Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

14 Mar 2013

Sudahkah Anda Membual Hari Ini?


Teknologi telah merambah keseharian kita, menjadi tuhan baru bagi manusia. Semua kalangan menikmati teknologi, teknologi internet salah satunya.

Sekitar 12 tahun lalu, saya menggenggam telepon seluler –ponsel pertama saya. Ponsel ini digunakan “sekedar” telepon dan SMS, itupun jika sangat super penting. Tak ada cerita saya menggunakan ponsel untuk berinternet seperti sekarang ini, memang teknologi kala itu belum memungkinkan mengakses internet lewat ponsel. Ponsel jaman dulu hanya saya gunakan untuk mengetahui kabar orang terdekat, ataupun agar keluarga dan sahabat (yang care) mengetahui dimana posisi saya secara real time. Sekarang, ponsel berevolusi dengan cepat menjadi ponsel cerdas, telepon pintar -smartphone. Dunia (internet) dalam genggaman.

Sekarang, hampir semua orang telah mempunyai sekaligus menggunakan smartphone, bukan hanya telepon dan sms, tapi sekaligus mendengarkan musik, memotret, dan mengakses internet. Bahkan, fungsi internet telah mengalahkan fungsi telepon dan SMS. Apa yang menarik dari dunia maya, daring, online? Anda sebagai penggunanya mempunyai alasan masing-masing yang mungkin pada prinsipnya sama, akses informasi dan aktualisasi. 

Untuk akses aktualisasi (dibarengi informasi), mungkin Friendster menjadi penggagas awalnya. Karena manusia cenderung malas mengutak-atik kode untuk menghasilkan "ketenaran", butuh sesuatu yang instan, Media Sosial salah satunya, dan Friendster adalah pencetusnya. Dari sini, anak muda beralih ke dunia online, sekedar mengaktualisasikan diri yang mungkin tak tercukupi di dunia “nyata”, mencari teman dan berekspresi. Beberapa tahun kemudian, Facebook muncul dengan wajah yang lebih interaktif, lebih personal, dan lebih pintar berpromosi. Disaat Friendster gulung tikar, Facebook melaju dengan pesat. Beberapa sosial media mengekor kesuksesan Facebook, walaupun tidak sukses-sukses amat. Jangan lupa juga jalinan pertemanan yang tercipta dari telepon cerdas, Blackberry Messenger, Whatsapp, Instagram, Line, adalah salah beberapanya. Setelah Facebook, sekaranglah era Twitter, yang lebih simpel dan bersahabat. Tak perlu "berteman" dengan seseorang untuk mengetahui aktivitasnya, dan fenomena follower membuat selebritis termasuk presiden terpikat dengan media sosial ini. Bagi yang kecanduan media sosial, tak afdal rasanya hidup dalam sehari jika tidak berkicau di Twitter. Ya, awalnya adalah aktualisasi.

22 Feb 2013

Blogger Kreatif bin Inspiratif

Ada beberapa blogger yang menurut saya kreatif dan inspiratif, mempengaruhi alur pemikiran saya dalam dunia blog. Beberapa dari blogger tersebut adalah :

Asri Tadda
Orang --walaupun secara tidak langsung-- yang paling bertanggung jawab membuat saya mengenal blog dan jatuh ke dalam jurang perblogan, dan kecanduan!  Saya lupa kapan tepatnya, yang jelas saya mengenal blog sejak kuliah dulu, sekitar tahun 2005-an. Asta (panggilan akrab Asri Tadda) menulis "sesuatu" di mading kampus dan menyertakan sebuah "link" di bawah tulisannya, astaqauliyah[dot]blogspot[dot]com kalau tidak salah. Saya lalu tertarik membuka "link" tersebut, dan ternyata itu adalah blog pertama beliau (setahu saya). Dari situlah saya tahu kalau ada yang namanya "blog", orang pribadi pun bisa membuat situs pribadi, bukan hanya perusahaan besar. Walaupun kagum dengan pandangan pertama, saya tidak serta merta membuat blog, karena rumitnya --membuat blog-- minta ampun. Ada teman yang minat ngeblog saat itu sampai rela membeli buku tutorial membuat blog. Namun butuh kode-kode tertentu untuk membuat sebuah blog (semacam kode html) yang membuat saya menyerah membuat blog. Namun karena ketekunan, Asri Tadda melanjutkan ngeblog, sambil jadi penulis lepas pada salah satu surat kabar lokal.

Asri Tadda sebenarnya adalah senior saya saat SMA, beliau terkenal baik hati, alim, dan supel (saya sebut alim karena beliau adalah ketua remaja masjid di sekolah). Tak banyak interaksi antara kami saat SMA, maklum beliau seleb sekolah dan saya adalah rakyat biasa. Interaksi antara kami kemudian mulai hadir saat beliau kuliah di Fakultas Kedokteran dan saya kuliah di samping Fakultas Kedokteran. Kami semakin intens "berhubungan" karena kami masuk satu organisasi mahasiswa yang sama. Beliau adalah senior saya dalam organisasi ini, walaupun tidak satu kampus. Asri Tadda adalah ketua organisasi Islam tersebut, dan beliau giat-giatnya menulis essai dan opini saat itu, di kampus, dunia online, maupun koran.

Saya tidak tahu banyak mengenai aktivitas blog beliau saat itu, namun jelang aktif lagi menulis di blog tahun 2010-an lalu, saya jadi tahu kalau beliau memilih aktif di dunia blogging, dan memutuskan berhenti kuliah gara-gara blog. Beliau kini membuka dan mengelola "sekolah blogging", yang saya yakin banyak sudah penghasilan yang beliau peroleh dari blogging. Asri Tadda bahkan sempat meraih penghargaan sebagai pemenang kedua tingkat nasional kategori pengusaha muda Mandiri dalam ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2008. Ini merupakan ajang tahunan yang diadakan PT Bank Mandiri Tbk untuk mendorong wirausaha di kalangan anak muda. Anda dapat mengunjungi blog pribadinya disini, ataupun membaca profilnya suksesnya disini.


Singkatnya, Asri Tadda menginspirasi saya karena mengenalkan blog (walaupun secara tidak langsung), membatalkan jadi dokter dan memilih dunia blogging, dan seorang blogpreneur yang sukses.

Syaifullah Daeng Gassing
Sebenarnya saya tidak banyak tahu keseharian Daeng Gassing, nama panggilan beliau di dunia maya. Walaupun tak pernah ketemu muka, saya kagum dengan tulisan dan pemikiran beliau. Yang saya tahu adalah, beliau adalah ketua komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri. Tulisan-tulisan inspiratif beliau di blog pribadinya membuat saya iri. Alur bercerita khas daenggassing, jauh diatas saya yang hanya bisa copy paste. Saya tidak tahu juga mengenai bisnis beliau di dunia online, namun banyaknya ajang kopi dara blogger yang beliau tampil sebagai pembicara di dalamnya sudah membuktikan kalau beliau adalah blogger profesional, kreatif, dan inspiratif.

Inspirasi ngeblog dari daenggassing adalah : be yourself, jadilah diri sendiri.

