31 Jan 2013

Penjahat Paling Dicari di Dunia?

Terlepas dari subjektifitas pengertian penjahat, kali ini saya ingin membahas tentang penjahat. Ternyata ada orang yang dianggap sebagai penjahat masih berkeliaran di muka bumi. Majalah terkemuka Forbes merilis daftar penjahat dunia yang paling dicari. Paling tidak inilah orang-orang yang dicari pemerintah Amerika Serikat, yang sebenarnya bukan representasi dunia. Siapa saja mereka? Sebelumnya, Osama bin Laden menjadi pemuncak daftar orang yang paling dicari. Namun setelah pemimpin AL Qaeda tersebut tewas di tangan tentara Amerika Serikat, ada pergeseran di daftar tersebut. Berikut daftar lengkapnya seperti yang dilansir Forbes:



Joaqun Guzman alias El Chapo. Pria yang dijuluki El Chapo atau si Pendek itu 'menggeser' posisi Osama bin Laden, yang tewas di tangan tentara AS. El Chapo adalah bos kartel narkoba, Sinaloa, yang terkenal paling sadis di Meksiko. Dia diduga menyelundupkan kokain dan ganja ke Amerika Serikat dan belahan negara lainnya. Sejumlah sumber meyakini, dia kini sembunyi di pegunungan sebelah barat laut Meksiko, di negara bagian Durango. Dia bisa lolos dari kejaran petugas karena memiliki kekuatan yang besar dan jaringan luas.

Ayman al-Zawahiri. Setelah Osama bin Laden, Amerika Serikat kini memfokuskan diri untuk mengejar Ayman al-Zawahiri. Ayman memang sempat disebut-sebut sebagai calon pengganti Osama di Al Qaeda, namun belum jelas. Ayman dituding oleh pemerintah AS bertanggung jawab dalam aksi pengeboman di kedutaan Amerika Serikat di Tanzania dan Kenya tahun 1998. Ratusan orang tewas dalam kejadian itu. Ayman juga pernah disebut sebagai tangan kanan Osama atau orang nomor dua di Al-Qaeda selama empat tahun.

Semion Mogilevich. Mafia asal Rusia ini dikenal licin. Pada tahun 2008, dia sempat ditangkap di Rusia atas dugaan manipulasi pajak, namun bisa lolos dan dilepaskan pada tahun 2009. Pemerintah AS sudah meminta agar dia diekstradisi ke negeri Paman Sam atas dugaan penyuapan senilai US$ 150 juta, namun karena tak ada perjanjian ekstradisi antara kedua negara, hal itu tak pernah terealisasi. Pihak FBI menilai Mogilevich tak hanya sebagai pengemplang pajak atau penyuap, namun dia juga diduga berkaitan dengan pembunuhan, penjualan senjata dan nuklir. Mogilevich sudah membantah semua tudingan tersebut.

Nasir al-Wuhayshi. Nasir al-Wuhayshi adalah mantan sekretaris pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden. Dia dikenal sangat berpengaruh di Yaman dan dikenal sebagai anggota Al Qaeda di Arab Peninsula. Pada tahun 2006, dia pernah kabur dari penjara berkeamanan maksimal di kawasan Yaman. Setelah itu, dia merekrut orang-orang baru dan memperkuat organisasinya lewat dukungan finansial yang tak terbatas. Sejumlah aparat keamanan menduga, Nasir bertanggung jawab atas beberapa aksi bom bunuh diri dan teror. 

Dawood Ibrahim. Dawood Ibrahim adalah orang yang paling dicari di India. Dia memiliki anggota geng sebanyak 5.000-an orang yang tergabung dalam sindikat D-Company. Aktivitas haram mereka tercatat mulai dari narkotika hingga jasa pembunuh bayaran yang beroperasi di Pakistan, India dan Uni Emirat Arab. Ibrahim sempat berencana menggelar upacara pernikahan anaknya beberapa waktu lalu, namun ditunda karena ada insiden penembakan di luar rumah saudara laki-lakinya. Satu orang pengawal dilaporkan tewas saat itu. Berdasarkan laporan pemerintah AS, Ibrahim berbagi rute penyelundupan bersama Al Qaeda. Mereka juga disebut-sebut berafiliasi dengan Lashkar-e-Taiba, kelompok teroris yang menyerang Mumbai pada 2008 lalu.

Matteo Messina Denaro. Bos mafia Italia ini dikenal dengan nama Matteo Messina Denaro. Dia dikenal kerap menyerang polisi dan tergabung dalam kelompok mafia yang sadis. Dalam beberapa bulan terakhir, Denaro menjadi orang yang paling dicari karena pentolan mafia lainnya Giorgio De Masi, berhasil ditangkap polisi. Pria yang dijuluki 'Diabolic' ini juga dikenal sebagai playboy karena kerap berganti pasangan. Gaya hidupnya juga mewah dengan jam Rolex dan mengendarai Porsche. 

Alimzhan Tokhtakhounov. Alimzhan Tokhtakhounov berasal dari Uzbekistan. Namun dia lebih dikenal sebagai mafia dari Rusia yang dijuluki 'Taiwanchik' karena wajahnya yang mirip dengan pria asal Asia. Pemerintah Amerika Serikat menyebut Tokhtakhounov sebagai tokoh utama dalam organisasi kejahatan yang terlibat dalam peredaran obat-obat terlarang, senjata dan perdagangan manusia. Bahkan, dia juga tercatat mengorganisir bisnis jual beli mobil curian. Tak hanya itu, Tokhtakhounov juga diduga terlibat dalam urusan suap kontes kecantikan hingga Olimpiade untuk memenangkan pihak tertentu. Amerika Serikat sudah berusaha mengejar dia hingga ke Italia, namun tak berhasil. 

Felicien Kabuga. Kabuga adalah orang yang paling dicari di benua Afrika. Dia diduga sebagai penyandang dana di balik peristiwa pembantaian manusia di Rwanda. Lembaga internasional untuk kejahatan Rwanda menilai Kabuga telah melakukan kejahatan kemanusiaan. Sekitar 800 ribu warga Rwanda tewas karena ulah Kabuga di tahun 1994. Meski tak langsung ikut membunuh, Kabuga diduga sebagai penyedia transportasi dan sejumlah peralatan untuk membantai warga. 

Joseph Kony. Joseph Kony adalah pimpinan pasukan gerilya LRA yang membunuh penduduk sipil di Uganda. Tak hanya itu, dia juga ikut bertanggung jawab atas aksi pembantaian warga di Republik Kongo, Afrika Tengah dan Sudan. Akibat ulah Kony, sekitar 2 juta penduduk terpaksa mengungsi. Kony juga dilaporkan sudah menculik sekitar 60 ribu warga, 30 ribu diantaranya adalah anak-anak dan memaksa mereka untuk menjadi tentara. Para tentara muda itu kemudian dijadikan alat untuk menjalankan kejahatan pembunuhan, pemerkosaan, mutilasi dan penyiksaan seksual. Pengadilan kriminal internasional sudah mengirimkan surat penangkapannya dengan 33 dakwaan kejahatan, termasuk kejahatan perang dan kemanusiaan. 

Doku Umarov. Doku Umarov dijuluki sebagai Osama bin Laden dari Rusia. Awalnya, dia adalah seorang separatis dari Cechhnya. Namun kini dia disebut-sebut sebagai teroris di Moskow. Umarov diduga terlibat dalam aksi teror di Moskow, seperti bom bunuh diri di stasiun subway yang membunuh 40 orang. Pemerintah Rusia juga mendakwanya dengan dugaan aksi pengeboman di bandara Domodedovo yang membunuh 36 orang. Pemerintah Amerika Serikat menawarkan uang sebesar US$ 5 juta bagi yang berhasil menangkapnya. 

Nah, itulah 10 orang penjahat yang paling dicari dunia Amerika Serikat karena berbagai macam kejahatan terutama teror. Walaupun demikian tentu banyak yang mengidolakan orang-orang ini bahkan menyebutnya sebagai pahlawan. Masih ingat kisah Robin Hood? Ada yang mau menambahkan?

25 Jan 2013

Kisah Sawerigading

Sawerigading adalah nama seorang putera raja Luwu dari Kerajaan Luwu Purba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dalam bahasa setempat Sawerigading berasal dari dua kata, yaitu sawe yang berarti menetas (lahir), dan ri gading yang berarti di atas bambu betung. Jadi nama Sawarigading berarti keturunan dari orang yang menetas (lahir) di atas bambu betung. Nama ini dikenal melalui cerita yang termuat dalam Sureq Galigo (Periksa Edisi H. Kern 1939), dimulai ketika para dewa dilangit bermufakat untuk mengisi dunia ini dengan mengirim Batara Guru anak patotoe di langit dan Nyilitomo anak guru ri Selleng di peretiwi (dunia bawah) untuk menjadi penguasa di bumi. Dari perkawinan keduanya lahirlah putra mereka yang bernama Batara Lattu’, yang kelak menggantikan ayahnya penguasa di Luwu. Dari perkawinan Batara Guru dengan beberapa pengiringnya dari langit serta pengiring We Nyilitomo dari peretiwi lahirlah beberapa putra mereka yang kelak menjadi penguasa di daerah-daerah Luwu sekaligus pembantu Batara Lattu’. Setelah Batara Lattu’ cukup dewasa, ia dikawinkan dengan We Datu Sengeng, anak La Urumpassi bersama We Padauleng ditompottikka. Sesudah itu Batara Guru bersama isteri kembali kelangit. Dari perkawinan keduanya lahirlah Sawerigading dan We Tenriabeng sebagai anak kembar emas yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan. 

Mengenai masa hidup Sawerigading terdapat berbagai versi di kalangan ahli sejarah. Menurut versi Towani-Tolotang di Sidenreng, Sawerigading lahir pada tahun 564 M. Jika versi ini dihadapkan dengan beberapa versi lain, maka data ini tidak terlalu jauh perbedaanya. Tiga versi mengenai masa hidup Sawerigading, yaitu : Versi Sulawesi Tenggara, abad V; Versi Gorontalo, 900 dikurangi 50 = 850; Versi Kelantan - Terengganu, tahun 710. Sepertinya, versi Sulawesi Tenggara lebih dekat dengan versi yang dikemukakan oleh masyarakat Towani-Tolotang. Mereka menetapkan versi ini sebab menurut kepercayaan mereka Sawerigading sezaman dengan Nabi Muhammad, bahkan pernah bertemu.

Menurut cerita, ketika Bataraguru (kakek Sawerigading yang merupakan keturunan dewa) pertama kali diturunkan ke bumi, ia ditempatkan di atas bambu betung. Sawerigading mempunyai saudara kembar perempuan yang bernama We Tenriabeng. Namun, sejak kecil hingga dewasa mereka dibesarkan secara terpisah, sehingga mereka tidak saling mengenal. Suatu ketika, saat bertemu dengan adik kandungnya itu, Sawerigading jatuh cinta dan berniat untuk melamarnya. Berhasilkah Sawerigading menikahi We Tenriabeng, saudara kandungnya itu? Kisah selengkapnya dapat Anda ikuti dalam cerita Sawerigading berikut ini.

* * *

Alkisah, di daerah Luwu, Sulawesi Selatan, hiduplah seorang raja bernama La Togeq Langiq atau lebih dikenal dengan panggilan Batara Lattu’. Sang Raja mempunyai dua istri, yaitu satu dari golongan manusia biasa (penduduk dunia nyata) bernama We Opu Sengngeng, dan satu lagi berasal dari bangsa jin. Dari perkawinannya dengan We Opu Sengengeng lahir sepasang anak kembar emas, yakni seorang laki-laki bernama Sawerigading, dan seorang perempuan bernama We Tenriabeng. Berdasarkan ramalan Batara Guru (ayah Raja Luwu), Sawerigading dan We Tenriabeng kelak akan saling jatuh cinta dan menikah. Padahal menurut adat setempat, seseorang sangat pantang menikahi saudara kandung sendiri. Agar tidak melanggar adat tersebut, Raja Luwu pun membesarkan kedua anak kembarnya tersebut secara terpisah. Ia menyembunyikan anak perempuannya (We Tenriabeng) di atas loteng istana sejak masih bayi.

