Tampilkan postingan dengan label makassar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makassar. Tampilkan semua postingan

26 Jul 2013

Profil 10 Pasang Calon Walikota Makassar


 

KPUD Kota Makassar telah menetapkan nomor urut untuk 10 pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Pengundian nomor urut pasangan calon dilakukan dengan tiga tahap. Tahap pertama, Ketua Panwaslu Makassar, Amir Ilyas mengambil nama salah satu pasangan calon yang ada di kotak pertama. Kemudian nama pasangan calon yang telah diambil, dipersilakan mengambil nomor antrean di kotak kedua. Tahapan selanjutnya, pasangan yang mendapatkan nomor antrean pertama dipersilakan lebih dulu untuk mengambil nomor urutnya. Setelah semua pasangan memegang nomor urut, mereka kembali ke tempatnya masing-masing. Proses selanjutnya membuka gulungan kertas yang berisi nomor urut, dipimpin oleh ketua KPUD Makassar Nurmal Idrus.

Berikut adalah nomor urut pasangan calon wali kota Makassar yang segera berkompetisi pada September 2013 mendatang.

1. Adil Patu - Isradi Zaenal,
2. Supomo Guntur - Kadir Halid,
3. Rusdin Abdullah - M. Idris Patarai,
4. Herman Handoko - Abd. Latif Bafadhal,
5. Erwin Kallo - Hasbi Ali,
6. Tamsil Linrung - Das'ad Latif,
7. Sitti Muhyina M. - Syaiful Shaleh,
8. M. Ramadhan Pomanto - Syamsu Rizal,
9. Irman Yasin Limpo - Busrah Abdullah,
10. Apiati K. Amin Syam - H Zulkifli Gani Ottoh.

Ke-10 pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar yang sebelumnya telah lolos verifikasi berkas dan dinyatakan bisa ikut, memperebutkan sebanyak 983.990 pemilih yang tersebar di 14 kecamatan.

19 Jul 2012

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1433 H Wilayah Makassar

Insya Allah sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan tahun 1433 H atau 2012 M. Berikut ini jadwal Imsakiyah puasa Ramadhan 1433 H untuk wilayah kota Makassar dan sekitarnya, dengan catatan :

1. Awal Ramadhan dan Syawal 1433 H mengikuti Keputusan Pemerintah RI.
2. Jadwal berlaku untuk wilayah kota ybs. dengan radius maksimal +/- 25 km.
3. Jadwal sudah ditambah waktu ihtiyati (pengaman) sebesar +/- 2 menit.
4. Jadwal berdasarkan Kriteria Jadwal Shalat Kementerian Agama RI.
5. Awal Ramadhan kali ini kemungkinan ada perbedaan
6. Letak Kota Makassar, Sulsel (Lat:5°9'LS Lon:119°25'BT GMT+8)
7. Azimuth Arah Kiblat kota Makassar, Sulsel = 292,48 ° 

TglImsakSubuhTerbitDhuhaZuhurAsharMagribIsya'
2004:4304:5306:1106:3412:1115:3418:0719:20
2104:4304:5306:1106:3412:1115:3418:0719:20
2204:4304:5306:1106:3412:1115:3418:0719:20
2304:4304:5306:1106:3412:1115:3418:0719:20
2404:4304:5306:1106:3412:1115:3418:0719:20
2504:4304:5306:1106:3412:1115:3418:0719:20
2604:4304:5306:1106:3412:1115:3318:0719:20
2704:4304:5306:1006:3312:1115:3318:0719:20
2804:4304:5306:1006:3312:1115:3318:0719:20
2904:4304:5306:1006:3312:1115:3318:0719:20
3004:4304:5306:1006:3312:1115:3318:0719:20
3104:4304:5306:1006:3312:1115:3318:0819:20
104:4304:5306:1006:3312:1115:3318:0819:20
204:4304:5306:1006:3312:1115:3318:0819:20
304:4304:5306:0906:3212:1015:3318:0819:20
404:4304:5306:0906:3212:1015:3318:0819:19
504:4304:5306:0906:3212:1015:3218:0819:19
604:4304:5306:0906:3212:1015:3218:0819:19
704:4304:5306:0906:3212:1015:3218:0819:19
804:4304:5306:0806:3112:1015:3218:0819:19
904:4204:5206:0806:3112:1015:3118:0719:19
1004:4204:5206:0806:3112:1015:3118:0719:19
1104:4204:5206:0806:3112:0915:3118:0719:19
1204:4204:5206:0706:3012:0915:3118:0719:18
1304:4204:5206:0706:3012:0915:3018:0719:18
1404:4204:5206:0706:3012:0915:3018:0719:18
1504:4104:5106:0606:2912:0915:3018:0719:18
1604:4104:5106:0606:2912:0815:2918:0719:18
1704:4104:5106:0606:2912:0815:2918:0719:17
1804:4104:5106:0506:2812:0815:2918:0719:17

Selamat berpuasa, semoga mencapai Taqwa.

21 Mei 2012

Main Air di Bugis Waterpark

Jika anda senang main air dan tinggal di Makassar, kesenangan anda akan tersalurkan. Arena Taman Bermain Air, Bugis Waterpark telah hadir di Kota Makassar. Dengan hadirnya wahana bermain air ini, Anda tak perlu jauh-jauh ke Pangkep (Matampa Waterboom) atau Maros (Maros Waterpark) hanya untuk bermain air.

Liburan kemarin, saya, istri dan keluarga berlibur kesini berkat info foto dari media sosial. Awalnya, ada beberapa pilihan menghabiskan waktu libutan antara lain Taman Wisata Air Terjun Bantimurung, Maros Waterpark, atau makan jagung di sekitar Bendungan Bili-Bili. Karena info tentang Bugis Waterpark yang datang sekilas, kami akhirnya memilih ke Bugis Waterpark dengan pertimbangan jarak yang dekat.

Ternyata hari itu Bugis Waterpark baru soft launching, hanya orang-orang yang diundang berhak masuk. Kami yang tak punya undangan pun akhirnya “membeli Undangan” seharga 50 ribu rupiah per kepala orang dewasa. Daripada pulang. Mahal sih iya, tapi mau diapa lagi. Ternyata di dalam sangat ramai mengalahkan ramainya Pasar daya. Ada sedikit sesal membeli undangan, karena saya tidak terlalu senang keramaian. Jadilah saya hanya foto-foto saja.









Bugis Waterpark lumayan luas dibanding Matampa Waterboom, entah dengan Maros Waterpark yang belum pernah saya langkahi. Ada 4 wahana permainan air yang utama.
1. Arena seluncuran terowongan spiral
2. Arena seluncuran air lurus terbuka
3. Arena bermain air anak
4. Arena naik ban perahu-perahuan.
 (Maaf, saya tak tahu nama lengkapnya semua, saya asal beri nama saja).

Lokasi Bugis Waterpark tidak dilalui jalur angkot (pete-pete). Dari Pusat Kota Makassar (Pasar Sentral, MTC) anda dapat naik pete-pete Rute Antang-Karebosi dengan ongkos 3 ribu. Turun di Pannara jalan masuk ke kompleks elit Bukit Baruga Antang, naik ojek langsung ke Kawasan Bugis Waterpark. Ongkos ojek sekitar 10 ribu.
Lihat Peta Lebih Besar

Di Bugis Waterpark, seperti taman bermain air lainnya banyak aturannya, mulai tidak boleh membawa makanan dan minuman dari luar, hingga pakaian renang yang wajib dipakai (celana renang tanpa baju bagi laki-laki, dan celana ketat dengan baju bagi perempuan). Secara umum lumayan enak bagi anda yang senang ramai-ramaian main air. Namun harga tiket undangannya itu yang tidak sebanding dengan ketenangan bermain air yang masih membuat saya membatin sampai sekarang. Seandainya tahu begini, Maros Waterpark dengan tiket 25 ribu rupiah mungkin lebih menjadi prioritas pilihan saya liburan kemarin. Sudahlah, semangat bermain air.

15 Apr 2012

Bangunan dan Gedung Unik di Makassar

Gedung atau bangunan beton sudah menjadi keniscayaan bagi kota Metropolitan, termasuk Makassar. Karena itu, ada yang menyebut Makassar adalah kota Beton, Makassar adalah Kota Ruko, ataupun sebutan unik lainnya. Namun, gedung di Makassar belum se mentereng di Jakarta sebagai ibukota Nusantara. Namun, kota Makassar menunjukkan perkembangan pesat dalam pertumbuhan gedung. Beberapa diantaranya ada gedung ataupun bangunan yang unik dan menarik, menurut pandangan mata dan hati saya antara lain.

Gedung Menara Phinisi UNM


Gedung ini terletak di Kampus Universitas Negeri (UNM) Makassar, Jl Andi Pangerang Pettarani. Saya baru pertama kali melihat secara langsung gedung unik berbentuk layar perahu seperti ini. Gedung ini biasa juga disebut gedung Tellu Cappa (tiga Puncak), atau Phinisi. Konsep dasar gedung ini didesain sebagai ikon baru bagi UNM, kota Makassar dan sekaligus Sulawesi Selatan.



Eksplorasi desain gedung ini mengutamakan pada pendalaman kearifan lokal sebagai sumber inspirasi, yaitu makna Logo UNM, Rumah Tradisional Makassar, falsafah hidup masyarakat Sulawesi Selatan (Sulapa Eppa/empat persegi), dan maha karya perahu pinisi sebagai simbol kejayaan, kebanggaan, dan keagungan. Gedung ini menjadi gedung tinggi pertama di Indonesia dengan sistem fasade Hiperbolic Paraboloid. Bangunan ini sebagai perwujudan dari serangkaian makna, fungsi, dan aplikasi teknologi yang ditransformasikan ke dalam sosok arsitektur. Desain gedung ini bermula dari kontes arsitektur gedung UNM tahun 2008 lalu yang dimenangkan oleh Yu Sing. Untuk mewujudkan gedung ini, dibuatlah berbagai macam tim antara lain Arsitek gedung adalah Genesis Principal Architect. Tim desain terdiri dari Benyamin Narkan, Eguh Murthi Pramono, Iwan Gunawan. Gedung ini mulai dibangun tahun 2009 dan masih berlangsung hingga sekarang.

