minyak goreng tersebut. Selain itu banyak bahan makanan tambahan lain yang dapat dimasukkan dan dicampur dengan nasi goreng seperti sayuran, daging, sambal, saus, kerupuk, telur goreng, dan sebagainya.

Selain dapat dimakan dengan jenis makanan apa saja, nasi goreng dapat dimakan kapan saja. Awalnya banyak orang Indonesia memakannya untuk sarapan, biasanya menggunakan nasi sisa makan malam sebelumnya. Nasi yang digunakan untuk membuat nasi goreng sudah ditanak terlebih dahulu dan dibiarkan mendingin (bahkan hampir basi), sehingga menjadi alasan memakai nasi yang ditanak sehari sebelumnya. Daripada basi dan dibuang, mending diolah ulang jadi nasi goreng.


Meski sebagian besar warga Indonesia membuat nasi goreng untuk sarapan, makanan ini juga merupakan pilihan populer untuk makan siang hingga larut malam yang dijajakan oleh pedagang jalanan, warung, dan juga penjaja gerobak keliling yang sering menyusuri kawasan permukiman di Indonesia. Di kompleks perumahan dan jalan protokol dengan mudahnya kita menjumpai warung nasi goreng. Boleh di cek, hamper semua warung tepi jalan di Indonesia menampilkan nasi goreng sebagai menu favoritnya. Walaupun sampai saat ini saya belum pernah jumpai “warung nasi goreng begadang” seperti halnya ”coto begadang” di Makassar yang buka 24 jam, tapi saya yakin pasti ada warung makan yang buka 24 jam yang menjadikan nasi goreng sebagai menu favoritnya. Penjaja gerobak keliling dan warung nasi goreng yang menjamur ini menandakan nasi goreng sudah menjadi makanan utama favorit masyarakat Indonesia, bukan hanya untuk sarapan.

Makanan Rakyat Indonesia
Indonesia adalah negara yang paling kaya kulinernya. Dari ribuan suku di Nusantara, tentunya ada satu sampai beberapa jenis makanan khas dari suku tersebut. Contohlah coto khas Makassar, atau sate khas Madura. Walaupun khas daerah tertentu, namun ada saja kuliner tersebut didapati di daerah lain. Contohlah coto Makassar dengan sulitnya dapat ditemukan di tepian jalan kota Surabaya. Begitu pula sate Madura dengan mudahnya ditemukan di emperan toko kota Makassar tiap malamnya, walaupun bukan di daerah asalnya. Begitulah, kuliner tersebut adalah kuliner daerah yang sudah mulai me-Nasional walaupun tidak semua daerah sudah terkontaminasi. Contohlah lagi kota-kota kecil di Papua atau Kalimantan, sudahkah mereka mengenal coto Makassar? Saya yakin belum semua tahu. Anda yang membaca tulisan ini pun belum tentu tahu atau malah pernah mencicipi yang namanya coto Makassar.

Lalu, kuliner apa yang seluruh daerah di Indonesia tahu? Saya yakin jawabannya adalah NASI GORENG. Terlepas dari beragam variannya, nasi goreng adalah kuliner yang khas Indonesia. Hampir seluruh penduduk Indonesiamungkin pernah merasakan nasi goreng, bahkan malah hobi makan nasi goreng. Boleh ditanya orang dari Sabang sampai Merauke, saya yakin semua kenal dengan nasi goreng, bahkan sudah ada nasi goreng khas daerah tertentu. Nasi goreng Jakarta contohnya, nasi goreng khas ibukota Jakarta, walaupun saya masih sulit membedakan ke khasan nasi goreng Jakartadengan nasi goreng pada umumnya. Makanya saya berani menyebut nasi goreng adalah kuliner Nusantara yang paling Indonesia. Hampir semua daerah mungkin ada nasi goreng khas daerahnya. Nasi goreng Jakarta, Nasi goreng Medan, Nasi goreng Bali, dan nasi goreng Bugis sebagai contohnya. Mungkin saya tidak pernah mendengar nama Nasi Goreng Papua, tapi saya yakin orang Papua tahu dan pernah makan nasi goreng.