Waktu terus berjalan. Sawerigading tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan tampan, sedangkan We Tenriabeng tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita. Namun, sepasang anak kembar tersebut belum saling mengenal.

Pada suatu hari, Sawerigading bersama sejumlah pengawal istana diutus oleh ayahnya berlayar ke Negeri Taranati (Ternate) untuk mewakili Kerajaan Luwu dalam sebuah pertemuan para pangeran. Namun sebenarnya tujuan utama Sawerigading diutus pergi jauh ke Ternate karena saudara kembarnya We Tenriabeng akan dilantik menjadi bissu dalam sebuah upacara umum, yang tentu saja tidak boleh dihadirinya karena dikhawatirkan akan bertemu dengan We Tenriabeng.

Dalam perjalanan menuju ke Negeri Ternate, Sawerigading mendapat kabar dari seorang pengawalnya bahwa ia mempunyai saudara kembar yang cantik jelita. Sawerigading tersentak kaget mendengar kabar tersebut.

“Apa katamu? Aku mempunyai saudara kembar perempuan?” tanya Sawerigading dengan kaget.

“Benar, Pangeran! Saudaramu itu bernama Tenriabeng. Ia disembunyikan dan dipelihara di atas loteng istana sejak masih kecil,” ungkap pengawal itu.

Sekembalinya dari Ternate, Sawerigading langsung mencari saudara kembarnya yang disembunyikan di atas loteng istana. Tak pelak lagi, Sawergading langsung jatuh cinta saat melihat saudara kembarnya itu dan memutuskan untuk menikahinya. Raja Luwu Batara Lattu’ yang mengetahui rahasia keluarga istana tersebut terbongkar segera memanggil putranya itu untuk menghadap.

“Wahai, Putraku! Mengharap pendamping hidup untuk saling menentramkan hati bukanlah hal yang keliru. Tapi, perlu kamu ketahui bahwa menikahi saudara kandung sendiri merupakan pantangan terbesar dalam adat istiadat kita. Jika adat ini dilanggar, bencana akan menimpa negeri ini. Sebaiknya urungkanlah niatmu itu, Putraku!” bujuk Raja Luwu Batara Lattu’.

Namun, bujukan Ayahandanya tersebut tidak menyurutkan niat Sawerigading untuk menikahi adiknya. Namun, akhirnya Sawerigading mengalah setelah We Tenriabeng memberitahunya bahwa di Negeri Cina (bukan Cina di Tiongkok, tapi di daerah Tanete, Kabupetan Bone, Sulawesi Selatan) mereka mempunyai saudara sepupu yang sangat mirip dengannya.

“Bang! Pergilah ke Negeri Cina! Kita mempunyai saudara sepupu yang bernama We Cudai. Ayahanda pernah bercerita bahwa aku dan We Cudai bagai pinang dibelah dua,” bujuk We Cudai.

“Benar, Putraku! Wajah dan perawakan We Cudai sama benar dengan adikmu, We Tenriabeng,” sahut Raja Luwu Batara Lattu’.

Untuk membuktikan kebenaran kata-katanya, We Tenriabeng memberikan sehelai rambut, sebuah gelang dan cincinnya kepada Sawerigading. We Tenriabeng juga berjanji jika perkataannya tidak benar, ia berbersedia menikah dengan Sawerigading.

“Bang! Jika rambut ini tidak sama panjang dengan rambut We Cudai, gelang dan cincin ini tidak cocok dengan pergelangan dan jarinya, aku bersedia menikah dengan Abang,” kata We Tenriabeng.

Akhirnya, Sawerigading pun bersedia berangkat ke Negeri Cina, walaupun dihatinya ada rasa kecewa kepada orang tuanya karena tidak diizinkan menikahi adiknya. Untuk berlayar ke Negeri Cina, Sawerigading harus menggunakan kapal besar yang terbuat dari kayu welérénngé (kayu belande) yang mampu menahan hantaman badai dan ombak besar di tengah laut.

“Wahai, Putraku! Untuk memenuhi keinginanmu memperistri We Cudai, besok pergilah ke hulu Sungai Saqdan menebang pohon welérénngé raksasa untuk dibuat perahu!” perintah Raja Luwu Batara Lattu’.

Keesokan harinya, berangkatlah Sawerigading ke tempat yang dimaksud ayahnya itu. Ketika sampai di tempat itu, ia pun segera menebang pohon raksasa tersebut. Anehnya, walaupun batang dan pangkalnya telah terpisah, pohon raksasa itu tetap tidak mau roboh. Namun, hal itu tidak membuatnya putus asa. Keesokan harinya, Sawerigading kembali menebang pohon ajaib itu, tapi hasilnya tetap sama. Kejadian aneh ini terulang hingga tiga hari berturut-turut. Sawerigading pun mulai putus asa dan hatinya sangat galau memikirkan apa gerangan penyebabnya.

Mengetahui kegalauan hati abangnya, pada malam harinya We Tenriabeng secara diam-diam pergi ke hulu Sungai Saqdan. Sungguh ajaib! Hanya sekali tebasan, pohon raksasa itu pun roboh ke tanah. Dengan ilmu yang dimilikinya, We Tenriabeng segera mengubah pohon raksasa itu menjadi sebuah perahu layar yang siap untuk mengarungi samudera luas.

Keesokan harinya, Sawerigading kembali ke hulu Sungai Saqdan. Betapa terkejutnya ia ketika melihat pohon welérénngé raksasa yang tak kunjung bisa dirobohkannya kini telah berubah menjadi sebuah perahu layar.

“Hai, siapa yang melakukan semua ini?” gumam Sawerigading heran.

“Ah, tidak ada gunanya aku memikirkan siapa yang telah membantuku membuat perahu layar ini. Yang pasti aku harus segera pulang untuk menyiapkan perbekalan yang akan aku bawa berlayar ke Negeri Cina,” pungkasnya seraya bergegas pulang ke istana.

Setelah menyiapkan sejumlah pengawal dan perbekalan yang diperlukan, berangkatlah Sawerigading bersama rombongannya menuju Negeri Cina. Dalam perjalanan, mereka menemui berbagai tantangan dan rintangan seperti hantaman badai dan ombak serta serangan para perompak. Namun, berkat izin Tuhan Yang Mahakuasa, Sawerigading bersama pasukannya berhasil melalui semua rintangan tersebut dan selamat sampai di tujuan.

Setibanya di Negeri Cina, Sawerigading mendengar kabar bahwa We Cudai telah bertunangan dengan seorang pemuda bernama Settiyabonga. Namun, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk melihat langsung kecantikan wajah We Cudai. Untuk itu, ia pun memutuskan untuk menyamar menjadi pedagang orang oro (berkulit hitam). Untuk memenuhi penyamarannya, ia harus mengorbankan satu nyawa orang oro sebagai tumbal. Pada mulanya, orang oro yang akan dijadikan tumbal tersebut mengiba kepadanya.

“Ampun, Tuan! Jika kulit saya dijadikan pembungkus tubuh Tuan, tentu saya meninggal.”

Namun, setelah Sawerigading membujuknya dengan tutur kata yang halus, akhirnya orang oro itu pun bersedia memenuhi permintaannya. Setelah itu, Sawerigading segera menuju ke istana sebagai oro pedagang. Setibanya di istana, ia terkagum-kagum melihat kecantikan We Cudai.

“Benar kata Ayahanda, We Cudai dan We Tenriabeng bagai pinang dibelah dua. Perawakan mereka benar-benar serupa,” ucap Sawerigading.

Setelah membuktikan kecantikan We Cudai, Sawerigading segera mengirim utusan untuk melamarnya dan lamarannya pun diterima oleh keluarga istana Kerajaan Cina. Namun, sebelum pesta pernikahan dilangsungkan, We Cudai mengirim seorang pengawal istana untuk mengusut siapa sebenarnya calon suaminya itu.

Suatu hari, utusan itu mendekati perahu layar Sawerigading yang tengah bersandar di pelabuhan. Kebetulan, saat itu para pengawal Sawerigading yang berbulu lebat sedang mandi. Utusan itu ketakukan saat melihat tampang mereka yang dikiranya “orang-orang biadab” dan mengira bahwa wujud Sawerigading serupa dengan mereka. Ia pun segera kembali ke istana untuk menyampaikan kabar tersebut kepada We Cudai. Mendengar kabar tersebut, We Cudai pun berniat untuk membatalkan pernikahannya dan mengembalikan semua mahar Sawerigading.

Sawerigading yang mendengar kabar buruk tersebut segera menghapus penyamarannya sebagai orang oro dan mengenaikan pakaian kebesarannya, lalu segera menghadap Raja Cina. Sesampainya di istana, ia pun segera menceritakan asal-usul dan maksud kedatangannya ke Negeri Cina.

“Ampun, Baginda Raja! Perkenalkan nama Ananda Sawerigading Putra Raja Luwu Batara Lattu’ dari Sulawesi Selatan. Ananda datang menghadap membawa amanat Ayahanda, dengan harapan sudilah kiranya Baginda menerima Ananda sebagai menantu Baginda,” ungkap Sawerigading.

“Hai, Anak Muda! Kamu jangan mengaku-ngaku! Apa buktinya bahwa kamu adalah putra dari saudaraku itu?” tanya Raja Cina.

Sawerigading pun segera memperlihatkan sehelai rambut, sebuah gelang dan cincin pemberian We Tenriabeng kepada Raja Cina seraya menceritakan semua kejadian yang dialaminya hingga ia bisa sampai ke Negeri Cina. Mendengar harapan dan permohonan saudaranya melalui keponakannya itu, Raja Cina terdiam sejenak, lalu berkata:

“Baiklah! Sekarang aku percaya bahwa kamu adalah keponakanku. Ayahandamu dulu pernah mengirim kabar kepadaku bahwa ia mempunyai anak kembar emas. Anaknya yang perempuan wajah dan perawakaannya serupa dengan putriku.”

Untuk lebih meyakinkan dirinya, Raja Cina segera memanggil putrinya untuk menghadap. Tak berapa lama, We Cudai pun datang dan duduk di samping ayahandanya. Saat melihat pemuda tampan yang duduk di hadapan ayahandanya, We Cudai tampak gugup dan hatinya tiba-tiba berdetak kencang. Rupanya, ia jatuh hati kepada pemuda itu yang tak lain adalah Sawerigading.

“Ada apa gerangan Ayahanda memanggil Ananda?” tanya We Cundai tertunduk malu-malu.

“Wahai Putriku, ketahuilah! Sesungguhnya orang yang melamarmu beberapa hari yang lalu ternyata sepupumu sendiri. Namanya Sawerigading. Ayahanda bersaudara dengan ayahnya. Tapi, untuk menyakinkan kebenaran ini, cobalah kamu cocokkan panjang rambut ini dengan panjang rambutmu dan pakailah gelang dan cincin ini!” pinta Raja Cina seraya memberikan sehelai rambut, sebuah gelang dan cincin itu kepada putrinya.

Setelah We Cudai mengenakan gelang dan cincin tersebut, maka semakin yakinlah Raja Cina bahwa Sawerigading benar-benar keponakannya. Gelang dan cincin tersebut semuanya cocok dikenakan oleh We Cudai. Begitu pula rambutnya sama panjangnya dengan rambut We Tenriabeng.

“Bagaimana, Putriku! Apakah kamu bersedia menerima kembali lamaran Sawerigading untuk mempererat tali persaudaraan kita dengan keluarga Sawerigading di Sulawesi Selatan?” tanya Raja Cina.

“Baik, Ayahanda! Jika Ayahanda merestui, Ananda bersedia menikah dengan Sawerigading. Ananda mohon maaf karena sebelumnya mengira Sawerigading bukan dari keluarga baik-baik,” jawab We Cudai malu-malu.

Betapa bahagianya perasaan Raja Cina mendengar jawaban putrinya itu. Demikian pula yang dirasakan Sawerigading karena lamarannya diterima. Dengan perasaan bahagia, ia segera kembali ke kapalnya untuk menyampaikan berita gembira itu kepada para pengawalnya dan memerintahkan mereka untuk mengangkat semua barang bawaan yang ada di perahu ke istana untuk keperluan pesta.  Tiga hari kemudian, pesta pernikahaan itu pun dilangsungkan dengan meriah. Segenap rakyat Negeri Cina turut berbahagia menyaksikan pesta pernikahan tersebut.