Gedung Miring Telkomsel


Gedung lurus sudah biasa, gedung miring di luar kebiasaan. Itulah uniknya, Gedung Telkomsel Makassar di bilangan Jl. Pettarani Makassar berdesain miring. Nama resmi gedung ini sebenarnya adalah Baruga Telkomsel namun karena keunikannya kerap disebut 'gedung miring'. 


Gedung ini berlantai 5 dengan luas 4.780. Gedung ini pertama dibangun pada 18 Mei 2010 dan selesai pada 1 Juni 2011. Gedung ini didesain khusus dengan konsep High Tech yang futuristik yang mengambil filosofi Logo Telkomsel, berbentuk jajaran genjang yang mencerminkan teknologi Telkomsel bisa memenuhi kebutuhan akses telekomunikasi di wilayah Timur Indonesia secara cepat dan optimal.

Lapangan Karebosi Link




Pusat perbelanjaan atau Mall pada umumnya  ada di gedung pertokoan, namun Mall ini dibangun di bawah lapangan. Awalnya, bangunan ini hanyalah "Lapangan Biasa" yang berfungsi sebagai alun-alun Kota Makassar, Lapangan Karebosi. Namun disulap sedemikian rupa oleh pemerintah kota Makassar menjadi Lapangan dan Mall dalam sebuah upaya revitalisasi. Upaya revitalisasi lapangan yang dilakukan Pemkot Makassar kerjasama dengan investor Kota Makassar, PT Tosan Permai Lestari milik Hasan Basri (Bang Hasan) yang awalnya mendapat tantangan banyak pihak, kini terbukti mampu menghadirkan Karebosi Baru (The New Karebosi) dengan tetap mempertahankan kebanggaan masa silam Karebosi ‘Landmark’ Kota Makassar, sebagai lapangan upacara dan lapangan olahraga milik publik yang berlokasi di jantung kota.

Jika sebelum revitalisasi elevasi permukaan lapangan berada sekitar 80 cm di bawah permukaan jalanan sekitarnya, sehingga di musim hujan selalu digenangi air. Kini kondisi justru sudah menjadi sebaliknya, permukaan 3 lapangan sepakbola sudah di atas 80 cm dari permukaan jalanan sekitarnya. Justru permukaan panggung upacara, helipad, lapangan baseball, futsal, dan arena olahraga sepatu roda yang menjadi atap lantai Karebosi Link – mall bawah tanah, permukaannya lebih tinggi lagi. Karebosi Link merupakan mall bawah tanah pertama di Indonesia. Dari mall ini pun ada terowongan bawah tanah yang dapat dilalui pejalan kaki maupun kendaraan bermotor melintas di bawah Jl. A.Yani ke pusat perbelanjaan MTC. Lahan parkir kendaraan bawah tanah di Karebosi Link merupakan yang pertama di Kota Makassar. Dapat dijadikan model pengembangan dalam upaya mengatasi kemacetan lalu-lintas akibat penggunaan trotoar dan badan jalan lataran keterbatasan lahan parkir. 

 

Lapangan Karebosi yang sejak masa Kerajaan Gowa – Tallo abad XVI – XVII dalam kondisi lapang sebagai lahan persawahan, plontos tanpa pohon-pohon pelindung. Saat ini sudah menghijau dengan tumbuh suburnya ratusan pohon pelindung sekeliling lapangan. Lintasan seputar 3 lapangan sepak bola yang sejuk, sekarang tampak sepanjang hari tak pernah sepi dari orang-orang yang melakukan jogging atau sekedar relaksasi. Kebanggaan lama Karebosi sebagai lapangan tempat dilakukan Shalat Idul Fitri maupul Idul Adha bagi umat Islam, juga tetap terjaga, ditata lebih cantik. Bahkan Sebuah masjid berkapasitas 500-an jamaah dibangun di pojok barat Lapangan. Pohon Beringin besar yang dahulu menjadi ciri Lapangan Karebosi masih tetap dipelihara penataan taman sekelilingnya yang membuat susana lebih indah dan nyaman. Tujuh Makam tak bernama di tengah lapangan Karebosi pun tetap dipertahankan di tempatnya. Bahkan dilakukan renovasi dengan memberikan pengamanan kotak kawat sekelilingnya.

Menara Balaikota Makassar



Sebenarnya tak ada yang unik dan menarik dari Gedung ini, biasa saja. Dengan desain seperti Gedung Sate Bandung, Menara Balaikota Makassar kalah jauh. Demi menjadikan pemerintahan lebih sehat dan profesional, di tengah Kantor Wali Kota Makassar dibangun sebuah menara yang disebut Menara Balaikota. Apa uniknya? Menara Balaikota Makassar mulai dibangun tahun 2003, hingga sekarang (2012) belum juga rampung. Delapan tahun lebih belum juga rampung, itulah uniknya gedung ini.

Itulah 4 bangunan atau gedung unik di Makassar versi saya, ada beberapa lagi sebenarnya yang dianggap menarik seperti Gedung Graha Pena atau Menara Bosowa. Namun yang lain saya anggap tidak lebih menarik.

[dari berbagai sumber]

5 Apr 2012

Separuh Nafas di Komputer

 Komputer Pertama di Dunia? [Sumber Gambar]

Komputer adalah sebuah perangkat yang dapat mempermudah dan memperindah kehidupan kita. Maka tak saya mengambil judul di atas, separuh nafas saya ada di komputer. Saya sepertinya sulit mengingat kapan tahun pertama saya mengenal komputer. Namun, sepertinya kata “komputer” mulai masuk di benak saya saat jaman SD, awal tahun 1990-an. Komputer diperkenalkan lewat buku pelajaran dan media informasi (cetak maupun elektronik), walaupun saya belum pernah menyentuh fisik komputer. 

Wujud komputer berupa gambar pertama kali saya lihat di buku pelajaran. Mungkin buku pelajaran Bahasa Indonesia antara kelas 4 atau kelas 5 SD sekitar tahun 1993-1994. Saat itu, tema pelajaran adalah soal teknologi mutakhir yang bernama “komputer". Menurut guru, komputer adalah suatu alat yang dapat membantu manusia dalam hal menghitung dan mengetik, sebagai “kalkulator super canggih” dan mesin ketik canggih yang mampu menggantikan kalkulator konvensional dan mesin ketik manual selama ini. Sebatas itu saja, belum ada iming-iming fungsi komputer yang lain, menggambar atau mengirim data misalnya. Walaupun saya bersekolah di SMP dan SMA favorit di kota Makassar, tidak ada mata pelajaran komputer saat SMP ataupun SMA dulu, makanya .saya tidak banyak tahu soal komputer di masa itu.

Wujud "asli" komputer pertama kali saya lihat di Laboratorium Bahasa saat SMA dulu, kelas 2 SMA sekitar tahun 2000-an. Sayangnya, saya hanya bisa melihat fisik komputer dari luar lab. Pandangan pertama hanya lewat jendela, pintu lab ditutup rapat, komputernya pun entah dapat digunakan atau tidak. Menurut guru, komputer tersebut hanya bisa digunakan sesekali saja oleh yang ahlinya, untuk pelajaran Bahasa. Takutnya kalau sembarang orang yang memegang, komputer akan cepat rusak. Menurut saya, itu cuma alasan sang guru karena dia juga mungkin tidak mengerti menggunakan perangkat komputer. 


Lalu kapan pertama kali saya memegang komputer? Saya lupa! Tapi sepertinya saat kepepet mengerjakan tugas ospek dulu. Saya lupa kapan, dimana, dan komputernya siapa. Yang jelas saat itu sudah ada yang namanya warnet untuk mengakses internet. Senior menyuruh mengakses internet selain buku untuk mencari informasi mengenai kesehatan untuk dibuatkan sebuah artikel. ”Cari di internet, biar kalian juga mengerti internet!!”, katanya. Saat itu, awal masuk kuliah sekitar bulan Agustus tahun 2001. Mau tak mau, saya ”terpaksa” menggunakan komputer, demi menyelesaikan tugas. ”Daripada benjol!!”, batin saya. 

Jadilah saya dengan "terpaksa" harus mempelajari komputer saat itu, namun syukurlah saya tak perlu menghafal bahasa-bahasa pemograman ataupun cara mengetik manual (tekan tombol control.......) yang harus dihafal diluar kepala. Saya langsung dimanjakan oleh program Microsoft word, untuk sekedar mengetik. Yang mengajari saya lebih lanjut tentang komputer adalah sepupu yang baru lulus kuliah, awal tahun 2002-an lalu. Saya diajari mengetik dan menggambar. Sejak kecil, saya sangat senang menggambar dan mendesain, namun tetap saja fungsi mengetik adalah hal yang pertama saya gunakan. 

Setelah belajar mengetik, saya kemudian belajar menggambar di komputer dengan WordArt MS Word ataupun dengan program Paint. Saya menikmati masa-masa awal perkenalan dengan komputer tersebut dengan mengetik dan menggambar, walaupun masih jarang berhubungan intim dengan komputer. Paling banyak saya "memegang" komputer dua minggu sekali. 