Banyaknya variasi jenis Nasi Goreng yang dapat ditemukan di Indonesia merupakan ekspresi kreativitas masyarakat Indonesiadalam meracik kreasi jenis kuliner dengan aneka citarasa, baik dari pengaruh bahan dasar lokal maupun pengaruh citarasa masakan internasional. Saya sendiripun memiliki nasi goreng khas buatan saya, saya sebut nasi goreng ala kadarnya. Yang membuktikan nasi goreng adalah kuliner paling Indonesia.

Pada tahun 2011, sebuah polling Internet yang diadakan oleh CNN International dan diikuti oleh 35.000 orang menempatkan Nasi Goreng pada peringkat dua dalam daftar “50 Makanan Terlezat di Dunia” setelah rendang. Masih ingat jugakah anda dengan pujian Presiden Amerika Serikat Barrack Obama akan kesukaannya terhadap nasi goreng, emping, dan bakso?

Walaupun dari catatan sejarah, nasi goreng berasal dari Tionghoa, tahukah anda kalau sekarang nasi goreng telah didaulat menjadi masakan nasional Indonesia?  Masakan nasional adalah resep masakan, makanan atau minuman yang melambangkan negara, bangsa, atau kawasan tertentu. Biasanya merupakan masakan yang populer dan sering dibuat di negara tersebut. Selain nasi goreng, gado-gado, sate, dan soto adalah masakan nasional Indonesia.

Nasi adalah sebuah bagian penting dari masakan tradisional Tionghoa, menurut catatan sejarah sudah mulai ada sejak 4000 SM. Nasi goreng kemudian tersebar ke Asia Tenggara dibawa oleh perantau-perantau Tionghoa yang menetap di sana dan menciptakan nasi goreng khas lokal yang didasarkan atas perbedaan bumbu-bumbu dan cara menggoreng. Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan.


Makanan Semua Kalangan
Masakan nasional Indonesia ini tidak mengenal batasan kelas sosial. Nasi goreng dapat dinikmati secara sederhana di warung tepi jalan, gerobak penjaja keliling, hingga restoran, hotel dan meja prasmanan dalam pesta. Nenek saya di kampung sering membuat Nasi goreng kampung. Bahan utamanya adalah Nasi sisa makan malam, minyak goreng sisa, bawang merah, dan garam. Sangat sederhana bukan?

Nasi goreng adalah salah satu makanan populer di restoran-restoran Indonesia atau Asia. Makanan ini sering disajikan untuk sarapan di hotel-hotel Indonesia. Di restoran, makanan ini disajikan sebagai hidangan utama yang dilengkapi telur, ayam goreng, sate, sayuran, makanan laut seperti udang goreng atau ikan, dan kerupuk. Di warung, jika ditambah telur ceplok namanya nasi goreng istimewa. Mereka menjual nasi goreng biasa dengan sedikit potongan ayam goreng, telur dadar, sayuran, dan mentimun.

Beberapa restoran menyediakan nasi goreng istimewa versi mereka sendiri, seperti Nasi Goreng Kambing Pete, Nasi Goreng Teri Medan, Nasi Goreng Aceh, Nasi Goreng Udang, dll.

Nasi Goreng Instan
Bumbu nasi goreng adalah pasta bumbu nasi goreng instan yang dituangkan setelah menggoreng nasi putih. Saat ini, saking populernya nasi goreng, telah banyak dijumpai bumbu nasi goreng instan dalam kemasan. Sejumlah merek bumbu nasi goreng dijual di supermarket dan warung tradisional. Saat ini bahkan telah ada paket nasi goreng beku yang dihangatkan menggunakan microwave untuk dibawa pulang yang dijual di supermarket kelas dunia..


Tidak salah bukan kalau saya sebut nasi goreng adalah kuliner paling Indonesia.



4 Apr 2012

Menjejak Surga di Sulawesi Selatan

Saya adalah pencinta wisata (a.k.a jalan-jalan alias pajokka). Kemanapun asal murah, meriah (dan tidak mencret) jika ada kesempatan pasti akan saya jabani. Saya membatin, seandainya saya punya kesempatan berkeliling Sulawesi Selatan, mengelilingi propinsi ini karena janji-janji akan keeksotisannya di dunia maya. Selain eksotis, letak Sulawesi Selatan sangat strategis menjadikannya layak menjadi wisata impian. 