Setahun kemudian, Sawerigading dan We Cudai dikaruniai oleh seorang anak dan diberi nama La Galigo. Namun, bagi We Cudai, kebahagiaan tersebut terasa belum lengkap jika belum bertemu dengan mertuanya. Suatu hari, ia pun mengajak suaminya ke Sulawesi Selatan untuk mengunjungi mertuanya. Mulanya, Sawerigading menolak ajakan istrinya, karena ia sudah berjanji tidak ingin kembali ke kampung halamannya karena kecewa kepada kedua orang tuanya yang telah menolak keinginannya menikahi saudara kembarnya. Namun, karena istrinya terus mendesaknya, akhirnya ia pun menyetujuinya.

Keesokan harinya, berangkatlah sepasang suami istri itu bersama beberapa orang pengawal menuju Negeri Luwu. Akan tetapi, mereka tidak membawa serta putra mereka (La Galigo) karena masih bayi. Dalam perjalanan, Sawerigading bersama rombongannya kembali menemui banyak rintangan. Perahu yang mereka tumpangi hampir tenggelam di tengah laut karena dihantam badai dan gelombang besar. Berkat pertolongan Tuhan Yang Mahakuasa, mereka pun selamat sampai di Nengeri Luwu.

Setelah bertahun-tahun lamanya Sawerigading bersama istrinya tinggal di Negeri Luwu terdengarlah kabar bahwa di Tanah Jawa berkembang ajaran agama Islam. Sawerigading pun segera memerintahkan pasukannya untuk memerangi ajaran tersebut. Namun apa yang terjadi setelah pasukannya tiba di Tanah Jawa? Rupanya, mereka bukannya memerangi penganut ajaran agama tersebut, tetapi justru berbalik memeluk agama Islam. Bahkan sebagian anggota pasukannya memutuskan untuk menetap di Tanah Jawa. Sementara anggota pasukan lainnya kembali ke Negeri Luwu untuk melaporkan kabar tersebut kepada Sawerigading dan sekaligus mengajaknya untuk memeluk agama Islam. Karena kesal atas penghianatan pasukannya itu dan tidak ingin masuk agama Islam, Sawerigading bersama istrinya memutuskan untuk kembali ke Negeri Cina dan berjanji tidak ingin menginjakkan kaki lagi di Negeri Luwu. Dalam perjalanan pulang ke Negeri Cina, kapal yang mereka tumpangi karam di tengah laut. Konon, pasangan suami istri tersebut menjadi penguasa buriq liu atau peretiwi (dunia bawah laut).

* * *

Demikian cerita Sawerigading dari daerah Luwu, Sulawesi Selatan. Cerita di atas termasuk kategori legenda yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah ganjaran yang diterima dari sifat tidak mudah putus asa. Sifat ini ditunjukkan oleh perilaku Sawerigading yang senantiasa tabah dalam menghadapi berbagai rintangan dan cobaan untuk mencapai keinginannya, yakni menikahi We Cudai yang berada di Negeri Cina. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:

apa tanda Melayu beradat,
bekerja dengan penuh semangat

kerja cermat membawa berkah
kerja hemat membawa manfaat
kerja keras memberi puas
kerja tabah memberi tuah
kerja taat membawa berkat

(Samsuni/sas/135/04-09)

sumber : 
http://makassaronline.blogspot.com/2012/03/cerita-rakyat-sawerigading.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Sawerigading

17 Jan 2013

Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Penulis Perjalanan Wisata

Saya rasa siapapun memimpikan profesi ini : berkeliling dunia dan dibayar untuk itu. Setiap hari, jutaan orang menuliskan pengalaman wisatanya, entah itu di blog ataupun di buku catatan hariannya. Harapannya tentu saja catatan tersebut dibaca orang dan menjadi informasi bagi calon wisatawan. Mendapatkan uang dari catatan tersebut adalah bonus yang tentunya sangat diharapkan. Jika ini telah berjalan, siapa yang tidak mau berkeliling dunia dan dibayar untuk hal tersebut? Tidak ada yang tidak mungkin. Saya telah menyaksikan pembawa acara televisi yang telah berkeliling dunia dan dibayar untuk hal tersebut. Pastinya banyak juga blogger yang keliling dunia dan penghasilannya dari membuat tulisan lebih dari cukup membiayai perjalanan wisatanya tersebut. Banyak diantaranya yang menikmati jus jeruk di tepi pantai Kuta (misalnya) sambil menuliskan pengalamannya di Macbooknya atau laptop yang terhubung dengan internet. Tak banyak memang yang telah mencapainya, namun semua orang berpotensi melakukannya dan mencapainya dengan kerja keras. 

Namun banyak juga penulis perjalanan wisata, fotografer dan wartawan video yang tampaknya tidak benar-benar menuangkan isi hati mereka di dalamnya. Untuk beberapa alasan, mereka melakukan jalan pintas untuk meraih sukses namun akhirnya tidak kesampaian. Kita semua bisa banyak belajar dari mereka. Saya kutip dari lonelyplanet, berikut ini adalah sifat-sifat mereka yang paling umum. Kalau anda banyak melakukan hal ini, jauhi jadi blogger perjalanan wisata, membuang-buang waktu anda saja. Jangan lakukan 10 hal ini!

10. Ceroboh 
Jika anda menulis cepat dan singkat, sudah "sempurna" kah tulisan anda? Banyak yang menulis asal-asalan di blog mereka. Ingat, Anda sedang mempresentasikan tulisan profesional Anda ke seluruh dunia. Apakah itu sudah merupakan tulisan terbaik? Tidak ada orang yang sempurna, dan semua orang kecuali redaktur bagian publikasi sebuah majalah (misalnya) akan memaafkan sesekali kesalahan huruf kepenulisan. Tetapi ketika Anda seorang calon pencipta konten, setiap bentuk komunikasi yang Anda hasilkan menjadi bagian dari portofolio Anda. Jika pekerjaan Anda adalah kualitas amatir, jangan berharap ada yang mau membayar tulisan Anda.


9. Memperlakukan tulisan Anda sebagai catatan pribadi 
Jika Anda membuat blog wisata namun berisi informasi yang tidak tuntas  demi untuk menyembunyikan perjalanan tersebut dari teman dan keluarga, itu kesalahan besar. Tapi banyak yang melakukannya, hanya melihat ciptaan Tuhan, memujinya, dan menikmatinya sendiri, tidak menuliskannya. Untuk apa menulis kalau tidak ingin dilihat dunia? Gunakan Facebook atau blog pribadi untuk membuat teman Anda iri, yang akhirnya membuat tulisan anda bernilai lebih.

8. Memberi janji palsu
Apakah Anda berjanji pada pengunjung blog kalau ada tulisan "bagus" anda minggu depan? Namun sebenarnya tidak ada? hanya janji?  Tidak ada yang paling mengesalkan selain janji yang tidak ditepati. Pengunjung blog Anda memiliki banyak pilihan bacaan yang lain yang menarik perhatian mereka, dan jika Anda gagal untuk mendapatkan kepercayaan mereka, mereka akan pergi ke tempat lain. 

7. Bertindak kurang respek
Banyak pencipta konten yang kurang respek pada pembacanya. Seakan-akan dialah yang terbaik, padahal mungkin saja pembaca tersebut adalah orang penting yang akan mengubah hidup Anda. Siapapun pembaca Anda, berlaku sopan dan hormatlah. Jangan meremehkan orang-orang yang mengomentari website Anda. Jangan bersikap kasar dalam bentuk komunikasi dengan siapa saja yang mungkin ada hubungannya dengan Anda yang kelak mungkin akan menerbitkan tulisan anda. Orang-orang hadir di blog anda untuk membantu menjalani impian Anda. Jangan malah merusaknya sendiri. 

6. Tetap dangkal dan umum 
Pilih yang umum atau yang khusus? Banyak yang menulis hal-hal umum dan dangkal. Celakanya, banyak yang lebih baik dari Anda. Mulailah dari hal-hal khusus keahlian anda seperti fotografi pribadi atau menulis saja. Setelah Anda menetapkan bidang keahlian Anda, Anda dapat mulai membuat cabang keahlian yang lain. Tapi tetap fokus. 

5. Menuntut rasa hormat tanpa produktif
Anda mempunyai kata-kata dan kalimat yang anda anggap bagus dalam tulisan Anda? belum tentu dianggap bagus oleh pembaca, apalagi bila hanya copy-paste. Memiliki sebuah tulisan kadang membuat kita congkak, dan merasa "Sayalah yang terbaik". Tapi saat ini, siapa pun dapat mempublikasikan diri dalam blog, untuk pembaca ebook dan bahkan mencetak buku sendiri. Artinya adalah Anda perlu memberikan bukti keahlian menulis anda yang bernilai lebih dari blog lain, bukan hanya copy-paste. Dapatkah Anda menunjukkan memiliki banyak pengikut? Apakah Anda menghasilkan sesuatu yang benar-benar bermakna? Jika Anda dapat menjawab 'ya', biarkan orang tahu! Anda akhirnya dapat dibayar untuk tiap tulisan anda,  tapi sebelum Anda sampai di sana Anda perlu  menunjukkan nilai Anda untuk pengembalian yang lebih realistis. 

4. Kurangnya  keotentikan
Menulis perjalanan yang paling gila-gilaan membosankan. Jika Anda bisa membuat seseorang tersenyum, menangis atau bertindak, Anda adalah penulis yang baik. Beberapa trik dapat membantu, tetapi tulisan anda akan turun ke bagaimana otentiknya Anda. Jika Anda tidak cukup meletakkan diri dalam pekerjaan Anda, konten Anda akan sangat menyedihkan seperti sisa sampah yang mengotori alam maya.

3. Bertindak tanpa integritas 
Seperti berbohong tentang prestasi Anda.

2. Mengabaikan dan tidak hormat pada audiens 
Audiens Anda adalah jauh faktor paling penting dalam keberhasilan Anda sebagai seorang jurnalis wisata. Namun kita begitu sering menemukan orang-orang yang tidak tahu untuk siapa mereka  menulis, memotret atau membuat video untuk siapa. Jika Anda tidak tahu siapa yang akan mengkonsumsi konten Anda, Anda belum ditargetkan secara tepat. Dan Anda telah menunjukkan bahwa prioritas Anda semua salah. Jika Anda membuat konten, pastikan Anda tahu persis untuk siapa itu konten itu dimaksudkan.

1. Tidak pernah mencoba 
Dari semua kesalahan calon penulis perjalanan, hal yang paling fatal adalah tidak memulai. 

Hidup dalam dunia kepenulisan itu susah, tidak mudah. Hal ini membutuhkan bakat, ketekunan, tekad, dan ketahanan. Tetapi dunia ini penuh dengan orang-orang yang mengubah perjalanan mereka menjadi hidup - melalui blogger profesional, jurnalisme foto dan video yang menulis dan seterusnya. Ada sumber daya lebih dari sebelumnya tersedia bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan wisata untuk mencari nafkah. Jika itu adalah hal yang anda inginkan, mulailah.  Bagaimana menurut Anda?

26 Des 2012

Proyek Gila Wakil Rakyat 2012

Gila, tidak masuk akal, membodohi! Itulah pernyataan yang keluar dari batin saya tentang tindak-tanduk wakil rakyat negeri Indonesia. Sepanjang tahun 2012 banyak proyek digelar di kompleks DPR, Senayan, Jakarta. Setidaknya ada 8 proyek yang memancing kritik rakyat dan sebagian anggota DPR sendiri karena anggarannya yang terlalu besar dan urgensinya yang belum mendesak. Inilah proyek-proyek gila DPR sepanjang tahun 2012. Anda dapat menilai proyek mana yang paling gila dan ajaib? Pun jika akhirnya turun sesuai harga pasaran dan tender, anda dapat menilai bagaimana kinerja kesekretariatan DPR dalam merencanakan proyek. Mungkin di pikiran mereka, anggarkan saja, disetujui syukur, tidak disetujui juga tidak merugikan.