Perangkat keras pertama yang saya gunakan adalah Floppy Disk. Sebagai penyimpan data, floppy disk berperan besar menyimpan data-data penting tugas kuliah. Tanpa floppy disk, saya tidak berani mengetik, takut data-datanya hilang di komputer. Selanjutnya, perkenalan tersebut semakin berkembang menjadi hobi, tepatnya hobi mengutak-atik perangkat lunak komputer, kalau mengutak-atik perangkat keras komputer hingga sekarang saya masih takut, takut komputernya rusak. Namun hobi komputer tersebut masih sebatas mengetik dan menggambar dengan versi yang lebih maju. 

Saya paling sering berinteraksi dengan komputer saat menyusun skripsi tahun 2005, hampir tiap hari saya di depan komputer demi menuntaskan laporan penelitian skripsi. MS Word, MS Excel, dan SPSS adalah perangkat lunak yang tiap hari saya hadapi. Kadangkala saya juga menggunakan email untuk mengirim tugas. Komputer sepupu yang paling berjasa menyelesaikan skripsi saya, menjadikan saya seorang sarjana. Kalau saya senang utak-atik perangkat lunak komputer, sepupu saya senang dengan perangkat kerasnya sehingga komputernya sering di modifikasi, ganti monitorlah, tambah memori lah, ganti ram lah, dan sebagainya hingga komputer rusak dengan sendirinya. 

Interaksi saya dengan komputer semakin berkembang saat saya memiliki komputer sendiri di rumah tahun 2006 lalu. Semua file data tulisan, tugas, foto, dan video saya simpan di komputer. Jadilah komputer saya semacam diary penyimpan kenangan masa lalu kehidupan saya. Kalau komputer tiba-tiba hilang dan atau rusak, habislah saya. Tidak ada lagi kenangan tersebut yang tersimpan secara fisik. Selain menyimpan file penting, komputer juga memiliki peran penting dalam tugas keseharian saya saat ini. Semua data tugas laporan kerja saya olah dengan komputer. Belum lagi soal kecanduan saya berselancar di dunia maya, mengakses informasi terkini lewat internet. Di era Facebook dan Twitter ini, saya tak dapat membayangkan jika komputer tiba-tiba rusak atau hilang dicuri orang, mungkin saya akan terkena serangan jantung karena separuh nafas saya ada di komputer.

15 Mar 2012

Rekam Jejak Walikota Makassar dari Masa ke Masa

Sejarah orang nomor satunya kota Makassar, Walikota Makassar membentang panjang sejak zaman kerajaan Gowa-Tallo, zaman penjajahan dan zaman pasca kemerdekaan. Berdasarkan sumber catatan sejarah tentang kota Makassar, terdapat 26 pemimpin yang pernah menjadi pemimpin setara walikota dalam enam periode zaman. Konsep visi dan misi setiap pemimpin akan berbeda-beda sesuai dengan keadaan zaman pada saat mereka memimpin demikian pula tingkat kesuksesan mereka dalam melaksanakan roda pemerintahan akan berbeda-beda pula.



Bila dihitung sejak tahun 1918 sampai sekarang, maka Kota Makassar telah diperintah oleh sebanyak 24 walikota. Sedangkan bila dihitung dari sejak pemerintahan RI tahun 1951 sampai sekarang tahun 2012, Makassar telah diperintah oleh 12 walikota. Walikota pertama sejak zaman pemerintah RI ialah walikota Sampara Dg Lili, yang memerintah tahun 1951-1952. Walikota yang terlama memangku jabatan ialah HM Dg Patompo, yang memerintah selama 14 tahun (1962-1976).

Apa-apa saja yang telah mereka perbuat? apa perannya bagi Kota Makassar? Berikut ini rekam jejaknya saya himpun dari berbagai sumber, semoga dapat menjadi inspirasi bagi Walikota Makassar selanjutnya.

Pemerintahan Kolonial Belanda

J.E. Dambrink (1918-1927)

Pemerintah Belanda waktu itu memang sangat beralasan membentuk pemerintahan kota Makassar, karena Makassar sudah masuk kedalam 20 besar kota dunia di bawah kerajaan Gowa-Tallo.

J.H.De Groot (1927-1931)

G.H.J. Beikenkamp (1931-1932)

Ir. F.C.Van Lier (1932-1933)

Ch.H.Ter Laag (1933-1934)

J.Leewis (1934-1936)

H.F.Brune (1936-1942)

Pemerintahan Jepang 

Yamasaki (1942-1945)

Pemerintahan NICA 

H.F. Brune (1945)

D.M. Van Zwieten (1945-1946)

Abdul Hamid Dg. Magassing (1946-1947) --Foto Nomor 1--

Pemerintahan R.I.S 

J. M Qaimuddin (1950-1951) --Foto Nomor 2--

J. Mewengkang (1951)

Pemerintahan Republik Indonesia 

Sampara Dg. Lili (1951-1952) --Foto Nomor 3--

Achmad Dara Syachruddin (1952-1957) --Foto Nomor 4--

M. Junus Dg. Mile (1957-1959) --Foto Nomor 5--

Latif Dg. Massikki (1959-1962) --Foto Nomor 6--

Arupala (1962-1965) --Foto Nomor 7--

Konsep administrasi pemerintahan kota mulai ditata dengan baik, sehingga memberi arah yang jelas tentang pembagian kerja bagi tata pemerintahan kota Makassar. Selain itu, mengganti gelar Hamentee menjadi kotapraja.

Kol. M. Dg. Patompo (1962-1976) --Foto Nomor 8--

HM Dg Patompo dengan pangkat kolonel TNI, adalah walikota ke-6 sejak masa pemerintahan RI. Dia selain sebagai walikota terlama, dia juga sebagai walikota yang dinilai telah melakukan perubahan di Makassar secara spektakuler. Master plan Kota Makassar dirancang yang melahirkan blue print kota Makassar. Di depan sidang DPRD Kotamadya Makassar, Patompo menawarkan ide dengan slogan “Pola dasar pembangunan kota Makassar” dengan tiga sasaran utama yakni memberantas 3K : kemiskinan, kebodohan dan kemelaratan. Menurut Patompo, tercapainya peletakan dasar pembangunan kota Makassar akan terwujud apabila tiga sasaran utama tersebut dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.  Di masa pemerintahan Patompo, dengan berkantor di Jl.Balaikota pada bangunan tua yang kini dijadikan museum kota, dia telah membawa perubahan di Makassar yang luar biasa. Di era Patompo, perluasan kota yang mengambil sebagian wilayah kabupaten Gowa dan Maros, memberi tambahan tiga kecamatan bagi Makassar, yakni kecamatan Tamalate, Panakkukang dan Biringkanaya, meskipun dengan konsekwensi harus mengubah nama Makassar menjadi kota Ujung Pandang. Pada masa ini, nama Kota Makassar diubah menjadi Kota Ujungpandang. Pengubahan nama itu mengundang reaksi keras dari masyarakat dan sejumlah sejarawan dan budayawan di Sulawesi Selatan.

Selain itu, Patompo membangun kawasan jalan Pangeran Pettarani, Tanggul Patompo, pembuatan jalan-jalan dalam kota, dan sejumlah gedung SD Pembangunan. Patompo juga mendorong investor menanamkan modalnya di Makassar dalam berbagai sektor ekonomi. Restoran Bambooden misalnya, yang sekarang masih eksis, oleh Patompo diberi fasilitas bebas pajak selama lima tahun pertama. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan usaha di Makassar. Gaya kepemimpinan Patompo dinilai aneh-aneh, lucu-lucu, dan bahkan ada yang menggelarnya ‘walikota gila’. Namun dari gayanya itu, Patompo mengubah Makassar secara luar biasa.

Pada tahun 1970, di era Patopo ini, Kota Makassar merupakan kota terpadat penduduknya di seluruh dunia. Tercatat pada tahun 1960, penduduk Kota Makassar berpenduduk 350.000 orang, dan di tahun 1970 sudah berjumlah 600.000 orang. Itu berarti, selama 10 tahun, Kota Makassar bertambah penduduknya sebanyak 70 persen. (Sumber: Majalah Versi, Hasil research UNDP tahun 1970)

Kol. Abustam (1976-1982) --Foto Nomor 9--

Abustam dalam memerintah kota Makassar menonjolkan pembangunan taman di hampir semua sudut kota. Sepanjang tepi jalan dalam kota rimbun dengan pepohonan. Karena itulah, Abustam digelar Walikota Taman.

Kol. Jancy Raib (1982-1988) --Foto Nomor 10--
Jancy Raib adalah seorang walikota yang terbilang pendiam. Tidak banyak bicara, namun satu kelebihannya, ialah dia diam-diam namun sibuk membayar utang pemda yang masih tersisa sejak dari Patompo hingga Abustam. Pada pemerintahan Jancy Raib semua utang pemda dapat dilunasi.

Kol. Soewahyo (1988-1993) --Foto Nomor 11--
Soewahyo cukup memberi perhatian terhadap olah raga di Makassar. Dan untuk kepentingan olah raga, Soewahyo melakukan perbaikan lapangan Karebosi dan sejumlah infrastruktur di kota ini. Pada masa ini, PSM (Persatuan Sepakbola Makassar), Klub sepakbola kebanggaan Makassar dan Sulawesi Selatan berhasil meraih juara Indonesia.

