Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan

10 Jan 2014

Efek Global Polar Vortex



Cuaca ekstrem superdingin yang melanda sejumlah wilayah Amerika Serikat (AS) mulai bergerak ke Pesisir Timur dan Selatan Bawah, yakni Texas Timur, Florida Utara, Florida Panhandle, dan sebagian besar Florida Tengah. Sebelumnya, suhu membeku di wilayah Midwest. Bahkan, suhu dirasakan terlalu dingin oleh beruang-beruang kutub di sejumlah kebun binatang. Di wilayah Selatan Bawah (Deep South), peringatan bahaya suhu dingin dikeluarkan pemerintah lokal. Mulai Texas Timur sampai ke Florida Panhandle. 

Suhu terdingin diperkirakan mencapai 20 derajat di bawah nol Celsius. Karena itu, sekolah dan perkantoran masih ditutup untuk menghindari jatuhnya korban. Temperatur udara anjlok sampai 8 derajat Celsius di Atlanta dan minus 6 derajat Celsius di wilayah pedalaman utara pegunungan Georgia. Suhu tersebut merupakan yang terdingin di Negara Bagian Georgia selama beberapa tahun terakhir. Suhu beku di sebagian wilayah West Virginia juga dilaporkan sebagai yang terdingin sepanjang 25 tahun terakhir. Bahkan, di Virginia, rekor suhu terdingin yang pernah tercatat pada 1950-an terpecahkan. Badan Meteorologi setempat melaporkan, termometer menunjukkan angka 3 derajat Celsius menjelang fajar di Bandara Udara Internasional Baltimore-Washington Thurgood Marshal dengan hembusan angin dingin mencapai minus 16 derajat Celsius. Di pinggiran Louisville, Kentucky, suhu udara anjlok sampai minus 22 derajat Celsius. John Tyler, seorang tuna wisma, terlihat sedang berkumpul bersama sejumlah rekan di sebuah restoran cepat saji. Mereka menginap di emperan restoran sejak Minggu malam. Dengan mengenakan baju tebal, dua lapis jas, dan topi wol, Tyler menyatakan tidak pernah menyangka suhu dingin awal tahun ini begitu mengkhawatirkan. 

Peramal cuaca mengungkapkan, sedikitnya 187 juta orang merasakan dampak dari polar vortex saat ini. Suhu dingin baru akan menyengat saat pagi dan sore. Suhu di bawah nol derajat Celsius yang diikuti hujan salju melumpuhkan aktivitas warga dan mengakibatkan sejumlah kasus kecelakaan. 

Hawa dingin dan beku itu disebut dengan nama Polar Vortex atau Pusaran Kutub. Pernah melihat film berjudul The Day After Tomorrow? Suasana dalam film tersebut muncul dan terjadi di dunia nyata tepatnya di Amerika Serikat. Saat ini, hampir separuh dari daratan di Amerika Serikat diterjang hawa dingin bersalju bahkan ada juga yang sampai membekukan tempat-tempat yang mengandung air, bahkan membekukan air terjun Niagara. 

11 Jun 2013

Daftar Kabupaten dan Kota Peraih Adipura Tahun 2013

Adipura, adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
Program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1986, kemudian terhenti pada tahun 1998. Dalam lima tahun pertama, program Adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi "Kota Bersih dan Teduh". Program Adipura kembali dicanangkan di Denpasar, Bali pada tanggal 5 Juni 2002, dan berlanjut hingga sekarang. Pengertian kota dalam penilaian Adipura bukanlah kota otonom, namun bisa juga bagian dari wilayah kabupaten yang memiliki karakteristik sebagai daerah perkotaan dengan batas-batas wilayah tertentu.
Peserta program Adipura dibagi ke dalam 4 kategori berdasarkan jumlah penduduk, yaitu kategori kota metropolitan (lebih dari 1 juta jiwa), kota besar (500.001 - 1.000.000 jiwa), kota sedang (100.001 - 500.000 jiwa), dan kota kecil (sampai dengan 100.000 jiwa).
Kriteria Adipura terdiri dari 2 indikator pokok, yaitu:
Indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota
Indikator pengelolaan lingkungan perkotaan (non-fisik), yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap.
Berikut adalah daftar kota dan kabupaten se Indonesia yang menerima penghargaan adipura tahun 2013.
Penerima Adipura Kencana 2013

22 Mar 2012

Berkenalan dengan Serangga Tomcat



Selama sepekan ini kita sering mendengar tomcat melalui siaran berita di televisi ataupun menyebar lewat media social dan blackberry messenger yang menghebohkan mayantara. Ini dimulai dari keresahan warga Surabaya yang tiba-tiba mendapat serangan wabah tomcat ini. Serangga tomcat yang menyerang sejumlah daerah di Jawa Timur diperkirakan akan merajalela hingga memasuki musim kemarau. Lalu apa Tomcat itu? Berikut adalah data dan fakta mengenai Tomcat :