Di pantai, di laut dan di dasar laut Sulsel menjanjikan pemandangan surgawi yang membuat pengunjungnya akan betah karena menemukan pesona yang tiada bandingnya. Di darat dengan pemandangan persawahan, perkebunan, pegunungan, udara sejuk bersih dan alami semuanya dapat dinikmati di Sulsel. Kita juga bisa menyaksikan gua-gua arkeologi peninggalan masa lalu dengan sejuta misteri alam lainnya. ataupun bangunan peninggalan zaman penjajahan sebagai saksi sejarah perlawanan rakyat Sulsel terhadap kolonialisme. Aktifitas Budaya pun tak kalah mempesonanya, mulai dari upacara tradisi sampai pada kehidupan tradisional masyarakat di pedesaan. Andapun dapat mengikuti proses budaya masyarakat Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja hanya di Sulsel. Janji surga, bukan?



Sayangnya, saya adalah orang asli Bugis Makassar yang belum sempat mengarungi surga dunia di pusat kepulauan Nusantara ini. Pun jika suatu saat diizinkan keliling Sulawesi Selatan selama 30 hari, saya bermimpi menulis diary nya seperti berikut ini. 


Hari 1 : Kota Makassar * Mendarat di Bandara Udara Sultan Hasanuddin Makassar * Dengan bus airport, mencari penginapan murah dekat pantai Losari (adakah?) * Cari tempat sewa/ rental motor selama 30 hari. (adakah?) * Benteng Fort Rotterdam * Pantai Losari 

Hari 2 : Kabupaten Gowa * Benteng Somba Opu * Istana Raja Gowa “Balla Lompoa” * Makam Sultan Hasanuddin * Malino, dengan pemandangan Hutan pohon Pinus, melewati pemandangan pegunungan dan Kebun Teh * Air terjun Malino 

Hari 3 : Kabupaten Takalar * Pantai Tope Jawa 

Hari 4 : Kabupaten Jeneponto * Pantai Pasir Putih Kassi * Cagar Budaya Makam Raja-raja Binamu * Panorama Alam Loka Jenetallasa * Bungun Salapang di Toroang Batang 

Hari 5 : Kabupaten Bantaeng * Permandian Eremerasa * Loka Camp * Pantai Marina Korong Batu, berkeliling disepanjang pantai dengan perahu nelayan. 

Hari 6 : Kabupaten Bulukumba * Kawasan Adat Ammatoa Kajang * Tana Beru, Tempat Pembuatan Perahu Tradisional Pinisi * Pantai Bira * Pulau Kambing 

Hari 7 : Kabupaten Selayar * Taka Bonerate * Desa Wisata Jammeng * Pantai Baloyya 

Hari 8 : Kabupaten Sinjai * Taman Bersejarah Batu Pake Gojeng * Pulau Sembilan - Hutan Mangrove * Benteng Balangnipa (Balangnipa Fortrees)

Hari 9 : Kabupaten Bone * Tanjung Pallette 

Hari 10 : Kabupaten Soppeng * Permandian Air Panas Lejja * Pemandian Alam Ompo * Menikmati langit penuh kelelawar * Rumah 1000 tiang (Bola seratue) * Gua Coddong Cita * Makan tape ketan hitam Soppeng 

Hari 11 : Kabupaten Wajo * Agro Wisata Sutera di Sabbang Paru * Danau Tempe 

Hari 12 dan 13 : Kabupaten Luwu dan Kota Palopo * Masjid Jami, masjid tertua di Sulawesi Selatan * Museum Batara Guru, istana kerajaan Luwu 

Hari 14 : Kabupaten Luwu Timur * Pulau Bulupoloe * Industri Nikel INCO * Pantai Lemo * Sungai Malili 

Hari 15 : Kabupaten Luwu Utara * Air terjun Sarambu Alla * Penangkaran Buaya Radda 

Hari 16 dan 17 : Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara * Upacara rambu solo (bila ada) * Tongkonan Pallawa * Bukit peti mati Londa * Ke’te Kesu * Batu menhir Batu Tumonga di * Pemakaman Lemo 