A. Malik B. Masry  (1994-1999) --Foto Nomor 12--
Zaman ini, walikota sudah tidak mesti dari kalangan militer, bukan lagi kolonel. Saat dilantik, Malik B. Masry langsung mengumumkan akan membuat Makassar seperti kota Abu Dhabi di Timur Tengah, yang menyala terang di malam hari. Malik kemudian merealisasikannya dengan membuat Makassar terang-benderang di malam hari. Prinsip Malik, biarlah Makassar hidup 24 jam, agar pertumbuhan ekonomi dapat terpicu lebih cepat. Pada masa ini, disusun visi Kotamadya Ujung Pandang (KMUP) melalui pendekatan dan penanganan terpadu secara fungsional maupun strategis melalui konsep “Teduh Bersinar” (Tekad dan disiplin untuk hidup bersih, sehat, aman dan rapi), --masih ingat lagu Ujung Pandang Teduh Bersinar?-- kemudian dioperasionalkan dengan “sapta tertib” yang merujuk dari gerakan disiplin nasional dan tri konsep pembangunan Sulawesi Selatan. Dengan program ini KMUP (Kota Makassar) dapat tercitrakan sebagai kota bersih dengan beberapa kali berturut-turut menerima “Adipura” (1995, 1996, 1997).

Baso Amiruddin Maula  (1999-2004) --Foto Nomor 13--

Dalam masa kepemimpinan H.B.Amiruddin Maula sebagai walikota Makassar, nama Kota Ujungpandang dikembalikan menjadi Kota Makassar (PP Nomor 86 Tahun 1999) dengan menetapkan hari jadi kota Makassar pada tanggal 9 November 1607. Dengan semangat ini dibuatlah visi dan misi menempatkan Makassar sebagai kota bandar niaga. Dengan Semangat, prestisius, kejayaan, kebanggaan dan jiwa kemandirian yang pernah dicapai Makassar sebagai kota bandar niaga dihidupkan kembali. Makassar sebagai komunitas masyarakat tumbuh dan berkembang dari berbagai ragam budaya, nuansa religiusitas masyarakat kota juga mulai terasa. Era otonomi daerah yang dimulai pada periode ini menjadi tonggak dan momentum seluruh warga kota untuk terlibat langsung dalam pembangunan, implikasinya juga memberikan kontribusi untuk kesuksesan kepemimpinan HB. Amiruddin Maula.

Zaman ini dimulai Pembangunan Pasar Butung, Pasar Terong dan Pasar Baru. Termasuk Pasar Pabaeng-baeng yang diklaim sebagai aset Pemkab Gowa. Masalah pembebasan tanah pembangunan Jalan Tol Reformasi, pembangunan Terminal Regional Daya, pembebasan Pantai Losari dari penjual K-5, pembangunan jembatan yang menghubungkan Barombong wilayah Makassar yang terpisah Sungai Jeneberang. Amiruddin Maula menjadi korban kebijakan pengadaan alat Pemadam Kebakaran (Damkar) oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian dalam Negeri di era kepemimpinan Mendagri Hari Sabarno, beliau sempat di bui beberapa tahun karena kasus ini. Pada masa ini juga mulai dibangun Menara Balaikota, “simbol terbaik” para koruptor di Pemkot Makassar (karena akhirnya hingga tahun 2012 ini belum rampung padahal mulai rusak.

Ilham Arief Sirajuddin  (2004 - 2008) --Foto Nomor 14-- 
Sebagai salah satu pemimpin termuda, IAS meluncurkan pencitraan baru dengan slogan Great expectation, Makassar Penuh dengan Harapan. Sebuah komitmen menjadikan kota tercinta harapan semua orang, harapan berinvestasi, harapan meraih sukses, harapan meraih masa depan, harapan memperoleh pendidikan yang bermutu. Walikota Ilham Arief Sirajuddin yang memerintah sejak 2004-2009, dan periode kedua tahun 2009-2014, oleh banyak orang dia digelar sebagai Patompo Jilid II. Ada anggapan bahwa Makassar mesti dipimpin oleh seorang yang sedikit ‘gila’, dan Ilhamlah orangnya. Ini ditandai dengan keberanian Ilham merevitalisasi lapangan Karebosi., dengan tanpa modal sepeser pun dari APBD. Dan ternyata akhirnya sukses. Bahkan Majalah Tempo memilih Ilham sebagai walikota sukses membangun, lantaran kesuksesannya merevitalisasi Karebosi. Dia juga sukses merevitalisasi Pantai Losari.

Andi Herry Iskandar (2008 - 2009) --Foto Nomor 15-- 
Tak banyak yang "terjadi" pada periode ini karena Herry "hanya" pengganti IAS yang mencalonkan diri menjadi walikota untuk kedua kalinya. Herry otomatis jadi walikota karena posisinya sebagai wawali yang menggantikan walikota IAS. Praktis, Herry hanya melanjutkan program kerja IAS.

Ilham Arief Sirajuddin (2009 s/d 2012) --Foto Nomor 16--
Pada periode ke-2 pemerintahannya, IAS tinggal melanjutkan konsep dan pemikirannya sejak periode pertama. Konsep lain yakni program Gemar Membaca. Kesadaran baru pada konsep ini dilandasi oleh semangat kesetaran dalam memperoleh pendidikan. Hal lain yang tak kalah menarik adalah penerapan aksara lontara sebagai indegeneus local. Program penerapan aksara lontara pada nama-nama jalan di Makassar merupakan bagian dari upaya pemerintah sebagai motivator membumikan budaya lokal untuk tidak terasing di daerah sendiri. Kota Makassar juga diplot tidak lagi sekedar pintu gerbang atau gateway kawasan timur Indonesia tetapi menjadi ruang keluarga (living room) bagi bisnis dan investasi dan mengembalikan kejayaan Makassar di pentas global.

Nah menurut anda, siapa walikota paling sukses? Kalau ada award pemilihan walikota terbaik, kira-kira siapa walikota  favorit,  walikota terbersih, walikota terkorup, walikota tersantai, walikota terinovatif, walikota tergila, walikota terlucu, walikota ter-ter Makassar lainnya?

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Makassar#Walikota
http://www.bugis-pos.com/2012/catatan-hut-makassar-ke-404-dari-patompo-sampai-ke-ilham.html
http://aroelaidah.wordpress.com/2009/12/15/pemimpin-makassar-dari-masa-ke-masa/

12 Des 2011

Westerling pun Tersenyum


Setiap tanggal 11 Desember diperingati sebagai Hari Korban 40 ribu jiwa, Minggu 11 Desember 2011 kemarin suasana hening dan doa untuk korban 40 ribu jiwa dalam peringatan korban 40 ribu jiwa. Setiap tahun peristiwa ini diperingati dengan upacara yang bersifat rutin saja, tanpa menghayati bagaimana sejarah terjadi peristiwa tersebut. Ini bukan masalah jumlah lagi, tapi ini sebuah pengorbanan luar biasa yang dilakukan para pejuang. Para pejuang mengusulkan tanggal 11 Desember diperingati sebagai hari perlawanan rakyat.

Aksi pembantaian oleh pasukan KNIL Belanda terhadap ribuan penduduk Sulsel pada periode 1946-1947, tentu sulit untuk dilupakan. Tragedi kemanusiaan yang dikenang dengan korban 40.000 ribu jiwa ini dipimpin seorang opsir Baret Hijau utusan Pemerintah Belanda, Westerling. Tanggal ll Desember sebetulnya adalah hari dinyatakannya keadaan Darurat Perang di beberapa daerah termasuk Afdeling Parepare. Pada hari itulah yang menjadi dasar beraksinya Kapten Raymon Westerling. Aksi penembakan tidak berhenti dan terjadi hampir diseluruh daerah Sulawesi Selatan. Mereka yang gugur, kita sebut sebagai korban 40,000 jiwa akibat kekejaman penjajah Belanda yang dilakukan oleh Special Troopen pimpinan Kapten Raymon Paul Piere Westerling.

Berapa rakyat Sulsel yang dibantai Westerling ? Jumlahnya diyakini tidak sampai 40 ribu jiwa, seperti yang dikenal selama ini. Angka 40 ribu jiwa itu pertama keluar dari Mulut Qahar Muzakkar sebagai bahasa politis untuk menggambarkan bahwa di Sulsel telah banyak rakyat yang dibantai Westerling. Jumlah rakyat sulsel yang tewas di tangan Westerling "hanya" sekitar 1.700 jiwa, paling banyak tiga ribuan orang. Westerling sendiri mengatakan “Tanyakan kepada Pak Sarwo Edhie Wibowo, berapa banyak orang yang bisa dibunuh oleh pasukan khusus. Seingat saya 463 orang.”. Meski demikian, masalah jumlah tidak perlu diperdebatkan, yang pasti perbuatan Westerling merupakan tragedi kemanusiaan yang sudah masuk dalam kejahatan perang. Anehnya, Westerling bukannya mendapat hukuman, malah disambut dengan pesta kemenangan oleh pemerintah Belanda bagaikan pahlawan.

Yang menyakitkan lagi bagi para keluarga korban kejahatan Westerling di Makassar karena belum lama ini muncul pemberitaan bahwa para keluarga korban pembantaian di Rawa Gede Jawa Barat yang jumlahnya "hanya" tujuh orang telah mendapat pengakuan dan kompensasi dari pemerintah Belanda, sementara keluarga korban di Sulsel yang jumlahnya ribuan orang tidak mendapat pengakuan dari Belanda sebagai sebuah aksi kejahatan perang.

Pada 26 November 1987, umur 68 tahun di Purmerend, Belanda, Westerling meninggal dunia, mati dengan tenang tanpa pengadilan sebagai penjahat perang. Di kematiannya, Westerling pun tersenyum, tersenyum penuh kemenangan.