  1. Tomcat merupakan sejenis serangga yang populasinya ada di area persawahan maupun rerumputan. Kumbang rove atau tomcat sebenarnya kumbang biasa yg jamak ada di pepohonan, menjadi heboh karena tersebar di BM.
  2. Hewan ini merupakan sahabat bagi petani karena Tomcat merupakan predator dari hama wereng.
  3. Serangan Tomcat terjadi karena kerusakan ekosistem dan perubahan habitat. Perubahan habitat terjadi akibat alih lahan pertanian dari mangrove ke lahan pemukiman. Inilah yang menyebabkan migrasi dan bertambahnya populasi kumbang ini.
  4. Pemerintah memperkirakan serangan ini tidak akan sampai meluas hingga ke kota lainnya bahkan keluar pulau
  5. Hewan ini memiliki nama lain Kumbang Rove, dengan nama latin Paederus fuscipes. Di Indonesia, Tomcat biasa disebut dengan Semut Semai atau Semut Kayap. Pemberian nama Tomcat sebenarnya kurang tepat karena Tomcat adalah nama merk insektisida.
  6. Serangga tomcat mirip dengan serangga dompo, hanya saja tomcat menyerang dengan bisa dan bila digaruk akan semakin menyebar, sedangkan dompo hanya menyerang satu sisi saja.
  7. Kumbang ini sangat tertarik dengan cahaya, sehingga sebaiknya hindari berada terlalu dekat dengan cahaya lampu atau minimalkan penggunaan cahaya dekat pintu dan jendela. Karena tertarik mendatangi tempat yang bercahaya, maka ada baiknya Anda redupkan lampu di rumah. Untuk ekstrimnya, tutup rapat pintu dan jendela rumah.
  8. Tomcat memiliki cairan racun yang sangat berbahaya toxin hemolimf. Toksin ini dikenal sebagai paederin yang memiliki keampuhan 12 kali lebih mematikan dari bisa ular kobra. Namun, racun ini tidak mematikan.
  9. Efek toksin pada tomcat TIDAK SAMA dengan bisa ular yang bersifat neurotoksik/racun bagi saraf dan hemolitik/racun bagi darah. 
  10. Bila racun tomcat mengenai kulit akan mengakibatkan gatal-gatal, terasa panas dan melepuh, bila digaruk akan menyebar.
  11. Cairan racun tomcat dapat dicegah dan diobati
  12. Jika sampai tergigit langsung diolesi salep antibiotik pada bagian yang tergigit. Salep antibiotik ini bisa dengan Hydrocortisone dan Neomycin
  13. Gunakan jaring nyamuk atau semprot aerosol atau pestisida organik dari campuran laos, daun mimba, dan sereh untuk mematikan kumbang yang masuk. Pestisida organik menjadi senjata yang cukup ampuh melawan serangan ini.
  14. Serangga ini menyukai tempat yang lembab, maka harus diupayakan tidak ada tempat lembab di dalam rumah.
  15. Bila ada kumbang kanai yang hinggap di kulit, jangan mematikannya di tubuh dengan memukulnya, namun tiup atau seka saja hingga pergi.
  16. Bila bersentuhan dengan tomcat, jangan panik, cuci bagian tubuh yang terkena dengan sabun, bila muncul ruam segera ke dokter. 
  17. Jika kulit mengalami kontak dengan serangga ini, timbul sensasi terbakar yang kemudian menjadi kemerahan disertai munculnya nanah di bagian tengah dalam beberapa hari.
  18. Toksin pada serangga memang akan menimbulkan reaksi alergi pada manusia, tapi efeknya berbeda-beda, dari yang ringan sampai fatal, ada yang ringan alias cuma gatal saja, ada yg parah sampai syok/meninggal.
  19. Segera cuci bagian yang terkena dengan air dan sabun. Jika terjadi reaksi kulit, cuci dengan antiseptik ringan pemanganate kalium dilusian (Kmn04) seperti hydrocortisone 1% dan krim steroid lemah misalnya betametasone dan antibiotik neomycin sulfat 5%.
  20. Jangan menggaruk luka, karena racunnya bahkan dapat berpindah ke bagian lain kulit lewat cairan di luka. Namun, bila luka terjadi pada area mata dan selaput lendir, sebaiknya segera ke dokter.
  21. Dengan pengobatan, umumnya luka akan membaik dalam 10 hari hingga tiga minggu tanpa menimbulkan bekas. Namun, luka dapat membekas jika melibatkan dermis.
  22. Dokter juga menyarankan untuk menghindari sinar matahari agar tak terjadi inflamasi luka yang menyebabkan bekas kehitaman.
  23. Nyamuk Aedes Aegypti dan Anopheles merupakan serangga yang jauh lebih berbahaya dan mematikan daripada tomcat. 
  24. Acyclovir adalah obat pilihan untuk pengobatan virus herpes/varicella/cacar, bukan untuk dermatitis/eksim yang disebabkan oleh tomcat.  Pengobatan untuk dermatitis atau eksim adalah dengan salep golongan kortikosteroid dan bila terjadi infeksi bakteri ditambah dengan antibiotika
  25. Jangan terlalu mengambil hati dan menghebohkan sesuatu yg ada di BM termasuk kasus tomcat. Santai sajalah, namun tetap waspada.

 
Bagi yang masih penasaran sama serangga Tomcat (Coleoptera: Staphylinidae), silakan baca profil lengkapnya disini.


Sumber: wikipedia

11 Mar 2012

Setahun Gempa dan Tsunami Jepang

Gempa bumi dan Tsunami dahsyat terjadi di Jepang, 11 Maret 2011, tepat setahun yang lalu. Menurut saya terbesar kedua setelah tsunami yang menerpa Aceh 7 tahun yang lalu. Dari dampak bencana yang ditimbulkan hingga hari ini, meledaknya reaktor nuklir PLTN Fukushima, hampir saja saya batal kesana setelah kejadiantersebut. Ketakutan akan kontaminasi nuklir terus menghantui hingga hari ini. Tanpa bermaksud mengorek luka warga jepang akan bencana ini, saya posting fakta seputar gempa dan tsunami Jepang tahun 2011 yang lalu sebagai bahan pembelajaran kepada kita agar lebih waspada, dan bersabar apabila bencana datang tiba-tiba : 