Budi Rahardjo
Sama seperti daenggassing, saya tak mengenal Budi Rahardjo selain di beberapa blognya. Budi Rahardjo mempunyai lebih dari belasan blog dengan domain yang berbeda. Dia merupakan blogger Indonesia dengan kemampuan teknologi yang tidak diragukan lagi, wajar karena beliau adalah seorang dosen, Staf pengajar di Departemen Teknik Elektro ITB. Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri dan Teknologi Informasi (PPP ITI) Institut Teknologi Bandung, dan juga Chief Information Officer dari PT INDO CISC, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengamanan data (security). Dr. Budi Rahardjo juga merupakan direktur teknis dari berbagai perusahaan IT seperti PT Insan Infonesia, PT Sumber Daya Telematika Indonesia, dan PT Work IT Out. Koordinator IDNIC (pengelola domain ID). Kini, di sela kesibukannya sebagai blogger dan mengajar, pria kelahiran Yogyakarta, 20 Oktober 1962 ini juga aktif menelurkan jurnal-jurnal ilmiah. Selain itu, ia masih memiliki wewenang penuh pada perusahaan security jaringan yang dibangunnya, Indo Cisc dan Insan Indonesia. Dari banyaknya "pekerjaan" tersebut, saya tahu beliau lebih terkenal di dunia offline daripada dunia online. Blog beliau di rahard[dot]wordpress[dot]com sederhana namun memberi inspirasi ngeblog bagi saya, hampir tiap hari. Profil beliau dapat dilihat disini.

Inspirasi ngeblog dari rahard adalah : jadilah diri sendiri, dan konsisten menulis tiap hari.

Antyo Rentjoko
Beliau adalah blogger inspiratif saya. Tulisannya di blog mengalir bagai air, membuat tak bosan membaca tulisannya sampai akhir, meskipun saya tidak pernah ketemu muka juga dengan  beliau. Antyo Rentjoko akrab disapa Paman Tyo adalah seorang blogger yang mempunyai beberapa blog. Tulisan utamanya berada di blogombal.org. Beliau juga salah satu pendiri dagdigdug.com. Hampir semua tulisannya yang terserak sudah teragregasikan di antyo.rentjoko.net. Blog gombal yang dimiliki Antyo diakui sebagai blog berbahasa Indonesia terbaik, di BOBs (Best Of the Blogs) Award di Bonn, Jerman. Kekuatan blog Antyo, dinikmati oleh pembaca dengan rentan umur 16-60 tahun. Berbagai gabungan konten, dari sejarah, politik dan masalah sosial, yang menampilkan cerita sehari-hari sering diabaikan oleh media mainstream. Banyak yang mendaulat Paman Tyo sebagai begawan blog Indonesia. Sosok beliau menurut saya masih misterius, pun jika diperlihatkan sosok plontos di blonya, saya belum yakin itu penampakan asli beliau. Dan yang paling penting lagi adalah, beliau adalah sosok yang egaliter, saya tidak tahu pasti apa agama beliau dari postingan-postingannya, saking egaliternya. Ada blog beliau yang sungguh unik dengan hanya menampilkan 69 kata per postingan disini. Profil beliau dapat dilihat disini.

Inspirasi ngeblog dari Paman Tyo adalah : jadilah diri sendiri, buat konten blog unik dan kreatif.

Munir Ardi
Beliau adalah seorang guru SMP di Kabupaten Pinrang. Tak banyak yang saya tahu dari sosok beliau karena tak pernah ketemu muka. Blog beliau di smp3lembang.blogspot.com jadi awal penyemangat saya saat mulai aktif ngeblog tahun 2010-an lalu. Beliau mengelola beberapa blog yang sudah menghasilkan uang. Baru-baru ini diundang oleh komunitas blogger Malaysia dalam temu blogger sebagai tamu.

Inspirasi ngeblog dari Munir Ardi adalah : jadilah diri sendiri, jangan menyerah ngeblog.

Itulah beberapa blogger kreatif yang menginspirasi saya, membuat saya mengenal blog dan semnagat ngeblog sampai hari ini. Masih banyak blogger inspiratif yang lain, namun inilah yang paling menginspirasi. Pesan utama dari semua blog ini adalah, Jadilah Diri Sendiri.

25 Agu 2011

Lebaran dan Lebayran

Lebaran

Di Malaysia, Hari Raya Idul Fitri disebut juga sebagai Hari Raya Puasa. Dalam Bahasa Inggris disebut sebagai Eid Festival atau Eid Mubarak. Di Indonesia, Hari Raya Idul Fitri disebut juga Lebaran. Mengapa Lebaran?
Le.ba.ran
[n] hari raya umat Islam yg jatuh pd tgl 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama sebulan; Idulfitri
[1]
Lebaran berasal dari bahasa jawa 'Lebar' (huruf ‘e’ seperti menyebut kata “segar”, bukan “bebek”) yang berarti habis/hilang. Dengan akhiran -an berarti musim lebar. Secara spesifik digunakan untuk Idul Fitri yang berarti telah habis/hilang dosa (fitri) karena telah banyak beribadah dan saling maaf-memaaafkan.
[2]

Selain lebar berarti habis/hilang, di Jawa, Idul Fitri disebut juga sebagai “bada” (baca: bodo) yang berasal dari kata “bakda” yang artinya adalah “setelah” atau “sesudah”. Kata “bakda” merupakan bahasa halus (krama) dari kata “lebar”. Dalam bahasa ngoko, bakda Shubuh dituturkan dengan ‘lebar Shubuh’ atau kadang orang Jawa lebih senang mengatakan ‘bar Shubuh’. Orang Jawa menyebut Idul Fitri sebagai “bakda” karena Idul Fitri diperingati setelah puasa. Kata lebaran untuk menyebut Idul Fitri diambil dari kata lebar (Jawa: setelah/sesudah) bukan lebar (Inggris: wide).


Tidak diketahui alasan lebih memilih kata ”lebaran”, bukan ”bakdan”. Mungkin untuk mempermudah pengucapannya. Penggunaan akhiran -an pada kata lebar adalah untuk membuatnya menjadi kata benda. Demikianlah asal-usul Idul Fitri disebut lebaran dari bahasa jawa. Bukan karena pada saat Idul Fitri semua orang punya hati yang lebar (luas) untuk saling memaafkan melainkan karena Idul Fitri dirayakan sesudah/setelah berpuasa.
[3]

Namun ”lebaran” bisa juga berasal dari Bahasa Betawi, "Lebar" yang artinya luas atau lega (seperti pikiran dari kebanyakan kita, termasuk saya). Ini menandakan suatu perasaan bebas/bersyukur/lebar/lapang setelah menjalani puasa selama bulan Ramadhan. Lebaran juga mengandung arti "kelegaan" dalam menyambut hari kemenangan (Idul Fitri), setelah lelah bertarung melawan hawa nafsu selama melaksanakan Shaum.
[4]


Lebayran

"Lebay" itu artinya berlebihan. Dipopulerkan sama presenter acara talkshow di Trans TV.
[5]

Lebay = Sesuatu yang berlebih = Lebih+Ay = Lebay.
[6]

Penggunaan akhiran “-an” pada kata lebay adalah untuk membuatnya menjadi kata benda. Tambahan “r” hanya merupakan variasi kata saja agar mudah diucapkan.

Pilih mana, lebaran atau lebayran ?

Maaf sebelumnya jika saya memplesetkan kata “lebaran” dengan “lebayran”, seperti para pendahulu kita yang mengistilahkan “Idul Fitri” dengan “lebaran”. Saya cuma mulai bosan dengan aktifitas kebanyakan orang Indonesia menjelang Idul Fitri yang sangat berlebih-lebihan.

Lihat saja masjid yang mulai kosong, orang-orang yang biasanya memakmurkan masjid lebih memilih pergi ke mall dan rela berdesak-desakan untuk membeli barang keinginannya (bukan kebutuhan, bedakan). Selain keimanan yang mulai luntur, hal ini terjadi karena pikiran sebagian besar dari kita yang memiliki uang berlebih (atau yang serba kekurangan malah) untuk merayakan Idul Fitri dengan barang yang serba baru. Mulai dari pakaian baru, handphone, kendaraan, hingga makanan dan minuman yang cenderung berlebihan mengarah ke mubazir. Tidak sah rasanya memperingati Idul Fitri (minimal) tanpa pakaian baru, berhutang sekalipun demi membeli baju, celana, rok, dan mukena baru. Padahal mungkin masih banyak stok pakaian kita di lemari yang masih bagus, yang untung kalau dalam setahun pernah kita pakai. Berbelanja pakaian baru hanyalah untuk memuaskan nafsu kita yang sangat konsumeristis. Mending jika konsumeristis, jika sudah riya, memamerkan pada orang lain, Naudzubillah. Inilah yang merusak mental dan social bangsa kita yang mayoritas muslim.