Sejarah dan Latar Belakang Tragedi Korban 40.000 Jiwa

Dari beberapa buku sejarah yang memuat tragedi korban 40 ribu jiwa, seperti "Andi Makkasau Menakar Harga Korban 40 Ribu Jiwa", menyebutkan. Penjajah Belanda khawatir akan kehilangan daerah jajahan di Indonesia akibat perkembangan diplomasi politik dan militer di Jawa , setelah Indonesia memproklamsikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus l945. Belanda pun menyusun strategi untuk memecah kesatuan Indonesia dengan menerapkan negara-negara boneka yang bernaung di bawa Republik Indonesia Serikat (RIS). Untuk Indonesia bagian timur, dibentuk Negara Indonesia Timur (NIT), di Jawa Barata ada Negara Pasundan, dan lain-lain. Usaha tersebut dimulai dengan mengadakan konferensi di Malino 16 Juli l946 yang dihadiri oleh utusan negara-negara boneka Belanda. Pada tanggal 24 Desember l946, Makassar diresmikan sebagai markas ibukota NIT.

Akhirnya Belanda membentuk Comanding Officer NICA (CONICA) disetiap daerah untuk tetap menguasai daerah jajahannya. Namun usaha Penjajah tersebut mulai mendapat perlawanan dari raja-raja diaerah Sulsel (termasuk Sulawesi Barat sebelum mekar), Raja Bone Andi Mappanyuki mulai menentang pembentukan CONICA dengan meninggalkan Bone bersama anaknya Andi Pangeran Petta Rani yang akhirnya tertangkap oleh NICA.

Sam Ratulangi dan Lanto Daeng Pasewang yang dipersiapkan untuk membentuk pemerintah daerah di Sulawesi-Selatan setelah pulang menghadiri Pertemuan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) juga ditangkap dan diasingkan ke Serui.

Belanda mulai memperalat apa yang disebut “Dewan Hadat Sulawesi Selatan”, dibuatlah seolah-olah rakyat Sulsel meminta perlindungan keamanan kepada Pax. Nedherlandica untuk membasmi aksi–aksi perlawanan pejuang dan rakyat Indonesia yang dianggap ilegal ini. Dengan konsiderasi Dewan Hadat tersebut, keluarlah keputusan yang menyatakan afdeling Makassar, Bonthain, Parepare, Mandar dan gemeete Makassar dalam keadaan perang dan darurat perang (staat van oorlog en beleg) pada tanggal 11 Desemebr l946.

Belanda memulai agresi militernya "stand–recht" perintah tembak ditempat tanpa proses bagi mereka yang di sebut sebagai "bandit, penjahat, extrimis, pemeras, terroris, perampok, pemeras, anarkis, orang-orang memiliki senjata secara tidak sah, mereka yang membantu menyembunyikan kriminal".

Untuk menimbulkan “shock therapie” bagi pejuang kemerdekaan di daerah ini, didatangkanlah pasukan istimewa KNIL (para troopen) dipimpin oleh Kapten Raymond Paul Piere Westerling yang pada waktu itu masih berusia 27 tahun, dengan beranggotakan 123 orang.

Aksi Perlawanan di Parepare

Di Parepare, dengan dipelopori Andi Makkasau (Datu Suppa Toa) dan Andi Abdullah Bau Massepe (Datu Suppa Lolo), sudah membentuk Badan Persiapan Republik Indonesia (BPRI) untuk mendirikan pemerintahan Indonesia yang merdeka di afdeling Parepare. Andi Makkasau bersama pengikutnya mulai melakukan penentangan kepada penjajahan Belanda dengan mempersiapkan pasukan perlawanan. Bersama golongan pemuda melakukan perlawanan gerilya dan sabotase dalam kota untuk menunjukkan eksistensi adanya negara dan pemerintahan Indonesia.

Perlawanan sengit mulai diperlihatkan di Parapere, pemuda Arifin Nummang, A Mannaungi dan kawan-kawan melempari granat tangsi Belanda, menembak patroli secara sembunyi-sembunyi. Oleh Belanda gerakan Inilah antara lain di anggap semacam teroris dan ekstrimis, penjahat-penjahat atau kriminal karena bertindak untuk membinasakan pasukan-pasukan penjajahan yang dianggapnya “sah” memerintah rakyat Indonesia.

Beberapa tokoh dan pemuda BPRI di Parepare kemudian ditahan antara lain A.J.Jusuf Binol, Abd. Hamid Saleh, Usman Isa, Makkarumpa Daeng Parani, A. Abubakar, La Halide, A.Mappatola, Muh,Jasim, Haddaseng, Jalangkara, Tahir Djamalu, La Cara, Mustakim, A. Sinta, A. Isa, La Sita, juga telah ditangkap sebelumnya kemlompok pemuda A.Rahim Manji, Mansyur Munastan, S.Mon, Ajuba, Abd.Waris, Abdullah Keppang, Yunus Hasnawi, Zainuddin Zaini.

A. Abdullah Bau Massepe ditangkap dan dibawah ke Makassar, kemudian dikembalikan ke Pinrang untuk diperiksa. A. Makkasau pun ikut tertangkap, tetapi atas permintaan mertuanya A. Tjalo yang menjadi Arung Mallusetasi ketika itu, ia ditahan di rumah mertunya dengan janji untuk diberi penyadaran dan diinsafkan.

Penahanan beberapa tokoh dan pemuda di Parepare dan sekitarnya, tidak mengendurkan perlawanan para pejuang dan pemuda-pemuda. Beberapa pemuda menyebrerang ke Jawa melalui beberapa titik pemberangkatan seperti Suppa. Perlawanan pasukan-pasukan di Sawitto yang dipimpin A.Selle makin gencar, demikian pula pelawanan pasukan A.Cammi yang membawa nama Lasykar Ganggawa di daerah Sidrap dan berpusat di Carawali mengadakan penghadangan dan menyerbu tangsi Belanda di Rappang.

Perlawanan gencar seperti inilah yang semakin menakutkan pemerintahan penjajah Belanda . Pada tanggal 14 Januari l947 , militer Belanda dipimpin oleh Onder Luitenant Vermeulen menggiring 23 orang pejuang yang sedang di tahan di markas MP (sekarang Asrama CPM) Parepare, dibawah berjalan ke terminal (kini Tugu Korban 40.000). Mereka itu Makkarumpa Daeng Parani, A.Isa, A.Sinta, Abdul Rasyid, La Nummang, Muh.Kurdi,Abd. Muthalib, Lasiming, Paung Side, La Sibali, Oyo, LA Sube,A.Mappatola, A.Pamusureng, Abubakar Caco,A.Etong, Bachrong,H.A. Abubakar, Osman Salengke (Syamsul Bachri) ,La Upe, La Buddu, La Side, Haruna.

Mereka dijajarkan kemudian di ditembak. Salah seorang perempuan yang sedianya akan turut ditembak Hasnah Nu’mang akhirnya dikeluarkan dari barisan. 23 korban penembakan diangkut dengan truk sebagai syuhada, tanpa dimandikan dan dikafani , dikebumikan bersama dalam satu lobang di pekuburan La Berru ( sekarang Taman Makam Kesuma) Parepare.

Tidak berselang berapa lama, Pebruari l947 A. Abdullah Bau Massepe juga dieksekusi, menyusul pada bulan yang sama A.Makkasau di tenggelamkan di perairan Marabombang Suppa. Kemudian pada tahun l950 kerangkanya dipindahkan ke Makam Pahlawan Paccakke Parepare. Seperti diketahui, Abdulah Bau Massepe dalam Konprensi Pacceke di Kabupaten Barru 20 Januari l947 dalam rangka pembentukan Divisi Hasanuddin, Tentara Republik Indonesia (TRI) di Sulawesi-Selatan, telah diangkat menjadi Panglima Divisi berdasarkan mandat Panglima Besar TRI Jenderal Sudirman.

Mandat ini dibawa oleh ekspedisi TRI dari Jawa yang dipimpin oleh Kapten A.Mattalatta, didampingi Kapten M.Saleh Lahade, Letnan Satu A.Oddang, Letnan Satu A.Sapada. Karena A.Abdullah Bau Massepe dalam tahanan Belanda di Pinrang, maka pelantikan dilakukan secara in absensia. Divisi Hasanuddin membawahi tiga resimen . Konprensi ini, dihadiri antara lain utusan kelasykaran dari seluruh Sulawesi-Selatan. Hadir mewakili Lasjkar Ganggawa dari Parepare dan sekitarnya adalah A.Mannaungi, Lantja Rachmansyah.

Mereka kemudian juga diberi pangkat Kapten. Adapun Kapten A. Muh. Sirpin yang juga melakukan pendaratan dari Jawa, tidak bisa hadir pada acara pelantikan ini, karena telah gugur melawan pasukan Belanda di Salossoe. Nama A.M.Sirpin kemudian diabadikan oleh Letnan satu A.Sapada menjadi nama perguruan tinggi yang kita kenal sebagai AMSIR. Singkatan dari Andi Muhammad Sirpin. Demikianlah, jika A.Abdullah Bau Massepe tidak segera dibinasakan, maka ia akan memimpin tiga resimen perlawanan di Sulawesi-Selatan, karena itu Belanda tidak ingin mengambil resiko.

Hari penembakan korban 40.000 di Parepare tepatnya tanggal 14 Januari l947. Tak hanya di Parepare, pasukan Westerling pun melakukan aksi serupa di sejmlah wilayah di Sulsel, khususnya Makassar. Sehingga tak heran jika mantan tentara bayaran Inggris ini dijuluki sijagal.


Apa yang dilakukan Westerling di Sulsel merupakan bentuk dari penyebaran teror agar masyarakat menjadi takut. Sebelum ke Makassar, Westerling juga melakukan pembunuhan di Medan dengan cara yang sangat sadis sekali. Sasaran Westerling kata Salim adalah orang-orang yang dianggap ekstremes dan sejumlah perampok. Teror ini sengaja disebarkan agar pembentukan Negara Indonesia Timur bisa diterima tanpa hambatan, karena saat itu Soekarno-Hatta telah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Kehadiran Westerling bersama pasukannya di Sulsel sebagai upaya pemerintah Belanda untuk memecah belah rakyat Indonesia dan kembali menguasai Indonesia.