Hari 18 : Kabupaten Enrekang * Kaki Gunung Latimojong * Buttu Kobobong (Gunung Bambapuang) * Desa tanpa asap rokok Bone-Bone 

Hari 19 : Kabupaten Sidrap * Sanggar Kerajinan Tenun Sutra 

Hari 20 : Kabupaten Pinrang * Permandian Air Panas Sulilie * Pantai Ujung Tape * Air Terjun Kalijodoh * Permandian Air Panas “Lemo Susu” * Pulau Kamarrang * Permandian Air Terjun Karawa * Rumah Makan Terapung * Benteng Paremba * Bendungan Benteng * Monumen Lasinrang * Permandian Balaloang Permai 

Hari 21 : Kota Pare-Pare * Hutan Kota (Jompie) * Pantai Lumpue * Pantai Cempae Sumur Jodoh * Hunting barang loakan di pasar Cakar Hari 22 : Kabupaten Barru * Pulau Dutungeng * Air Terjun Waesay 

Hari 23 : Kabupaten Pangkep * “Waterboom” di kaki bukit Karst Mattampa * Pulau Kapoposang * Taman Purbakala Sumpang Bita 

Hari 24 : Kabupaten Maros * Menikmati Pemandangan Alam Air Terjun Bantimurung, masuk ke Goa Jodoh dan Goa Mimpi * Taman Prasejarah Leang-Leang 

Hari 25 sampai Hari 30 : Kota Makassar * Pulau Kayangan dan Samalona * Trans Studio Makassar * Shopping mencari oleh-oleh khas Makassar di Pusat Perbelanjaan Souvenir di kawasan Jalan Somba Opu * Menikmati Sunset di Akkarena * Makam Pangeran Diponegoro * Makam Raja-raja Tallo * Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat * Mall Panakkukang  * Monumen Korban 40.000 Jiwa * Lapangan Karebosi dan Karebosi Link * Pelabuhan Paotere * Museum Kota * Masjid Raya Makassar * Masjid Al Markaz Al Islami (Masjid M. Yusuf). 

Ini baru ke lokasi wisata yang diketahui, belum soal tempat wisata tersembunyi yang hanya penduduk lokal yang tahu, belum juga soal kisah mencicipi kuliner Sulsel yang khas dan menggugah selera. Tapi saya yakin 30 hari tidak akan cukup keliling Surga wisata di Sulsel. Surganya terlalu luas! 

Mimpi saya kemudian adalah saya bisa keliling Sulsel dengan budget yang terbatas. Kasihan kan orang Sulsel sendiri jika tidak tahu bahwa di tanahnya ada gambaran surga hanya gara-gara keterbatasan dana? Surganya hanya dinikmati turis lokal luar Sulsel dan Mancanegara. 