Pengadaan Kalender Rp 1,3 M 



Di awal tahun 2012, DPR mengeluarkan kalender tahunan mereka. Kalender 13 halaman dan berisi foto-foto kegiatan pimpinan DPR ini dicetak dengan biaya 1,3 miliar rupiah. Dana ini diperlukan untuk mencetak 11.200 eksemplar kalender, dengan hitungan tersebut harga per kalender adalah Rp 116.000 per eksemplar, tiap anggota dewan mendapatkan 20 eksemplar kalender. Setjen DPR membenarkan pagu anggaran percetakan kalender 2012 sebesar Rp 1,3 miliar. Namun setelah dilakukan proses pelelangan angka penawaran terendah yang dinyatakan sebagai pemenangnya adalah Rp 397.465.750. atau harga Rp 35.500 per eksemplar. Kira-kira berapa harga kalender di pasaran per eksemplar? Bahkan banyak kalender gratisan di pasar

Papan Selamat Datang DPR Rp 4,8 M 


Di awal tahun 2012 DPR juga ingin menunjukkan kegiatan di dalam komplek Parlemen ke masyarakat. Mereka menganggarkan pembelian 2 unit layar LED berukuran 3x2 meter, sebagai papan pengumuman. Melalui dua LED ini setiap kegiatan DPR dipaparkan kepada masyarakat yang melintas di depan dan belakang Gedung DPR. Tidak tanggung-tanggung, biaya pemasangan layar berukuran 3x2 meter yang dipasang di atas tiang bulat setinggi 3 meter ini mencapai Rp 4,8 miliar rupiah. Semahal itukah harganya? Pun kalau terpasang seefektif apakah pengumuman ini ke masyarakat? Paling mengumumkan "Kami lagi plesiran di luar negeri, ada yang mau nitip oleh-oleh?"

Ruang rapat Banggar DPR Rp 20 M


Pada bulan Mei 2012, ruang rapat baru Banggar DPR yang menghabiskan Rp 20,3 miliar selesai dibangun dan siap dipergunakan. Proyek yang dimulai sejak akhir tahun 2011 ini menuai kontroversi. Atas desakan masyarakat dan pimpinan DPR, Badan Kehormatan (BK) DPR melakukan investigasi terkait penggunaan furnitur impor di ruang rapat banggar ini. Kursi impor ruang Banggar telah diganti dengan kursi lokal dari Jepara. Demikian juga dengan perangkat wireless mic telah diganti dengan perangkat standar DPR. Penghematan ruangan Banggar DPR pada akhirnya berkisar Rp 6 miliar. Namun karpet impor seharga Rp 980 juta dan IT system seharga Rp 7,9 miliar tidak diganti. Woooww, rapat pleno saja tak sampai setengah yang hadir, yang hadir pun ketiduran atau main ponsel.
 
Renovasi Toilet DPR Rp 2 M


Di awal tahun 2012 DPR juga melakukan renovasi toilet. Sebanyak 220 toilet di Gedung Nusantara I DPR akan diganti dengan anggaran Rp 2 miliar. Namun karena kritik masyarakat proyek ini sempat dihentikan. Pada bulan November 2012 diketahui proyek tersebut tetap berjalan. Menurut penelusuran Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), renovasi toilet di Gedung Nusantara I DPR pada akhirnya digelar dengan anggaran Rp 1,4 miliar. Toilet seperti apa yang akan dipakai? Mungkin urine mereka mengeluarkan emas dan berlian? Atau batu ginjal?


Renovasi parkir motor Rp 3 M 


Gedung DPR seperti tidak henti-hentinya membenahi diri. Proyek mahal lain adalah renovasi tempat parkir motor. Tempat parkir yang terletak di sebelah barat Gedung DPR ini akan diperluas dengan estimasi biaya mencapai 3 miliar rupiah. Tempat parkir motor itu sendiri dirancang dua tingkat, dan mampu menampung lebih dari 2.000 motor perhari. Renovasi ini sudah selesai sejak pertengahan tahun 2012. Namun karena permasalahan pada proyek, parkir motor ini belum dibuka hingga saat ini. Kira-kira siapa yang bakal ke gedung ini dengan motor sampai 2000 motor? pendemo? belum masuk sudah dicegat pengamanan.
Renovasi ruang kerja DPR Rp 6,2 M 


Kesekjenan DPR berencana merenovasi ruang kerja anggota DPR dengan nilai proyek Rp 6,2 miliar. Namun rencana itu tak disetujui Ketua DPR Marzuki Alie dan sejumlah anggota DPR. Secara khusus Ketua DPR meminta proyek ini ditunda. Proyek ini rencananya dimulai November 2012 lalu. Marzuki mengatakan ruangan anggota DPR tak perlu direnovasi hingga akhir 2014 nanti. Untunglah tak jadi direnovasi, sidang saja malas apalagi tinggal di ruang kantor.

Pengamanan DPR Rp 13,1 M 
Untuk mengamankan kawasan DPR sepanjang tahun 2013, Sekjen DPR sudah mempersiapkan penambahan bala pengamanan. Menurut data Fitra, Sekjen DPR secara khusus mengeluarkan anggaran Rp 13.168.706.600 untuk pengamanan DPR. Pengamanan DPR terbagi dalam beberapa satuan. DPR dijaga oleh Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR RI, baik PNS maupun outsourcing, dan sejumlah aparat polisi objek vital. Inilah namanya peluru dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.


Mesin Fotokopi Rp 1,6 M
DPR juga dilengkapi dengan mesin fotokopi paling mutakhir mulai tahun 2012. Anggaran Rp 1,6 miliar dikucurkan untuk proyek ini. Kini setiap sekretariat komisi dan ruang-ruang sekretariat fraksi telah dilengkapi mesin fotokopi keluaran terbaru. Berdasarkan data Fitra, pengadaan mesin fotokopi senilai Rp 1.667.500.000. Pengadaan mesin fotokopi masuk dalam proyek akhir tahun DPR yang menelan total anggaran Rp 24.272.718.600. Mungkin mereka mau fotokopi uang palsu?

Itulah beberapa kegilaan dan keajaiban anggaran DPR selama tahun 2012. Bagaimana dengan tahun-tahun sebelumnya, lalu tahun depan kira-kira lebih gila lagi tidak?

sumber: detik

13 Des 2012

Tips dan Trik Panduan Wisata Bali



Indonesia, sungguh elok negeri ini, keindahannya tiada tara. Indonesia adalah surga wisata. Wisata darat dan lautnya sungguh komplit, namun ada suatu tempat yang merepresentasikan wisata Indonesia, tak lain adalah pulau Bali. Turis mancanegara bahkan lebih kenal Bali daripada Indonesia. Makanya saya beranggapan bahwa tak lengkap rasanya jika tak pernah berwisata ke Bali, apalagi untuk seorang yang berkebangsaan Indonesia. Menurut saya, Bali adalah tempat bulan madu yang sempurna bagi anda pasangan baru menikah.

Namun tentu banyak dari kita --warga Negara Indonesia-- yang belum pernah berwisata di Bali. Selain budget yang terbatas, mungkin banyak diantara kita yang tak sempat kesana karena kesibukan masing-masing.  Saya pun baru dua kali ke Bali, yang pertama saat mengisi waktu cuti bulan madu tahun lalu dan yang kedua adalah beberapa minggu yang lalu mengisi waktu liburan. Awalnya, bagi wisatawan pemula pertanyaan mendasar tentang wisata Bali adalah "Berapa minimal budget ke Bali?", selanjutnya "Dimana tempat wisata Bali yang menarik?", "Kapan waktu yang tepat ke Bali?", "Berapa lama berwisata ke Bali sampai puas?", dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Saya pun awalnya bertanya-tanya demikian. Beruntung, saya sempat "menjejak" Bali. Pertama kali ke Bali tahun lalu, kami kurang mencari referensi, jadilah kami tak banyak berkeliling Bali waktu itu. Barulah tahun ini saat sudah sedikit "berpengalaman" berwisata Bali, kami (lumayan) puas berkeliling Bali walaupun tentu saja tak semua tempat sempat kami singgahi karena keterbatasan waktu. Untuk itu, berikut ini saya tuliskan tips dan trik panduan berwisata di Bali, khususnya bagi pemula dan berbudget pas-pasan. 


Naik apa ke Bali? 

Seperti juga Roma, banyak jalan menuju Bali. Paling mudah tentu saja naik pesawat. Tiket-tiket promo dengan harga di bawah Rp 400.000 sekali jalan banyak ditawarkan maskapai penerbangan. Semua maskapai Indonesia pernah menawarkan tiket-tiket murah ini. Tiket promo ini berlaku biasanya jika dipesan jauh hari sebelumnya. Jadi pastikan anda memesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya, bahkan satu tahun sebelumnya untuk mendapatkan tiket murah. Sebagai gambaran, saya memperoleh tiket pesawat Garuda dari Makassar ke Bali seharga tak sampai 400 ribu rupiah, pemesanan bulan April untuk penerbangan bulan November. Oh ya, jangan lupa sekalian membeli tiket pesawat pulangnya.

Jalur ke Bali lainnya adalah melalui darat untuk kemudian diseberangkan dengan kapal feri. Anda bisa naik bus menuju Bali, terutama jika Anda tinggal di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Harganya variatif tergantung jaraknya. Dari Jakarta ke Bali biasanya sekitar Rp 300.000. 

Kapan waktu terbaik datang ke Bali? 

Pikirkan musim hujan atau musim kemarau, tergantung jenis wisata apa kesukaan anda. Sepanjang tahun merupakan waktu yang baik untuk berwisata ke Bali, karena Bali menawarkan beragam aktivitas dan tempat wisata. Saat musim hujan, Anda bisa mengunjungi museum dan pusat kesenian. Namun, jika anda senang wisata pantai/ bahari dan gunung, maka pilih di musim-musim kemarau atau bulan-bulan minim hujan sekitar antara April sampai September. 

Selain itu, pikirkan juga musim liburan. Anda perlu memperhatikan musim padat kunjungan atau high season maupun peak season. Di masa-masa ini, harga-harga akan naik, terutama untuk tiket pesawat, rental mobil, dan akomodasi. Kenaikan harga bisa mencapai 25 persen. Musim padat kunjungan adalah pada bulan Juni-Agustus dan November-Januari. Tak hanya harga yang naik, saat ini pun Bali akan ramai dipadati turis. Jadi bersiap untuk kondisi jalanan yang lebih macet dan obyek wisata yang lebih ramai. 

Menginap di mana di Bali? 

Sebelum Anda mencari tahu akomodasi di Bali, rencanakan dulu daerah mana di Bali yang ingin Anda kunjungi. Biasanya, untuk turis yang pertama kali ke Bali akan langsung menuju daerah selatan Bali --disekitar Kuta-Legian-Seminyak-- yang memang pusat keramaian wisata di Bali. Daerah selatan yang tenar adalah kawasan Kuta. Di Kuta banyak tempat penginapan. Sesuaikan dengan bujet yang Anda miliki. Jika Anda mencari penginapan murah di bawah Rp 300.000 per malam, Anda bisa mencarinya di kawasan sekitar Gang Poppies (1 dan 2), Jalan Three Brothers, Jalan Raya Tuban, Gang Puspa Ayu, sampai Jalan Bakung Sari. Masuk ke gang-gang kecil dari jalan utama seperti Jalan Raya Kuta dan Jalan Raya Tuban, maka Anda akan menemukan hotel-hotel kecil ala guesthouse yang murah. Beberapa malah seperti kos-kosan dengan harga bisa di bawah Rp 100.000. Bagi anda yang berkantong tebal, hotel-hotel berbintang bisa Anda temukan di kawasan Jalan Kartika Plaza, Jalan Legian, dan Jalan Raya Kuta. Vila-vila yang menawarkan privasi dapat Anda temukan di kawasan Seminyak seperti di Jalan Drupadi. Mencari hotel bisa sebaiknya berdasarkan rekomendasi kenalan yang pernah menginap di hotel tersebut sebelumnya. Atau, jika Anda nekat baru mencari hotel saat tiba di Bali, tanyakan saja pada supir taksi tempat menginap yang bisa ia rekomendasikan. 