  1. Gempa berkekuatan 9 Skala Richter, Gempa ini dianggap sebagai yang terbesar yang mengguncang Jepang dalam 1.200 tahun terakhir. Gempa ini berkekuatan 7 berdasarkan skala intensitas seismik Badan Meteorologi Jepang di utara Prefektur Miyagi, Jepang. Laporan awal menyatakan kekuatan sebesar 7,9,sementara peringatan tsunami JMA menyebutkan 8,4,dan akhirnya 9,0. Kekuatan tersebut merupakan yang terbesar kelima dalam sejarah sistem pencatatan gempa setelah gempa Kamchatka (1952) dan Chili (1960) 9,5, Alaska (1964) 9,2, serta Sumatera (2004) 9,1. 
  2. Fokus gempa Bumi dilaporkan berada di lepas pantai Semenanjung Oshika, pantai timur Tōhoku pada 11 Maret 2011, pukul 05:46 UTC (14:46 waktu setempat) pada kedalaman 244 kilometer (152 mil). 
  3. Salah satu faktor penyebab gempa dan tsunami sedahsyat ini adalah runtuhnya lempeng Pasifik sepanjang 500 kilometer dan selebar 100 kilometer jatuh hingga setinggi 8 meter. 
  4. Gempa bumi tersebut mengakibatkan gelombang tsunami setinggi 10 m (33 kaki). Tsunami mencapai ketinggian 10 meter di daerah Provinsi Miyagi, Pulau Honshu. Para ilmuwan mencatat sebuah kecepatan arus tsunami seperti yang terjadi di Jepang bisa mencapai 1.000 km/jam. Sementara energi dorongan yang dihasilkan bisa mencapai ribuan ton. Karena itu, bobot mobil yang rata-rata hanya 1,5 ton tidak berarti sama sekali bagi energi tsunami.
  5. Energi seismik gempa tersebut 180 kali lebih besar dari gempa di Kobe pada tahun 1995 yang menewaskan 6000 jiwa lebih.
  6. Japanese National Police Agency (JNPA) menyatakan bahwa 15.269 tewas dan 8.526 lainnya hilang di enam prefektur, meski dikhawatirkan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi.
  7. Selain berdampak buruk pada seluruh kegiatan perekonomian daerah yang terkena bencana, gempa ini juga mengakibatkan meledaknya beberapa reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) seperti pada reaktor PLTN Fukushima Daichii. 
  8. Pulau Honshu di Jepang bergeser kira-kira 2,4 meter akibat gempa ini.
  9. Dampak dari gempa meliputi kebakaran di sebuah bangunan di Pelabuhan Tokyo dengan sebagian wilayah pelabuhan banjir, termasuk pencairan tanah di lapangan parkir Tokyo Disneyland, Layanan kereta peluru Shinkansen dihentikan di dalam dan luar Tokyo meski tidak terjadi kecelakaan, Bandar Udara Internasional Narita dan Bandar Udara Haneda menghentikan operasi setelah gempa, dengan sebagian besar penerbangan dialihkan ke bandara lain sampai pemberitahuan selanjutnya. Berbagai jasa kereta api di seluruh Jepang dibatalkan, termasuk JR East yang menghentikan semua layanan pada hari itu.
  10. Tidak ada penjarahan barang-barang seusai bencana terjadi dan para korban bencana juga masih mempunyai sikap sabar dan tertib menanti distribusi logistik, hal ini mencerminkan masyarakat Jepang mempunyai mentalitas peradaban sangat maju.
  11. Indeks Nikkei Jepang mengalami penurunan 5% setelah perdagangan ditutup. Pasar saham lain di seluruh dunia juga terkena dampaknya, DAX Jerman jatuh 1,2% hingga 6.978 poin dalam hitungan menit, Bursa Efek Mumbai atau BSE SENSEX (India) juga jatuh 0,84%. Harga minyak juga jatuh sebagai akibat dari gempa di Jepang dan kerusuhan di Libya dan demonstrasi di Saudi Arabia, dengan nilai minyak mentah AS turun hingga $99,01 dari $100,08 per barel pada siang hari dan minyak mentah Brent turun $2,62% dari $112,81 per barel.
  12. Kerugian ekonomi akibat gempa dan tsunami ini ditaksir mencapai lebih dari 100 miliar dollar AS 
  13.  
  14. Jepang adalah negara paling siap dalam menghadapi bencana alam, terutama gempa bumi dan tsunami. Walaupun demikian, bantuan masih mengalir dari berbagai penjuru negeri. 
  15. Hampir semua penulis maupun blogger di dunia mayantara memuji ketabahan warga Jepang dalam menghadapi ujian bencana ini.

7 Jun 2011

Mengintip Lokasi TPA Sampah Tamangapa Makassar



Saya tinggal dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Tamangapa Makassar, sekitar 3 km. inilah faktanya !!! Terkadang (walaupun tidak sering), bau sampah dan asap yang menyengat masuk ke dalam rumah, sangat mengganggu. Saya lalu membayangkan warga yang berada dalam radius 1 km dari TPA, hmmm.. Namun, tak ada pilihan lain, bukankah saya (orang tua saya tepatnya) memilih untuk tinggal di kompleks perumahan ini jauh hari sebelum pemerintah ”menyimpan” sampah kota di sekitar rumah kami ? Saya tinggal disini sejak tahun 1989. Antang (Perumnas antang, rumah saya), sekarang sudah sangat identik dengan sampah, pedalaman, kadang diolok-olok. Padahal jika tak ada TPA di sini, mungkin seluruh warga ”kota” sudah bingung dan pasti memilih membuang sampahnya ke laut. ”…….piko laut Boss!!!...” *masihmenggerutu*

Karena penasaran, di Hari Lingkungan Hidup Sedunia kemarin (5 Juni 2011) saya ”memberanikan” diri ke lokasi TPA, sekadar melihat-lihat dan mengambil gambar kondisi di dalam TPA. Sambil Nyopas, jadilah tulisan ini, berikut hasil ”intipan” saya.


Dengan jumlah penduduk lokal mencapai sekitar 1,3 juta jiwa, kota Makassar menghasilkan sekitar 3800 m3 sampah perkotaan setiap harinya. Padahalkapasitas maksimum dari TPA Tamangapa hanya sekitar 2,800 m3 sampah perkotaan setiap harinya. Lahan TPA tambahan akan diperlukan untuk pembuangan 1000 m3 sisa sampah. Sebagian besar sampah berasal dari aktivitas penduduk seperti di pasar, pusat perdagangan, rumah makan, dan hotel.

Sekitar 87% sampah di Makassar merupakan sampah organik dan sekitar 13% adalah sampah anorganik, seperti plastik dan kertas. Dengan perkiraan jumlah penduduk yang akan mencapai sekitar 1,5 juta jiwa di tahun 2007 dan 2,2 juta jiwa pada tahun 2015, dan rata-rata produksi sampah tiap orang sekitar 0.3 m3 per hari, diperkirakan akan dihasilkan total 4,500 m3 sampah tiap hari. Ini akan menjadi masalah yang serius apabila tidak terdapat rencana dan pengelolaan sampah padat perkotaan yang memadai.

TPA Tamangapa bertempat di wilayah Tamangapa, Kecamatan Manggala, 15 km dari pusat kota Makassar. TPA memiliki luas lahan sekitar 14,3 ha dan hanya 70% dari kapasitas keseluruhan TPA yang digunakan. TPA Tamangapa didirikan tahun 1993 dan dipertimbangkan sebagai satu-satunya TPA di kota Makassar.

Sebagian besar sampah perkotaan yang diolah di TPA berasal dari sampah rumah tangga, sampah pasar, sampah perkantoran, dan sampah pusat perbelanjaan. Secara administratif, TPA ini berada di wilayah Tamangapa, Kecamatan Manggala. Lahan TPA berlokasi sangat dekat dengan daerah perumahan sehingga sering timbul keluhan dari penduduk setempat terkait dengan bau tak sedap yang berasal dari TPA, terutama pada saat musim hujan. Berdasarkan hasil wawancara dengan penduduk setempat, sebagian besar mengeluh soal bau tak sedap.

Terdapat beberapa pusat aktivitas dan perumahan seperti tempat ibadah dan sekolah, dan perkantoran yang berlokasi di sekitar 1 km dari lokasi proyek. Semenjak tahun 2000, berbagai perumahan telah didirikan, seperti Perumahan Antang, Perumahan TNI Angkatan Laut, Perumahan Graha Janah, Perumahan Griya Tamangapa, dan Perumahan Taman Asri Indah yang berlokasi berdekatan dengan TPA Tamangapa. Terdapat dua buah rawa yang berdekatan dengan perumahan tersebut, yaitu Rawa Borong yang berlokasi di sebelah utara dan Rawa Mangara yang bertempat di sebelah timur. Air dari Rawa Mangara mengalir menuju Sungai Tallo dan air dari Rawa Borong mengalir menuju saluran air Borong.