Perbuatan Westerling beserta pasukan khususnya dapat lolos dari tuntutan pelanggaran HAM Pengadilan Belanda karena sebenarnya aksi terornya yang dinamakan contra-guerilla, memperoleh izin dari Letnan Jenderal Spoor dan Wakil Gubernur Jenderal Dr. Hubertus Johannes van Mook. Jadi yang sebenarnya bertanggungjawab atas pembantaian rakyat Sulawesi Selatan adalah Pemerintah dan Angkatan Perang Belanda.

Pembantaian tentara Belanda di Sulawesi Selatan ini dapat dimasukkan ke dalam kategori kejahatan atas kemanusiaan (crimes against humanity), yang hingga sekarangpun dapat dimajukan ke pengadilan internasional, karena untuk pembantaian etnis (Genocide) dan crimes against humanity, tidak ada kadaluarsanya. Perlu diupayakan, peristiwa pembantaian ini dimajukan ke International Criminal Court (ICC) di Den Haag, Belanda.

Profil Singkat Westerling

Raymond Pierre Paul Westerling (lahir di Istanbul, Kesultanan Utsmaniyah, 31 Agustus 1919 – meninggal di Purmerend, Belanda, 26 November 1987 pada umur 68 tahun) adalah komandan pasukan Belanda yang terkenal karena memimpin Pembantaian Westerling (1946-1947) di Sulawesi Selatan dan percobaan kudeta APRA di Bandung, Jawa Barat.

Westerling adalah anak kedua dari Paul Westerling (Belanda) dan Sophia Moutzou (Yunani). Westerling dijuluki "si Turki" karena lahir di Istanbul, mendapat pelatihan khusus di Skotlandia. Dia masuk dinas militer pada 26 Agustus 1941 di Kanada. Pada 27 Desember 1941 dia tiba di Inggris dan bertugas di Brigade Prinses Irene di Wolverhampton, dekat Birmingham. Westerling termasuk 48 orang Belanda sebagai angkatan pertama yang memperoleh latihan khusus di Commando Basic Training Centre di Achnacarry, di Pantai Skotlandia yang tandus, dingin dan tak berpenghuni. Melalui pelatihan yang sangat keras dan berat, mereka dipersiapkan untuk menjadi komandan pasukan Belanda di Indonesia.

Seorang instruktur Inggris sendiri mengatakan pelatihan ini sebagai: "It’s hell on earth" (neraka di dunia). Pelatihan dan pelajaran yang mereka peroleh antara lain "unarmed combat" (perkelahian tangan kosong), "silent killing" (penembakan tersembunyi), "death slide", "how to fight and kill without firearms" (berkelahi dan membunuh tanpa senjata api), "killing sentry" (membunuh pengawal) dan sebagainya.

Setelah bertugas di Eastbourne sejak 31 Mei 1943, maka bersama 55 orang sukarelawan Belanda lainnya pada 15 Desember 1943 Sersan Westerling berangkat ke India untuk betugas di bawah Laksamana Madya Mountbatten Panglima South East Asia Command (Komando Asia Tenggara). Mereka tiba di India pada 15 Januari 1944 dan ditempatkan di Kedgaon, 60 km di utara kota Poona.

Pada 20 Juli 1946, Westerling diangkat menjadi komandan pasukan khusus, Depot Speciale Troepen – DST (Depot Pasukan Khusus). Awalnya, penunjukkan Westerling memimpin DST ini hanya untuk sementara sampai diperoleh komandan yang lebih tepat, dan pangkatnya pun tidak dinaikkan, tetap Letnan II (Cadangan). Namun dia berhasil meningkatkan mutu pasukan menjelang penugasan ke Sulawesi Selatan, dan setelah 'berhasil' menumpas perlawanan rakyat pendukung Republik di Sulawesi Selatan, dia dianggap sebagai pahlawan dan namanya membubung tinggi seantero Belanda.

Setelah keluar dari tahanan, Westerling sering diminta untuk berbicara dalam berbagai pertemuan. Dalam satu pertemuan dia ditanya, mengapa Sukarno tidak ditembak saja. Westerling menjawab, "Orang Belanda sangat perhitungan, satu peluru harganya 35 sen, Sukarno harganya tidak sampai 5 sen, berarti rugi 30 sen yang tak dapat dipertanggungjawabkan." Beberapa hari kemudian, Komisaris Tinggi Indonesia memprotes kepada kabinet Belanda atas penghinaan tersebut.

Pada 17 Desember 1954 Westerling dipanggil menghadap pejabat kehakiman di Amsterdam di mana disampaikan kepadanya, bahwa pemeriksaan telah berakhir dan tidak terdapat alasan untuk pengusutan lebih lanjut. Pada 4 Januari 1955 Westerling menerima pernyataan tersebut secara tertulis.

Westerling kemudian menulis dua buku, yaitu otobiografinya Memoires yang terbit tahun 1952, dan De Eenling yang terbit tahun 1982. Buku Memoires diterjemahkan ke bahasa Prancis, Jerman dan Inggris. Edisi bahasa Inggris berjudul Challenge to Terror sangat laku dijual dan menjadi panduan untuk counter insurgency dalam literatur strategi pertempuran bagi negara-negara Eropa untuk menindas pemberontakan di negara-negara jajahan mereka di Asia dan Afrika.

Dikabarkan, Westerling pernah berusaha menjadi penyanyi di Jerman tetapi tidak berhasil, akhirnya pulang lagi ke Belanda dan menjadi penjual buku, juga gagal. Ada yang mengatakan, selama hidupnya ia merasa tidak tenteram dan satu-satunya hiburannya adalah bertemu dengan kawan-kawan lama sesama pasukan Belanda di Indonesia dan mengobrol di restauran.

Pada 26 November 1987, umur 68 tahun di Purmerend, Belanda, Westerling meninggal dunia, mati dengan tenang tanpa pengadilan sebagai penjahat perang.


9 Nov 2011

HUT Kota Makassar 404

Hari ini, 9 November 2011 Kota Makassar memperingati hari jadinya yang ke-404. Sebelumnya, hari jadi tersebut diperingati setiap tanggal 1 April, yang dikaitkan dengan berdirinya ”de Gemente Makassar”, yang berlaku pada tanggal 1 April 1906. Pembentukan de Gemente Makassar berdasarkan ordonansi dari Staasblad Nederlandch Indie bertanggal Buitenzorg, 12 Maret 1906. Dalam staasblad dinyatakan antara lain: ”De bevaling van het eerste lid va artikel 68 a van het Reglement op het beleid de Reegering van Nederlandsch Indie wordt toegepast op het gedeelte van het Gouvernment Celebes en Onder-hoerigheden, uitmakende de hoofd plats Makassar. Dit gebiedsdeel worth genoemd: de Gemente Makassar”.

Perubahan dan penetapan hari jadi tersebut didasarkan pada hasil Seminar Penelusuran Hari Lahirnya Makassar, kerja sama Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin dengan Pemda Kotamadya Tingkat II Ujung Pandang, tanggal 21 Agustus 1995. Ada lima orang penyaji makalah saat itu, yakni Prof. Mr. Dr. Andi Zainal Abidin, Prof.Dr. H.A. Mattulada, H.D.Mangemba, Mukhlis, dan H. Paturungi Parawansa, dengan masing-masing makalah bertajuk: ”How Far is Makassar From Ujung Pandang?”, ”Determinasi Waktu dan Tempat Kehadiran Makassar dalam Menyejarah”, ”Kota Makassar, Pulau Makassar, dan Hari lahir”, ”Somba Opu Jantung Makassar”, dan ”Menelusuri Sejarah Lahirnya Makassar”.

Seminar menghasilkan beberapa usul/saran tentang penetapan hari jadi dan pengembalian nama kota dari Kota Ujung Pandang ke-Kota Makassar. DPRD Kotamadya Ujung Pandang menerima baik kesimpulan seminar dan di kemudian hari menetapkan salah satu usul, yakni tanggal 9 November 1607 sebagai hari jadi berdasarkan Peraturan Daerah Kota Makassar No.1 Tahun 2000 tanggal 2 Maret 2000.

Sementara itu Pemerintah Pusat, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun 1999 tanggal 13 Oktober 1999, yang ditandatangani oleh Presiden RI B.J. Habibie, telah menetapkan perubahan nama Kota Ujung Pandang menjadi Kota Makassar.

Hari Jadi Kota Makassar

Peringatan hari jadi Kota Makassar setiap tanggal 1 April terkait dengan masa kolonial Pemerintah Hindia Belanda. Tidaklah mengherankan bila banyak orang, terutama para budayawan dan kaum intelektual, yang merasa tidak nyaman ketika memperingati hari jadi tersebut. Hal ini menyebabkan perlunya mengadakan reorientasi terhadap hari lahir Kota Makassar yang diperingati setiap tanggal 1 April. Alasannya antara lain: a) Bahwa tanggal 1 April adalah produk kolonial, yang setiap diperingati seakan-akan menyinggung rasa kesadaran kebangsaan kita; b) Beberapa kota bekas gemente di Jawa, misalnya Jakarta, Surabaya, dan Bandung, sudah lebih dahulu mengubah hari jadinya dengan berlatar belakang sejarah; c) Makassar mempunyai latar belakang sejarah kebangsaan misalnya ketika Makassar menjadi bandar terkenal di masa Kerajaan Gowa.

Pilihan terhadap tanggal 9 November 1607 di antara lima pilihan hasil seminar ditetapkan oleh DPRD Kotamadya Ujung Pandang saat itu. Latar belakangnya didasarkan pada peristiwa sejarah, saat agama Islam diterima oleh rakyat Kerajaan Gowa/Tallo di bawah Raja/Sultan Alauddin, I Mangerangi Daeng Manrabia, Tumenanga Riagamana.