Sebagai referensi, saya menginap di Tune Hotels Kuta tahun lalu dan Tune Hotels Legian tahun ini. Saya memilih Tune Hotels karena murah, bersih, dan tidak ribet. Kalau pesan jauh hari sebelumnya, anda bisa mendapatkan tarif kamar murah seharga 200 ribuan per malam. Silahkan reservasi di tunehotels.com. 

Tapi Jika Anda tidak terlalu senang dengan keramaian dan hingar bingar khas Kuta, Anda bisa pilih destinasi lain di Bali yang lebih tenang dan "sepi". Coba daerah Sanur, Jimbaran, dan Nusa Dua, ketiganya berdekatan dengan pantai. Namun hotel-hotel di Nusa Dua tergolong mahal karena berkonsep kawasan resort. Anda juga bisa memilih menginap di kawasan Ubud yang terkesan masih alami. Namun tak ada pantai di kawasan ini. Ubud berada di kabupaten Gianyar. Gianyar memiliki banyak obyek wisata yang menarik, seperti kebun binatang, taman safari, wisata budaya, gunung, sampai pantai. Pilihan lain adalah kawasan Lovina, Singaraja, Harga-harga di sini masih murah, baik hotel maupun makanan. Namun jaraknya jauh dari bandara, sekitar tiga jam. Di timur Bali, daya tarik paling dominan adalah kawasan Candidasa di Karangasem dengan pantainya yang masih relatif tak ramai. Banyak penginapan murah maupun resor mahal di kawasan ini. Pilihan lain adalah Nusa Lembongan. Sementara Bali Barat, Anda bisa mencoba menginap di kawasan Canggu yang terkenal sebagai tempat selancar atau di sekitar Tanah Lot. Jika Anda penyuka gunung dan udara sejuk, kawasan Jatiluwih atau di seputar Gunung Batukaru bisa menjadi pilihan. Kawasan ini pun relatif masih sepi. 

Naik apa di Bali? 

Naik taksi bisa menjadi pilihan untuk mengantar Anda dari bandara ke hotel atau sebaliknya. Taksi di Bali relatif aman, termasuk taksi-taksi lokal Bali. Pilih taksi dengan argometer. Anda bisa juga manfaatkan fasilitas mobil antar jemput yang ada di hotel.

Setelah sampai di Bali, anda tentunya membutuhkan alat transportasi untuk ke tempat wisata. Kecuali anda hanya ingin di sekitar pantai Kuta, anda bisa jalan kaki saja. Namun mustahil anda tidak ke tempat wisata lain di Bali, anda butuh kendaraan. Transportasi umum seperti angkutan umum atau biasa disebut di Bali dengan bemo relatif susah, bahkan saya tak pernah melihat bemo disana, hanya angkot saya lihat sekali saja. Jika Anda sudah terbiasa dengan Bali, naik bemo dan bus Trans Sarbagita memang bisa menjadi pilihan. Namun jika ini pengalaman pertama kali Anda ke Bali, sebaiknya sewa mobil atau motor. Mobil untuk jumlah banyak, dan motor untuk satu atau dua orang saja.

Pilihan mobil untuk disewa beragam, harga tergantung jenis mobil yang disewa. Paling murah di kisaran Rp 200.000 sudah termasuk supir, namun belum termasuk bensin.  Ada baiknya Anda menyewa mobil sekaligus jasa supir, selain menghemat waktu tidak tersesat di jalan, Anda bisa mendapatkan rekomendasi pilihan-pilihan tempat wisata dan rumah makan. Perlu diingat, sewa mobil dengan supir di Bali hanya untuk 10 jam. Jika pemakaian lebih dari 10 jam, maka penyewa dikenakan biaya tambahan per jam. Untuk mencari sewa mobil sangat mudah, Anda bisa lakukan reservasi melalui online. Cara lain adalah mencari sewa mobil di bandara ataupun sekitar tempat menginap. Setiap rental mobil biasanya mematok harga tidak jauh berbeda. Namun ada baiknya Anda melalukan sedikit survey untuk mendapatkan harga terbaik. Sebagai referensi, keluarga saya menyewa tourguide berupa rental mobil plus sopir dan bensin seharga 1.300.000 untuk tiga hari, anda sudah puas keliling Bali. Kontak saja Bali Jack Tour atau Bli Wayan Degeng di 0817563612.

Pilihan lain adalah menyewa sepeda motor, namun repot jika Anda tak tahu jalan. Bisa juga dengan naik ojek. Negosiasikan harganya untuk mengantar Anda berkeliling seharian. Pilihan ojek cocok jika Anda berwisata sendirian. Sebagai referensi, saya menyewa motor untuk keliling Bali. Tarif rental motor Rp 50.000 selama 24 jam. Pihak hotel bekerjasama dengan pemilik rental. Untuk Tone Hotels bekerjasama dengan Ceria Transport. Cukup bayar di depan dan titip KTP sebagai jaminan. Coba kontak Ceria Transport di nomor telepon 081337002780 atau Oddy Transport di 08123695477.

Tour/ Travel Guide di Bali 

Jika anda memiliki dan familiar melihat peta, anda tak perlu menyewa khusus tour guide. Jika naik motor, anda tinggal mengintip peta yang disediakan gratis di hotel dalam bentuk booklet atau leaflet. Dengan bermodal kejelian melihat peta, anda akan sampai di tempat tujuan. Peta tak pernah bohong bukan? Namun jalur jalan di Kuta kadang searah, semrawut. Bahkan ada yang namanya jalan simpang siur yang membingungkan. Jalur jalan yang searah kadang membingungkan turis yang tidak memakai tour guide, kalau kelewatan mesti berputar jauh. Saya kagum dengan turis asing yang dengan mudahnya keliling Kuta, bahkan keliling Bali dengan sepeda motor. Jika memungkinkan, anda juga membutuhkan bantuan peta digital, tentu saja dengan koneksi internet di ponsel. Sebagai referensi, saya berlangganan internet untuk membuka googlemaps. Jangan malas melihat petunjuk jalan yang terpampang di atas jalan.

Makan di mana di Bali? 

Mau yang mahal atau yang murah, mau yang lokal khas masakan Indonesia atau masakan asing, semua bisa Anda temukan di Bali. Namun, berhati-hatilah jika Anda mencari masakan halal. Paling aman, cari rumah makan seperti rumah makan Padang, warung bakso, dan sebagainya. Untuk restoran, Anda bisa menanyakan terlebih dahulu untuk menu-menu halal. Kawasan Jalan Raya Tuban dan Jalan Teuku Umar termasuk yang terkenal untuk wisata kuliner berupa makanan nusantara dan halal. Coba juga makanan khas Bali berupa nasi jinggo yang mirip seperti nasi kucing ala Yogyakarta. Isinya hanya nasi, kacang tempe, ayam suwir, dan sambal. Sudah pasti halal dan harganya pun murah, hanya sekitar Rp 2.000. Tetapi tak cukup satu jika memakan nasi jinggo. Sebagai referensi, kami makan Nasi goring Lumajang di Jalan Patih Jelantik. Harga 10 ribu rupiah sudah kenyang. Sempat makan juga di KFC Carrefour Sunset Road, Makanan padang, Ayam Taliwang Bedugul, dan Pop Mie Instan yang dibeli di Minimarket. 

Bagaimana kalau menginjak banten? 

Suasana khas akan terasa begitu anda menjejakkan kaki di Bali. Paling banyak anda akan menemukan sesajen di pinggir jalan. Warga Bali menyebutnya "Banten". Banten berupa bunga dan persembahan lainnya dalam wadah janur (canang sari) biasa diletakkan di pintu masuk dan area-area yang sering dilalui orang setiap pagi. Seringkali muncul pertanyaan bagaimana kalau tidak sengaja terinjak. Sebenarnya tidak masalah jika memang Anda tak sengaja menginjaknya. Jika Anda menginjaknya di depan pemilik atau penjaga toko atau tempat sajen itu diletakkan, cukup berkata ”maaf”. Sebaiknya saat berjalan, hindari dengan melewatinya, jangan sampai Anda malah sengaja menginjaknya. Sama halnya dengan saat Anda berkunjung ke pura atau tempat-tempat yang dianggap suci oleh masyarakat setempat. Hargai dan ikuti istiadat setempat. Gunakan pakaian yang sopan. Jika Anda mengenakan celana pendek, pakailah sarung atau kain. Beberapa tempat juga mewajibkan Anda mengenakan kain sarung dan senteng. Jangan berjalan di depan orang yang sedang bersembahyang ataupun memotret dengan flash saat upacara berlangsung. Untuk perempuan, jangan masuk ke dalam Pura saat sedang datang bulan. Alhamdulillah saya tidak pernah menginjak Banten. 

Referensi Tempat Wisata Bali 

Setelah dua kali menginjakkan kaki di pulau Dewata, berikut ini adalah beberapa destinasi yang pernah kami singgahi berikut sedikit pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkannya. 

Pantai Kuta 
Ombak pantai kuta adalah tempat ideal bagi peselancar. Anda dilarang berenang disini kecuali nekad atau masih pagi. Anda bisa menikmati suasana pantai sambil sekedar melihat-lihat saja. Pantai Kuta menghadap ke Barat sehingga kawasan ini akan padat saat menjelang matahari terbenam (sunset). Anda bebas masuk ke lokasi pantai kapanpun, gratis, kecuali parkir kendaraan. Pantai Kuta termasuk pantai yang panjang karena bersambung dengan pantai Legian dan Pantai Seminyak. Saat pagi kadang anda mendapati turis mabuk mengelompok di tepi pantai, tidak mengganggu namun berisik. Menjelang siang banyak yang menawari kursus singkat berselancar atau membuat tatto.

Pantai Sanur 
Sejarah pantai Sanur dalam masa perjuangan kemerdekaan sangat menarik untuk dikenang. Konon, disinilah tempat pendaratan awal pasukan penjajah di Pulau Bali. Secara umum, pemandangan disini cukup indah, dengan karang pantai yang menawan. Pantai Sanur menghadap ke Timur sehingga banyak yang melewatkan Matahari terbit (sunrise) di tempat ini. Harga tiket masuk 5000 rupiah termasuk parkir kendaraan. 

Jimbaran 
Bagi penikmat makanan laut, Jimbaran adalah surganya. Suasana pantai Jimbaran yang luas dan putih bersih menghadap ke timur menjadi tempat yang romantis menikmati makan malam romantis. Tidak ada tiket masuk, namun anda bakal tidak enak bila tak membeli makan malam disana. Harga makanannya selangit (menurut kantong saya). Namun berbanding lurus dengan kepuasan yang diberikan. Tiap malam ada pertunjukan tari-tarian Bali yang ditampilkan masing-masing warung makan/ restoran.  Jangan masuk kesini jika bermodal pas-pasan.

Tanah Lot
Tanah Lot merupakan salah satu objek wisata terbaik di Bali, terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Kearah utara dari Kuta, anda bisa naik motor atau mobil kesini. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini. Pura Tanah Lot berdiri di pinggir laut anda boleh foto-foto disini. Namun anda harus berpakaian sopan. Mitosnya, konon jangan membawa pacar kesini. Wanita haid dilarang masuk ke pura. 

Pura Uluwatu
Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung. Butuh waktu satu jam dari Kuta untuk ke Pura Uluwatu. Tiket parkir Rp 2000 sedangkan tiket masuknya 15.000 per orang. Jika anda berpakaian minim, akan dipakaikan sarung di pintu masuk, jika sopan cukup dipakaikan selendang. Pintu masuk banyak ditemui monyet liar. Waspadai topi, kacamata, atau sendal anda jangan sampai diambil alih oleh monyet. Ada beberapa bagian di sekitar pura Uluwatu. Ada pura nya, tempat monyet-monyetnya, dan tempat pertunjukan tari Kecak nya. Paling indah saat menikmati sunsetnya. Wanita haid dilarang naik ke Pura.