Sebelum Tamangapa dibangun sebagai lahan TPA, pada tahun 1979, sampah padat perkotaan dibuang di Panampu, Kecamatan Ujung Tanah. Mengingat keterbatasan wilayah dan lokasinya yang dekat dengan laut, tempat pembuangan sampah itu dipindahkan ke Kantinsang, Kecamatan Biringkanaya pada tahun 1980, karena telah menurunkan kualitas air. Pada tahun 1984, pemerintah lokal membangun TPA baru di Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate. Akan tetapi, pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan pendirian wilayah perumahan di sekitar Kecamatan Tamalate mendorong pemerintah lokal untuk membangun Tamangapa sebagai lahan TPA untuk kota Makassar pada tahun 1992.

TPA Tamangapa merupakan tempat pembuangan sampah utama bagi penduduk kota Makassar. Dengan memperhitungkan peningkatan volume sampah di masa depan, pemerintah kota Makassar berencana untuk memperluas lahan TPA. Kota Makassar telah mengalokasikan dana sekitar US$ 60,000 pada tahun 2007 guna mendapatkan 3-4 ha area tambahan untuk TPA. Dengan penambahan area tambahan ini, luas lahan TPA bertambah menjadi sekitar 18 ha pada tahun 2007.


Deskripsi
Lahan / Kondisi / Status
Nama Lahan
TPA Tamangapa

Lokasi
Kelurahan Tamangapa

Tahun Beroperasi
1993

Luas Wilayah
14,3 ha

Proses
TPA berdasarkan kebutuhan

Status Lahan
Dimiliki oleh Pemerintah Lokal

Jarak ke Perumahan Terdekat
0,50 km

Jarak ke sungai
3 km

Jarak ke pantai
14 km

Jarak ke lapangan udara
30 km

Topografi
Sebagian besar horizontal

Dokumen Lingkungan
AMDAL Tahun 1997

Metode Pengelolaan TPA
TPA yang terkontrol

Kapasitas
Kapasitas
Pembuangan
2.871,84 m3/hari

Penggunaan
70 % dari luas lahan
Lapisan Impermeabel
Padatan tanah liat

Total Sumur Pengamat
3 unit

Fasilitas Pengumpulan Gas
Pipa Gas (tipe PVC)

Kendaraan Berat
Bulldozer
4

Front End Loader
0

Excavator
1
Fasilitas Bangunan
Kantor
1 ( 2 x 4 m2)

Pusat Pengobatan
1

Kolam Renang
1 (100 m2)
Aktivitas Pemulung
Total pemulung
291
(95 % dari suku Makassar)

Total pengumpul
7 orang
Sumber: Dinas Kebersihan Pemerintah Makassar, 2007

Masalah yang paling signifikan yang timbul dari TPA adalah cairan lindi (leachate), bau yang tidak enak, lalat, dan asap dari pembakaran sampah, yang menimbulkan keluhan dari masyarakat setempat. Selama ini, tidak pernah terjadi kasus longsoran tanah dan longsoran sampah di lokasi TPA.

Nah, berikut hasil bidikan saya


Di "lubang besar" di ujung TPA, saya terkaget melihat banyaknya pemulung disini, mengais sampah yang baru terjun dari truk sampah.


Ternyata, sapi doyan makan sampah. Puluhan Sapi menyampah disini. Tiap hari datang pagi pulang sore.


Nun dekat disana rumah saya, entah tahun berapa TPA akan "menyentuh" rumah saya.



Sampah yang menggunung, bahaya longsor sampah senantiasa mengancam








Lihat Peta Lebih Besar

Referensi :
Pemerintah Kota Makassar 
Yasir

20 Jan 2011

Mengenal Legionella (yang Muncul di Bali)




Beberapa hari ini ramai di pemberitaan soal munculnya penyakit Legionella di Bali (entah mewabah atau tidak). Nama Legionella sangat asing di telinga saya. Langsung saja saya kaitkan dari asal katanya, legiun - tentara - pasukan. Apakah penyakit ini menyerang anggota TNI di Bali ? Entahlah. Karena penasaran dan niatan berbagi, sekalian saya posting saja hasil googleing saya.

Legionella adalah bakteri patogen Gram negatif, termasuk spesies yang menyebabkan legionellosis atau Legionnaires' disease, dikenal juga dengan L. pneumophila.
Bakteri ini menyerang saluran pernafasan. Dalam bahasa Inggris penyakit ini disebut Legionaire Disease dan masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. Bakteri Legionella biasanya berkembang di air, khususnya pada lingkungan yang hangat seperti pada bak mandi dengan air panas, tangki berisi air panas, sistem pipa dan sistem pendingin udara.

Legionella muncul di banyak lingkungan, dengan setidaknya 50 spesies dan 70 serogrup diidentifikasi. Saat ini di Amerika Serikat, penyakit Legionella menimpa antara 8.000 hingga 18.000 orang per tahun.

Legionella dikenal sejak Juli, 1976 saat mewabah "penyakit misterius" yang menyebabkan 221 orang sakit dan 34 kematian. Wabah ini pertama kali ditemukan saat konvensi Legiun Amerika (asosiasi veteran militer AS). Konvensi tersebut berlangsung di Philadelphia AS. Epidemi ini muncul di antara para veteran perang AS, terjadi di kota yang sama saat hari ulang tahun ke-200 Deklarasi Kemerdekaan AS, dipublikasikan secara luas dan menyebabkan kekhawatiran besar di Amerika Serikat. Pada tanggal 18 Januari 1977 agen penyebab wabah telah diidentifikasi sebagai bakteri yang sebelumnya tidak diketahui, kemudian diberi nama Legionella.



(Oh, ternyata penyakit ini awalnya memang menyerang tentara, seperti dugaan saya sebelumnya.. hehehe)

Di Indonesia kasus ini ada di sejumlah tempat antara lain di Bali (1996), di Karawaci Tangerang (1999), dan di sejumlah kota lainnya. Dari hasil survai tahun 2001 atas petugas air menara sistem pendingin di hotel-hotel di Jakarta dan Denpasar
ditemukan hampir 90 persen pernah terpajan bakteri Legionella. Nah, Januari 2011 ini ditemukan 10 orang turis asal Australia yang menderita Legionella. Seluruh turis telah dipulangkan ke negaranya.

Legionella hidup dalam amuba di lingkungan alami. Transmisi Legionella adalah melalui aerosol. Sumber umum meliputi menara pendingin, kolam renang (terutama di negara-negara scandinavian dan negara-negara lain seperti Irlandia Utara), mesin air panas rumah tangga, air mancur, dan penyebaran serupa yang memanfaatkan suplai air publik. Sumber Alam Legionella termasuk kolam air tawar dan anak sungai. Penularan penyakit antar manusia belum terbukti. Banyak lembaga pemerintah, produsen menara pendingin, dan organisasi perdagangan industri telah mengembangkan pedoman desain dan pemeliharaan untuk mencegah atau mengendalikan pertumbuhan Legionella dalam menara pendingin.