Tidak salah kita memperingati Idul Fitri dengan bersuka cita, kita memakai pakaian yang bagus-bagus untuk merayakan sekaligus menghargai hari raya kita. Namun sudah seharusnyalah kita merayakan dengan sewajarnya, tidak berlebih-lebihan. Kita dapat berlebayran jika tetangga-tetangga kita sudah tidak ada yang kesusahan, orang miskin disekitar kita sudah tidak ada yang kelaparan.

Semangat berlebaran, hindari berlebayran.
------------------------------------------------------------
Referensi :
  1. [kamusbahasaindonesia.org/lebaran#ixzz1Vx01xRRS]

  2. [id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080103215035AAlbLot]

  3. [majalahummatie.wordpress.com/2009/09/12/asal-usul-lebaran/]

  4. [catatankakipinggir.blogspot.com/2010/07/asal-mula-kata-lebaran.html]

  5. [id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080824095927AAMatSB]

  6. [archive.kaskus.us/thread/5312136]



26 Jul 2011

Teroris dan Koruptor

 

Andai saja pelaku korupsi disamakan dengan teroris, tentu saja koruptor-koruptor tersebut telah diseret oleh densus Detasemen 88 seperti terduga teroris di Ponpes Umar Bin Khattab NTB baru-baru ini. Sangat jelas terlihat di tv, terduga teroris tersebut dipakaikan baju orange lengkap dengan penutup kepala, tangan diikat di belakang, dan dijaga dengan sangat ketat oleh beberapa anggota polisi khusus berbadan tegap.

Aneh memang, akhir-akhir ini polisi dan pihak intelijen menunjukkan tajinya. Pelaku (terduga) teroris ditangkap dengan sangat cepat dan mudah (paling lama, 1 minggu sudah tertangkap), bahkan orang atau pihak yang tidak diduga-duga teroris dapat diendus dengan cepat oleh pihak kepolisian. Sementara itu, para koruptor dapat dengan mudahnya menghirup udara bebas, sudah ditangkap dan dijebloskan ke penjara sekalipun.

Padahal, menurut saya tingkat kejahatan koruptor sama, bahkan lebih tinggi daripada teroris. Bayangkan saja efek kejahatan yang dihasilkan oleh koruptor, memiskinkan sebuah wilayah Negara hingga beberapa generasi, miskin moral. Bandingkan dengan teroris yang mungkin efeknya sebentar saja, langsung kepada si Korban.

Yah begitulah, seandainya koruptor diseret-seret juga seperti pelaku ”terduga” teroris, masih tidak malukah kita berperilaku koruptor???

Itulah fakta, hanya di Indonesiaku, negeri antah-berantah.

19 Jun 2011

Fasilitas Kamar Asrama Pelatihan yang Memadai

 

Banyak dari anda yang mungkin pernah mengikuti suatu pelatihan, entah itu pelatihan formal maupun non formal. Pelatihan diselenggarakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu, membuat peserta pelatihan tahu dan terlatih mengenai yang dilatihkan. Untuk mencapai tujuan tersebut tentunya dibutuhkan suasana kondusif dalam pelatihan. Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah fasilitas kamar asrama. Jika kamar dan segala fasilitasnya memadai, tentu saja peserta pelatihan akan merasa nyaman sehingga dapat mencapai tujuan pelatihan sesuai yang diharapkan.



Banyak pilihan tempat untuk mengadakan pelatihan mulai dari yang paling murah hingga yang mahal. Tentu saja semakin mahal, semakin baik fasilitas yang diberikan. Fasilitas termahal tentu saja dimiliki oleh hotel berbintang lima, tapi yang mahal belum tentu baik. Menurut saya ada beberapa standar asrama pelatihan (khususnya asrama) yang dapat dikatakan baik dan memenuhi standar, antara lain :

One man one room
Satu orang satu kamar. Saya dengan sangat senang hati memilih "hidup" sendiri di kamar daripada berbagi dengan orang lain apalagi orang yang tidak kita kenal. Tugas-tugas perorangan akan lebih mudah dikerjakan dan diselesaikan. Namun hal ini tidak berlaku pada tugas kelompok. Namun demikian menurut saya soal kamar pelatihan, jauh lebih nyaman sendiri daripada berbagi.

Toilet dalam kamar
Peserta pelatihan akan merasa sangat nyaman bila privasinya terjaga selama pelatihan. Soal mandi dan buang air merupakan hal yang sangat privasi. Dijamin peserta pelatihan akan malas mandi dan buang air jika tidak ada toilet di kamarnya. Yang lebih nyaman lagi adalah jika ada fasilitas air panas, bahkan bak mandi di toilet. Peserta pelatihan pastinya merasa sangat dimanjakan.

Fasilitas penunjang lain
Sebaiknya ada beberapa hal lain yang sebaiknya ada di kamar pelatihan, antara lain:
- penerangan lampu yang cukup
- fasilitas internet gratis
- televisi, sebagai sarana hiburan dan informasi
- telepon, minimal antar kamar dan petugas informasi
- meja belajar
- lemari pakaian
- brankas
- kulkas mini. Kalau tidak ada kulkas, minimal fasilitas air panas dan dingin siap minum selama 24 jam
- laundry, tidak perlu dalam kamar, namun satu mesin cuci untuk seluruh asrama saya rasa sudah cukup
- Tempat sampah
- pendingin kamar (AC atau kipas angin)
- hanger pakaian
- Rak buku dan dokumen
- Termos, gelas, dan perlengkapan minum.











Semangat mengikuti pelatihan, semoga lancar dan sukses!!!

17 Mar 2011

Bom Buku dan Polisi Teledor

15 Maret 2011 heboh dengan pemberitaan mengenai meledaknya bom buku yang ditujukan kepada aktifis JIL, Ulil Abshar Abdala. Herannya, bom tidak memecahkan kepala target (Ulil), namun memutuskan tangan seorang perwira polisi.

Paket bom yang dikirimkan untuk Ulil, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga merupakan ketua DPP Partai Demokrat, diterima resepsionis pada pukul 10.00 WIB. Pada pukul 13.30 WIB, surat baru disetorkan office boy ke kantor JIL yang terletak di kompleks yang sama. Jubir Komunitas Utan Kayu, Saidiman, mencurigai kiriman itu karena terdengar bunyi mencurigakan dan ada kabel menjuntai. Polisi lalu ditelepon. Polisi dari Polsek Matraman dan Polres Jaktim lalu datang. Lantas upaya penjinakan dilakukan oleh Kasat Reskrim Kompol Dodi Rahman dkk tanpa pengamanan, dengan petunjuk manual lewat ponsel. Duar! Pukul 16.05 WIB, bom meledak.

Paket (bom) buku ini ditujukan kepada Ulil. Si pengirim atas nama Sulaiman Azhar dengan Judul buku "Mereka Harus Dibunuh". Dalam suratnya, Sulaiman ingin meminta waktu kepada Ulil untuk wawancara dan memberikan kata pengantar dalam buku karyanya. Di dalam surat itu, Sulaiman mengaku sedang menulis sebuah buku berjudul 'Mereka harus dibunuh karena dosa-dosa mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin'. Surat itu terdapat di dalam paket bom yang meledak di kantor KBR 68 H. Paket bom itu dikirimkan untuk Ulil melalui kantor KBR 68 H di Jl Utan Kayu 68, Jakarta Pusat. Paket itu berisi buku setebal 412 halaman. Namun, saat paket itu diperiksa dengan metal detector, ternyata alat itu berbunyi.