Ubud 
Ada beberapa lokasi di Ubud selain pengrajin ukiran. Teras Ubud dan Monkey Forest bisa jadi tujuan wisata anda. Teras Ubud berada di tepi jalan. Anda dapat singgah dengan membayar parkir Rp 5000 per mobil untuk mengambil gambar foto terasering sawah Ubud yang indah. Setelah melewati teras Ubud, anda dapat ke Monkey Forest. Harga tiket masuk Rp 15.000 per orang. Sesuai namanya, disini anda bisa melihat-lihat taman dan kawasan hutan monyet. Jangan khawatir, monyetnya jinak dan lucu-lucu. Saya melihat monyet makan, cari kutu, menggendong bayinya, hingga bersenggama disini.

Kintamani 
Daerah Kintamani ada di sekitar Gunung Batur dan Danau Batur. Pemandangan disini sangat indah. Anda dapat membayar tiket masuk kawasan seharga Rp 5000 per orang. Banyak penjual asongan menjual pernak-pernik hingga baju disini. Terkesan maksa, jangan coba menawar jika anda tak mau beli.

Tanjung Benoa 
Tanjung Benoa terletak berdampingan dengan Nusa Dua, adalah pusat wisata bahari selain surfing karena air laut yang tenang. Anda gratis masuk kesini, banyak jasa pemandu watersport seperti parasailing, flying fish, ataupun diving. Namun harganya relatif mahal bagi kantong saya. Satu kali terbang parasailing selama lima menit ditebus Rp 100.000 per tiket, belum ditawar.

Pantai Dreamland 
Kepunyaan Tommy Soeharto. Kalau ke Pura Uluwatu melewati pintu masuk pantai Dreamland. banyak turis berjemur disini. Pasir dan ombaknya sungguh mempesona. Masuk gratis, parkir mobil Rp 5000

Pura Taman Ayun 
Salah satu pura tercantik di Bali. Jangan lupa singgah disini kalau ke arah Bedugul. Jarak sekitar setengah jam perjalanan dari Kuta dengan naik motor. Harga tiket Rp 10.000 per orang, anda sudah dapat foto-foto pura dan tamannya.

Bedugul 
Danau Bratan jadi tujuan wisata di daerah Bedugul. Ada tiga akses masuk ke danau dengan pengelola wisata yang berbeda. Namun paling sering dikunjungi wisatawan adalah Pura Ulun Danu Bratan yang terletak di tepi Danau. Harga tiket masuk Rp 30.000 per orang, tak pakai tiket Rp 10.000 per orang.

Oleh-oleh khas Bali 
Jangan lupa membawa oleh-oleh dari Bali untuk keluarga dan teman di rumah dan di kantor. Sepanjang jalan adalah tempat jajan oleh-oleh. Namun sebagai referensi tempat oleh-oleh murah ada di Pasar Sukawati. Namun jangan pelit-pelit menawar karena harga aslinya bisa separuh dari harga yang diberikan. Untuk pembelian oleh-oleh dalam jumlah banyak, disini tempatnya. Anda juga dapat membeli barang serupa di jalan Melasti di daerah Kuta namun dengan kualitas dan harga sedikit lebih tinggi. Tempat beli oleh-oleh lain adalah JOGER dan KRISNA, khusus bagi pemburu oleh-oleh berkualias ataupun sekedar dipakai sendiri.

Tergantung minat dan budget anda, anda dapat  berlama-lama di Bali. Tapi menurut saya, wisata di Bali kalau mau puas minimal tiga hari dan maksimal satu minggu. Cukuplah waktu tersebut untuk memanjakan mata. Hampir seluruh tempat wisata Bali dapat dijelajahi dalam waktu seminggu, dengan asumsi setiap tempat wisata paling lama satu jam anda berada disana.

Total Budget untuk dua orang selama 3 hari di Bali.
Transportasi tiket pesawat PP : 2 orang x Rp 400.000 x 2 kali = Rp 1.600.000
Transportasi Motor : 3 hari x Rp 50.000 = Rp 150.000
Bensin : Rp 100.000
Makan : 3 hari x 2 orang x Rp 50.000 = Rp 300.000
Transportasi Bandara Rp 150.000
Akomodasi : Rp 600.000
Total. Rp 2.900.000

Tertarik ke Bali (lagi)? Selamat berwisata di Bali.

24 Okt 2012

Menjejak Mamuju, Bumi Manakarra

Dahulu, mendengar kata "Mamuju", saya langsung membayangkan sebuah daerah transmigrasi yang jauh, terpencil, dan sunyi. Maklum saya belum pernah kesana, gambaran daerah Mamuju hanya melalui omongan orang yang pernah kesana ataupun diceritakan juga. Tapi itu dulu, saat arus informasi belum segencar era internet seperti sekarang. Sekarang dengan teknologi internet kita dapat menelusuri Mamuju tanpa menjejakkan kaki disana. Namun beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan menginjakkan kaki di tanah Mamuju, Bumi Manakarra, menjalankan sebuah misi yang tak pernah terbayangkan yang menurut saya mission imposibble. Sedikit akan saya ceritakan kisah perjalanan tersebut. 

Profil 
Kabupaten Mamuju terletak di sebelah barat Pulau Sulawesi. Berdasarkan UU RI No.26 Tahun 2004 tanggal 5 Oktober 2004 maka Kabupaten Mamuju bersama empat Kabupaten lainnya (Polewali Mandar, Majene, Mamasa dan Mamuju Utara) resmi menjadi sebuah Provinsi Sulawesi Barat dan ibukota Provinsi terletak di Kabupaten Mamuju setelah sebelumnya ke lima wilayah Kabupaten ini bergabung dengan Provinsi Sulawesi Selatan. 

Kabupaten Mamuju merupakan daerah yang terluas di Provinsi Sulawesi Barat. Secara geografis Kabupaten Mamuju terletak di posisi : 00 45' sampai 20 55' Lintang Selatan dan 45' sampai 1190 50' Bujur Timur. Kabupaten Mamuju berbatasan dengan Kabupaten Mamuju Utara disebelah Utara, Kabupaten Luwu Utara (Propinsi Sulawesi Selatan) disebelah Timur, Kab.Majene, Polewali Mandar dan Tator (Propinsi Sulawesi Selatan) disebelah Selatan, dan Selat Makassar (Propinsi Kalimantan Timur) disebelah Barat. 

Kabupaten Mamuju memiliki luas 801.406 Ha. Secara administrasi, Pemerintahan Kabupaten Mamuju terbagi atas 16 Kecamatan, 155 Desa / Kelurahan dan 2 UPT (Unit Pemukiman Transmigrasi). Dalam administrasi Pemerintahannya terdapat dua kecamatan di pegunungan, yaitu Kalumpang dan Bonehau, sedangkan Kecamatan Bala-Balakang mempunyai wilayah yang terletak di selat Makassar, dan 13 Kecamatan lain berada di wilayah pesisir pantai.

Sebagai ibukota Provinsi, Mamuju masih berstatus Kabupaten, belum sebagai sebuah Kota. Kota Mamuju sampai saat ini bukanlah sebagai daerah otonom yang memiliki Walikota ataupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota sendiri, melainkan masih menjadi bagian dari Kabupaten Mamuju. Namun jika merujuk pada Mamuju sebagai sebuah “kota”, maka Kota Mamuju yang saya maksud disini adalah “Pusat Kota Kabupaten Mamuju”, yaitu Kecamatan Mamuju. 

Kota Mamuju diapit pantai dan perbukitan. Kota ini berada di antara Palu (Sulawesi Tengah) dan Makassar (Sulawesi Selatan). Jarak Makassar-Mamuju adalah 446 km, dan Mamuju-Palu adalah 425 km. Oleh karenanya, Mamuju menjadi jembatan ekonomi atau pun budaya Kota Palu dan Makassar. Penduduk Kota Mamuju dominan etnik Mandar dengan beberapa sub-etnik kecil, seperti Bugis, Toraja, Makassar dan Jawa. Kota Mamuju dapat diakses lewat jalur darat, air, dan udara. Telah ada Bandar Udara di Kota ini, yaitu Bandar Udara Ahmad Kirang yang berada di desa Tampa Padang berjarak sekitar 35 km dari Pusat Kota Mamuju. Saat ini luas bandara tersebut berkisar 1.900 meter. Pesawat Boeing sudah bisa mendarat di Bandara ini. Sepengetahuan saya baru satu penerbangan yang melayani rute Makassar-Mamuju, yaitu pesawat Lion Air. Selebihnya dari Mamuju ke kota lain atau sebaliknya (selain Makassar) telah ada jadwal penerbangan walaupun masih sangat terbatas.

Sejarah 
Tanggal 14 Juli 1540 adalah hari jadi Mamuju. Peristiwa yang menjadi patokan penetapannya adalah terbentuknya Kerajaan Mamuju dari hasil perpaduan tiga buah kerajaan Kurri-Kurri, Langgamonar dan Managallang. Tahun 1950 didasarkan atas pemikiran dan fakta sejarah bahwa pada tahun tersebut, tercatat dalam sejarah Pelabuhan Kurri-Kurri sebagai pelabuhan Internasional yang telah menjadi persinggahan Portugis membawa barang komuditas pada rute Kerajaan Siang di Pangkaje'ne sebelum Gowa dan Manado Tua (Sulawesi Utara). Adapun tanggal, bulan dan tahunnya adalah hasil kesepakatan bersama masyarakat Mamuju. 

Lima tahun setelah kemerdekaan, pemerintah mengeluarkan UU Nomor 21 Tahun 1950, yang menjadi dasar hukum berdirinya Provinsi Administratif Sulawesi. Lima tahun kemudian ditetapkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tanggal 4 Juli 1959 tentang pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II di Sulawesi, Mamuju adalah salah satu daerah Tingkat II di Sulawesi, sehingga secara yuridis formal, Kabupaten Mamuju lahir sejak saat itu. Kemudian, pemerintah mengeluarkan UU Nomor 47 Tahun 1960 yang mengesahkan terbentuknya Sulawesi Selatan dan Tenggara. Lalu setelah itu, melalui UU Nomor 13 Tahun 1964 pemerintah memisahkan Sulawesi Tenggara dari Sulawesi Selatan.

Terakhir, pemerintah memecah Sulawesi Selatan menjadi dua, berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004. Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara dan Polewali Mandar yang tadinya merupakan kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan resmi menjadi kabupaten di provinsi Sulawesi Barat seiring dengan berdirinya provinsi tersebut pada tanggal 5 Oktober 2004 berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004.

Manakarra
Ada kata yang khas menggambarkan Mamuju, yaitu "Manakarra". Manakarra adalah nama dari Lambang daerah Kabupaten Mamuju. Menurut asal katanya, kata Manakarra berarti tanah yang keras. Namun secara umum dapat berarti Pusaka yang sakti atau petunjuk.  

Road to Mamuju
Untuk ke Mamuju dari Makassar dapat ditempuh selama 10 hingga 12 jam perjalanan darat atau satu jam perjalanan udara. Jarak Makassar-Mamuju berkisar 446 km dengan kondisi jalan bervariasi dari baik hingga buruk, lurus dan jalan berkelok, hingga turunan dan tanjakan. Maklum, Mamuju terletak persis antara daerah pegunungan dan pantai. 

Waktu tempuh perjalanan darat Makassar-Mamuju setara dengan waktu perjalanan udara dari Jakarta ke Tokyo atau dari Makassar ke Arab Saudi. Menurut teori saya, tidak ada bus yang melayani rute Makassar-Mamuju atau sebaliknya yang melakukan perjalanan siang, hal ini karena perjalanan sangat jauh, penumpang lebih baik tidur dalam bus sepanjang malam daripada mabuk darat saat perjalanan siang. Oleh karena perjalanan jauh ini, bus rute Makassar-Mamuju memberi fasilitas “tidur nyaman dalam bus” berupa pendingin ruangan (AC), kursi super empuk, bantal, dan selimut. Fasilitas ini bervariasi pada tiap bus dengan tarif antara 120 ribu sampai 145 ribu rupiah. Ada juga bus memberi fasilitas televisi, bahkan internet (wifi) gratis. Untuk kenyamanan, penumpang diberi fasilitas bus yang masih layak pakai bahkan bus baru dengan peredam kejut dari udara.  