Bakteri Legionella biasa hidup di air laut, air tawar, sungai, lumpur, danau, mata air panas, genangan air bersih, air menara sistem pendingin di gedung bertingkat, hotel, spa, pemandian air panas, air tampungan sistem air panas di rumah-rumah, air mancur buatan yang tidak terawat baik, endapan, lendir, ganggang, jamur, karat, kerak, debu, kotoran, atau benda asing lainnya. Bakteri ini juga terdapat di peralatan rumah sakit seperti alat bantu pernafasan.

Legionella pneumophila termasuk bakteri Gram negatif, berbentuk batang, tidak meragi D-glukosa, tidak mereduksi nitrat menjadi nitrit. Koloni bakteri ini hidup subur menempel di pipa-pipa karet dan plastik yang berlumut dan tahan kaporit dengan konsentrasi klorin 2­6 mg/l. Legionella dapat hidup pada suhu antara 5,7°C - 63°C dan hidup subur pada suhu 30°C - 45°C.

Penularan Legionella pada manusia, antara lain melalui aerosol di udara atau minum air yang mengandung Legionella, dapat pula melalui aspirasi air yang terkontaminasi, inokulasi langsung melalui peralatan pernafasan dan pengompresan luka dengan air yang terkontaminasi.

Begitu di dalam tubuh, masa inkubasi bisa memakan waktu hingga dua minggu. Gejala awal adalah seperti flu, termasuk demam, menggigil, dan batuk kering. Tahapan sakit selanjutnya adalah menyebabkan menyerang saluran pencernaan dan sistem saraf yang menyebabkan diare dan mual. Gejala lanjutan lainnya dapat menimbulkan pneumonia.

Namun, penyakit ini umumnya tidak menjadi ancaman serius bagi orang yang sehat, dan cenderung menyebabkan gejala berbahaya hanya pada mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang baik dan orang tua.

Penelitian terbaru dalam Journal of Infectious Diseases memberikan bukti bahwa Legionella pneumophila, agen penyebab penyakit legiuner, dapat melakukan perjalanan setidaknya 6 Km dari sumbernya dengan perantaraan udara.

Sebuah tim ilmuwan Prancis melakukan penelitian terhadap penyakit ini yang berlangsung di Pas de Calais, Perancis utara, pada 2003-2004. Ditemukan 86 kasus yang dikonfirmasi, 18 diantaranya menyebabkan kematian. Sumber infeksi diidentifikasi sebagai menara pendingin di sebuah pabrik petrokimia, dan analisis mereka adalah yang terinfeksi bertempat tinggal sejauh 6-7 km dari pabrik.

Suhu mempengaruhi kelangsungan hidup Legionella, sebagai berikut:

  • Pada 60 ° C (140 ° F) - Legionella mati seketika - pasteurisasi terjadi.
  • Pada 55 ° C (131 ° F) - 95% mati
  • 50 sampai dengan 55 ° C (122-131 ° F) - bisa bertahan hidup tetapi tidak berkembang biak
  • 35-46 ° C (95-115 ° F) - Ideal kisaran pertumbuhan
  • 20 sampai 50 ° C (68-122 ° F) - Kisaran Pertumbuhan
  • Di bawah 20 ° C (68 ° F) - Dapat bertahan tetapi tidak aktif, bahkan di bawah titik beku

Klorin dioksida telah disetujui sebagai desinfektan air minum utama sejak 1945. Klorin dioksida tidak menghasilkan produk sampingan karsinogenik seperti klorin dan bukan merupakan logam berat seperti tembaga. Hal ini terbukti sebagai kontrol yang sangat baik terhadap Legionella dalammesin air dingin dan panas.


(Postingan ini diterjemahkan dari Wikipedia, dan sebagian isinya dicomot dari hasil googleing, maaf saya lupa asalnya)

Sumber Gambar

17 Jan 2011

Bisnis Cacing dalam Pengelolaan Sampah

 


Malam ini sebuah acara di TV pemerintah membahas sebuah topik yang cukup menarik bagi saya (tak biasanya saya betah di channel TV ini). SAMPAH. Menyoroti bagaimana upaya pemerintah Kota Makassar dalam menanggulangi sampah yang selama ini masih menjadi momok yang memprihatinkan dan menakutkan.  Dibahas panjang lebar mengenai hal ini dan sampailah pada suatu titik, jangan memerangi sampah tapi bersahabatlah dengan sampah. Ini sedikit mengganggu saya, bukankah sampah itu kotor? berpenyakit? mesti diperangi?

Ternyata tidak selamanya demikian, kita sebagai masyarakat umum hendaklah mengubah paradigma berpikir kita (yang tentunya harus didahului oleh perubahan pola pikir pemerintah) bahwa sampah itu adalah asset, bukan lawan. Naluri homoeconomic saya kemudian menuntun untuk terus mengikuti dialog ini, terlebih ditampilkan contoh kisah sukses "pengusaha sampah" di bilangan jalan Borong Makassar yang telah beberapa kali naik haji karena jasa sampah.



Ternyata banyak sektor "pengusaha sampah". Di jalan Borong Makassar hanya sebagian kecil dari bidang usaha, yakni jual beli barang bekas. Sektor lain yang tak kalah menarik adalah "pengolahan sampah". Dan sub lain dari pengolahan sampah adalah pemanfaatan cacing dalam pengelolaan sampah. Dalam dialog dibahas secara singkat bahwa cacing dapat mengolah sampah, dan sebaliknya sampah dapat menghasilkan cacing, dan tentu saja cacing dapat menghasilkan uang.

Cacing ini dapat dijual dan sisa sampah dapat dijadikan pupuk. Harga cacing basah mencapai Rp. 25 ribu per kilo, dan cacing kering bisa mencapai Rp. 2 juta per kilo. Wooooww. Karena penasaran, saya lalu googleing dan mendapatkan artikel tentang sampah dan cacing, siapa tahu suatu saat saya atau temans sekalian berminat berbisnis sampah. Selain untung, secara tidak langsung kita dapat menjaga kelestarian lingkungan. Berikut ini hasil googleing saya dengan sedikit editan.

Sampah, Sungai, Kanal, dan Kota Makassar

Hampir seluruh sungai dan kanal di Kota Makassar telah tercemar oleh limbah domestik maupun limbah industri. Industrialisasi mendorong terjadinya urbanisasi yang meningkatkan beban pada daya dukung lingkungan. Kesadaran masyarakat untuk mempertahankan lingkungan sungai dan kanal masih sangat rendah. Penduduk masih menggunakan sungai/ kanal sebagai tempat buang hajat dan tempat pembuangan sampah.