Tangan satu anggota polisi yakni Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan putus saat berusaha menjinakkan bom lewat petunjuk temannya via HP. Seorang sekuriti KBR 68 H juga terluka akibat peristiwa itu.

Dari peristiwa ini, terlepas dari motif dan proses pengiriman bom, Kepolisian Resort Jakarta Timur telah melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan membuka paket bom di Kantor Jaringan Islam Liberal (JIL). Seharusnya, Polres Jaktim menunggu hingga tim Gegana datang. Entah apa motovasi Kasat Reskrim Polres Jaktim untuk membuka bom tersebut. Yang berhak membuka setiap benda yang dicurigai bom, tidak boleh disentuh oleh siapa pun, kecuali Gegana. Tindakan Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan, terlalu berani.

Prosedur yang harus dilaksanakan kepolisian selain Gegana ketika menerima ancaman bom, tugas pertama adalah datang ke lokasi. Setelah datang ke lokasi, Polsek wajib mensterilisasi lokasi dengan menggunakan police line, lalu evakuasi semua orang yang berada di lokasi. Anggota polisi selain tim Gegana dilarang menyentuh benda-benda yang dilaporkan mencurigakan hingga tim yang berkompeten (Gegana) datang. Yang berhak mengidentifikasi benda mencurigakan hanyalah Gegana.

Naifnya, dalam kasus ini Gegana mendapatkan laporan setelah bom meledak. Gegana merupakan satuan yang berada di bawah Brimob. Saat kejadian, baik Polsek Matraman maupun Polres Jakarta Timur tidak ada yang melapor kepada Gegana perihal adanya ancaman bom di Kompleks Komunitas Utan Kayu, Jl Utan Kayu 68 H, Jakarta Timur.

Bom buku melawan polisi teledor tentu saja dimenangkan oleh bom buku. Lawan mi itu bom....

12 Mar 2011

10 Penyebab Kemacetan Jalan di Makassar

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQwASLV2ddTPV62dfrMwURiZzv2XCoOOxqA0CEtIou7bu1N5lHFYU0NePqaQmDYV6CnFTBfchmlH2ogvTKd-uumrjtzxxY-k6CVkvfTu-TkVVh41ttMhTNwu4uhdm5fjlB3dfyl5Zk7phs/s1600/Makassar-Macet-10-Jam-Sehari.jpg

Makassar adalah kota besar yang sangat pesat perkembangannya. Kemacetan lalulintas setiap hari terutama pagi dan sore hari menjadi indikasinya. Seperti halnya Jakarta yang kemacetan telah mencapai titik puncaknya, jika tidak ditangani secara serius maka kota Makassar akan mengalami hal yang sama, bahkan dengan durasi yang lebih singkat. Mungkin, Makassar di tahun 2017-an telah seperti Jakarta sekarang ini. Macet total

Sebagai rakyat jelata kota Makassar, saya mempunyai beberapa pandangan sendiri akan penyebab kemacetan di jalan, antara lain :


1. Pete-pete
Pete-pete dituding sebagai penyebab utama kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas kota Makassar. Pete-pete bisa seenaknya pindah jalur, menurunkan dan menaikkan penumpang di tempat-tempat yang tidak seharusnya atau berzig-zag dengan cueknya di jalan raya. Maklum kejar setoran.

2. Becak
Karena lambatnya, becak membuat mobil antri di belakangnya karena jalan sempit dan tak bisa menyalip. Maklum tenaga betis.

3. Motor
Jika arus lalu lintas melambat, pengendara motor memotong jalan dan mengambil lajur kanan yg membuat kemacetan semakin parah. Maklum body langsing.

4. Mobil
Saya paling sering mendapati pengemudi mobil menelpon sambil nyetir. Bayangkan saja mengularnya antrian kendaraan di belakang si besar karena melambat. Maklum, telpon bisnis trilyunan.

5. Sepeda
Ah, ini sepertinya tidak memacetkan jalan, kecuali ada acara sepeda santai yg sampai menutup jalan. Maklum saya suka naik sepeda. hahaha

6. Pejalan kaki
Ah, sambarang tong. Mana ada pejalan kaki yg memacetkan jalan? Kecuali jika ada pejalan kaki sexy yg membuat pengendara mobil dan motor tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Atau, ada pejalan kaki yang ingin bunuh diri ditengah jalan.

7. Demonstrasi
Mahasiswa Makassar terkenal akan prestasinya memblokir jalan apabila sedang berdemonstrasi. Tiang listrik hingga truk kontainer jadi palang sakti yang mampu memacetkan jalan beberapa jam, beberapa kilometer. Maklum ingin "terdengar".

8. Jalan Rusak
Jalan yang berlubang menjurus hancur hampir dapat ditemukan di seluruh sudut kota Makassar. Terutama di kompleks perumahan saya, beda tipis dengan kubangan. Tak perlu saya gambarkan proses macetnya jalan karena jalan rusak, anda dapat membayangkannya sendiri.


9. Jalan sempit
Tentu saja lebar jalan yang tidak sesuai dengan volume kendaraan otomatis memacetkan jalan

10. Jalan banjir
Inilah yang paling unik. Setiap hujan, ada beberapa jalan poros di Makassar yang tergenang air hingga sebetis. Penyebabnya adalah saluran air yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ini jalan atau sungai ?



Tiga poin terakhir adalah tugas pemerintah memanjakan rakyatnya. Terlepas dari sarana serta prasarana jalan yang buruk, tentunya kemacetan tidak akan terjadi jika seluruh pengguna jalan mematuhi aturan lalu lintas.

Bagaimana dengan anda? Apakah sudah patuh aturan lalu lintas? Apakah kota anda jarang macet?

Gambar : 
ujungpandangekspress.com  
swatt-online.com

1 Feb 2011

Toilet Duduk Penyebar HIV-AIDS ?



Kemarin, saya sempat membaca postingan teman tentang bahaya toilet duduk jika tidak dipergunakan sesuai porsinya. Diperlihatkan gambar horor, sekujur kaki dan paha luka akibat tersayat potongan / pecahan toilet karena toilet tersebut rusak, patah dan pecah akibat dijongkoki (maaf, saya tampilkan gambarnya dibawah ini dari kaskus.



Saya kemudian berpikir, sebenarnya aman mana antara toilet jongkok atau toilet duduk?

Kemudian, keuntungan masing-masing toilet saya urai, antara lain :

Toilet jongkok, sudah familiar dengan saya sejak lahir, saya merasa mudah buang hajat jika menggunakan toilet jongkok, lebih afdol.

Toilet duduk, katanya baik jika kita ingin menggunakannya sampai hari tua nanti. Orang tua lebih akan dimudahkan buang hajat jika dilakukan dengan posisi duduk karena beban tubuh akan bertumpu di pantat, bukan di kaki atau paha.

Lantas apa kekurangannya masing-masing toilet? Saya tak tahu pastinya, namun berdasarkan hasil lamunan, bisa jadi seperti yang saya sebutkan berikut ini :

Toilet jongkok, kita (saya) akan menikmati buang hajat sehingga berlama-lama jongkok yang mengakibatkan sakit "usus turun". Toilet jongkok juga akan menyulitkan orang tua saat melakukan aktifitas pertoiletan.