Kalau anda ingin ke Mamuju dengan jalur darat, dapat mengendarai bus yang berangkat kesana tiap malam. Sepengamatan saya ada beberapa armada bus yang melayani rute Makassar-Mamuju PP antara lain bus Litha (terminal bus Litha di daerah Tello samping SPN Batua), bus Bintang Timur (terminal bus Bintang Timur di daerah Tello depan MTOS), bus Bintang Prima (terminal bus Bintang Prima di daerah jalan Perintis depan Perumahan Telkomas), serta bus lain seperti Manggala Trans dan Piposs yang saya tak ketahui terminal bus khususnya.

Transportasi dan Akomodasi 
Berangkat malam dari Makassar, akan tiba pagi di Mamuju. Sesampai di terminal (baru) Mamuju, anda akan disambut beberapa tukang ojek dan sebuah taksi kalau beruntung. Saya memberanikan naik ojek mencari warung makan dan penginapan, saya takut naik taksi, jangan sampai argonya "lari kuda". Tarif ojek mulai 5000 rupiah untuk jarak sangat dekat. Sebagai catatan, jangan membayangkan transportasi massal di kota Mamuju, tidak ada angkot (pete-pete) di kota ini, ojek dan becak adalah alat transportasi umum disini yang menandakan kota Mamuju belum maju.

Bagi anda yang barusan ke Mamuju dan membutuhkan fasilitas akomodasi untuk istirahat atau menginap, tersedia beragam fasilitas di kota ini mulai dari wisma, penginapan, atau hotel berbintang dengan tarif sesuai fasilitas yang ada. Tarif penginapan dan hotel bervariasi mulai 75 ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah. Menggantikan posisi Mamuju Beach Hotel yang legendaris, Hotel d’Maleo adalah hotel paling mewah di Mamuju, terletak di belakang kantor DPRD Mamuju di tepi pantai. Di depan kantor DPRD ada juga penginapan murah. Untuk kesini anda dapat naik ojek dari terminal baru dengan tarif 10 ribu rupiah.

Bagi anda yang mencari makanan, warung makan banyak tersebar di seantero kota dengan harga sesuai kantong. Saya sempat mencicipi masakan padang di jalan KS Tubun dan Sop Saudara plus ikan bakar di dekat Pasar. Sudah adakah fastfood di Mamuju? Entahlah, sebanding pertanyaan saya akan adanya sebuah pusat perbelanjaan (Mall).

Tempat Wisata
Tak ada tempat wisata yang sempat saya kunjungi di kota Mamuju. Saya hanya duduk-duduk sambil menyeruput kopi di tepi pantai Manakarra samping hotel Maleo dan shalat di Masjid Raya Mamuju.

Pantai Manakarra Mamuju


Masjid Raya Mamuju

Dua tempat ini saya rekomendasikan wajib anda kunjungi bila jalan-jalan ke Mamuju, karena gratis dan mudah dijangkau. Tempat wisata lain dapat anda cari sendiri di internet, sepertinya letaknya agak jauh dari pusat kota sehingga harus serius untuk pergi kesana. Saya sempatkan googling, wisata alam yang terdapat di Kabupaten Mamuju antara lain :
  • Pulau Karampuang terletak di Desa Karampuang Kecamatan Mamuju 
  • Permandian So'do terletak di Kelurahan Mamunyu Kecamatan Mamuju
  • Bone Tangnga terletak di Kecamatan Mamuju 
  • Air Terjun Tamasapi terletak di Kelurahan Mamunyu Kecamatan Mamuju
  • Anjoro Pitu terletak di Kecamatan Mamuju
  • Air Panas Padang Panga' terletak di Kecamatan Simboro Kepulauan
  • Gua Padang Panga' terletak di Kecamatan Simboro Kepulauan
  • Pantai Rangas terletak di Kecamatan Simboro Kepulauan
  • Gua Salletto terletak di Kecamatan Simboro Kepulauan 
  • Taman Wisata Bukit Jati Gentungan terletak di Kecamatan Kalukku
  • Pantai Lombang Lombang terletak di Kecamatan Kalukku
  • Gua Belang Belang terletak di Kecamatan Kalukku
  • Kayu Eboni Raksasa terletak di Kecamatan Kalukku
  • Pantai Samalon terletak di Kecamatan Kalukku
  • Pulau Bakengkeng terletak di Kecamatan Kalukku
  • Pasir Putih Tanjung Ngalo terletak di Kecamatan Tappalang Barat
  • Gua Dungkait terletak di Kecamatan Tappalang Barat
  • Air Terjun Lebani terletak di Kecamatan Tappalang Barat
  • Air Panas Pangsiangang terletak di Kecamatan Tappalang Barat
  • Tambang Emas Tradisional terletak di Kecamatan Papalang
  • Pantai Dato terletak di Kecamatan Sampaga
  • Air Terjun Biolo terletak di Kecamatan Tommo
  • Air Terjun Salu Ma'dinging terletak di Kecamatan Tommo
  • Perkebunan Kelapa Sawit terletak di Kecamatan Tommo
  • Air Terjun Taranusi terletak di Kecamatan Bonehau
  • Air Panas Maiso terletak di Kecamatan Bonehau
  • Gua Nenek Pulao terletak di Kecamatan Budong-Budong
  • Gua Tambulan terletak di Kecamatan Budong-Budong
  • Polo Pantai terletak di Kecamatan Pangale
  • Pantai Pangkang terletak di Kecamatan Pangale
  • Pantai Kombiling terletak di Kecamatan Pangale
  • Perkebunan Jeruk terletak di Kecamatan Pangale
  • Air Terjun Batu Parigi terletak di Kecamatan Tobadak
  • Pantai Kambunong terletak di Kecamatan Karossa
  • Pantai Kire terletak di Kecamatan Karossa
  • Tanjung Batu Oge terletak di Kecamatan Karossa 

Back to Makassar
Misi awal telah selesai, saatnya kembali ke Makassar. Anda dapat naik pesawat Lion Air dari Mamuju ke Makassar. Jadwalnya penerbangan hanya satu kali dalam sehari. Saya sendiri kembali ke Makassar dengan naik bus malam. Tiket bus dapat anda peroleh di terminal Mamuju. Ada banyak armada dari beberapa perusahaan bus disana. Seperti rute Makassar-Mamuju, rute Mamuju-Makassar dengan bus hanya ada pada malam hari. Namun anda dapat memesan tiket pagi atau siang hari sebelum berangkat agar anda tidak kehabisan tiket, apalagi di musim liburan dan hari raya. Selain membeli tiket di terminal, anda dapat memperoleh tiket juga di tengah kota pada perwakilan penjualan tiket bus dengan tarif yang sama.

 Terminal Baru Mamuju





sumber: mamujukab, wikipedia


19 Okt 2012

Bagus Mi Makassar-kah??

Bagus mi Makassar-kah? Pertanyaan itu tiba-tiba menyeruak di kepala saya saat mengendarai motor menuju kantor pagi tadi. Betapa tidak, banyak baliho dan spanduk narsis terpasang menjelang pemilihan gubernur Sulawesi Selatan Januari 2013 mendatang. Baliho dan spanduk yang tersebar di sisi jalan ataupun persimpangan jalan terkesan mengotori kota. Terus terang saya yang tiap hari menggunakan jalan protokol di Makassar semakin muak dengan penuhnya pemandangan jalanan dengan iklan narsis, berisi janji-janji muluk bersanding dengan foto tersenyum calon Gubernur Sulsel.

Kalau di EYD-kan dalam Bahasa Indonesia, pertanyaan tersebut adalah Sudah Baguskah Makassar? Saya secara terbuka mempertanyakan kapabilitas semua calon gubernur Sulsel yang berjumlah tiga pasang. SAYANG (Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu'mang), IA (Ilham Arief Sirajuddin - Azis Kahar Muzakkar), dan GARUDA-NA (Andi Rudiyanto Asapa - Andi Nawir). Mengapa pertanyaan Bagus mi Makassar-kah? jadi perwakilan pertanyaan untuk semuanya? Karena semuanya adalah pemimpin, hampir semua kandidat adalah kepala daerah, wakil kepala daerah, atau mantan kepala daerah. Hanya Azis Kahar Muzakkar yang wakil rakyat, anggota DPD-RI.

Mengapa pertanyaan tersebut tiba-tiba datang di kepala saya? Sederhana saja, terkhusus buat Walikota Makassar, Pak Ilham Arief Sirajuddin yang mencalonkan diri, sudah bagus mi Makassar-kah sampai berani ki' maju jadi calon Gubernur? Kalau bagusmi, maju meki', kalau belumpi, tahu diri meki'. Indikator apa yang saya pakai melihat Makassar bagus? Sederhana ji. Aman dan tidak macet, indikator lain seperti kebersihan dan keindahan kota, Masyarakat Makassar bisa nilai sendiri. Yang lebih urgen lagi seperti pendidikan dan kesehatan (gratis), serta kesejahteraan rakyat, tidak beranika' menilai.

Kembali ke indikator saya (macet dan aman), kalau melihat titik kemacetan di Makassar yang semakin banyak, saya belum bisa katakan Makassar sudah bagus, malah terkesan semakin mundur. Soal keamanan, memang banyak pendatang menuju ke kota ini sekedar berlibur atau mengadu nasib, namun sudahkah mereka merasa nyaman tinggal di kota ini? Tanya sendiri. Nah kalau dari dua indikator ini saja Makassar belum bisa saya katakan bagus, tahu diri meki', mengurus Sulsel sebagai sebuah Provinsi lebih rumit dari mengurus Makassar yang merupakan bagian dari Sulsel.

Bagaimana dengan kandidat lain? Menurut saya sama saja. Mari bercermin, saya samakan pertanyaannya saja. Untuk Pak SYL, Sudah bagusmikah Sulsel? Untuk Pak Rudi, Sudah bagusmikah Sinjai? Entahlah, sudah bagus atau tidak jawabannya ada di kepala anda masing-masing. Kalau bagusmi, maju meki, saya dukung dengan doa agar Sulsel bisa ikut maju di tangan ta'. Kalau belum pi, atau dengan dalih "inilah yang terbaik (diantara yang terburuk)", maju meki pale', tapi kasihan ka' membayangkan Sulsel ke depannya. Bagus mi Makassar-kah?

16 Okt 2012

Daftar Lomba Fotografi Tahun 2012

Saya barusan saja mempunyai kamera, dicicil pula. Agar tidak mubazir, lebih baik saya coba mengikuti lomba fotografi, siapa tahu beruntung menang dan dapat hadiah. Hitung-hitung sebagai ajang memperbanyak pengalaman. Setelah searching ternyata sangat banyak lomba foto yang digelar untuk berbagai ragam kategori. Kebanyakan sudah expired dan saya dapatkan di situs ini. Untuk mempermudah pencarian nantinya, lomba foto yang mungkin bisa saya ikuti lebih baik saya rangkum dalam sebuah postingan di blog ini. 

Lomba blog yang (mungkin) bisa saya ikuti adalah untuk masyarakat Indonesia (khususnya di kota Makassar), untuk kategori umum (bukan wartawan atau pelajar), tidak ribet (pengiriman hasil foto secara online), dan gratis biaya pendaftaran. Hehehehe....

Daftar lomba fotografi tahun 2012

Lomba Foto dalam rangka #WorldBambooDay, #WorldHabitatDay dan Satu Dasawarsa Undang-Undang Bangunan Gedung.
Penyelenggara : Banten Creative Community
Pengiriman Foto : Online 
Deadline : 31 Oktober 2012 pukul 16.00 WIB.