Bolehlah dikatakan bahwa kembalinya nama Makassar sebagai kota dan penetapan hari jadi kota, telah mengembalikan rasa kebanggaan sejarah yang bersifat heroik di masa lalu, di masa sekarang, dan di masa yang akan datang.

Perlu juga diingat bahwa kemeriahan dan kemegahan hari jadi Kota Makassar yang diperingati saat ini adalah pengorban yang ikhlas dari tiga kabupaten tetangganya, yakni Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Pangkajekne- Kepulauan. Seperti diketahui ke-3 kabupaten tersebut pada tahun 1970 menyerahkan sebahagian wilayahnya kepada Kota Makassar sebagai Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan tanpa konpensasi yang berarti demi menapak jalan ke arah sebagai kotaraya/ kota metropolitan di masa depan.

Pesan dan Harapan

Sudah selayaknya jika masyarakat Kota Makassar saat ini menyambut dengan penuh antusias hari jadi kota yang dicintainya. Pesannya jelas: Selamat Berbahagia, Tetap Jaya dalam Tantangan, dan Semoga Allah swt selalu melindungi. Sementara harapannya juga cukup banyak; Benahi aturan dan pelaksanaannya; Tegakkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan; Tingkatkan kesejahteraan dan pelayanan masyarakat; Atasi kemacetan di jalan-jalan dan kemungkinan banjir; Cegah dan kikis korupsi, kolusi, dan nepotisme, yang saat ini menjadi ancaman besar bagi bangsa dan negara.

Semangat Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-404, panjang umur dan sehat selalu!

H. Paturungi Parawansa
Penulis adalah Mantan Rektor IKIP Makassar, Mantan Ketua DPRD Kabupaten Gowa, dan Mantan Anggota DPR-RI. Saat ini menjadi Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Syekh Yusuf Al Makassari.

sumber:
fajar

19 Okt 2011

Jakarta Lawyers Club Live di Makassar

Senin malam, 18 Oktober 2011 ada sesuatu yang istimewa hadir di Makassar. Jakarta Lawyers Club TV One siaran secara langsung di kota anging mammiri. Acara dialog (politik) yang dipandu wartawan senior Karni Ilyas ini berlangsung hangat seperti biasanya. Acara berlangsung lebih seru dan menggigit lagi karena tema yang diangkat adalah soal yang juga masih hangat "DPR Ingin Bubarkan KPK?" Serta dihadiri politikus handal yang saling berdiskursus mengenai tema tersebut, terutama tokoh politik dari Sulawesi Selatan. Ada Abdullah Hehamahua (ketua komite etik KPK), Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulsel), Ilham Arif Sirajuddin (Walikota Makassar), (Politikus Partai Demokrat), (Politikus Partai Hanura), Ishak Ngeljaratan (budayawan Makassar), Idrus Paturusi (Rektor Universitas Hasanuddin), Abraham Samad (calon pimpinan KPK), Ridwan Saidi (Makassar), sampai telewicara dengan OC Kaligis (Pengacara Nasaruddin, yang vis a vis dengan KPK). 


Seru !!! Itulah komentar saya tentang acara JLC edisi Makassar, sebagaimana serunya acara JLC sebelum-sebelumnya. Berikut beberapa komentar undangan dan pembicara yang hadir langsung  di acara JLC Makassar. 

SYL : KPK masih dibutuhkan sebagai energi positif pemberantasan korupsi. 

Ridwan Saidi : Dari awal, perekrutan KPK pun sudah tidak adil. Pertanyaan urgen dari kepala saya mengenai "apa keburukan calon anggota KPK" ini tidak ditanyakan. 

Ishak Ngeljaratan : Jaga rasa adil masyarakat agar KPK bisa dipercaya 

Idrus Paturusi : masyarakat sedih, gelisah, dan marah akan penegakan hukum di Indonesia 

Abraham Samad : bedakan tebang pilih dengan skala prioritas 

OC Kaligis : persoalan CD dan barang bukti yang hilang, Nazaruddin berani bersumpah dia di zalimi, sumpah pocong sekalipun!! 

Ilham Arif Sirajuddin : KPK masih dibutuhkan masyarakat 

..... (saya lupa namanya, yang jelas lawyer asal Makassar) : sekalipun langit akan runtuh, lawanlah demi kebenaran !! KPK tidak boleh takut !!! 

Karni Ilyas : yang diinginkan masyarakat (Roma) bukan keadilan, tapi balas dendam. Semoga rakyat Indonesia tidak menginginkan balas dendam. 

JLC yang dimulai pukul 20.30 hingga pukul 24.00 wita ini sempat disela oleh pengumuman kabinet menteri baru oleh presiden SBY yang juga ditayangkan secara live di TV One.Mungkin JLC hadir di Makassar sebagai bagian dari peringatan hari jadi Sulawesi Selatan yang jatuh pada tanggal 20 Oktober 2011. Entah dengan daerah lain, namun setahu saya baru di Makassar JLC tampil secara langsung, selain Jakarta tentunya. Hal ini menandakan bahwa Sulsel khususnya Makassar merupakan salah satu basis politik yang cukup kuat di Indonesia. Di penghujung acara, seorang mahasiswa menyerahkan kenang-kenangan kepada Abdullah Hehamahua sebagai symbol perlawanan yang keras dan tanpa henti melawan korupsi. Dan seorang Karni Ilyas pun tertegun dengan semangat Makassar.

1 Okt 2011

agenda wisata makassar oktober 2011

Ingin berwisata di makassar ? Berikut ini beberapa event agenda wisata yang dapat anda ikuti pada bulan oktober 2011 :1. Celebes fair2. Lagaligo mysteri expo3. Sail supermonde4. Makassar international seafood festival5. International ecotourism bussiness forum6. Indonesia open xtreme sport championship7. Pekan pasar raya makassar8. Lomba ikan hias9. KTi expo10. Makassar art moment11. Makassar jazz festival12. Tour de makassar (7 - 9 oktober 2011)13. Makassar 10K (9 oktober 2011)14. Smart anging mammiri 3 (12 - 16 oktober 2011)15. Indonesian f n b creation16. Vegetarian food bazaar & talkshow (30 oktober 2011)Silahkan searching untuk informasi lebih lengkapSumber : tourism-makassar.com
Published with Blogger-droid v1.7.4

12 Sep 2011

Sewa Tempat dan Gedung Resepsi Pernikahan di Makassar




Banyak orang menganggap bahwa pernikahan atau perkawinan adalah sesuatu yang sakral, sehingga sebaiknya diselenggarakan dengan baik, meriah, dan penuh kebahagiaan. Selain prosesi ijab qabul atau akad nikah, resepsi pernikahan merupakan momen yang tak kalah penting. Karenanya, banyak yang sampai rela menghabiskan uangnya untuk resepsi pernikahan yang ”sempurna”. Bahkan, biaya resepsi pernikahan bisa berkali-kali lipat dibanding biaya akad nikah. Padahal sebenarnya, inti dari pernikahan hanyalah akad nikah. Resepsi pernikahan ”hanya” berfungsi mengumumkan pasangan nikah dan membagi kebahagiaan kepada keluarga, teman, dan sahabat, yang lain hanyalah fungsi pengikut saja seperti ajang reuni atau pamer kekayaan.

Resepsi pernikahan bisa dilakukan langsung setelah akad nikah, diwaktu siang, sore, atau malam hari. Resepsi pernikahan bisa diselenggarakan di halaman rumah, jalan depan rumah, lapangan sekitar rumah, gedung, aula, rumah makan, restoran, tempat pertemuan, atau ballroom hotel. Budget untuk resepsi pun beragam tergantung hidangan makanan, konsep dekorasi, ataupun tempatnya. Menyoal pemilihan tempat resepsi, ini kadang menjadi salah satu hal yang sangat pelik dan rumit. Kalau undangan banyak, dapat memilih gedung yang agak luas dan strategis sebagai tempat resepsi pernikahan. Jika tak terlalu banyak, rumah pun dapat dijadikan tempat resepsi pernikahan.

Bagi orang Bugis-Makassar, pernikahan mengandung makna yang sangat penting. Pernikahan dipandang tidak hanya bertujuan sebagai legalisasi hubungan kawin antara suami-istri setelah melalui berbagai proses hukum formal negara dan agama. Pernikahan juga merupakan cara menyatukan dan membentuk keluarga. Karena berbagai alasan penting tersebut, tak jarang orang Bugis-Makassar sangat mensakralkan pernikahan, termasuk resepsi pernikahan. Apapun akan dilakukan agar resepsi pernikahan berjalan aman, lancar, dan kalau perlu, mewah dan glamour. Karena pandangan inilah, menurut saya biaya pernikahan di kalangan bugis-makassar menjadi mahal. Selain uang panaik (insya Allah akan saya bahas di kesempatan lain), resepsi pernikahan memegang peranan penting dalam masalah mahal tidaknya biaya pernikahan. Salah satunya adalah soal sewa gedung pernikahan di Makassar dengan harga selangit, coba bandingkan saja harga sewanya dengan di daerah lain, di Jawa atau Sumatera misalnya. Mungkin mahal karena banyaknya peminat yang menyebabkan hampir semua tempat dijamin penuh di waktu-waktu ramai pernikahan tertentu, sebelum dan setelah Ramadhan misalnya.