Toilet duduk, entah mengapa tiba-tiba terpikir HIV-AIDS dapat menular melalui toilet duduk. Taruhlah si A adalah seorang pengidap HIV, dia buang hajat di Mall x dengan toilet duduk. Jika si A mempunyai luka di p**tatnya, maka kemungkinan besar cairan luka akan menempel di toilet tersebut. Jika tidak dibersihkan, maka si B yang kebetulan juga mempunyai luka di p**tatnya akan terkontaminasi HIV dari bekas luka si A yang masih menempel di toilet.

Bukankah HIV dapat menular melalui luka? Maka waspadalah bagi anda yang sering memakai toilet duduk ditempat umum, apalagi jika mempunyai luka di sekitar p**tat. Pun jika terpaksa menggunakan toilet duduk, jangan lupa bersihkan terlebih dahulu toilet duduk tersebut dan lapisilah permukaan toilet dengan tissue. Pun jika tak ada tissue, saya pribadi lebih memilih jongkok dengan berusaha menjaga keseimbangan badan.

29 Agu 2010

Serba-serbi Perayaan Ulang Tahun



Birth day atau hari lahir setiap tahun kita lewati. Ada yang merayakannya dan ada juga yang tidak. Di Indonesia, orang mengenal "hari lahir" dengan istilah "ulang tahun", mengulang tahun? menurut saya istilahnya mestinya "ulang hari", entah siapa yang mempopulerkan. Tapi biarlah, sesuai konvensi, hari lahir adalah ulang tahun, bukan ulang hari, saya ikut sajalah.

Namun, tahukah anda asal muasal perayaan ulang tahun? Sejarah ulang tahun dimulai sudah sejak lama, sebelum munculnya agama Kristen. Awalnya, perayaan ulangtahun dilakukan untuk mengusir roh-roh jahat!

Penanggalan
Awalnya, manusia tidak tahu bagaimana menghitung tanggal sehingga mereka tidak dapat mengetahui peristiwa penting seperti ulang tahun. Secara bertahap, manusia mulai mengerti siklus bulan dan mereka mengembangkannya seperti kalender. Hal ini membuat mudah untuk menghitung tanggal lahir dan merayakannya.

Sejarah Ulang Tahun
Sejarah ulang tahun dapat ditelusuri kembali sebelum munculnya agama Kristen. Dalam budaya pagan, roh-roh jahat diyakini mengunjungi orang pada hari ulang tahun mereka. Untuk melindungi orang yang berulang tahun dari pengaruh jahat, orang-orang dikumpulkan untuk mengelilingi orang yang berulang tahun dan berpesta. Banyak suara yang dikeluarkan dalam pesta tersebut untuk mengusir roh-roh jahat. Pada waktu itu tidak ada tradisi membawa hadiah, dan tamu yang menghadiri pesta ulang tahun akan memberikan doa yang baik bagi orang yang berulang tahun. Malah, jika tamu tidak membawa hadiah itu dianggap sebagai pertanda baik dan sebuah kehormatan, cukup dengan doa saja.

Catatan Awal Perayaan Ulang Tahun
Para sejarawan yakin bahwa perayaan ulang tahun mempunyai beberapa versi dan catatan penting. Dari catatan tersebut, perayaan ulang tahun hanya untuk raja-raja, bangsawan berpangkat tinggi dan orang-orang yang memegang posisi tinggi di masyarakat. Orang biasa dan terutama anak-anak tidak dapat merayakan ulang tahun. Para ahli percaya bahwa perbedaan ini ada karena hanya bangsawan cukup kaya yang mengadakan pesta ulang tahun dan dianggap cukup penting untuk dicatat dalam sejarah.

Perayaan Ulang Tahun paling bersejarah
  • Walaupun ada kontroversi mengenai tanggal kelahirannya, selama hampir 2000 tahun sejak kelahiran Yesus di Betlehem, orang Kristen telah menghormati hari itu sebagai Natal.
  • Sekitar 4.000 tahun yang lalu Raja Firaun merayakan hari ulang tahunnya dengan sebuah pesta yang megah di istananya.
  • Raja Herodes merayakan ulang tahunnya dengan mengundang raja-raja, kapten tinggi dan teman-temannya dengan pesta makan malam khusus di Galiliee.

Tradisi Ulang Tahun Populer dan Simbol-simbolnya
Beberapa Tradisi Ulang Tahun Populer dan Simbol-simbolnya yang kita lihat sekarang ini berasal dari ratusan tahun yang lalu. Beberapa percaya tradisi kue ulang tahun dimulai oleh orang Yunani awal yang digunakan untuk mengambil bulan atau kue berbentuk bulan ke kuil Artemis - Dewi Bulan. Yang lain percaya bahwa kebiasaan kue ulang tahun dimulai di Jerman di mana digunakan untuk membuat roti dalam bentuk kain lampin bayi Yesus.

Pada abad pertengahan orang Inggris menempatkan benda simbolik seperti koin, cincin dan bidal dalam adonan kue. Mereka percaya bahwa yang menemukan koin di kue itu akan menjadi kaya, yang mendapat bidal tidak akan pernah menikah, dan yang mendapatkan cincin akan segera menikah.

Kebiasaan lain adalah menyalakan dan meniup lilin. Berasal dari Yunani, pencahayaan lilin ini digunakan untuk membuat kue yang dibawa untuk Artemis menjadi bercahaya seperti bulan. Beberapa juga percaya dengan keyakinan agama bahwa Tuhan tinggal di langit dan lilin-lilin menyala untuk membantu mengirim doa kepada dewa. Orang Jerman dikatakan menempatkan lilin besar di tengah kue sebagai lambang 'cahaya kehidupan'. Bahkan saat ini orang mengucapkan keinginan dalam hati saat meniup lilin. Keyakinan lain adalah bahwa meniup semua lilin dalam satu nafas membawa keberuntungan.

Ulang tahun sekarang ini
Saat ini, perayaan ulang tahun sudah sangat populer di seluruh dunia dan dirayakan secara umum, terlepas dari kasta dan status sosial. Meskipun cara perayaan ulang tahun itu sama di sejumlah negara, beberapa negara memiliki cara unik untuk merayakan ulang tahun berdasarkan lingkungan, budaya, tradisi keagamaan dan keyakinan spiritual. Di mana-mana ulang tahun adalah hari istimewa dan pesta ulang tahun diselenggarakan untuk menikmati hari dengan bersenang-senang dengan orang yang dicintai. Mereka yang tidak hadir di pesta, mengirim ucapan selamat mereka dengan kartu ucapan selamat ulang tahun. Tradisi ini dimulai di Inggris sekitar seratus tahun yang lalu.

Di Indonesia, khususnya anak remaja kita, selain ritual umum seperti yang disebutkan tadi, perayaan ulang tahun kadang lebih konyol lagi. Ritual siram-siraman selalu ada, siram air putih campur kopi, dan kecap, sampai air got. Entah darimana lagi budaya konyol seperti ini.

Bagaimana dengan anda? apakah ingin meneruskan tradisi pagan ini? ataukah menggantinya dengan bentuk perayaan lain yang lebih modern? Menurut saya, sama saja.

sumber : tokenz.com

26 Agu 2010

Blog Otodidak : Motivasi Ngeblog


Bismillah...

Akhirnya, setelah beberapa hari vakum, saya posting juga, walaupun sebenarnya sangat tidak penting untuk kawan blogger semua. Lapor, saya beberapa hari ini vakum lantaran kembali mengalami kegamangan mau posting soal apa. Masalah klasik memang buat blogger newbie seperti saya adalah sangat sering bingung mau posting soal apa dan akhirnya terbitlah postingan ini. Postingan ini adalah lanjutan dari postingan semula tentang ngeblog otodidak.