Hampir seluruh limbah domestik yang dibuang ke saluran air merupakan bahan organik yang akan membutuhkan oksigen untuk membantu penguraian oleh bakteri. Hal ini menyebabkan penurunan oksigen terlarut dalam air sehingga dapat menimbulkan kondisi anoksik di perairan. Sungai dan kanal akan kehilangan keanekaragaman hayati dan kehilangan fungsinya. Akibatnya biaya yang dibutuhkan untuk memurnikan air sungai / kanal kan menjadi lebih mahal dan penduduk harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan air bersih dari pemerintah.

Cacing, Pupuk, dan Sampah 

Bagian terbesar dari limbah domestik adalah limbah organik yang dapat digunakan untuk membuat kompos. Kompos dapat dibuat dengan memanfaatkan aktivitas cacing tanah (Lumbricus rubellus) untuk menguraikan bahan organik dengan membutuhkan waktu yang lebih singkat dibandingkan proses pembuatan kompos secara konvensional.

Kotoran cacing (casting) atau faeces yang dihasilkan cacing tanah merupakan bahan yang kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan disebut vermicompost. Vermicompost mudah diserap oleh tumbuhan, lebih seragam, dan lebih stabil daripada kompos konvensional.

Sebagian penduduk di dua kabupaten penyangga Kota Makassar (Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa) bekerja sebagai petani yang membutuhkan pupuk untuk menyuburkan tanah yang ditanaminya. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah di kebun dan sawah atau dijual kepada petani di daerah lain. Kelebihan cacing yang didapatkan dari proses vermikompos dapat digunakan atau dijual sebagai umpan cacing, pakan ternak ayam dan bebek.


Metode Pembuatan Kompos

Membuat kompos cacing di rumah kita adalah salah satu cara untuk mengurangi jumlah sampah dengan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos yang merupakan pupuk organik ramah lingkungan dan cacing yang bernilai ekonomis tinggi. Cacing merupakan tabung pencerna sampah yang sangat efisien. Sampah organik masuk dari ujung depan dan kotoran yang keluar dari ujung belakangnya merupakan pupuk yang sangat baik bagi tumbuhan.

Cacing mencerna hampir seluruh sampah organik, dan lebih menyukai sampah organik yang telah melalui tahap pengomposan pendahuluan. Cacing sangat menyukai sampah organik jenis sampah dapur, sampah kebun, kertas, potongan tumbuhan, bubuk teh dan bubuk kopi bekas, kotoran ternak, dll.

Kelebihan Kompos cacing dari kompos biasa adalah :
  1. Waktu penguraian sampah lebih cepat karena tidak hanya diuraikan oleh kumpulan mikro organisme tetapi juga dibantu oleh cacing
  2. Cacing menghasilkan bahan nutrisi yang lebih mudah diserap oleh tumbuhan.
  3. Tidak memerlukan panas dan tidak perlu dibolak-balik.

Pembuatan kompos sebenarnya tidak terlalu rumit, hanya dimulai dari pengelolaan sampah dari rumah tangga yaitu sampah organik (sampah basah). Untuk pembuatannya kita memerlukan perlengkapan serta bahan-bahan yang diperlukan.
  1. Cacing Lumbricus rubellus
  2. wadah kompos : kotak kayu/plastik
  3. kompos jadi untuk bedding
  4. talam
  5. ayakan
  6. termometer
  7. pencacah sampah : penggiling kelapa/cabe/kopi

Cacing Kompos

Jenis cacing tanah Lumbricus rubellus mampu hidup dalam populasi yang padat. Lumbricus rubellus sering ditemukan di bawah guguran daun atau tumpukan kotoran ternak dan tidak menggali jauh ke dalam tanah seperti Allolobophora caliginosa (field worm) atau cacing tanah besar Lumbricus terrestris.

Ciri Khas Lumbricus rubellus
  1. Bagian atas merah kecoklatan atau merah ungu
  2. Permukaan bawah berwarna pucat
  3. Menempati tanah lapisan atas, kawin dan bertelur di dalam tanah dengan
  4. membuat liang di dalam tanah bermineral
  5. Berbiak dengan cara reproduksi seksual
  6. Panjang 60-150 mm, diameter 4-6 mm
  7. Dewasa dalam 179 hari dengan masa hidup 682-719 hari
  8. Menghasilkan 79-106 cocoons pertahun perekor cacing
  9. Diapause dalam bentuk bola pada kedalaman 0.45 m di dalam tanah

Pemanfaatan Cacing untuk Membuat Kompos

Salah satu metode pembuatan kompos adalah dengan memanfaatkan cacing tanah terutama dari jenis Lumbricus rubellus yang secara alami berperan dalam penguraian bahan organik. Metode kompos cacing (vermikompos) ini ternyata lebih efektif dibandingkan metode kompos biasa yang hanya mengandalkan aktivitas bakteri pengurai.

Dalam sistem kompos cacing, bakteri pengurai terutama bakteri aerob tetap aktif menguraikan sampah dan penguraian lanjutan dilakukan oleh cacing tanah yang mencerna sampah tersebut. Penguraian dengan cacing ini tidak menimbulkan bau seperti pada pembuatan kompos biasa karena terjadi secara aerobik. Disamping itu waktu yang dibutuhkan untuk menguraikan sampah juga lebih cepat dan kotoran cacing (kascing) yang menjadi kompos merupakan pupuk organik yang sangat baik bagi tumbuhan karena lebih mudah diserap dan mengandung unsur makro yang dibutuhkan tanaman.

Jenis cacing yang banyak digunakan untuk membuat kompos cacing adalah Lumbricus rubellus. Cacing ini merupakan cacing yang hidup di tanah lapisan atas, berwarna merah kecoklatan dan bagian bawahnya berwarna lebih pucat kekuningan. Cacing ini merupakan cacing yang rakus dan mampu hidup dalam populasi yang padat. Vermikompos adalah kotoran (tinja) cacing. Sampah organik diuraikan oleh mikroba dan dicerna oleh cacing.

Pembuatan vermikompos sangat mudah, yang penting disiapkan adalah tempat, kotoran ternak, sampah organik dan cacing tanah pemakan tumbuhan. Sampah organik antara lain adalah sampah perkebunan, kotoran ternak, potongan rumput, sampah dapur dan sebagainya.