Itulah mimpi saya, namun ada beberapa hal yang sangat saya butuhkan untuk mewujudkan mimpi ini antara lain. 
  1. Akses transportasi yang aman, murah dan nyaman... Saya membutuhkan alat transportasi umum berupa bus atau kereta api, bukan taksi ataupun mobil wisata agar dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat Sulsel (konon masyarakat Sulsel berkarakter keras namun ramah, karakter yang sangat menarik untuk diselami). Namun kereta api belum ada di Sulsel, Cuma ada bus atau pete-pete (angkot mikrolet). Pilihan selanjutnya untuk berkeliling adalah motor. Saya teringat dengan Bali dan rental motornya. Tak sulit mendapatkan transportasi murah berupa rental motor di Bali ini. Tentunya turis pengendara motor butuh rasa aman dan nyaman berupa etika berlalulintas yang baik dari masyarakat lokal dan fasilitas jalan yang memadai.
  2. Peta Objek Wisata... Masih dengan Bali, saya takjub dengan informasi akurat yang tersaji dalam bentuk peta objek wisata dalam bentuk selebaran. Peta ini disediakan oleh asosiasi hotel di Bali sehingga seluruh hotel jenis apapun mempunyai peta wisata Bali. Perlu dicatat, peta ini mudah didapatkan dan gratis. Andai pengelolaan wisata Sulsel seperti Bali. 
  3. Masyarakat yang ramah... Sepertinya masyarakat Sulsel terkenal ramah. Baguslah. Namun perlu lagi sosialisasi mengenai letak objek wisata di masyarakat lokal agar wisatawan yang sekedar bertanya tidak tersesat karena tidak segan bertanya pada masyarakat lokal. Bagaimana kita mau bertanya jika masyarakat lokal sendiri tidak tahu lokasi wisatanya? 
  4. Fasilitas tarik tunai ATM... Sepertinya semua Kabupaten di Sulsel telah memiliki fasilitas ini. Baguslah. 
Saya percaya sepenuhnya dengan pemerintah pusat maupun daerah mengenai komitmen pengembangan wisata di Sulawesi Selatan. Ini terbukti dengan terbitnya berbagai peraturan untuk mendukung hal tersebut, antara lain : 
  • Undang-Undang nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan 
  • Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.59/pw.007/MKP/2010 tentang Penetapan Benda Cagar Budaya di Makassar (Sulawesi Selatan) 
  • Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 9 Tahun 2009 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009 – 2029. 
Namun demikian, sedikit saya sarankan agar pemerintah propinsi dan kabupaten/kota lebih bersinergi dalam pengembangan obyek wisata ini. Jangan ada tumpang tindih pengelolaan yang ujung-ujungnya membuat obyek wisata menjadi terbengkalai dan salah urus. Belum lagi soal akses transportasi yang aman, nyaman, dan murah bagi wisatawan perlu dibenahi oleh sektor lain di luar Dinas Pariwisata. Memang butuh kerja keras untuk mengesplorasi dan membangun obyek wisata di Sulsel, namun dengan kemauan keras dan komitmen semua pihak termasuk masyarakat Sulsel, surga di Sulawesi Selatan dapat diwujudkan.

Salam Mimpi Surga.

13 Mar 2012

Perubahan Zona Waktu Indonesia

Menurut saya waktu itu mutlak, namun hitungannya relatif, bisa diubah sesuai kesepakatan. Saat ini, kita "dipaksa" sepakat akan hitungan waktu tersebut. Satu tahun mengikuti gerak bumi mengitari matahari, 365 hari (tahun Miladiyah mengikuti perputaran matahari, tahun Hijriyah mengikuti  perputaran bulan). Satu tahun terdiri dari 12 bulan, satu bulan terdiri dari 29 sampai 31 hari, satu hari terdiri dari 24 jam, 1 jam adalah 60 menit, 1 menit adalah 60 detik, begitu kesepakatannya. Kita juga dipaksa sepakat jika pusat jam dunia (GMT 0) ada di London, Inggris.


Saat ini, kita juga sepakat Indonesia terbagi atas tiga zona waktu, Timur, Tengah, dan Barat.

  • Waktu Indonesia Barat atau WIB yang mencakup pulau Jawa, Sumatera, serta Kalimantan Barat dan Tengah (GMT+7). 
  • Waktu Indonesia Tengah atau WITA yang mencakup Sulawesi, Kepulauan Sunda Kecil, serta Kalimantan Selatan dan Timur (GMT+8). 
  • Waktu Indonesia Timur atau WIT yang mencakup Maluku dan Papua (GMT+9). 
Penulisan zona waktu Indonesia dalam singkatan bahasa Inggris dapat membingungkan dan sering terjadi salah arti. WIT dalam singkatan bahasa Inggris adalah Western Indonesian Time, sedangkan dalam bahasa Indonesia adalah Waktu Indonesia Timur. Contohnya dalam sistem operasi Linux, penyetelan format waktu (etc/localtime) mengikuti standar instalasi dimana zone Asia/Jakarta menggunakan WIT.

Saya teringat saat pergantian tahun baru kemarin, saat itu saya berada di Surabaya (WIB), berkumpul bersama keluarga. Saat tepat jam 12 malam (pergantian tahun), zona waktu Makassar (WITA), daerah asal saya sudah melewatkannya sejam yang lalu, zona waktu  WIT malah dua jam telah memasuki "tahun baru". Sedikit lucu saja rasanya, secara logika saya telah melewatkan "tahun baru" selama sejam namun baru "merayakannya", merasa telat sejam. Begitu juga saat "berulang tahun" di zona waktu berbeda dengan tanah kelahiran, zona waktu mana yang digunakan?