Sekedar info, saya mulai tahu tentang blog sejak kuliah dulu, sekitar tahun 2004 dari seorang senior. Hingga hari ini, beliau masih malang melintang dalam dunia maia dan sudah mendirikan sekolah blog pada sebuah cafe di Makassar, bahkan sudah merambah ke dunia offline. Entah sudah berapa blog atau website yang telah dibangunnya hingga hari ini. Salut saya adalah, beliau berani mengambil resiko menunda gelar dokternya dan beralih menjadi blogger profesional. Saya banyak belajar dari aktifitas beliau, walaupun sejak lulus kuliah, saya sudah tidak pernah bertemu lagi dengan beliau. Social media membuat kami bisa saling ngintip, walaupun tak bertegur sapa secara langsung.

Penyesalan saya saat ini adalah, mengapa saat mengenal blog saya tidak serius ngeblog? walaupun ada beberapa blog tester yang saya buat (bukan saya bangun, bedakan!) di friendster dan blogspot, namun itu sekedar coba-coba tanpa serius menekuninya. Saya baru sadar 6 tahun kemudian (setelah senior saya tersebut sukses besar) ternyata ngeblog bisa menghasilkan duit, walaupun motivasi saya ngeblog sekarang ini adalah bukan karena hal tersebut semata. Paling tidak, aktifitas menulis kita bisa menghasilkan bonus, duit.

Tentunya banyak motivasi seseorang membangun blog. Beberapa antara lain seperti motivasi diri saya :
  1. Ekonomi. Ngeblog bisa menghasilkan duit, baik recehan maupun gepokan. Untuk gepokan, Senior saya menghasilkan banyak duit dari tulisan-tulisan yang beliau "jual". Untuk recehan saya masih bingung juga, namun banyak koq program reseller atau paid per click, serta program lainnya (sudah cocok gak bahasanya? maaf kalau keliru). Untuk tahap ini, sekarang saya baru mulai dari recehan dulu, klik sana klik sini. Gepokan sepertinya belum, untuk tulisan dalam blog sendiri susah, bagaimana kalau menulis untuk orang lain? Heehee..
  2. Psikologi. Aktualisasi diri adalah motivasi saya selanjutnya. Keterbatasan ruang offline untuk beraktualisasi diri di dunia nyata menggiring saya ke dunia online. Selain Social media, blog adalah ruang aktualisasi diri yang lumayan ampuh. Narsislah sebelum narsis dilarang.
  3. Edukasi. Terus terang saya sangat jarang membaca buku, ngantuk rasanya. Walaupun saya sadar bahwa membaca adalah jendela ilmu, namun entah mengapa enggan membaca buku, bawaan lahir kalee. Nah, dunia online adalah sarana pembelajaran yang sangat ampuh. Googling, blogwalking dan portal berita sangat mungkin dapat menambah pengetahuan kita. Plusnya, anda dapat menuliskan opini dalam blog anda tentang apa saja yang ada dapatkan dari ilmu tersebut. Jika anda malas membaca offline, niscaya anda akan ketagihan membaca online, lebih menarik dan uptodate.
Pikir saya, hanya 3 motivasi itulah yang menjadi motivasi saya ngeblog yang sempat melintas di otak saya saat ini. Mungkin pembagian ini agak rancu dan tumpang tindih, harap maklumlah, baru belajar nulis, ilmu kurang, jarang membaca.. Selebihnya tentang motivasi, searching saja di google, banyak koq.

Nah, sekarang apa tujuan dan motivasi anda ngeblog? Saran saya khususnya bagi anak muda, seriuslah ngeblog, online itu gak usah searching yang macam-macam yang dapat merusak mental anda (tahu kan maksud saya??). Jangan seperti saya dulu yang setengah-setengah buat blog dan akhirnya menyesal sekarang-sekarang ini.

Jika sudah dapat tujuannya, andapun dapat mencari model blog yang pas. Mulai dari pemilihan tema, hingga desain, template, widget, dll. Jangan seperti blog saya ini (lagi-lagi), awalnya tanpa tujuan jelas (sekarangpun belum jelas... hehehe), niru kiri kanan, edit tambal sulam. Entah berapa kali saya mengedit template saya ini hingga jadi begini. Itu karena tema awal yang kacau balau. Mohon maaf kepada kawan blogger atas ketidaknyamanan ini, mungkin pernah singgah disini namun sulit dibuka atau error, mungkin saat itu saya sedang ngedit template. Hehe. Maaf yahh..

Buat senior saya, apabila ada salah kata dalam testimoni ini, mohon dimaafkan yahh..
(Nb: Tolong disundul yahh..hehe)

Sekian dululah, semoga bermanfaat. Adios.

21 Agu 2010

Pembebasan dan Keringanan Hukuman bagi Koruptor



Pada Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-65 tahun ini, banyak narapidana korupsi yang bebas bersyarat. Salah satunya terpidana korupsi APBD Kabupaten Kutai Kertanegara, Syaukani Hasan Rais yang mendapatkan grasi.

Selain pembebasan, ada juga pengurangan masa tahanan atau remisi kepada Aulia Pohan yang merupakan besan presiden yang tersangkut masalah korupsi, serta Artalyta Suryani, si Ratu Lobi yang sempat heboh beberapa waktu lalu terkait teleponnya yang disadap yang mengaitkan petinggi hukum di negeri ini, bahkan terseret kasus mafia Lembaga Pemasyarakatan yang kepergok diberi fasilitas mewah dalam sel tahanan.

Memang, remisi tahun ini diberikan kepada sekitar 5.400 Narapidana se-Indonesia karena beberapa pertimbangan antara lain berperilaku baik. Namun, Hal ini kemudian menimbulkan polemik hingga sekarang ini, terkhusus mengusik nurani saya sebagai seorang awam. Terlepas dari persoalan hukum, Apakah pantas seorang koruptor diberi pengurangan masa tahanan atau bahkan "hadiah" kebebasan? Sementara di Negara lain kesempatan untuk hidup bagi koruptor diminimalisir, koruptor diberi hukuman mati demi memberangus korupsi!!

Terkhusus untuk kasus pembebasan narapidana, semua kasus (pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, korupsi, dll) disamaratakan di mata hukum. Berdasarkan Pasal 14 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Presiden Republik Indonesia berhak untuk memberikan grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung (Pasal 1). Presiden juga berhak memberikan amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat (Pasal 2).

Setelah googling beberapa jam, saya mendapatkan pengertian grasi, amnesti, abolisi dan rehabilitasi berikut ini

Grasi, dalam arti sempit berarti merupakan tindakan meniadakan hukuman yang telah diputuskan oleh hakim. Dengan kata lain, Presiden berhak untuk meniadakan hukuman yang telah dijatuhkan oleh hakim kepada seseorang.

Amnesti, merupakan suatu pernyataan terhadap orang banyak yang terlibat dalam suatu tindak pidana untuk meniadakan suatu akibat hukum pidana yang timbul dari tindak pidana tersebut. Amnesti ini diberikan kepada orang-orang yang sudah ataupun yang belum dijatuhi hukuman, yang sudah ataupun yang belum diadakan pengusutan atau pemeriksaan terhadap tindak pidana tersebut.

Amnesti berbeda dengan grasi, abolisi atau rehabilitasi karena amnesti ditujukan kepada orang banyak. Pemberian amnesti yang pernah diberikan oleh suatu negara diberikan terhadap delik yang bersifat politik seperti pemberontakan atau suatu pemogokan kaum buruh yang membawa akibat luas terhadap kepentingan negara.

Abolisi, merupakan suatu keputusan untuk menghentikan pengusutan dan pemeriksaan suatu perkara, di mana pengadilan belum menjatuhkan keputusan terhadap perkara tersebut. Seorang presiden memberikan abolisi dengan pertimbangan demi alasan umum mengingat perkara yang menyangkut para tersangka tersebut terkait dengan kepentingan negara yang tidak bisa dikorbankan oleh keputusan pengadilan.