Proses Pembuatan 

Bahan media dapat menggunakan bahan organik yang berserat tinggi seperti jerami, gedebog pisang, sabut kelapa, kertas, kompos cacing dan lain-lain. Media harus diangin-anginkan terlebih dahulu, disirami air dan dibalik sedikitnya 3 kali selama 2-3 minggu. Jika bahan media sudah agak lembut baru dapat digunakan sebagai media cacing. Wadah dengan ukuran 1 x 1 x 0,3 meter mampu menampung 30-40 kg media dan bahan makanan yang diisi dengan 1000 - 1500 ekor cacing. Kelembaban harus dijaga 40-50%, ph 6.3-7.5, dan suhu 20-30 derajat celcius.

Cacing tanah akan mencerna dengan aktif sampah yang diberikan dan mengeluarkan kotoran berbentuk butiran kecil. Biarkan cacing mencerna bahan kompos hingga terbentuk butiran-butiran kecil. Cacing tanah membutuhkan waktu 7 minggu untuk menjadi dewasa dan pada minggu ke-8 akan mengeluarkan telur (kokon). Satu ekor cacing dewasa dapat mengeluarkan 2 kokon perminggu dan tiap kokon dapat menetaskan 2-3 ekor cacing setelah masa inkubasi 5-10 hari. Populasi cacing akan berlipat ganda dalam waktu 1 bulan.

Panen Vermicompost

Pemanenan vermikompos dapat dilakukan secara manual dengan menumpahkan isi wadah kompos ke tanah yang diberi alas dan membentuk gundukan menyerupai gunung dan biarkan beberapa saat. Cacing akan pindah ke bagian dasar gunung untuk menghindari cahaya matahari. Vermikompos dapat diambil mulai dari puncak gundukan dan cacing dapat dipindahkan ke media baru yang sudah disiapkan sebelumnya.

Vermikompos yang diperoleh dikeringkan dan diayak untuk menjaring kokon dan cacing muda serta bahan organik yang belum terurai. Kokon dan cacing muda dimasukkan ke dalam media baru. Vermikompos yang sudah disaring merupakan pupuk yang kaya akan unsur hara makro dan bakteri pengikat nitrogen.

Hama dan Pemangsa 

Pemangsa cacing tanah antara lain burung, unggas, tikus, katak, ular dan semut. Lokasi penempatan sistem kompos cacing harus terlindungi dari pemangsa tersebut.

Penerapan Kompos Cacing 

Metode kompos cacing telah banyak dilakukan oleh beberapa instansi seperti Dinas Kebersihan DKI Jakarta Pusat dan Kebun Binatang Ragunan serta beberapa peternak cacing di Jawa Barat. Sistem penerapan yang dilakukan di kedua lokasi diuraikan sebagai berikut.

1. Rawa Sari Jakarta Pusat 

Intalasi pengolahan sampah di Rawa Sari menerapkan sistem pengolahan sampah terpadu dengan prinsip zerowaste management. Semua sampah yang diterima diupayakan untuk diolah dan dimanfaatkan hingga tidak ada sampah yang terbuang. Pengolahan terdiri dari pembuatan kompos cacing, pembuatan kertas daur ulang,
pencacahan plastik serta insenerasi. Jenis sampah yang diolah adalah sampah rumah tangga yang terdiri dari berbagai jenis sampah. Instalasi ini menampung sampah dari beberapa RT di sekitar lokasi pengolahan yang diangkut dengan gerobak sampah.

Untuk pembuatan kompos cacing, proses yang dilakukan adalah :
  1. Pemilahan sampah. Sampah harus dipilah untuk memisahkan sampah organik dari sampah anorganik. Sampah organik akan digunakan sebagai media cacing.
  2. Persiapan Media Cacing. Sampah diangin-anginkan selama 6 minggu dengan melakukan pembalikan dan
  3. penyiraman 2 kali dalam seminggu agar dicapai suhu homogen dan tidak panas.
  4. Peletakan Cacing Pada Media. Media kemudian diletakkan di atas bedengan kayu yang dilapisi plastik
  5. terpal dan diberi cacing Lumbricus rubellus
  6. Pemberian makan. Cacing dipelihara selama 6 minggu dan setiap 2-3 hari diberi makan
  7. sayuran segar yang digiling menjadi bubur kasar
  8. Pemanenan Kompos. Setelah seluruh sampah habis dimakan dan tampak butiran halus kotoran cacing memenuhi bedengan, kompos cacing dapat dipanen. 

2. Kebun Binatang Ragunan Jakarta 

Pengolahan sampah dengan membuat kompos cacing sudah dilakukan sejak tahun 1990 untuk memanfaatkan sampah tumbuhan yang jumlahnya sangat banyak seperti guguran daun, potongan rumput, dan sampah pengunjung kebun binatang serta sampah kotoran hewan.

Metode yang dilakukan adalah :
  1. Pemilahan Sampah. Sampah dipilah untuk memisahkan sampah organik dan sampah nonorganik
  2. Persiapan media. Sampah organik dicampur dengan kotoran gajah diaduk, ditumpuk dan dicetak persegi untuk tahap pengomposan awal selama 15-20 hari dan dilakukan penyiraman dan pembalikan setiap 3 hari
  3. Pemeliharaan Cacing. Media dimasukkan ke dalam bak plastik dan diberi 250 gram cacing Lumbricus rubellus. Bak plastik disusun di atas rak kayu tiga tingkat. Cacing diberi makan kotoran banteng atau gajah setiap 3 hari selama 1 bulan
  4. Pemanenan Kompos Cacing. Setelah 30 hari timbul butiran halus kotoran cacing (vermikompos), kompos
  5. dapat dipanen dan cacing dipindahkan ke media baru atau digunakan sebagai pakan satwa antara lain ikan dan unggas. Telur dipisahkan kompos dengan mengayak media cacing yang telah dipanen.

Manfaat yang Diperoleh 

Dengan menerapkan vermikompos, kita dapat mendaur ulang sampah dan menghasilkan pupuk organik. Cacing yang berlebih dapat digunakan sebagai pakan ternak dan ikan. Keuntungan dari teknologi vermikompos ini diuraikan sebagai berikut.
  1. Mendaur ulang limbah organik
  2. Mengurangi pencemaran lingkungan
  3. Menyediakan lapangan kerja baru
  4. perbaikan struktur tanah, pH dan perkolasi serta meningkatkan kemampuan tanah dalam mengikat air
  5. Merangsang pertumbuhan sistem perakaran
  6. Sumber protein bagi ternak
Kotoran cacing (vermikompos) mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Penambahan vermikompos pada media tanaman akan mempercepat pertumbuhan, meningkatkan tinggi dan berat tumbuhan. Jumlah optimal vermikompos yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil positif hanya 10-20% dari volume media
tanaman. Pemberian vermikompos pada tanaman secara teratur akan mengurangi kebutuhan pupuk kimia.


sumber artikel : http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg04429.html
sumber gambar : http://hamdanpastibisa.blogspot.com

Mari Menghemat Energi : Tips Sederhana




Hukum Kekekalan Energi berbunyi energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. Sumber-Sumber Energi dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu Sumber energi yang dapat diperbarui dan tak dapat diperbarui.