Banyak yang lebih memilih gedung sebagai tempat resepsi pernikahan karena praktis dan tidak perlu lagi repot menyiapkan segala kebutuhan pernikahan yang dibutuhkan. Kalau mau sewa gedung bonafid di Makassar, pesanlah jauh hari sebelumnya, minimal tiga bulanlah jika tidak ada ”orang dalam” yang mengurus segalanya soal gedung. Mungkin ini juga yang menyebabkan agak lamanya rentang waktu antara prosesi lamaran (ma’duta) dengan akad nikah (resepsi pernikahan) di Makassar. Tempat atau gedung pernikahan memegang peranan penting dalam penentuan akad nikah dan resepsi pernikahan. Tidak jarang calon mempelai kemudian mengundur waktu pernikahan karena tidak mendapatkan gedung (resepsi) pernikahan yang sesuai. Sesuai dengan kantong dan ”hari baik”.

Bagi anda khususnya warga Makassar yang akan mengadakan pesta resepsi pernikahan di gedung atau hotel, mulailah hunting (mencari) tempat tersebut beberapa bulan sebelum pernikahan agar tidak kehabisan tempat (full booked). Bahkan (entah isu atau fakta), sebuah gedung hotel (sebut saja Clarion hotel makassar) harus dipesan setahun sebelum hari H !! Jika anda tidak punya ”orang dalam” atau kurang pandai melobi. Anda dapat menelepon pengelola gedung/hotel saja untuk memesan tempat tanpa membayar tanda jadi. Tanda jadi baru dapat anda bayar jika telah pasti hari penggunaannya sesuai pemesanan, atau ada juga orang yang ingin menggunakan gedung di hari yang sama dengan anda. Disinilah biasanya dilemanya bila belum ada hari H-nya, apakah membayar tanda jadi atau melepasnya saja. Siapa yang membayar tanda jadi lebih awal, dia yang dapat. Tanda jadi biasanya 10% dari total harga paket sewa gedung/hotel. Pintar-pintarnya anda lah melobi pengelola gedung.

Nah, Berikut ini daftar beberapa tempat atau gedung hotel tempat resepsi pernikahan di Makassar.
  • Gedung IMMIM Islamic Centre, Jl Jenderal Sudirman No. 33 (dekat lapangan Hasanuddin)
  • Balai Prajurit TNI M.Yusuf (Manunggal), Jl Jenderal Sudirman (dekat lapangan Karebosi, depan RS Pelamonia)
  • Gedung Manunggal Mini, Jl Urip Sumoharjo, Tello (depan SPN Batua)
  • Lasharan Garden, Jl. Abdullah Daeng Sirua No.106
  • Gedung Lestari 45, Jl Urip Sumoharjo (samping Masjid 45, depan UMI)
  • Balai Kencana 45, Jl Urip Sumoharjo
  • Baruga Lappo Ase
  • Gedung PWI, Jl. AP. Pettarani
  • Gedung Pertanahan, Jl. AP. Pettarani
  • Gedung Universitas Negeri Makassar (UNM), Kompleks UNM
  • Gedung Universitas Muhammadiyah (Unismuh), Jl Sultan Alauddin (Kompleks Unismuh)
  • Lantai Dasar Masjid Al Markaz Jenderal M Yusuf, Jl. Masjid Raya
  • Gedung Kartini, Jl. Masjid Raya No.10 (dekat Masjid Al Markaz)
  • Gedung Juang 45, Jl. Sultan Alauddin (dekat Makro)
  • Balai Kencana, Jl Nikel Raya (Belakang PU)
  • Gedung Rehabilitasi Cacat Depsos, Jl. AP. Pettarani (dekat Fly Over)
  • Clarion Hotel, Jl. AP. Pettarani
  • Hotel Horison, Jl Jenderal Sudirman
  • Hotel Sahid Makassar, Jl Dr. Ratulangi (Samping Mall Ratu Indah), Tlp 0411-875757, 876300
  • Imperial Arya Duta, Jl Somba Opu No.297 (tengah pantai Losari)
  • Makassar Golden Hotel (MGH), Jl Pasar Ikan No.52 (tepat di ujung pantai Losari), Tlp 0411-3633000
  • Hotel Pantai Gapura, Jl Pasar Ikan No.10 (sekitar 5 ruko dari MGH) , Tlp 0411-350222
  • Singgasana Hotel, Jl Kajaolaliddo no 16, atau Jl Sultan Hasanuddin no 3-5 (depan gelael), Tlp 0411-3627051
  • Dll
      
Untuk fasilitas gedung, bervariasi tergantung harga. Namun rata-rata yang dicari user adalah tempat parkir yang luas dan makanan yang enak. Untuk harga gedung biasanya dipaketkan dengan makanan yang dihitung per pax (per piring). Sekedar rujukan, harga paket pernikahan biasa untuk 500 orang di hotel Singgasana adalah Rp 75.000,- per orang. Di Hotel Sahid Rp 100 ribuan per orang. Di Hotel Clarion Rp 120 ribuan per orang. Semakin banyak paket yang dibeli, semakin murah harga per pax nya. Untuk gedung, setahu saya paling murah Gedung Rehabilitasi Cacat Depsos (Rp. 3 jutaan belum dekorasi dan makanan). Untuk informasi lebih lengkap, silahkan menghubungi langsung pihak pengelola gedung atau hotel. Semoga bermanfaat.

Gambar : Hotel Sahid Makassar tampak depan, di foto dari Hotel Bumi Asih, koleksi pribadi.
    Sewa Tempat dan Gedung Resepsi Pernikahan di Makassar, alamat gedung makassar, alamat hotel makassar, nomor telepon, paket pernikahan

    5 Sep 2011

    Makassar Pasca Lebaran Idul Fitri 1432 H

    http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20100911_102445_makasar3.jpg

    Setelah mudik lebaran 1432 H beberapa hari lalu, para pemudik dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan kini kembali memadati Kota Makassar, dan hari ini beraktivitas secara normal seperti sebelumnya. Ibukota provinsi inipun kembali "normal", menggeliat dengan berbagai problematikanya.

    Seperti sebelum-sebelumnya, begitu arus balik berlalu, Makassar mulai dihantui berbagai masalah, utamanya soal urbanisasi. Jumlah arus balik cenderung lebih banyak dibanding jumlah arus mudik. Hal ini menimbulkan beragam efek, mulai pada bertambahnya jumlah pengangguran, rumah kumuh, penduduk tak beridentitas sampai kasus kriminalitas yang bakal bertambah secara signifikan.

    Arus balik usai lebaran mencapai puncaknya malam tadi (Minggu, 4 September 2011). Ratusan ribu pemudik kembali dari kampung halamannya ke Makassar, tempat mereka hidup untuk mencari nafkah. Sebagian mereka yang telah sukses di kota ini, sekembalinya dari mudik tidak hanya kembali ke kota bersama keluarganya, tetapi juga membawa orang lain.


    Sosiolog Universitas Hasanuddin, Muhammad Darwis mengatakan hal itu sebagai salah satu eforia tradisi mudik. Orang-orang sukses di kota kembali ke kampungnya untuk merayakan lebaran, Di sana mereka memperlihatkan kesuksesannya dan memberi motivasi kepada keluarganya di kampung. Kondisi ini dapat dimengerti karena kebanyakan urban ingin merubah nasibnya karena tersugesti kesuksesan sanak keluarganya yang lebih dulu merantau ke kota. Namun demikian, para urban jangan terlalu cepat terlena dengan iming-iming kesuksesan tanpa melihat kompetensi yang dimiliki. "Jangan impikan kehidupan yang serba wah ala sinetron, saat sampai di kota justru kenyataan terbalik. Inilah yang membuat mereka terkadang frustasi dan menjadi pengangguran. Intinya, jangan gampang tergiur dengan kehidupan orang kota," ungkap Darwis.

    Volume arus balik di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada H+4 lebaran, Minggu, 4 September mengalami penurunan dibandingkan dengan jumlah penumpang pada H+3, Sabtu, 3 September. Diprediksikan, hingga penerbangan terakhir, jumlah pemudik pada H+4 hanya mencapai sekira 6.175 penumpang. Di hari sebelumnya, jumlah penumpang yang meninggalkan Makassar justru lebih banyak, yaitu mencapai 8.352 penumpang. Jumlah tersebut melonjak tajam dari perkiraan semula yang hanya berkisar di angka 6 hingga 7 ribu penumpang. Angka tersebut meningkat 20 persen dibandingkan pada H+3 tahun 2010
    yang hanya mencapai 6 ribu penumpang.

    "Kami perkirakan, H+3 kemarin adalah puncak arus balik penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Jumlah penumpang melebihi prediksi yakni di atas angka lima ribu penumpang. Untuk penerbangan hari ini justru mengalami penurunan dibandingkan hari kemarin," ungkap Bagian Data dan Laporan Posko Terpadu Lebaran Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ernawati. Pada jam yang sama, yaitu pada puncak lalu lintas pesawat terpadat pukul 07.00-11.00 Wita, kepadatan penumpang pesawat di terminal 1 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin hanya naik sekitar 12 persen daripada hari biasa. Sedangkan pada H+3, kepadatan pada jam puncak mencapai kenaikan 27 persen dibandingkan dengan hari normal. "Baru dapat tiket hari ini, Sabtu kemarin cukup sulit dapat tiket. Harganya cukup tinggi, ini agak sedikit longgar-lah. tetap padat tetapi mungkin tidak sepadat kemarin," ucap Nirwan penumpang tujuan Jakarta. Pantauan FAJAR, kemacetan di jalan menuju bandara sudah tidak terlihat. Ada beberapa saat terjadi sedikit hambatan, tetapi tidak sepadat pada puncak arus balik, Sabtu, 3 September. (dya)

    Reporter : Sri Suryandari,
    Editor : Faisal Syam, daengROMPA
    Makassar Pasca Lebaran Idul Fitri 1432 H
    sumber : fajar, mediaindonesia
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...