Dan Rehabilitasi, merupakan suatu tindakan Presiden dalam rangka mengembalikan hak seseorang yang telah hilang karena suatu keputusan hakim, di mana dalam waktu berikutnya terbukti bahwa kesalahan yang telah dilakukan seorang tersangka tidak seberapa dibandingkan dengan perkiraan semula. Atau bahkan, ia ternyata tidak bersalah sama sekali.

Fokus rehabilitasi ini terletak pada nilai kehormatan yang diperoleh kembali dan hal ini tidak tergantung kepada Undang-undang tetapi pada pandangan masyarakat sekitarnya.

Dalam kasus Syaukani, grasi diberikan karena pertimbangan kemanusiaan semata, Syaukani mengalami kelumpuhan disebabkan karena penyakitnya sehingga dianggap tak sanggup lagi menjalani hukuman dalam tahanan.

Sebagai catatan penutup, saya teringat beberapa waktu lalu saat melakukan peninjauan kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan, tak seperti bayangan saya sebelumnya tentang "penjara" (yang sekarang berganti sebutan, Lapas), warga dalam Lapas asyik bercengkrama, berbincang bersama seolah tak ada persoalan hidup yang menimpanya. Tak ada sel tahanan yang angker kecuali di malam hari, sel sepertinya hanya diperuntukkan sebagai ruang tidur saja bagi narapidana yang berperilaku "baik". Semua fasilitas ada dalam Lapas, termasuk lapangan Futsal dan makan gratis.

Jika begini, asik dong para koruptor, jika telah memperoleh "hasil" yang banyak dari korupsi, beruntunglah dia. Pun jika sedang apes, tak perlu takut karena kondisi Lapas lebih kondusif, lebih tenang menjalani hidup..
Astagfirullaah...

Lalu, bagaimana pendapat anda mengenai hal ini?


[dari berbagai sumber]

19 Agu 2010

Atas Nama Toleransi ?

Masih terpatri di benak saya, segerombolan berandal merusak "rumah ibadah" orang lain, mengusir semuanya dari kampungnya, di "kampung" nun jauh disana.

0001

Di kampung saya lain lagi, memasuki buka puasa kesembilan Ramadhan 1431H ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, tetangga saya (yah... kira2 4 rumah dari rumah saya) mengirim makanan buka puasa untuk keluarga saya. Sepotong buah nangka.

Senangnya, karena rencana awal buka puasa hanyalah segelas sirup susu akhirnya berubah menjadi "sirup susu nangka". Tak disangka lagi, rejeki nomplok ini dari tetangga sebelah yang berbeda keyakinan dengan keluarga saya (untuk kemudian, tanpa bermaksud SARA, tetangga yang berbeda keyakinan saya sebut "mereka" dan yang sekeyakinan saya sebut "kami")

Tentunya, saya pikir tak ada tendensi apapun dari kebaikan mereka. Tak pernah terpikirkan untuk berprasangka yang bukan-bukan tentang hal ini, karena "tradisi" seperti ini sudah lama berlangsung. Contoh kecil, jika kami yang merayakan hari raya, kadang kami sekampung makan bareng bersama mereka, begitupun jika mereka yang sedang merayakan hari rayanya, jika berlebih, mereka membagikan makanan kepada kami.

Tentu saja makanan yang mereka bawa bukan makanan "haram" buat kami, karena mereka mengerti apa yang bisa kami makan dan apa yang tidak bisa. Dan kami tak pernah berprasangka buruk terhadap mereka. Catat, ini hanya dalam hal bagi-bagi rejeki, makanan, bukan dalam hal ibadah.

Walaupun ada "aliran" yang terkesan "ekstrim" dengan melarang kami untuk menerima makanan dari mereka, bahkan melarang memberi ucapan selamat hari raya kepada mereka, namun atas nama "toleransi", saya tetap keukeuh melakukannya.

Akhirnya, sungguh ironis dan bertolak belakang kejadian antar dua "kampung" ini, dan "toleransi" bagaimanapun bentuknya, tentunya tetap menimbulkan pro-kontra hingga akhir zaman nanti. Bagaimana dengan kampung anda ? Semoga damai tetap di hati.

7 Agu 2010

Coto Rasa Indomie


Alhamdulillah, sudah kenyang. Begadang begini tak lupa isi perut, walaupun penampakan perut sudah oversize. Biarpun cuma mie, itu sudah lebih dari cukup untuk membuat perut kenyang. Menu dini hari ini, sebungkus Indomie Rasa Coto Makassar. Memang jauh dari rasa coto sebenarnya, tapi lumayanlah rasanya, lumayan mengenyangkan maksudnya.

Saya cuma terpikir betapa hebatnya team marketing dan research dari Indomie, sampe kepikiran membuat mie namun selera tradisional Nusantara. Walaupun rasanya sangat jauh berbeda, namun makanan tradisional tersebut seakan melekat pada satu produk : MIE INSTANT, INDOMIE.

Nah sekarang, dimana anda tinggal? Di Medan, Banjar, Bandung, Jakarta, ataukah seperti saya di Makassar? Semua ada "rasa Indomie-nya". Mungkin dalam beberapa tahun akan ada lagi rasa Indomie yang lebih spesifik lagi, seperti Rasa Lebak Bulus, Tanah Abang, Pantai Losari, atau apalah (hahaha...lebay), bahkan bukan tidak mungkin ekspansi ke Mancanegara mampu melahirkan Indomie rasa baru : Rasa Pizza, Hamburger, atau Kaktus Afrika. Hehehe.

Iklan Indomie di Afrika (sumber: Kaskus)

Saya bukan ahli ekonomi, namun menurut saya inilah strategi pasar yang cukup berhasil, khususnya "merajai" pasar Indonesia. Dan yang tak kalah pentingnya adalah Inovasi. Setahu saya belum ada makanan khususnya produk mie instan yang tingkah lakunya seperti Indomie. Makanya (mungkin) keseharian kita sudah menyebut "Indomie" sebagai kata ganti dari "mie". Saking terkenalnya. Mari Makan...

26 Jul 2010

Demo Gaji 13 : Majuko Gondrong!

Judul di atas mengingatkan saya pada artikel di panyingkul “Kenapa Gondrong yang Maju?”. Di Makassar, khususnya mahasiswanya, yang gondrong-gondronglah yang diharapkan maju (khususnya kalau demonstrasi), mungkin lebih kelihatan sangarnya dan membedakan massa dengan petugas keamanan yang bergesture cepak. Ah, sudahlan, tulisan ini bukan soal gondrong atau cepak, namun soal demo PNS. Bukan demo biasa, namun menurut saya demo yang unik. Unik karena yang demo biasanya mahasiswa atau masyarakat dan yang di demo adalah pemerintah (pihak eksekutif, PNS). Namun sekarang yang demo adalah PNS dan yang di demo adalah PNS juga. Masa’ jeruk minum jeruk? Hehe.