Contoh sumber energi yang dapat diperbaharui adalah air, angin, dan surya. Dikatakan sumber energi ini dapat diperbahrui karena sumber energi ini persediaanya sangat melimpah di bumi dan kita dapat menggunakannya terus-menerus tanpa khawatir akan habis.

Contoh sumber energi yang tidak dapat diperbaharui adalah minyak, gas, batu bara. Dikatakan sumber energi ini tidak dapat diperbaharui karena sumber energi ini persediaannya terbatas di bumi dan sekali habis maka sumber ini tidak dapat digantikan atau diperbaharui. Oleh klarena itu kita harus bijaksana dalam menggunakannya.

Energi konvensional : minyak, gas dan batu bara disebut juga energi fosil karena ketiga energi ini berasal dari bangkai-bangkai organisme dan tumbuh-tumbuhan yang tertimbun selama ratusan juta tahun yang lalu, serta tidak dapat diperbarui. Contoh : bahan bakar minyak (BBM), gas alam.

Berbagai energi alternatif dari sumber energi terbarui antara lain :

Energi angin. Kincir angin sekarang digunakan untuk memutar generator listrik sehingga menghasilkan tenaga listrik.

Energi air. Air yang memiliki energi potensial tertentu dibendung pada suatu tempat. Air yang jatuh disalurkan melalui pipa pesat untuk diarahkan ke sudut-sudut turbin air sehingga energi kinetik air dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin. Turbin dihubungkan dengan generator melalui satu poros, sehingga generator akan berpytar dan menghasilkan listrik. Karena diperlukan kelajuan air tertentu pada aliran sungai, hanya sedikit tempat didunia yang memenuhi syarat untuk dibangun PLTA.

Energi panas bumi. Batuan panas terbentuk beberapa kilometer dibawah permukaan bumi memanaskan air disekitarnya sehingga akan menghasilkan sumber uap panas atau geiser. Sumber panas bumi ini dibor. Uap panas yang keluar dari pengeboran setelah disaring digunakan untuk menggerakkan generator sehingga menghasilkan energi listrik. Contoh : Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), yang telah beroperasi PLTP Kamojang Jawa Barat.

Karena tak dapat diperbaharui, beberapa sumber energi harus dikelola dengan bijak. Di bawah ini adalah cara-cara sederhana yang efektif untuk menghemat energi, jika dilakukan dengan baik dan benar dapat mengurangi lebih lanjut pengeluaran biaya air, listrik dan kendaraan. Menghemat listrik adalah suatu kegiatan yang dapat membuat konsumsi energi listrik menjadi berkurang dengan berbagai cara. Selain listrik, kita perlu juga berhemat air yang kita dapat dengan cara membayar (PAM) maupun yang kita raih dengan cara gratis (sumur bor). Dampak dari pemborosan energi listrik, air dan sumber daya lainnya umumnya bersifat negatif serta akan memberikan kerugian bagi kita semua di masa yang akan datang. Listrik yang terbatas sebagian dibangkitkan dari PLTU atau pembangkit listrik tenaga uap dan pembangkit listrik lainnya yang menimbulkan polusi bagi lingkungan hidup.

Air bawah tanah yang secara beramai-ramai dan tidak terkendali kita sedot dapat habis. Menurunnya debit air tanah mampu mempercepat intrusi air laut ke darat serta dapat menurunkan atau merembeskan tanah ke bawah sehingga lama kelamaan akan tenggelam oleh air laut. Melihat dari dampak yang ditimbulkan dari penggunaan listrik dan air yang berlebih, maka ada baiknya kita melakukan beberapa hal di bawah ini untuk membantu menjaga kelestarian alam dari kerusakan yang serius.

Cara hemat energi listrik antara lain
  1. Matikan lampu jika kita tidak menggunakannya.
  2. Gunakan lampu hemat energi yang terang (bukan bohlam lampu pijar)
  3. Cabut steker listrik barang elektronik yang tidak kita gunakan. Bisa juga menggunakan stop kontak untuk mematikannya.
  4. Gunakan alat penghemat listrik yang bagus.
  5. Matikan lampu, tv, radio, dll saat tidur.
  6. Pilih barang elektronik yang hemat listrik.
  7. Ajari anak dan keluarga untuk hemat energi listrik.
  8. Cabut charger ponsel saat indikator energi ponsel sudah penuh.
  9. Gunakan energi gas LPG untuk memasak.
  10. Gunakan energi matahari untuk memanaskan air.
  11. Untuk AC, Pilih AC dengan teknologi hemat listrik Inverter, set temperatur pada 25 derajat celsius, Bersihkan saringan udara sekali 2 minggu, Bersihkan evaporator dan kondensor sekali 3 bulan, Jangan ada penghalang aliran udara unit indoor maupun outdoor

Cara hemat energi air antara lain
  1. Gunakan toilet yang bisa mengatur besar kecil pengeluaran air.
  2. Cuci kendaraan seperti mobil dan motor di tempat cuci yang menggunakan air pam atau air bawah tanah yang membayar pajak.
  3. Mandi dengan pancuran air.
  4. Memakai mesin cuci pakaian otomatis yang hemat air.
  5. Minum dari air kemasan yang higienis.
  6. Mengawasi jalur pipa air jangan sampai bocor.
  7. Menggunakan air bekas mandi dan cuci untuk menyiram tanaman di pagi dan sore hari (gunakan sabun yang ramah lingkungan).
  8. Matikan keran air ketika sedang sabunan, mencuci piring, dsb.
  9. Buat sumur resapan air pada tempat tinggal kita untuk mengganti air yang kita konsumsi.
  10. Tidak membuang-buang air seenaknya.
Cara pengelolaan sampah rumah tangga antara lain
  1. Belilah semua benda kebutuhan Anda secara proporsional. Jika tidak, Anda tak usah membelinya. Karena nanti akan menjadi sampah dalam rumah Anda.
  2. Biasakan untuk bawa benda-benda yang habis pakai, minimal kurangi penggunaan benda-benda kebutuhan Anda yang bersisa.
  3. Sediakan tong sampah. Buanglah pada tempatnya dengan proses pemilahan (3R).
  4. Biasakan memilah benda yang bisa dipakai ulang.
  5. Beri pendidikan dini kepada Anak Anda/Adik-adik Anda: Hemat Sampah = Hemat Pengeluaran.  

Sumber : 
wikipedia
organisasi.org/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...