Untuk meminimalisir "kelucuan" ini, Pemerintah berencana menyatukan zona waktu dari semula tiga menjadi satu. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, penyatuan ini akan menghemat keuangan negara dan secara ekonomi mendatangkan keuntungan. "Ada penelitian yang menyatakan penyatuan zona waktu menjadikan pengaturan lebih mudah sehingga bisa memangkas biaya hingga triliunan rupiah," kata Hatta. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia Edib Muslim menyatakan, zona waktu tunggal ini akan menambah transaksi perdagangan Rp500 miliar sehari. Peningkatan itu terjadi karena pedagang dari kawasan Waktu Indonesia Tengah (Wita) dan Waktu Indonesia Timur (WIT) bisa satu waktu dengan Jakarta, sehingga tak ada waktu terbuang karena menunggu satu atau dua jam perdagangan di Jakarta dibuka.


Rencananya, penyatuan waktu ini akan mengikut ke WITA.GMT+8 dipilih karena berada di tengah-tengah antara WIB dan WIT. Dengan penetapan zona waktu tunggal menjadi Greenwich Mean Time (GMT) +8, waktu Indonesia akan sama dengan waktu Malaysia dan Singapura. "Kalau zona waktu sama dengan negara-negara tetangga, ada penghematan besar dalam jam kerja, traffic, maupun aktivitas ekonomi," ujar Hatta. Kesamaan waktu dengan Singapura, Malaysia, dan Hong Kong juga membuka kesempatan bisnis baru. Keuntungan penyamaan zona dapat pula dirasakan oleh Bursa Efek Indonesia karena tidak lagi menjadi pengikut bursa Singapura. Belum diketahui secara pasti kapan rencana ini bisa direalisasi. 

Penyatuan zona waktu--WIB, Wita, dan WIT--diperlukan untuk meningkatkan produktivitas nasional. Selisih satu jam di antara tiga zona waktu di Indonesia ini tidak efektif. Contoh, transaksi perdagangan di Jakarta dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 17.00 WIB. Ini berarti waktu efektif untuk aktivitas perdagangan antara dunia usaha di zona barat dan timur cuma empat jam. Melalui GMT+8, penduduk Indonesia yang tinggal di kawasan timur dan tengah bakal memiliki waktu transaksi yang lebih banyak dengan masyarakat yang tinggal di kawasan barat. 

Namun demikian, pemerintah harus mempertimbangkan faktor alamiah sebelum menyatukan zona waktu. Terdapat perbedaan permulaan waktu yang signifikan antara barat dan timur. Misalnya, perbedaan waktu terbit dan tenggelam matahari yang berselisih hingga dua jam. Penyamaan zona waktu tentu akan menyamakan waktu kerja dan kegiatan perekonomian. 

Perubahan zona waktu pernah terjadi pada 1987 untuk Bali. Dengan mempertimbangkan sektor pariwisata, Bali yang semula masuk ke zona bagian barat diubah masuk bagian tengah. Apa yang dilakukan Indonesia sudah didahului Rusia dua tahun silam. Pada 29 Maret 2012 Negara beruang merah itu berniat mengurangi 11 zona waktu yang ada. Alasannya serupa. Kata Presiden Medvedev perubahan jadwal Rusia dapat membantu untuk memberi nafas kehidupan baru dalam kegiatan bisnis. "Ini mungkin juga dapat membantu memperkuat posisi Rusia sebagai jalur dalam infrastruktur informasi global." Perubahan ini akan mempengaruhi dua wilayah Rusia Eropa dan tiga wilayah di Siberia. Warga Rusia, yang tinggal di sana akan bisa menahan diri karena jarum jam harus diundurkan beberapa jam sebelumnya, sehingga mereka dapat 'mengejar' dengan zona waktu tetangga mereka. 

Penyatuan zona waktu tidak akan mengganggu pelaksanaan salat lima waktu. Umat Islam mudah menyesuaikan sebab salat lima waktu patokannya matahari, bukan jarum jam. Waktu salat menyesuaikan waktu setempat.

Bagaimana menurut anda? Kira-kira hal "lucu" apa yang terjadi jika zona waktu Indonesia benar-benar diubah menjadi satu waktu?

Sumber: tempo, wikipedia
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...