Pagi tadi, sebelum upacara hari senin dimulai, terdengar sebuah percakapan antara dua orang PNS.
PNS A : sambil membaca selembar kertas ditangannya, entah siapa yang mengedarkannya “eh, ada demo sebentar ini” menyipitkan mata rabunnya sambil focus membaca isi surat. Ternyata kertas itu adalah undangan untuk demonstrasi.
PNS B : “demo apa boss?, pasti demo gaji 13!” sambil melirik kertas tersebut
PNS A : “iyo bos gaji 13, ini ada nama kumpulannya, Aliansi Profesi Kesehatan, mau demo sebentar”
PNS B : “jadi, pergi tidak sebentar?”
PNS A : “bah, sebentar diliat…. Mba deh, maumi mulai upacara”.
Keduanya kemudian berlalu, mencari barisan untuk mulai upacara.

illustrasi : suasana sebelum upacara

Saat upacara, Pembina upacara dalam hal ini pak Sekda memberikan beberapa arahan. Salah satunya mengenai pelatihan yang akan dilaksanakan oleh Kemendagri. Saya lupa nama pelatihan yang disebutkan, tapi intinya mengenai ketahanan Nasional. Dalam hal ini menyinggung demo-demo yang terkesan tidak lagi beretika, tidak santun. Katanya, akan diadakan pelatihan yang mengikutsertakan seluruh tingkatan struktural, mulai bupati hingga pejabat eselon paling bawah. Dalam rangka ketahanan Nasional. Ah, saya pikir hanya akan memberangus demokrasi, eh, demonstrasi yang akhir-akhir ini memang marak. Arahan ini juga seakan menyinggung PNS yang bercakap-cakap tadi, yang berencana ikut demo.

Hari ini, PNS yang tergabung dalam aliansi profesi kesehatan mengadakan demo. Bukan demo masak ataupun demo produk rumah tangga, tapi demo menuntut hak sebagai PNS. Demo ini diadakan oleh Aliansi Profesi Kesehatan, mengikuti jejak kompatriotnya, Dinas Pendidikan yang beberapa waktu lalu juga mengadakan demo, dengan misi yang sama, menuntut hak yang sampai saat ini belum diberikan, Gaji 13.

Soal gaji 13 memang suatu yang beberapa tahun ini marak dibicarakan., memang yang namanya “uang gratis” tak akan ada habisnya dibicarakan. Gaji 13 ini seyogyanya diperuntukkan bagi seluruh PNS untuk menambah uang sakunya (maklum, gaji PNS pas-pasan untuk makan, bahkan sangat kurang). Dibayarkan antara bulan Juni hingga Juli. Dasar pemikirannya adalah saat bulan Juni hingga Juli, anak-anak (anak PNS) baru masuk sekolah yang tentunya biaya masuk itu sendiri tidak sedikit. Pakaian, buku, tas, dan alat sekolah lainnya sangat mendesak untuk dibeli. Banyak kemudian PNS yang menggantungkan harapan pada gaji 13.

Namun kabar gaji 13 akan dibayarkan belum juga jelas hingga hari ini (penghujung Juli), bahkan ada issu akan diusahakan dibayar pada bulan Agustus, itupun hanya issu yang Agustusnya pun tidak diketahui kepastiannya, apakah awal, pertengahan, atau akhir bulan. Akhirnya kesabaran pun habis sudah (walaupun kesabaran itu sebenarnya tak berbatas), hari ini Aliansi Profesi Kesehatan yang didalamnya ada profesi dokter, bidan, perawat, dan kesehatan lain mengadakan demo.

Kebanyakan peserta demo berasal dari Rumah Sakit (RSUD Salewangang Maros), kasihan yah pasien ditinggalkan. Tapi, bagaimana lagi? Kalau tak begini, bagaimana mereka diperhatikan, liat tuh guru-guru sudah “dijanji” hanya karena demo. Begitulah opini yang muncul dikalangan kesehatan. “Kalo tidak demo, tidak dibayarkan itu”.

suasana demo a.k.a aksi damai

Pukul sembilan pagi, peserta demo mulai berkumpul di depan Masjid Al-Markaz, kemudian “short mars” ke DPRD Maros. Di DPRD mereka disambut dengan baik oleh anggota komisi yang membidangi masalah pendidikan dan kesehatan, tepat pukul 10.30. Mereka ke DPRD dengan tujuan agar dapat difasilitasi oleh pihak eksekutif (loh, bukannya mereka juga eksekutif?), Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) maksudnya. Bukankah memang uang mereka dikelola di DPKD? Jika memang sudah dialokasikan, mengapa uang gaji 13 mereka belum dibayarkan juga. Memang dimana uang itu, ditilep? Entahlah, yang jelas demo sudah berjalan untuk mengetahui kebenarannya, dan tentu saja agar gaji 13 mereka dibayarkan.

"ayo! semuanya masuk ke dalam ruang rapat, penuhkan!"

Dalam ruang sidang, pendemo tetap sabar, tak anarkis, penuh sesak

Inilah wajah-wajah perwakilan Aliansi Profesi Kesehatan

Sampai di DPRD, sempat gaduh karena pihak DPKD tak juga muncul, dan menurut salah seorang anggota Dewan, tak ada pihak DPKD yang bisa dihubungi, HPnya tak ada yang aktif. Hahaha…, begitu mudahnya menghindari masalah. Muncul kemudian ide untuk menyambangi langsung DPKD, namun dinilai tak ada gunanya karena tak ada pihak DPKD yang berani mengambil tanggung jawab (maklum, kepala DPKD sebagai pengambil kebijakan baru saja berpulang). Sempat juga muncul gagasan untuk menyambangi Sekda dan Bupati yang sedang menerima tamu, pak menteri pertanian dan Gubernur Sulsel yang saya lupa merayakan apa di Maros. Mengingat etika dan sopan santun, tarik ulur pun terjadi hingga akhirnya dipending hingga pukul 12.00. Karena dipending, saya pulang saja, kembali ke kantor, lapar.

Menurut saya, itulah konsekuensi perjuangan, yang didalam kehidupan memang dua hal ini yang sangat vital, pendidikan dan kesehatan. Jadi, menurut saya sangat wajar mereka demo, menuntut haknya karena telah menunaikan kewajiban dengan baik. Saya yakin demo ini seperti sebelum-sebelumnya, tak menghasilkan apa-apa. Bayangkan saja kalau Bupati sempat mengeluarkan statemen beberapa minggu lalu “potong leherku kalau ada uang”. Tapi paling tidak, ada pressure dari sesama eksekutif, “kami juga ada, dan juga butuh diperhatikan!”. Yah, selamat berjuang teman-teman, Majuko gondrong!

1 Jul 2010

idealisme sempit versus pragmatisme

idealisme adalah ideal, muncul dari seorang idealis. Merujuk dari paham bahwa manusia itu baik, apa yang berlawanan dari kata hati adalah salah. Maka seorang idealis akan berusaha sekuat tenaga untuk mengejawantahkan kata hatinya dalam setiap kata, sikap, dan perbuatan. Namun demikian akan sangat sulit d
ipahami apabila sikap dan perbuatan yang ideal itu tidak dibarengi dengan pengetahuan yang cukup mengenai sesuatu hal. Bagaimana menilai sikap dan perbuatan kita benar jika kita tidak mengetahui apa yang benar itu? Inilah yang saya namakan idealisme buta. Bahkan sebagian orang (mungkin) mengatakan bahwa ini bukan idealis, tetapi bodoh. Parahnya lagi jika "idealisme buta" ini dipertahankan sekuat tenaga oleh sang "idealis", maka semua orang dianggap salah.
Bagaimana dengan pragmatisme? Pragmatisme adalah paham yang mendahulukan kepentingan sendiri dengan berbagai cara entah dengan cara benar ataupun salah. Pragmatisme pun menurut saya bermacam-macam, tergantung dari tujuan si "pragmatis" ini, apakah baik atau buruk. Dalam hal ini saya agak mengabaikan proses benar ataupun salah. Yang baik menurut saya adalah jika kepragmatisan ini untuk kebaikan bersama.
Pertanyaan sekarang apakah "idealisme buta" dapat dipertemukan dengan "pragmatisme realis"? Sepertinya akan sangat sulit untuk dipertemukan untuk kemudian kita katakan tidak dapat dipertemukan. Terlepas dari tingkat ego masing-masing individu, kedua "paham" ini tidak bisa disatukan. (bersambung...)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...