Lomba Foto dengan tema Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
Penyelenggara : Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (Dit.PPK-LK Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).
Objek Foto: Gambaran aktivitas ABK baik di sektor pendidikan, budaya, hukum, sosial, lingkungan, kesehatan dll.
Waktu Potret : Januari 2011 hingga 20 Oktober 2012.
Pengiriman Foto : Cetak dan CD
Deadline 22 Oktober 2012 cap pos

Lomba Foto : Water is Life: Too Much or Too Little, Every Drop Counts.
Penyelenggara : SEARCA.
Objek Foto :  Pentingnya air
Pengiriman Foto : Online
Deadline : 31 Desember 2012

Lomba Foto : World of Wayang (WOW).
Penyelenggara : BCA dan didukung oleh Kompas TV dan Persatuan Perdalangan Indonesia (PEPADI).
Objek Foto :  Obyek dan kegiatan wayang Indonesia dapat berupa wayang orang, wayang kulit, wayang golek, wayang potehi, dan berbagai wayang dari seluruh nusantara serta kegiatan-kegiatan yang terkait dengan wayang seperti pembuatan wayang, persiapan pagelaran wayang, pagelaran wayang dan sebagainya.
Pengiriman Foto : Cetak
Deadline : 12 Desember 2012

Lomba Foto : Layanan KPU/Usokreatif .
Penyelenggara : Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPI), Balai Penyedia dan Pengelolaan Pembiayaan Teknologi Informatika (BP3TI) sebagai bentuk publikasi sosialisasi layanan Kewajiban Pelayanan Universal/Universal Service Obligation (KPU/USO).
Objek Foto : gambaran tentang layanan Kewajiban Pelayanan Universal/Universal Service Obligation (KPU/USO) seperti Desa Dering, Teletuntas, Radio Komunitas, PLIK, Mobile PLIK, WIFI Kabupaten di berbagai desa terpencil
Lokasi objek foto bertempat di daerah tertinggal, daerah terpencil, daerah perintisan, daerah perbatasan, daerah yang tidak layak secara ekonomis, serta wilayah yang belum terjangkau akses dan layanan telekomunikasi.
Pengiriman Foto : Online
Deadline : 28 Oktober 2012

15 Okt 2012

Wisata Bahari Pulau Samalona

Akhir pekan kemarin, kami sekeluarga berwisata ke pulau Samalona, Makassar. Pulau Samalona adalah sebuah pulau kecil di Selat Makassar, jaraknya sekitar 7 Km dari daratan Makassar, tepatnya di sebelah barat daya pantai barat Sulawesi Selatan, dapat dengan jelas dilihat dari Benteng Fort Rotterdam Makassar. Pulau Samalona merupakan salah satu obyek wisata bahari di Sulawesi Selatan yang wajib dikunjungi. Pasir  putih dan air laut yang jernih menjadikan pulau ini cocok untuk berjemur. Selain itu, kawasan pulau ini sangat bagus untuk snorkeling dan menyelam (diving), karena dikelilingi oleh keanekaragaman flora dan fauna yang indah. 

Sejarah

Konon Pulau Samalona menyimpan potensi benda bersejarah berupa peluru meriam yang digunakan pada zaman pendudukan kolonial di Indonesia. Sebagian peluru meriam kuno yang tersimpan di museum I La Galigo, Benteng Rotterdam, dulu ditemukan di Samalona. Menurut prediksi masih ada puluhan bahkan ratusan peluru meriam kuno yang belum ditemukan di pulau tersebut. 

Dahulu pulau Samalona dijadikan basis persenjataan ketika kolonial Belanda melawan benteng pertahanan Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa yang menghadap ke laut atau dikenal sebagai Benteng Pannyua (Rotterdam). Area benteng Rotterdam yang mencapai sekitar tiga hektar menjadi pusat pertahanan di wilayah Makassar, sedangkan di sekitar Pulau Samalona menjadi tempat penyerangan kolonial ke wilayah Makassar. 

Disekitar pulau ini, kita dapat menemukan jejak jejak kapal perang sisa peninggalan pada Perang Dunia II dulu, kurang lebih ada sekitar 7 bangkai kapal yang teronggok di sekitar perairan pulau Samalona, antara lainnya adalah kapal Maru, kapal selam pemburu/gunboat,yang merupakan kapal perang milik armada laut Jepang yang ada pada kedalaman sekitar 30 meter, kapal Lancaster Bomber, dan kapal Hakko Maru yang merupakan kapal perang buatan Belanda. Secara keseluruhan, keberadaan bangkai kapal-kapal perang tersebut kini telah berubah fungsi menjadi rumah bagi ratusan biota laut yang ada di pulau Samalona. 

Konon pula bahwa dahulu pulau kecil ini digunakan untuk tempat pengasingan penderita kusta. Semenjak saat itu, tak banyak orang yang berani mengunjungi pulau ini. Tapi kini pulau ini menjadi tempat yang sangat ideal untuk dikunjungi karena keindahannya dan jaraknya yang dekat dari pusat kota. 

Mitos
 
Dari mitos yang ada, kalo ke pulau-pulau di sekitar Makassar termasuk ke Pulau Samalona ini harus mengajak anak kecil. Kalo tidak, (katanya) bakal terjadi apa-apa. Percaya atau tidak, saya kembalikan ke Anda 

Wisata 
 
Segala informasi sejarah dan keindahan pulau Samalona tersebut membuat kami tertarik berwisata kesana. Jadilah kami pagi menjelang siang, kami (Saya, Istri, Ayah, Ibu, Adik, Ipar, dan Ponakan) berangkat dari Dermaga POPSA yang berada di depan Benteng Fort Rotterdam. Catat, kami membawa anak kecil bukan karena percaya mitos. hehehe.


Setelah tawar-menawar dengan pemilik perahu penyeberangan dan persiapan lain, kami pun berangkat. Tarif sewa perahu nelayan (perahu dengan mesin tempel) mulai 300 ribuan jika tidak menginap, dan 400 ribuan jika menginap. Jika diberi harga diatasnya, anda dapat menawarnya, para pemilik kapal ramah dan baik, bisa diajak negosiasi. Kami berencana menginap semalam.

Sebelumnya tak ada seorangpun dari kami yang pernah kesana dalam waktu dekat ini. Ayah pernah kesana tahun 80-an, dan saudara ipar tahun 90-an, tentu suasananya sudah berbeda, termasuk sewa penginapan dan fasilitas lain di pulau Samalona. Kata Ayah, dulu di Samalona belum banyak penduduk, hanya satu-dua rumah saja yang ada disana. Sebelum melaut, motor kami parkir di dermaga, semalam dengan tarif 10 ribu per motor.


Perjalanan cukup mendebarkan, kapal kecil yang kami tumpangi membelah lautan dengan kecepatan cukup tinggi. Tak sampai 30 menit, kami tiba di pulau Samalona setelah transit sebentar di pulau Lae-Lae. Sesaat sebelum berlabuh, tampak air laut yang sangat jernih dengan hamparan pasir putih ditepi pulau. Garis-garis cahaya matahari terlihat jelas menyusup masuk ke dalam air. Sangat indah. Belum ada wisata laut lain yang saya kunjungi yang mengalahkan bersih dan jernihnya air laut disini. Sepertinya akan jadi pengalaman wisata pulau yang menyenangkan. Entahlah, saya hanya pernah berwisata ke Tanjung Bira, Kuta Bali dan Pulau Kayangan. Secara keseluruhan pantainya memang indah, landai dengan pasir putih dan air laut yang jernih berwarna biru kehijauan. Cocok buat snorkeling karena terumbu karangnya masih bagus, banyak anemon-anemon laut dan ikan-ikan berwarna-warni, yang berseliweran. 

Sesampai di pulau, kami disambut oleh warga pulau yang menawarkan rumahnya untuk ditinggali. Rumah kayu sangat sederhana dihargai 300 ribu untuk kami tinggali sekeluarga sehari-semalam. Setelah beristirahat sejenak, saya sempatkan keliling pulau. Pulau ini sangat kecil, konon penduduk pulau ini terdiri dari dua rumpun keluarga yang turun temurun menempati pulau. Pulau Samalona dimiliki oleh 7 orang yang saling bersaudara. Hampir seluruh rumah disana dapat disewakan untuk wisatawan, rumahnya ada yang bergaya tradisional (rumah panggung) dan modern (rumah batu). Tarif menginap berkisar Rp. 300.000 – Rp. 400.000 per rumah dan Rp. 150.000 – Rp. 200.000 kalau tidak menginap. 

Setelah berbincang sejenak dengan warga pulau, diketahui tidak ada sekolah di pulau ini. Sejak kelas Sekolah Dasar, anak-anak Samalona sudah mulai dititipkan atau kost di rumah saudara di Makassar, dan buat ibu yang akan melahirkan disana melahirkan di rumah hanya ditolong oleh saudara. Banyak juga anggota keluarga yang menetap di daratan Makassar, untuk bersekolah dan bekerja. Tak ada orang luar yang boleh menempati pulau kecuali menikahi penduduk asli. 

Jumlah rumah di pulau ini tak sempat saya hitung, sepertinya berjumlah 10 rumah saja, termasuk kamar penginapan. Konon luas pulau ini 2.34 hektar saja. Dulu, Pulau ini luasnya 6.7 Ha tapi makin lama makin menyusut dan mungkin seperti Pantai Kuta, dimasa depan pulau ini akan menghilang. Pulau ini diperkirakan hilang/tenggelam pada tahun 2020. Setelah berkeliling, ada bangunan kecil di tengah pulau yang difungsikan sebagai Mushalla, ada juga bangunan makam pendahulu pulau yang bersebelahan dengan pohon besar, tampak beberapa orang membawa kemenyan dan sesajen kesana, ada juga minimarket kecil disana, selain minuman ringan saya lihat ada minuman keras dijual disana. 

 

Sebelum berendam, bekal makanan dari rumah yang dibawa ibu dan adik saya siap kami santap. Untunglah kami membawa bekal makanan dan minuman yang cukup banyak, karena masyarakat pulau mematok harga yang sangat mahal untuk segala fasilitas yang ada. Saya wajarkan karena jauh dari kota dan makanan serba terbatas, dan itulah penghasilan mereka selain melaut. Namun ada juga harga yang menurut saya kebangetan. Fasilitas buang air kecil disini dihargai 5 ribu rupiah sekali kencing, 10 ribu rupiah untuk BAB atau ganti pakaian, dan 15 ribu rupiah untuk mandi. Tapi jangan kira anda akan mandi air tawar, hanya disediakan air laut untuk itu semua. Alat bakar ikan sederhana pun dihargai dengan biaya sewa 50 ribu rupiah. 

Sore hari, kami menyewa alat snorkeling seharga 50 ribu rupiah sampai puas. Kami pun berendam sambil melihat keindahan bawah laut. Banyak karang dan koral yang rusak di tepi pantai, namun masih banyak yang indah jika berani agak ke tengah dekat mercusuar. Ikan berwarna warni sangat indah dipandang mata. Tapi, hati-hati jangan sampai menginjak hewan Bulu Babi, kadang bersembunyi atau mengelompok di dasar laut. 

Setelah asyik snorkeling, kami beristirahat sejenak dan membersihkan badan, menunggu sunset yang tak kalah indahnya. Sayang, batere kamera saya lobet dan tak dapat digunakan. Listrik disini berfungsi dengan bantuan genset. Listrik baru dapat dinikmati mulai jam 6 sore hingga jam 6 pagi, saya tak sempat lagi mengisi batere sebelum matahari terbenam. 

Malam hari, kami tidak dapat tidur dengan nyaman. Selain pengunjung lain yang begadang dan ribut, anak muda Samalona sepertinya mencari ikan di malam hari. Kami yang menyewa rumah tepat di bibir pantai pun tidak dapat tidur nyenyak. Kegaduhan berhenti menjelang subuh. Pagi hari, sunrise dapat dinikmati di sebelah timur pulau. Tak sempat saya abadikan karena tidur lagi selepas Shalat Subuh. 

Pagi hari Minggu, mulai banyak lagi pengunjung. Sepertinya mereka memilih tidak menginap karena sudah tahu situasinya. Banyak yang datang menyewa perahu beberapa jam saja untuk diving dan snorkeling. Ada juga yang datang dengan kapal agak besar dan melakukan kegiatan kumpul bareng di pulau ini. Ada pula yang ber speed boat disini, mancing dan sesi foto-foto. 

Menjelang siang kami kembali ke daratan Makassar. Semalam di pulau Samalona terasa menyenangkan. Kalau tak ingin jatuh miskin atau berkurang kekayaannya saat berwisata di pulau ini, berikut ini tips dan trik wisata di Samalona.

  • Bawa Tenda bagi yang ingin menginap 
  • Bawa alat snorkeling dan diving sendiri
  • Bawa bekal makanan dan minuman yang cukup
  • Bawa uang kecil yang banyak, untuk buang air dan ganti pakaian
 
sumber : wikipedia , kompas , puppytraveller  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...